Senin, 31 Agustus 2026

Rekam Jejak Mumpuni, Janso Sipahutar Dipercaya Emban Amanah Strategis sebagai Kadis Perkimtan Deli Serdang


 LUBUK PAKAM (Makmurnews) Rotasi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang dilakukan oleh Bupati dr. Asri Ludin Tambunan baru-baru ini menempatkan sosok-sosok berpengalaman di posisi strategis. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penunjukan *Janso Sipahutar* sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Deli Serdang.

Janso Sipahutar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), resmi dilantik bersama sejumlah pejabat tinggi pratama lainnya oleh Wakil Bupati Lom Lom Suwondo di Aula Cendana Kantor Bupati, Senin (31/8).

*Sosok Berpengalaman dan Teruji*

Penunjukan Janso Sipahutar di posisi barunya dinilai sebagai langkah tepat mengingat rekam jejaknya yang mumpuni selama mengabdi di Kabupaten Deli Serdang. Dikenal sebagai pejabat yang memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang kuat, Janso dianggap sukses menjalankan tugas-tugas krusial di kedinasan sebelumnya.

Kemampuannya dalam menavigasi tantangan infrastruktur dan pembangunan menjadikannya salah satu pejabat yang tetap dipercaya menduduki posisi strategis, meskipun terjadi transisi kepemimpinan di daerah. Kepercayaan yang diberikan oleh kepala daerah ini menegaskan bahwa integritas dan kinerja nyata menjadi tolok ukur utama dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Deli Serdang.

Harapan Baru di Dinas Perkimtan

Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Janso Sipahutar diharapkan mampu membawa inovasi dan percepatan program di Dinas Perkimtan, terutama dalam penataan kawasan permukiman dan pengelolaan pertanahan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Masyarakat dan rekan sejawat menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinannya, Dinas Perkimtan dapat semakin solid dalam mewujudkan visi pembangunan hunian yang layak dan tertata bagi seluruh warga Deli Serdang.

Share:

Penyegaran Birokrasi: Lima Pejabat Eselon II Deli Serdang Dilantik


MakmurNews.com, LUBUK PAKAM. Senin.31/8  Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melakukan rotasi strategis di jajaran pejabat tinggi pratama guna memperkuat kinerja pelayanan publik. Mewakili Bupati dr. Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo secara resmi melantik lima pejabat eselon II beserta belasan pejabat fungsional di Aula Cendana Kantor Bupati, Senin (31/8).

Prosesi pelantikan ini menandai babak baru bagi sejumlah dinas krusial dalam upaya percepatan pembangunan dan optimalisasi pelayanan di lingkungan Pemkab Deli Serdang.

*Daftar Pejabat yang Dirotasi*

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) pelantikan, berikut adalah rincian pergeseran jabatan tersebut:

1.  *Rio Laka Dewa*: Sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup, kini dipercaya sebagai Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

2.  *A. Fitrian Syukri*: Berpindah tugas dari Kadis PMPTSP menjadi Kadis Pendidikan.

3.  *Suparno*: Sebelumnya menjabat Kadis Pendidikan, kini mengemban amanah sebagai Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

4.  *Yetty Sembiring*: Dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda).

5.  *Janso Sipahutar*: Sebelumnya menjabat Kadis SDABMBK, kini resmi menjabat sebagai Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan).

Dari jajaran pejabat yang dilantik, sosok Janso Sipahutar menjadi perhatian karena merupakan salah satu pejabat dengan masa jabatan terlama di posisi sebelumnya sebelum akhirnya dipercaya memimpin Dinas Perkimtan.   (Johansyah cilapuik)

Share:

Sinabung Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter — Warga Diminta Tenang dan Waspada

MakmurNews.com, Karo. — Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Kolom abu dari erupsi tersebut teramati menjulang hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak dan condong ke arah timur hingga tenggara.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, Armen Putra, menyampaikan erupsi yang terekam terjadi pada pukul 10.17 WIB dan aktivitas keluarnya abu masih terlihat hingga pukul 11.14 WIB. “Erupsi berupa abu mengarah ke timur dan tenggara. Sampai saat ini masih kami pantau, dan pada pukul 11.14 WIB masih terlihat abu keluar di sekitar puncak Gunungapi Sinabung,” ujar Armen.

Pengamatan visual menunjukkan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal. Aktivitas seismik mencatat amplitudo maksimum 120 milimeter dengan durasi sementara sekitar satu jam satu menit 48 detik. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung dan pengamatan intensif terus dilakukan oleh tim pos pengamatan.

Armen mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap dampak hujan abu yang bergerak ke arah timur dan tenggara. Ia menegaskan masyarakat agar mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri.

Kepala Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Terkelin Sembiring, membenarkan erupsi tersebut. Menurutnya, pemerintah desa segera mengambil langkah antisipasi dengan meminta warga yang berada di sekitar kawasan Danau Lau Kawar untuk meninggalkan lokasi. Selain itu, pembagian masker kepada warga dilakukan sebagai upaya proteksi terhadap paparan abu vulkanik. Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat erupsi.

Status gunung saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius tiga kilometer dari puncak. Selain itu, larangan juga berlaku pada radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-timur dari puncak.

PVMBG dan PPGA juga mengingatkan warga yang bermukim atau beraktivitas di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung untuk tetap waspada terhadap potensi lahar. Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunapi Sinabung untuk memastikan pemantauan dan respons yang cepat.

Masyarakat dihimbau mengikuti informasi resmi dari petugas, menjaga jarak dari zona berbahaya, dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Informasi perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh otoritas terkait. (Bt)

Share:

Terjebak Dan Menyesal Telah Membeli Barang Hasil Kejahatan, Warga Simalungun Bernafas Lega Setelah Dibebaskan Jaksa Melalui Restoratif Justice

MakmurNews.com, Medan. (31/8/2026), Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH memutuskan untuk menghentikan dan menyesaikan penanganan perkara pidana penadahan dari Kejaksaan Negeri Simalungun.

Keputusan itu ditetapkan oleh Kajati setelah Kajari Simalungun Munawal Hadi, SH.,MH bersama Kasi Pidana Umum (kasi pidum) Ardiyan, SH.,MH dan tim Jaksa penuntut umum menggelar ekspose permohonan penyelesaian perkara pidana melalui Mekanisme Keadilan Restoratif (MKR) yang digelar secara daring (virtual).

Dari pemaparan ekspose, diketahui bahwa peristiwa pidana tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 18 April 2026 sekira pukul 07.30 WIB, bertempat di Huta V Kp. Sawah Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, didatangi oleh Saksi Dandi Saragih bersama Saksi Gurdip (tersangka dalam penuntutan dilakukan dalam berkas terpisah) menawarkan 1 (satu) unit AC merek Changhong kepada Tersangka Rani Purba. 

Kemudian tersangka menanyakan kepada saksi Gurdip terkait asal muasal barang tersebut dan dijawab oleh saksi Gurdip adalah miliknya dan dijual karena yang bersangkutan telah berhenti bekerja di perusahaan Unilever dan hendak pulang ke Palembang, sehingga karena tergiur harga murah dan tidak mengetahui asal muasal barang tersebut, lalu tersangka sepakat dan langsung membeli barang barang dimaksud.

Akibat perbuatannya, terhadap tersangka dilakukan proses hukum dengan sangkaan melanggar pasal 591 UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan sangkaan melakukan penadahan.

Selanjutnya, saat proses pelimpahan perkara di Kejari Simalungun, tersangka dan korban melakukan kesepakatan damai tanpa syarat, kemudian tersangka telah mengakui khilaf dan tidak ada niat untuk membeli atau menampung barang milik tersangka, lalu korban (pemilik barang) dengan tulus telah memaafkan perbuatan tersangka serta meminta kepada tersangka agar lebih hati hati dalam bertindak, dan tokoh masyarakat setempat telah meminta secara resmi kepada Kejaksaan agar perkara tersebut dapat diselesaikan secara humanis melalui Mekanisme Keadilan Restoratif.

Saat mengikuti ekspose, Kajati Sumut turut didampingi Wakajati Eko Adhyaksono, SH.,MH dan Aspidum Suhendri, SH.,Mh bersama Pejabat struktural bidang pidana umum.

Kejaksaan menerapkan Mekanisme Keadilan Restoratif (MKR) dalam penyelesaian perkara pidana bukan semata mata untuk membebaskan tersangka, melainkan keadilan restoratif adalah salah satu alternative penyelesaian perkara yang mengedepankan keadilan dan kepastian hukum bagi korban dan pelaku, hal ini sejalan dengan cita cita dan arah kebijakan hukum nasional untuk melindungi dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat serta mencegah terjadinya dendam dalam kehidupan sosial di masyarakat. (Sumber Kasi Penkum)

■Rahmad P

Share:

Viktor Silaen Tegaskan Bantuan Gubernur untuk Korban Bencana Medan Johor Murni Kemanusiaan, Bukan Politik


 MEDAN (Makmurnews)  Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen, S.E., M.M., memberikan pembelaan tegas terkait langkah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam menangani dampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor. Viktor meminta agar bantuan yang diberikan kepada warga terdampak tidak ditarik ke ranah polemik politik.

Menurut Viktor, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah adalah wujud nyata dari tanggung jawab dan kepedulian negara. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mempersoalkan niat baik tersebut hanya karena alasan politis.

“Heran kita, Gubernur membantu rakyatnya yang terkena bencana melalui dana Posko Bencana di Pemprov Sumut, justru disalahkan. Jangan karena alasan politik, niat baik untuk membantu masyarakat malah dipersoalkan,” ujar Viktor saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Jumat (28/8).

Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa dalam situasi darurat bencana, hal terpenting adalah memastikan warga yang rumahnya hancur segera mendapatkan bantuan agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Baginya, aksi nyata seorang pemimpin yang turun langsung ke lapangan seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan justru dijadikan bahan perdebatan.

Viktor menilai, meskipun mekanisme dan aturan tetap harus diikuti, prosedur tidak boleh menjadi penghalang bagi percepatan bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Gubernur memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi warga di seluruh wilayah Sumatera Utara, termasuk di tingkat kabupaten dan kota.

“Ini bencana, bukan kegiatan politik. Ketika ada rakyat yang menjadi korban, pemerintah harus hadir. Jangan sampai aturan dijadikan alasan untuk menghambat bantuan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan,” tegas Ketua DPD Kosgoro 1957 tersebut.

Menutup pernyataannya, Viktor berharap seluruh elemen masyarakat dan tokoh politik dapat melihat persoalan ini secara proporsional. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan sisi kemanusiaan agar warga korban puting beliung di Medan Johor dapat segera pulih dan menjalani kehidupan dengan normal kembali.

Share:

Minggu, 30 Agustus 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Dinas SDABMBK Deli Serdang Sulap Lahan Kosong Kantor Jadi Kebun Cabai


 Lubuk Pakam (makmurNews.com)     Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK Deli Serdang) menunjukkan aksi kreatif di luar bidang infrastruktur fisik dengan mengoptimalkan area pekarangan kantor mereka. Pada akhir pekan ini, instansi tersebut resmi memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan kantor kedinasan untuk ditanami ratusan bibit cabai.

Langkah produktif ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap program ketahanan pangan, sekaligus mengedukasi pegawai dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya kemandirian pangan lewat langkah-langkah sederhana. Penanaman ini melengkapi rangkaian program internal dinas setelah sebelumnya sukses melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia ASRI melalui aksi gotong royong kebersihan.

Program pemanfaatan lahan ini juga dirancang untuk menginspirasi para pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Deli Serdang agar meniru langkah serupa di rumah masing-masing. Dengan memanfaatkan pot atau pekarangan rumah yang terbatas, setiap keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri tanpa bergantung penuh pada pasokan pasar.

Komoditas cabai sengaja dipilih karena sering menjadi pemicu utama fluktuasi inflasi daerah di Sumatra Utara. Melalui gerakan penanaman massal di tingkat instansi ini, Dinas SDABMBK berupaya mengambil peran kecil namun berdampak nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan makro di tingkat kabupaten.

Kepala Dinas SDABMBK Deli Serdang, Janso Sipahutar, berharap gerakan hijau pemanfaatan pekarangan ini mampu memberikan dampak positif, menekan inflasi harga pangan di tingkat lokal, serta mengubah area terbengkalai menjadi lingkungan kerja yang asri dan bernilai ekonomis.


Ke depan, pihak dinas berencana merawat tanaman cabai ini secara berkala melibatkan seluruh staf pada jam krida olahraga jumat pagi. Hasil panen perdana nantinya tidak hanya dinikmati oleh internal pegawai kantor, tetapi juga akan dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial instansi.

Share:

Siswa MTsN 1 Medan Raih Juara 1 Kyorugi pada 2nd Taekwondo Championship 2026 Piala Pangdam I Bukit Barisan

MakmurNews.com, Medan. - Siswa MTsN 1 Medan Damar Wicaksono berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet juara 1 kategori Kyorugi Prestasi Putra Cadet Under 45 Kg. Prestasi tersebut diraih dalam ajang 2nd Taekwondo Championship 2026 Piala Pangdam I Bukit Barisan. 

Kejuaraan ini dilaksanakan pada tanggal 20-23 Agustus 2026 di GOR Merdeka, Kota Pematang Siantar. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Medan.

Kepala MTsN 1 Medan, Drs. H. Syakhrim Harahap, M.Pd., mengungkapkan bahwa madrasah selalu mendukung seluruh kegiatan siswa, baik kegiatan akademik maupun non akademik.

 "Kegiatan seperti ini sangat positif diikuti oleh murid MTsN 1 Medan," ujar Syakhrim.

 Ia menambahkan bahwa nilai terbesar dari kegiatan ini adalah terciptanya proses pembentukan siswa yang sehat, disiplin, percaya diri, sportif, berkarakter, dan bermental juara. Menurutnya, prestasi olahraga seperti ini turut memperkuat pembentukan karakter siswa MTsN 1 Medan secara menyeluruh.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Rusdian Effendi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Damar merupakan salah satu murid berprestasi yang aktif mengikuti berbagai perlombaan taekwondo. 

"Prestasi murid dalam berbagai kejuaraan dapat menunjukkan bahwa murid madrasah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan karakter," ujarnya.

 Ia menuturkan bahwa kegiatan ini juga menanamkan sikap pantang menyerah, tanggung jawab, kerja keras, keberanian, dan ketekunan pada diri siswa. "Nilai-nilai ini juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar," tuntas Rusdian.

Ditemui di sela-sela kesibukannya belajar, Damar menyampaikan bahwa ia telah mempersiapkan perlombaan ini dengan serius. 

"Dalam menghadapi perlombaan ini saya mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dengan mengikuti latihan secara rutin, makan-makanan yang bergizi, serta istirahat yang cukup," ujar Damar. 

Persiapan matang yang dilakukannya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar juara 1 dalam kategori yang diikutinya. Damar berharap prestasi ini dapat memotivasi dirinya untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik lagi ke depannya.

Prestasi yang diraih Damar diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi MTsN 1 Medan lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap bakat dan minat siswa di berbagai bidang. 

Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitas, motivasi, serta apresiasi terhadap setiap pencapaian yang diraih siswa. Dengan semangat kolaborasi antara madrasah, guru, dan siswa, MTsN 1 Medan optimis dapat terus melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan berkarakter. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Komitmen Bersama Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf, Kemenag Sumut Tandatangani Nota Kesepahaman Lintas Instansi

MakmurNews.com, Medan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara, dan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Penandatangan Nota Kesepahaman merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama lintas instasi dalam upaya menyelamatkan aset wakaf di Sumatera Utara.

Penandatangan Nota Kesepahaman bersamaan dengan Perjanjian Kerja Sama Bupati/Walikota dan Forkopimda daerah se Sumatera Utara dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (27/08/2026) secara luring dan daring. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Sumatera Utara.

Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi mengatakan komitmen penuh Kementerian Agama dalam penyelamatan aset Wakaf di Sumatera Utara agar dapat dimanfaatkan untuk sepenuhnya kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan dari seluruh pihak, maka akan mudah dalam implementasinya.

“Ini merupakan upaya bersama kita sejak beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan-pertemuan penting. Tentu bahasannya adalah bagaimana secepatnya kita mendaftarkan aset wakaf di Sumatera Utara. Lalu setelah legalitasnya diurus, secara bersama kita kembangkan agar wakaf tersebut produktif demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara,” ucap Kakanwil.

Ia mengatakan Kementerian Agama RI akan melaksanakan peran dan tugasnya sesuai amanat Undang-undang. Mulai dari Kantor Urusan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara siap menjalankan amanat tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Dukungan penuh ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Pak Gubernur sudah siap menyukseskan, Pak Kejati sebagai inisiator juga berkomitmen tinggi. Maka dari itu, saya mengajak kita semua ASN di Kemenag mulai dari KUA hingga Kanwil untuk bersungguh-sungguh mempercepat pendaftaran aset wakaf,” tambahnya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyampaikan menekankan pentingnya komitmen dan kepastian legalitas agar niat mulia para pewakif dapat terus terjaga. Gubsu menegaskan kehadiran pemerintah daerah, aparat penegak hukum melalui Kejaksaan, Kanwil BPN, Kementerian Agama, dan Badan Wakaf Indonesia menjadi representasi negara yang memiliki tanggung jawab moral dan kedinasan dalam memastikan aset wakaf terlindungi.

Karena itu, negara harus hadir memfasilitasi percepatan penyelesaian legalitas dan administrasi tanah wakaf. Menurut Bobby, kepastian hukum diperlukan agar tanah yang telah diwakafkan tidak hilang atau dikuasai pihak lain.

"Kehadiran pemerintah daerah, Kejaksaan, BPN, Kemenag, hingga Badan Wakaf Indonesia adalah bentuk representasi negara. Kita memiliki tanggung jawab moral dan kedinasan untuk memastikan seluruh aset wakaf terlindungi," ujar Gubsu.

Sementara itu, Kajati Sumut Muhibuddin mengatakan penandatanganan nota kesepahaman memiliki makna penting sebagai landasan hukum bagi para pihak untuk melakukan koordinasi dan sinergi dalam rangka mempercepat pendaftaran tanah wakaf di seluruh wilayah Sumatera Utara. 

Ia juga mengatakan percepatan pendaftaran tanah wakaf diperlukan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset wakaf. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meminimalkan sengketa pertanahan terkait wakaf yang mungkin terjadi sekaligus memaksimalkan pemanfaatan tanah wakaf bagi kesejahteraan umat dan masyarakat. 

 

"Perlu saya sampaikan juga kepada Bapak/Ibu sekalian, ada 14.683 bidang lebih kurang tanah yang sudah diwakafkan. Tetapi yang sampai hari ini baru memiliki sertifikat 6.030 bidang tanah wakaf," kata Muhibuddin.

"Setidak-tidaknya kita bisa menambah 6.000 lagi sehingga bisa menjadi 12.000. Insyaallah dengan kerja bersama kita, ini akan bisa kita capai," ujarnya.

Share:

Pemprov Sumut Genjot Irigasi, Targetkan Tambahan 5.050 Hektare Lahan Produktif



MEDAN(MakmurNews.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penataan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Pada tahun 2026, sebanyak 21 daerah irigasi menjadi sasaran penanganan dengan target penambahan sekitar 5.050 hektare lahan pertanian produktif.

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang selama ini belum didukung sistem irigasi secara maksimal.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sumut telah mengusulkan anggaran sebesar Rp489 miliar. Dengan penanganan 21 daerah irigasi, luas lahan pertanian produktif yang saat ini sekitar 36.000 hektare ditargetkan meningkat menjadi sekitar 41.000 hektare.

“Kita mengusulkan anggaran Rp489 miliar. Tahun ini kita menangani 21 daerah irigasi yang akan menambah lahan pertanian produktif dari 36.000 hektare menjadi sekitar 41.000 hektare,” kata Gibson dalam temu pers di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gibson, Sumut masih memiliki potensi besar dalam pengembangan daerah irigasi. Dari total potensi irigasi permukaan dan rawa yang mencapai lebih dari 100.000 hektare, saat ini baru sekitar 30 persen atau sekitar 36.000 hektare yang dikelola secara produktif oleh masyarakat.

Sejumlah program irigasi tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Di antaranya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi rawa pada Daerah Irigasi (DI) Secanggang di Batang Serangan, Kabupaten Langkat, peningkatan DI Batunadua di Kota Padangsidimpuan, serta rehabilitasi saluran dan bangunan pembawa pada DI Sipirok di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Program lainnya meliputi rehabilitasi Bendung III DI Padang Garugur Kiri/Kanan di Kabupaten Padang Lawas Utara, peningkatan jaringan irigasi DI Parit Lompaten di Kabupaten Karo, peningkatan saluran DI Aek Sibundong di Kabupaten Humbang Hasundutan, hingga pembangunan Bendung DI Aek Sarula di Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain itu, Pemprov Sumut juga melakukan rehabilitasi dan peningkatan sejumlah jaringan irigasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Serdangbedagai, Simalungun, Batubara, Asahan, dan Mandailing Natal.

“Program-program irigasi tersebut rata-rata sudah berkontrak dan akan segera dilaksanakan,” ujar Gibson.

Melalui optimalisasi jaringan irigasi tersebut, Pemprov Sumut berharap ketersediaan air bagi lahan pertanian semakin terjamin sehingga mampu meningkatkan luas areal produktif dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Share:

Pembangunan Drainase.RP 6.93.Miliar Jalan Bhayangkara Medan Tembung Solusi Strategis Pemerintah Pemko Medan Atasi Banjir dan Tingkatkan Sanitasi


Medan (Makmurnews)  Langkah nyata Pemerintah Kota Medan  melalu  Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi  ( SDABMBK )  kota medan. Yang  di Nakhodai  Khairul Azmi. Di liat dari  kinerja  kepala Dinas  SDABMBK kota medan   dalam membenahi infrastruktur wilayah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga  Kota Medan khusus nya  Kecamatan  medan tembung  Proyek pembangunan drainase di Jalan Bhayangkara  yang didanai oleh anggaran negara tahun 2026 kini tengah dikebut pengerjaannya guna memberikan solusi jangka panjang bagi masalah lingkungan di kawasan tersebut.


Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin  (31/8), aktivitas pengerjaan fisik tampak berjalan lancar. Sejumlah pekerja terlihat sigap menyelesaikan setiap segmen drainase, memastikan konstruksi berjalan sesuai dengan rencana teknis yang telah ditetapkan. Kehadiran proyek ini menjadi angin segar bagi masyarakat sekitar yang selama ini mendambakan sistem pembuangan air yang lebih tertata.


*Manfaat Ganda bagi Lingkungan dan Warga*

Pembangunan drainase ini bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan memiliki fungsi ganda yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Pertama, drainase ini berfungsi sebagai saluran utama yang memperlancar pembuangan air limbah domestik dari rumah-rumah warga. Dengan aliran yang lancar, risiko air tergenang di sekitar pemukiman yang dapat menjadi sarang penyakit dapat diminimalisir secara signifikan.


Kedua, yang paling krusial adalah fungsi drainase sebagai pengendali debit air saat musim penghujan tiba. Struktur drainase yang memadai dirancang untuk mampu menampung dan mengalirkan air hujan dengan cepat, sehingga potensi banjir yang sering kali mengancam kenyamanan dan keamanan warga dapat diantisipasi sejak dini.



"Kami sangat merasakan manfaatnya. Selain jalan jadi lebih rapi, kami tidak lagi khawatir jika hujan deras turun. Air sekarang punya jalur yang jelas menuju saluran pembuangan," ujar salah seorang warga yang ditemui di seputaran lokasi proyek.

Share:

Pembangunan Drainase Jalan Makmur Pasar 7 Bengkel: Solusi Strategis Pemerintah Deli Serdang Atasi Banjir dan Tingkatkan Sanitasi


DELI SERDANG (Makmurnews)    senin 31/8.2026  Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam membenahi infrastruktur wilayah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Kecamatan Percut Sei Tuan. Proyek pembangunan drainase di Jalan Makmur Pasar 7 Bengkel yang didanai oleh anggaran negara tahun 2026 kini tengah dikebut pengerjaannya guna memberikan solusi jangka panjang bagi masalah lingkungan di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (31/8), aktivitas pengerjaan fisik tampak berjalan lancar. Sejumlah pekerja terlihat sigap menyelesaikan setiap segmen drainase, memastikan konstruksi berjalan sesuai dengan rencana teknis yang telah ditetapkan. Kehadiran proyek ini menjadi angin segar bagi masyarakat sekitar yang selama ini mendambakan sistem pembuangan air yang lebih tertata.

*Manfaat Ganda bagi Lingkungan dan Warga*
Pembangunan drainase ini bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan memiliki fungsi ganda yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Pertama, drainase ini berfungsi sebagai saluran utama yang memperlancar pembuangan air limbah domestik dari rumah-rumah warga. Dengan aliran yang lancar, risiko air tergenang di sekitar pemukiman yang dapat menjadi sarang penyakit dapat diminimalisir secara signifikan.

Kedua, yang paling krusial adalah fungsi drainase sebagai pengendali debit air saat musim penghujan tiba. Struktur drainase yang memadai dirancang untuk mampu menampung dan mengalirkan air hujan dengan cepat, sehingga potensi banjir yang sering kali mengancam kenyamanan dan keamanan warga dapat diantisipasi sejak dini.


"Kami sangat merasakan manfaatnya. Selain jalan jadi lebih rapi, kami tidak lagi khawatir jika hujan deras turun. Air sekarang punya jalur yang jelas menuju saluran pembuangan," ujar salah seorang warga yang ditemui di seputaran lokasi proyek.

 

Share:

Sukses Cetak Tenaga Kerja Ahli, Dinas SDABMBK Medan Resmi Tutup Sertifikasi Pelaksana Lapangan Konstruksi



MEDAN (Makmurnews) – Dinas SDABMBK Kota Medan resmi menutup program Pembekalan dan Uji Sertifikasi Pelaksana Lapangan untuk Pekerjaan Drainase Perkotaan dan Gedung pada Jumat (28/08/2026). Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini diikuti oleh puluhan kontraktor dan pekerja konstruksi lokal guna meningkatkan standar profesionalisme proyek di Kota Medan. Sertifikasi resmi ini menjadi syarat wajib bagi para pelaksana lapangan agar seluruh proyek fisik di Kota Medan memiliki daya tahan tinggi dan sesuai dengan spesifikasi teknis baku. Melalui program ini, Pemko Medan berharap dapat menekan angka kegagalan struktur bangunan serta mengoptimalkan penyerapan anggaran daerah pada sektor infrastruktur.

Sertifikat kompetensi kerja yang diterbitkan secara resmi melalui skema uji kelayakan ini diakui secara nasional oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Kebijakan standarisasi pekerja lokal diharapkan mampu menekan ketergantungan wilayah terhadap tenaga kerja asing untuk proyek strategis jangka panjang daerah.

Share:

PERERAT TALI PERSAHABATAN PIMPINAN BANTAI NEWS GELAR PERTEMUAN DENGAN MITRA STRATEGIS DI MEDAN


 MEDAN (Makmurnews)  Dalam upaya memperkuat jejaring dan membangun kolaborasi yang lebih solid, pimpinan media Bantai News.com, Bung Syahril Pohan, melakukan pertemuan tali  persahabatan dengan mitra strategisnya, koko Ganteng di Medan baru-baru ini.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momen penting untuk mempertegas komitmen kemitraan yang telah terjalin selama ini. Meski dikemas dalam format yang santai, diskusi antara persahabatan. Ini mencerminkan visi dan missi yang sama sama Saling memberi  manfaat di dalam menjaga dan  menjalin persahabatn  Exspansi  bersinergi dalam berbisnis 

*Sinergi dan Kemitraan Sejati*

Bung Syahril Pohan menyampaikan bahwa hubungan kemitraan dengan koko ganteng  merupakan bentuk sinergi yang didasari atas kepercayaan dan profesionalisme. Menurutnya, menjaga komunikasi personal di luar urusan formal sangat penting untuk menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan produktif.

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan para mitra. Sinergi yang kuat adalah kunci utama bagi media seperti Bantai News.com untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Syahril pohan

Share:

Momen Bahagia: Wili Ritonga dan Mega Rotua Magdalena br Siagian Resmi Bersatu dalam Ikatan Suci Perkawinan


 MEDAN (Makmurnews)* – Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Gedung Wisma Maina, Jalan Rella, Medan, pada Sabtu (30/8). Pasangan berbahagia, *Wili Ritonga* dan *Mega Rotua Magdalena br Siagian*, resmi melangsungkan pesta perkawinan  mereka dalam sebuah perayaan yang khidmat dan meriah.


Acara dihadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak, sahabat karib, serta tamu undangan lainnya yang datang untuk memberikan doa restu bagi kedua mempelai. Senyum bahagia terpancar dari wajah Wili dan Mega saat mereka menyambut para tamu yang hadir dalam momen bersejarah dalam hidup mereka 


*Perayaan Penuh Kehangatan dan Adat*

Gedung Wisma Maina yang menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka tampak dipenuhi dengan dekorasi yang indah, menciptakan nuansa hangat bagi setiap tamu yang hadir. Kehadiran keluarga dan kerabat dekat menambah kekentalan suasana kekeluargaan, di mana doa-doa terbaik dipanjatkan agar pasangan ini menjadi keluarga yang rukun dan berbahagia hingga akhir hayat.

"Kami sangat bersyukur atas kehadiran keluarga dan teman-teman semua yang telah meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan bersama kami hari ini. Dukungan dan doa kalian sangat berarti bagi awal perjalanan hidup baru kami," ungkap perwakilan keluarga mempelai di sela-sela acara.

*Doa dan Harapan dari Para Sahabat*

Para sahabat yang hadir juga turut mengungkapkan kegembiraan mereka. Banyak yang mengenang perjalanan cinta Wili dan Mega hingga akhirnya sampai di pelaminan. Gelak tawa dan jabat tangan hangat mewarnai setiap sudut ruangan, menjadikan pesta perkawinan ini bukan sekadar seremoni, melainkan mambangun  dan menatah dalam kehidupan yang Abadi  

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang hadir. Selamat menempuh hidup baru untuk Wili Ritonga dan Mega Rotua Magdalena br Siagian, semoga cinta dan kebahagiaan selalu menyertai langkah  kalien berdua.     Ucap  Syahril  Pohan.    

Share:

Pererat Tali Persahabatan Pimpinan Bantai News.com Gelar Pertemuan Santai dengan Mitra Strategis di Medan*


MEDAN (Makmurnews)* – Dalam upaya memperkuat jejaring dan membangun kolaborasi yang lebih solid, pimpinan media Bantai News.com, Bung Syahril Pohan, melakukan pertemuan silaturahmi dengan mitra strategisnya, Pak Edi, di Medan baru-baru ini.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momen penting untuk mempertegas komitmen kemitraan yang telah terjalin selama ini. Meski dikemas dalam format yang santai, diskusi antara kedua tokoh ini mencerminkan visi yang sama dalam mendukung perkembangan industri media dan informasi, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

*Sinergi dan Kemitraan Sejati*

Bung Syahril Pohan menyampaikan bahwa hubungan kemitraan dengan Pak Edi merupakan bentuk sinergi yang didasari atas kepercayaan dan profesionalisme. Menurutnya, menjaga komunikasi personal di luar urusan formal sangat penting untuk menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan produktif.

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan para mitra. Sinergi yang kuat adalah kunci utama bagi media seperti Bantai News.com untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Syahril pohan.   (Red)

Share:

Kejar Target Musim Hujan, Pemasangan U-Ditch Drainase di Medan Selayang dan Medan Baru Tembus 50 Persen


MEDAN (Makmurnews) – Mengantisipasi datangnya musim penghujan dengan intensitas tinggi, Dinas SDABMBK Kota Medan memacu percepatan proyek drainase perkotaan. Hingga Jumat (28/08/2026), pemasangan beton pracetak U-Ditch di kawasan rawan genangan seperti Kecamatan Medan Selayang dan Medan Baru dilaporkan telah melewati progres fisik sebesar 50 persen. Kepala Dinas SDABMBK Medan menginstruksikan para kontraktor untuk menambah shift pekerja malam agar penutupan galian jalan dapat selesai tepat waktu. Proyek ini difokuskan untuk memperlancar debit pembuangan air langsung ke sungai utama, sekaligus meminimalkan dampak kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tumpukan tanah galian di bahu jalan.

Kendala utama di lapangan saat ini adalah keberadaan kabel utilitas bawah tanah milik penyedia layanan internet dan pipa air bersih yang seringkali menghalangi jalur pengerukan tanah. Dinas SDABMBK pun langsung menyurati asosiasi pengusaha telekomunikasi untuk segera melakukan relokasi kabel demi kelancaran proyek. Warga sekitar juga diimbau untuk bersabar menghadapi penyempitan jalur lalu lintas selama proses pengangkatan beton berat berlangsung.

Dinas Perhubungan Kota Medan turut disiagakan di area pengerjaan guna mengatur rekayasa lalu lintas berkala pada jam sibuk pagi dan sore hari. Manajemen proyek optimistis seluruh penutupan beton permukaan jalan dapat rampung seutuhnya sebelum puncak musim hujan melanda kawasan perkotaan.

Share:

Koordinasi Intensif Dinas SDABMBK Medan dan BBPJN Ambil Alih Perbaikan Jalan Nasional Yang Rusak

MEDAN (Makmurnews) – Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di jalur logistik utama, Dinas SDABMBK Kota Medan menggelar rapat koordinasi intensif bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara pada Kamis (27/08/2026). Pertemuan ini membahas sinkronisasi wewenang perbaikan jalan nasional strategis yang melintasi wilayah administratif Kota Medan. Koordinasi ini dirasa krusial agar perbaikan lubang-lubang jalan yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas dapat segera ditangani tanpa terhambat masalah regulasi anggaran. Pihak SDABMBK Medan menyatakan siap menurunkan tim reaksi cepat (UPT) untuk melakukan penambalan sementara di titik-titik krusial sembari menunggu perbaikan permanen dari kementerian.

Wilayah perimeter seperti Jalan Sisingamangaraja dan Jalan AH Nasution menjadi prioritas utama intervensi bersama ini mengingat volume kendaraan bertonase besar yang melintas setiap harinya sangat padat. Selain penambalan lubang, skema drainase jalan nasional juga akan diintegrasikan dengan saluran sekunder milik Pemko Medan agar air tidak menggenang pasca-hujan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 40 persen pada akhir tahun anggaran.

Anggaran khusus dari dana pemeliharaan darurat daerah disiapkan guna membiayai penambalan aspal pada area rawan kecelakaan sebelum lelang tender skala besar diumumkan. Pendekatan proaktif ini diapresiasi oleh asosiasi pengusaha logistik lokal karena dapat mereduksi kerugian operasional akibat kerusakan armada angkutan barang.  (red)

Share:

Ratapan Anak Negeri: Di Bawah Bayang-Bayang Singgasana*



MakmurNews.com -Utang kian menggunung, melilit nadi bangsa dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Sementara di atas sana, mereka berpesta pora, beban itu jatuh di pundak anak negeri yang kian sekarat menanggung lara. Inilah ironi sebuah negeri: utang dinikmati penguasa, namun rakyatlah yang dipaksa membayar dengan air mata.

Di tanah yang katanya kaya, anak negeri terasing di ladang-ladang sepi, berpeluh keringat hanya untuk sesuap nasi. Sementara itu, megahnya kota kian asing, dihuni oleh mereka yang datang dari seberang, duduk merenung di rumah-rumah mewah yang tak tersentuh tangan pribumi. Harga pangan melangit, mencekik leher yang sudah terjepit; beras, sagu, dan gandum menjadi barang mewah bagi perut-perut yang menjerit.

Sungguh malang nasib bangsaku. Di luar negeri menjadi budak yang terhina, di dalam negeri ditindas oleh penguasa yang bertopeng saudara. Sang penjajah kini tak lagi datang dengan kapal perang, melainkan mereka yang lahir dari rahim yang sama namun berhati garang, merampas kekayaan alam demi ambisi tujuh keturunan yang haus akan kekuasaan.

Motto "Adil dan Makmur" kini hanya menjadi hiasan dinding yang berdebu. Mereka yang seharusnya melindungi, kini bersatu dalam bayang-bayang, menjadi siluman yang menakuti rakyat tak berdaya. Kebenaran diputarbalikkan dalam narasi palsu, kepalsuan merongrong kejujuran hingga tak lagi bersisa. Kekayaan negeri dirampas, lalu dijadikan jaminan utang atas nama masa depan anak cucu kita.

Wahai bangsaku, wahai negeriku, kapankah keadilan benar-benar menyapa? Di singgasana yang megah itu, ambisi terus membara untuk merebut sisa-sisa napas negeri ini. Ampunilah kami, wahai Ibu  Pertiwi.             


( Trihatya ).

Share:

Jumat, 28 Agustus 2026

Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Dinas SDABMBK Medan Kebut Perbaikan Drainase di Sejumlah Wilayah. Masyarakat Apresiasi Kepada Pemko Medan


 Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Dinas SDABMBK Medan Kebut Perbaikan Drainase di Sejumlah Wilayah.


MEDAN (Makmurnews) — Masyarakat  mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dal Hal mempercepat perbaikan dan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan debit air seiring tingginya intensitas hujan menjelang akhir tahun.  Meliat Kenerja  Khairul Azmi  masyarakat kota medan  sangat  mengapresiasi  Manazemen  kepemimpinan  dan Strategi  untuk membangun kota meda. Dari sektor  infrastruktur jalan Serta Drenase. Sehingga akan berdampak  Manfaat nya kepada masyarakat kota medan dan masyarakat di luar dari pada kota medan 

Sepanjang tahun berjalan, Dinas SDABMBK mencatat sekitar 21,46 kilometer saluran drainase telah dinormalisasi. Pekerjaan meliputi pengerukan sedimen dan lumpur, pembongkaran beton parit yang menghambat aliran air, hingga pemasangan beton U-Ditch untuk meningkatkan kapasitas saluran.

Sejumlah kawasan menjadi fokus penanganan, di antaranya Medan Selayang, Medan Baru, Medan Helvetia, Medan Marelan, Medan Tembung, Medan Timur dan Medan Petisah.

Di Medan Selayang dan Medan Baru, pemasangan U-Ditch dilakukan di Jalan Abdul Hakim, Jalan Bunga Mawar dan Jalan Mandolin. Selain itu, rencana pembangunan sodetan air dan kolam retensi juga disiapkan di Kelurahan Sempakata.

Sementara di Medan Helvetia, pembersihan saluran dilakukan di Jalan Gaperta Ujung, termasuk akses Jalan Parwitayasa I dan II. Pengerukan sedimen juga dilakukan di Jalan Perkutut.

Di Medan Marelan, pekerjaan berupa pembangunan dinding talud beton dilakukan di Jalan Swadaya, Gang Sidodadi, Kelurahan Rengas Pulau. Pemulihan saluran juga dilakukan di Jalan Marelan VII.

Untuk wilayah Medan Tembung dan Medan Timur, petugas melakukan pembongkaran coran yang menghambat aliran serta pengerukan tanah pada saluran drainase di Jalan Seser yang mengalami penyumbatan. Penanganan juga dilakukan pada sejumlah parit lingkungan di Medan Timur.

Sedangkan di Medan Petisah, penataan kembali drainase dan penggantian tutup beton yang rusak dilakukan di kawasan Jalan Merbau. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat hujan deras.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan menegaskan, seluruh personel lapangan diarahkan bekerja secara simultan dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan saluran sekunder maupun tersier dapat dituntaskan sebelum memasuki puncak musim penghujan.

Dinas SDABMBK juga memastikan kesiapan armada dan peralatan pendukung untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk ketersediaan suku cadang dan operasional alat berat.

Selain pekerjaan fisik, Dinas SDABMBK memperkuat layanan pengaduan masyarakat sebagai bagian dari sistem respons cepat. Laporan warga terkait saluran tersumbat maupun kerusakan drainase akan diteruskan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing wilayah untuk segera ditindaklanjuti.

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan titik-titik drainase, khususnya di kawasan permukiman padat yang berpotensi mengalami genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Perkembangan pekerjaan di lapangan juga didokumentasikan dan disampaikan secara berkala melalui kanal media sosial resmi Dinas SDABMBK Kota Medan.

Dinas SDABMBK mengajak masyarakat ikut menjaga saluran drainase yang telah diperbaiki dengan tidak membuang sampah ke dalam parit maupun saluran air. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar sistem drainase dapat berfungsi optimal dan risiko genangan maupun banjir dapat ditekan.

Share:

57 Tahun IPK Mengabdi, Eko Afrianta Sitepu: Bangga Menjadi Kader Ikatan Pemuda Karya

MakmurNews.com, Medan. — Memasuki usia ke-57 tahun, Ikatan Pemuda Karya (IPK) terus meneguhkan komitmennya sebagai organisasi kemasyarakatan yang hadir dan peduli terhadap masyarakat.

Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan Eko Afrianta Sitepu, Bendahara Satgas Inti Maha Sakti Karya DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Sumatera Utara, dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 IPK yang jatuh pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Eko mengatakan, perjalanan panjang selama 57 tahun menjadi bukti bahwa IPK telah melewati berbagai dinamika zaman dan tetap mempertahankan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-57 untuk Ikatan Pemuda Karya. Selama 57 tahun, IPK telah menjadi organisasi kemasyarakatan yang selalu berupaya hadir dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Eko Afrianta Sitepu yang juga anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura.

Menurutnya, usia 57 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan, loyalitas dan pengabdian para kader IPK di berbagai daerah di Indonesia.

Eko menegaskan bahwa menjadi bagian dari IPK merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga nama baik organisasi melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya bangga menjadi kader Ikatan Pemuda Karya. Kebanggaan ini harus diwujudkan dengan karya nyata, menjaga solidaritas serta terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap momentum HUT ke-57 dapat menjadi energi baru bagi seluruh jajaran dan kader IPK untuk semakin solid, profesional serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

“Semoga IPK semakin maju, semakin solid dan terus berkarya. Jadikan usia 57 tahun sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian kepada masyarakat,” pungkas Eko.

Selamat HUT ke-57 Ikatan Pemuda Karya. Terus Berkarya, Mengabdi dan Hadir untuk Masyarakat. (Syahdan)

Share:

Warga Medan Sambut Positif Pemasangan 20 Tangki Septik Komunal, Dinilai Lebih Cepat dan Tepat Sasaran



MEDAN (Makmurnews) — Program Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat Skala Permukiman yang digulirkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Kerja dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan pada tahun anggaran 2026 mendapat respons positif dari masyarakat bawah Jimmi Hariandi.

Langkah dinas yang membagi proyek senilai Rp4 miliar menjadi 20 paket pengerjaan mandiri dinilai sebagai strategi taktis agar manfaat fasilitas sanitasi ini bisa langsung dirasakan warga tanpa harus menunggu proses birokrasi lelang yang memakan waktu lama.

Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, John Ester Lase, membenarkan bahwa seluruh pengerjaan di 20 lokasi se-Kota Medan tersebut menggunakan mekanisme Penunjukan Langsung (PL) agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai. 

"Semua melalui penunjukan langsung. Ada 20 lokasi tersebar, dan sudah mulai dikerjakan," kata John Lase melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Langkah taktis penunjukan langsung ini dinilai sangat tepat mengingat sifat proyek sanitasi permukiman yang bersifat mendesak demi kesehatan lingkungan masyarakat. 

Dengan membagi proyek menjadi paket-paket bernilai Rp200 juta, dinas dapat langsung memberdayakan kontraktor lokal di masing-masing wilayah. 

Hal ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan fisik tangki septik di lapangan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian pengusaha kecil dan pekerja bangunan di tingkat kelurahan secara merata.

Selain mempercepat realisasi fisik, sistem paket tersebar ini dinilai mempermudah adaptasi teknis di lapangan. 

Setiap kelurahan di Kota Medan memiliki karakteristik geografis, kepadatan penduduk, dan luasan lahan yang berbeda-beda.

Pengerjaan secara terpisah melalui pola swakelola atau kemitraan lokal ini membuat penataan letak tangki septik komunal menjadi jauh lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan riil warga setempat, dibandingkan jika dipaksakan dalam satu kontrak tunggal yang kaku.

Meskipun detail rincian titik lokasi belum dipaparkan secara menyeluruh ke publik oleh Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Daniel Aritonang, jalannya pengerjaan fisik di beberapa lokasi dilaporkan tetap berjalan kondusif. 

Warga di sekitar lokasi proyek menyambut baik hadirnya tangki septik baru ini karena dapat mengurangi pencemaran air tanah dan memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan permukiman mereka yang selama ini belum terfasilitasi dengan baik.

Pendekatan respons cepat melalui penunjukan langsung terfragmentasi ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga. 

Dengan pengawasan berkala dari tim teknis dinas dan partisipasi aktif masyarakat lokal, program SPALD skala permukiman ini diharapkan dapat tuntas tepat waktu dan langsung membebaskan wilayah-wilayah padat penduduk di Medan dari masalah pencemaran limbah domestik.

Share:

Kamis, 27 Agustus 2026

Jejak Landreform 1965 Menguak Sengketa 5 Hektare, Ahli Waris Adukan Kades Tadukan Raga

MakmurNews.com, Deli Serdang.  – Tiga Surat Izin Menggarap Tanah yang diterbitkan Panitia Landreform Deli Serdang pada 1965 kini menjadi bukti penting yang dibawa ahli waris almarhum M. Nasir Matondang dalam sengketa lahan sekitar 5 hektare di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. Berbekal dokumen puluhan tahun itu, pihak keluarga mengadukan Kepala Desa Tadukan Raga, Muhammad Dermawan, terkait dugaan penerbitan surat tanah di atas objek yang mereka klaim telah dikuasai dan digarap keluarga sejak era Landreform.

Pihak ahli waris menyebutkan, salah satu dokumen penting yang mereka miliki adalah Surat Izin Menggarap Tanah Nomor 4772 atas nama M. Nasir Matondang. Surat tersebut diterbitkan Panitia Landreform Daerah Tingkat II/Kotapraja Deli Serdang pada 10 September 1965.

Dalam dokumen itu, M. Nasir Matondang tercatat sebagai petani yang berdomisili di Desa Medan Senembah dan mendapat izin untuk mengerjakan tanah dengan nomor Code D.3460 seluas 10.800 meter persegi.

Surat izin tersebut diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agraria tanggal 22 Agustus 1961 Nomor SK 509/Ka serta Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961 tentang pelaksanaan pembagian tanah dan pemberian ganti kerugian.

Selain M. Nasir Matondang, pihak ahli waris juga memperlihatkan dua Surat Izin Menggarap Tanah lainnya yang diterbitkan pada tanggal yang sama. Dokumen tersebut tercatat atas nama Mingun dan Djihad atau Djiha, yang juga disebut sebagai penggarap tanah di kawasan Desa Medan Senembah.

Dalam salah satu dokumen, Mingun yang berusia 45 tahun tercatat mendapat izin mengerjakan bidang tanah dengan nomor Code D.3390. Sementara Djihad atau Djiha, yang berusia sekitar 30 tahun, tercatat dalam Surat Izin Menggarap Tanah Nomor 4741 untuk bidang tanah dengan nomor Code D.3437.

Ketiga dokumen Landreform tersebut memuat ketentuan bahwa penggarap tidak diperbolehkan memindahkan hak penggarapan kepada pihak ketiga tanpa izin khusus dari Panitia Landreform. Penggarap juga diwajibkan menjaga batas-batas tanah, tanggul serta instalasi yang berada di kawasan tersebut.

Menurut perwakilan ahli waris, Hozali Matondang, keberadaan dokumen-dokumen tersebut menjadi bagian penting dari bukti sejarah penguasaan dan penggarapan lahan oleh keluarga di kawasan yang kini menjadi objek sengketa.

“Dokumen ini menunjukkan bahwa keluarga kami telah memiliki hubungan penguasaan dan penggarapan atas tanah tersebut sejak puluhan tahun lalu melalui mekanisme Landreform,” ujar Hozali kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Hozali menjelaskan, setelah masa penggarapan tersebut, kawasan tanah yang diklaim keluarga berkaitan dengan sejumlah ahli waris dan keturunannya. Pihak keluarga mencatat sejumlah bidang tanah dengan total sekitar 50.000 meter persegi.

Menurut ahli waris, bidang tanah tersebut antara lain diklaim oleh Muhammad Nuh Matondang seluas sekitar 10.800 meter persegi, Muhammad Toip Lubis sekitar 10.000 meter persegi, Hermanto sekitar 9.000 meter persegi, Luli Mulianto sekitar 6.000 meter persegi, Ngadino sekitar 8.000 meter persegi dan Yatiman sekitar 6.000 meter persegi.

Namun, pihak keluarga mengaku kemudian menemukan sejumlah surat tanah yang diterbitkan atas objek lahan yang kini menjadi sengketa.

Menurut Hozali, pemerintah desa diduga pernah menerbitkan surat tanah pada tahun 2001 dan 2018 atas nama Arfan Batubara. Kedua surat tersebut disebut ditandatangani mantan Kepala Desa Tadukan Raga, Sutrimo.

Setelah Sutrimo meninggal dunia, pihak ahli waris kembali menemukan dokumen lain atas nama Yusraini, yang disebut sebagai istri Arfan Batubara. Dokumen tersebut, menurut pihak ahli waris, ditandatangani Kepala Desa Tadukan Raga yang saat ini menjabat, Muhammad Dermawan.

Pihak keluarga mempertanyakan proses dan dasar penerbitan surat-surat tersebut karena mengaku tidak pernah dilibatkan maupun dimintai persetujuan.

Mereka meminta aparat penegak hukum dan Satgas Anti-Mafia Tanah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dokumen yang berkaitan dengan objek sengketa.

Sementara itu, Muhammad Dermawan belum berhasil dimintai tanggapan. Saat wartawan mendatangi Kantor Desa Tadukan Raga, ia dilaporkan tidak berada di tempat.

Hingga kini, persoalan tersebut masih berupa sengketa dan dugaan dari pihak ahli waris. Keabsahan dokumen serta ada atau tidaknya pelanggaran hukum masih memerlukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Share:

Tender Rp29 Miliar Proyek SDA Sumut Disorot, Gibson Panjaitan Beri Dalih

MakmurNews.com  MEDAN – Tender proyek senilai Rp29,03 miliar pada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara menuai sorotan. Paket pekerjaan Perkuatan Anak Sungai Aek Badiri di Kabupaten Tapanuli Tengah itu hanya diikuti satu perusahaan yang menyampaikan dokumen penawaran, meski tercatat 19 perusahaan sebelumnya mendaftar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tingkat persaingan dalam proses tender. Nama Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Ir. Gibson Panjaitan, S.T., M.M., ikut menjadi perhatian karena proyek tersebut berada di bawah instansi yang kini dipimpinnya.

Berdasarkan informasi proses tender, dari 19 perusahaan yang mendaftar, hanya PT Sarjis Agung Indrajaya yang memasukkan dokumen penawaran dengan nilai Rp29.038.776.688,55. Sebanyak 18 perusahaan lainnya tidak melanjutkan dengan memasukkan penawaran.

Proses tersebut juga dinilai berlangsung relatif singkat. Tahapan pembukaan dan evaluasi penawaran berlangsung pada 22–27 Juli 2026, kemudian pemenang diumumkan pada 29 Juli 2026.

Situasi itu memunculkan dugaan di tengah publik bahwa persaingan tender tidak berlangsung optimal. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap seluruh tahapan pengadaan, termasuk dokumen evaluasi dan proses penetapan pemenang.

Gibson Panjaitan saat dikonfirmasi membantah adanya persoalan dalam proses tender tersebut. Menurutnya, sedikitnya perusahaan yang memasukkan penawaran lebih disebabkan kondisi teknis proyek dan keterbatasan waktu pengerjaan.

“Sepinya penawar kemungkinan disebabkan oleh waktu pengerjaan yang sangat sempit. Selain itu, kenaikan harga bahan baku di pasar saat ini membuat kontraktor lain tidak tertarik untuk mengajukan penawaran,” ujar Gibson.

Ia menjelaskan, proyek Perkuatan Anak Sungai Aek Badiri merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan penanganan infrastruktur pascabencana dan ditujukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan di wilayah Tapanuli Tengah.

Meski demikian, alasan percepatan pekerjaan karena kondisi pascabencana dinilai tidak boleh mengurangi prinsip transparansi, akuntabilitas dan persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sejumlah pihak meminta proses tender tersebut diawasi secara ketat. Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pemilihan penyedia, evaluasi penawaran hingga penetapan pemenang. 

Selain proses tender, kemampuan PT Sarjis Agung Indrajaya dalam mengerjakan proyek dengan nilai sekitar Rp29 miliar juga menjadi perhatian. Kesiapan sumber daya manusia, peralatan, kemampuan finansial serta pengalaman perusahaan dinilai penting mengingat waktu pelaksanaan proyek relatif terbatas.

Publik juga mengkhawatirkan keterbatasan waktu tidak berdampak terhadap kualitas pekerjaan. Proyek yang berkaitan dengan penguatan alur sungai dan mitigasi banjir membutuhkan spesifikasi teknis serta pengawasan ketat agar hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, sorotan terhadap tender ini tidak semata-mata menyangkut siapa pemenangnya, tetapi juga menyangkut apakah seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan dan prinsip pengadaan pemerintah.

Pengawasan terhadap proyek tersebut kini berada di bawah perhatian publik, terutama setelah Gibson Panjaitan dipercaya sebagai Plt Kepala Dinas SDA Sumut. Transparansi pelaksanaan proyek dan keterbukaan terhadap proses evaluasi menjadi penting untuk memastikan anggaran Rp29,03 miliar benar-benar digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Share:

KUA STU Jehe Tanamkan Cinta dan Kepedulian Melalui Gerakan Satu Pernikahan Satu Pohon

MakmurNews.com, Sitellu Tali Urang Jehe.  - Kantor Urusan Agama (KUA) Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Dairi terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan pernikahan dengan memadukan pembinaan keluarga sakinah dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Tidak hanya memastikan setiap pasangan memahami pentingnya legalitas dan kesiapan membangun rumah tangga, KUA STU Jehe juga mengajak calon pengantin menanamkan nilai kebaikan sejak awal perjalanan pernikahan. 

Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan “Satu Pernikahan Satu Pohon” sebagai bagian dari implementasi ekoteologi dalam kehidupan keluarga. Melalui gerakan ini, momentum pernikahan diharapkan tidak berhenti pada prosesi akad, tetapi menjadi awal tumbuhnya keluarga yang beriman, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan.


Kepala KUA Sitellu Tali Urang Jehe Irwan Sidebang mengatakan, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan calon pengantin di KUA Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Pasangan calon pengantin diajak untuk menanam bibit pohon di lingkungan KUA sebagai simbol dimulainya perjalanan baru dalam kehidupan rumah tangga. 

“Penanaman pohon tersebut menjadi pesan sederhana namun bermakna bahwa sebagaimana pohon membutuhkan tanah yang baik, air, perawatan, dan kesabaran untuk tumbuh, demikian pula kehidupan rumah tangga membutuhkan cinta, komunikasi, kesabaran, kerja sama, serta tanggung jawab dari kedua pasangan. Dengan demikian, setiap pernikahan diharapkan dapat melahirkan keluarga yang tidak hanya sakinah secara spiritual, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.


 Irwan Sidebang menyampaikan bahwa pernikahan merupakan momentum penting untuk menanamkan berbagai nilai kebaikan kepada pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. 

Menurutnya, keluarga adalah tempat pertama untuk membangun karakter, kepedulian, dan tanggung jawab, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. 

“Melalui gerakan satu pernikahan satu pohon, kami ingin mengajak calon pengantin memahami bahwa membangun keluarga bukan hanya tentang mempersiapkan kehidupan bersama pasangan, tetapi juga tentang meninggalkan kebaikan yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

 Ia berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh menjadi pengingat bahwa kehidupan rumah tangga juga harus terus dirawat agar semakin kuat dan memberikan manfaat.

Kepala KUA Sitellu Tali Urang Jehe menambahkan, semangat ekoteologi sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. 

“Karena itu, KUA STU Jehe berupaya menjadikan lingkungan kantor sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya calon pengantin, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” pungkasnya.

Share:

Kalau Wali Kota Medan benar Benar Mau Meningkat PAD Buktikan Dan Turun Langsung Tinjau Bangunan Yang Diduga Tak Sesuai PBG


Makmurnews.com Medan ,kamis 27/8 Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diminta turun langsung ke lapangan untuk meninjau bangunan-bangunan yang diduga tidak sesuai dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang telah diterbitkan. 

Permintaan tersebut mencuat menyusul masih banyaknya bangunan yang disinyalir tidak dibangun sesuai dengan izin yang dimiliki maupun ketentuan tata ruang di Kota medan. 

Sejumlah pihak menilai pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di Kota Medan masih lemah. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang terjadinya pelanggaran, mulai dari perubahan jumlah lantai, perluasan bangunan, hingga perubahan fungsi bangunan yang tidak sesuai dengan PBG yang telah disetujui.

Untuk meningkat kan PAD Kota Meda.  Di sektor PBG   Walikota  dan 

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan Harus segera  turun langsung kelapangan. 

Karena itu, Wali Kota Medan diminta tidak hanya menerima laporan dari jajarannya, tetapi turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah lokasi pembangunan yang menjadi sorotan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh pembangunan di Kota Medan berjalan sesuai aturan

Selain itu, Pemko Medan juga didorong mengevaluasi kinerja pengawasan di lingkungan PKPCKTR. Jika ditemukan adanya oknum yang lalai atau sengaja membiarkan pelanggaran PBG, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Masyarakat berharap penegakan aturan dilakukan secara adil tanpa pandang bulu. Bangunan yang terbukti tidak sesuai dengan PBG harus ditindak tegas agar tercipta tertib pembangunan,   di samping itu juga  Masyarakat  Meminta  agar walikota mengevalusi  izin PBG Yang  tertulis Di   bener plastik.  Segera di ganti dengan  plat yang terbuat Dari plat Seng  agar tulisan izin PBG dan mekanisme yang  tertilis tidak pudar dan tidak cepat rusak.    Sehingga  tidak ada alasan  para pengusaha dan pengembang atau pun  pemilik bangunan   selalu berkamuplase  dengan Alasan  tulisan di bener sudah tidak tampak lagi di karenakan  hujan  panas yang membuat bener  tulisan nya rusak  dan pudar.  Masyarakat juga minta ketegasan wali kota medan.  kalau  walikota benar benar mau meningkat kan PAD Kota medan dari sektor  Izin Bangunan  atau PBG.   harus dibuktikan.  beliau harus  turun dong ke lapangn   cek  berapa  Izin PBG  dan berapa Yang  Di Bangun.  Serta di sesuai kan izin  PBG nya di dinas  PKPCKTR  Kota medan untuk mengetahui  yang Sebenar nya Izin  PBG  yang ada Di Lapangan.    Baru  itu  nama Walikota  Medan.   Ujar Masyarakat.   (Red)

Share:

Rabu, 26 Agustus 2026

PEKERJAAN PROYEK PERUMAHAN DI JALAN SADO MULAI DI KERJAKAN .


 MakmurNews.com Medan, Izin  PBG  Bangunan   Di Pertanyakan    Diminta  apararat Dinas pemerintah  pemko Medan untuk mengecek  dan meninjau  Izin PBG bangunan  yang  terletak Di Jalan Sado / jalan  Ibrahi Umar Kec medan Perjuangan.  Sebagaimana  pantauan wartawan  kamis 27/8.saat milintasi jalan Sado tampak terliat para pekerja mulai beraktifitas di lokasi yang seperti nya  bakal di Bangun  perumahan Atau Ruko.  (Red)

Share:

Izin PBG Bangunan Di Pertanyakan Diminta apararat Dinas pemerintah pemko Medan untuk mengecek dan meninjau bangunan Ini


 Izin  PBG  Bangunan   Di Pertanyakan    Diminta  apararat Dinas pemerintah  pemko Medan untuk mengecek  dan meninjau bangunan  Ini yang Terletak di jalan  mesjid Taufuk.  Kel. Tegal Rejo. Kec. Medan Perjuangan. 

Share:

SDA Sumut Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Enam Daerah

MakmurNews.com MEDAN, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang rusak akibat bencana di sejumlah daerah. Perbaikan difokuskan pada penguatan tebing dan tanggul sungai, pengendalian sedimen, serta pemulihan jaringan irigasi guna mencegah banjir susulan dan mendukung aktivitas pertanian.

Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan penanganan dilakukan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera. Sejumlah pekerjaan bahkan telah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

“Kita berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana di beberapa lokasi di Sumut,” ujar Gibson dalam konferensi pers yang digelar Diskominfo Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (26/8/2026).

Salah satu lokasi prioritas berada di Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Penanganan dilakukan mulai dari kawasan hulu hingga hilir untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mengendalikan material sedimen yang terbawa arus.

Di bagian hulu, BBWS Sumatera membangun Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan material sedimen sehingga tidak langsung terbawa ke bagian hilir dan memperbesar risiko banjir.

Sementara di bagian hilir, Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di sejumlah titik yang terdampak banjir. Menurut Gibson, pekerjaan tersebut sudah dikontrak dan alat berat telah berada di lokasi.

“Progresnya sudah teken kontrak dan alat berat juga sudah di lapangan. Minggu ini sudah beroperasi agar perbaikan infrastruktur banjir yang rusak bisa cepat selesai,” katanya.

Gibson menyebutkan, sepanjang 2026 Dinas SDA Sumut menangani 16 kegiatan pascabencana. Sebanyak sembilan kegiatan pembangunan telah menandatangani kontrak, sementara tujuh kegiatan lainnya masih berada dalam proses tender.

Program tersebut tersebar di enam daerah yang terdampak bencana, yakni Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara dan Mandailing Natal.

Untuk kegiatan yang menggunakan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD), sejumlah pekerjaan dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Di antaranya perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan senilai Rp25 miliar, rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Badiri Lopian Rp1,5 miliar, rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Mombang Boru Rp18 miliar dan perkuatan tebing Sungai Aek Badiri Rp30 miliar.

Selanjutnya, rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong dialokasikan Rp30 miliar, perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi Rp23 miliar, rehabilitasi tanggul Sungai Aek Siaili Tukka Rp20 miliar serta perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan sebesar Rp50 miliar.

Menurut Gibson, penanganan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur yang rusak. Pemprov Sumut juga menyiapkan penambahan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan lahan pertanian produktif dan memperkuat ketahanan pangan.

Berdasarkan data Dinas SDA Sumut, luas irigasi permukaan maupun rawa yang saat ini berada dalam kondisi produktif sekitar 36.000 hektare dari total potensi sekitar 113.000 hektare.

“Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare,” kata Gibson.

Ia menargetkan seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hingga Desember 2026. Dengan demikian, luas lahan pertanian produktif di Sumut diharapkan meningkat dari sekitar 36.000 hektare menjadi 41.000 hektare pada tahun berikutnya.

Gibson menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur SDA menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana. Selain mengurangi ancaman banjir, perbaikan sungai dan jaringan irigasi diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Sumatera Utara.

Share:

PW MIO Indonesia Sumut Gelar Rapat Koordinasi Lanjutan, Matangkan Program Kerja dan Kepanitiaan

MakmurNews.com, Deli Serdang. -Jajaran Pengurus dan Anggota Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi Lanjutan, Rabu (26/8/2026).

Rapat yang berlangsung di Kantor PW MIO Sumut, Jalan Besar Tanjung Selamat No.112 B, Kabupaten Deli Serdang, tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk mematangkan sejumlah agenda strategis menjelang pelantikan PW MIO Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB itu dihadiri belasan jajaran pengurus dan anggota PW MIO Sumut.

Lima Agenda Strategis Dibahas

Dalam rapat koordinasi tersebut, jajaran pengurus membahas sedikitnya lima agenda utama, yakni:

1. Rencana pelantikan PW MIO Sumut.

2. Rencana audiensi organisasi.

3. Pembentukan panitia pelantikan MIO Sumut.

4. Penyusunan dan pelaksanaan program kerja organisasi.

5. Rencana pemberlakuan iuran anggota MIO Sumut.

Pembahasan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh perangkat organisasi memiliki arah kerja yang jelas serta mampu menjalankan roda organisasi secara terstruktur dan profesional.

Ketua PW MIO Indonesia Sumatera Utara, Fajar Trihatya, SE, bersama Sekretaris Wilayah Rusli, SE., SH., MH, turut memimpin jalannya konsolidasi dan mendorong seluruh pengurus serta anggota agar aktif mengambil bagian dalam penguatan organisasi.

Fajar: MIO Sumut Harus Hadir hingga Pelosok Daerah

Dalam sambutannya, Ketua PW MIO Indonesia Sumut Fajar Trihatya, SE menegaskan bahwa konsolidasi internal merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid.

“Rapat koordinasi ini bukan sekadar membahas agenda pelantikan, tetapi bagaimana kita menyatukan langkah dan membangun komitmen bersama untuk memajukan MIO Indonesia di Sumatera Utara.”

Menurut Fajar, keberadaan MIO Sumut diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi mampu berkembang hingga ke berbagai daerah di Sumatera Utara.

“Kita ingin MIO Sumut menjadi organisasi yang solid, profesional dan mampu memberikan kontribusi positif bagi insan media. Karena itu, kita harus membangun jaringan organisasi sampai ke pelosok daerah Sumatera Utara,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalisme serta menjalankan organisasi sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.

Konsolidasi Jadi Kunci Penguatan Organisasi

Sementara itu, Sekretaris Wilayah PW MIO Indonesia Sumut Rusli, SE., SH., MH menekankan pentingnya koordinasi antarpengurus agar setiap agenda organisasi dapat berjalan efektif.

Menurutnya, pembentukan kepanitiaan pelantikan, program kerja serta rencana audiensi harus dipersiapkan secara matang sehingga pelaksanaan seluruh agenda organisasi dapat berlangsung terarah dan bertanggung jawab.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat soliditas internal PW MIO Indonesia Sumut.

Dengan semangat kebersamaan, jajaran pengurus dan anggota berkomitmen membangun MIO Indonesia Sumut sebagai wadah organisasi media yang profesional, independen, solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pers serta masyarakat di Sumatera Utara.

Rapat koordinasi boleh berakhir, tetapi konsolidasi organisasi harus terus berjalan.

Sumber: Humas PW MIO Indonesia Sumut.

Share:

Senin, 24 Agustus 2026

Kalau Beken Bisa Bebas, Buat Apa Ada KUHP! MIO: Proses Hotman Paris, Jangan Tunduk Sama Popularitas

Oleh: Marnala Manurung-Wapimred ImigrasiOne id

MakmurNews.com, Jakarta. – Satu kalimat makian bisa jadi ujian negara. “_Luh Gak Punya Otak_”. Kalimat itu meluncur dari mulut Hotman Paris Hutapea ke arah wartawan di Gedung Kejagung, 17 Juli 2026. Dan sampai hari ini, belum ada kejelasan hukumnya.

Media Independen Online (MIO) Indonesia menolak tunduk. Surat desakan sudah dikirim ke Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri tanggal 18 Agustus 2026. Isinya tegas: jangan hentikan kasus ini.

Berbeda dengan PWI yang memilih damai setelah ada permintaan maaf, MIO justru tancap gas. 

Laporan LP: B/5298/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang masuk sejak 21 Juli 2026 harus diproses. Titik.

MIO menagih SP2HP. MIO minta penyidik bekerja sesuai Perkap 6/2019 dan 2/2022. Profesional. Akuntabel. Tanpa pandang bulu. Tanpa silau nama besar.

Karena bagi MIO, ini bukan soal pribadi. Ini soal harga diri profesi. 

Makian “_Tanya Sama Kakek Luh_”, “_Pengecut Gak Berani Tanya Mabes Polri_” itu bukan ke satu orang. Itu ke semua jurnalis yang hadir.

Pasalnya pun jelas: 433, 436, 441 UU 1/2023 KUHP. 

Ironisnya, yang dimaki malah diam. Puluhan wartawan di lokasi pasrah. Ketika PWI maju, ujungnya malah jabat tangan dan restorative justice.

MIO muak dengan skenario itu. Permintaan maaf bukan penghapus delik. Ketenaran bukan Surat Keterangan Bebas Hukum.

Soal _ne bis in idem_? MIO sudah di depan. Dalil itu gugur. Selama belum ada putusan inkracht, Pasal 76 KUHP dan 1917 KUHPerdata mewajibkan proses jalan terus.

Kini bolanya di Polda Metro. 

38 provinsi, ribuan anggota MIO sedang menonton. 

Apakah hukum masih punya taring? 

Atau akan tumpul karena yang terlapor namanya terlalu besar?

*Kalau hari ini kita kalah, besok wartawan akan terus jadi sasaran makian.*

(Red)

Share: