MEDAN (Makmurnews) — Masyarakat mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dal Hal mempercepat perbaikan dan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan debit air seiring tingginya intensitas hujan menjelang akhir tahun. Meliat Kenerja Khairul Azmi masyarakat kota medan sangat mengapresiasi Manazemen kepemimpinan dan Strategi untuk membangun kota meda. Dari sektor infrastruktur jalan Serta Drenase. Sehingga akan berdampak Manfaat nya kepada masyarakat kota medan dan masyarakat di luar dari pada kota medan
Sepanjang tahun berjalan, Dinas SDABMBK mencatat sekitar 21,46 kilometer saluran drainase telah dinormalisasi. Pekerjaan meliputi pengerukan sedimen dan lumpur, pembongkaran beton parit yang menghambat aliran air, hingga pemasangan beton U-Ditch untuk meningkatkan kapasitas saluran.
Sejumlah kawasan menjadi fokus penanganan, di antaranya Medan Selayang, Medan Baru, Medan Helvetia, Medan Marelan, Medan Tembung, Medan Timur dan Medan Petisah.
Di Medan Selayang dan Medan Baru, pemasangan U-Ditch dilakukan di Jalan Abdul Hakim, Jalan Bunga Mawar dan Jalan Mandolin. Selain itu, rencana pembangunan sodetan air dan kolam retensi juga disiapkan di Kelurahan Sempakata.
Sementara di Medan Helvetia, pembersihan saluran dilakukan di Jalan Gaperta Ujung, termasuk akses Jalan Parwitayasa I dan II. Pengerukan sedimen juga dilakukan di Jalan Perkutut.
Di Medan Marelan, pekerjaan berupa pembangunan dinding talud beton dilakukan di Jalan Swadaya, Gang Sidodadi, Kelurahan Rengas Pulau. Pemulihan saluran juga dilakukan di Jalan Marelan VII.
Untuk wilayah Medan Tembung dan Medan Timur, petugas melakukan pembongkaran coran yang menghambat aliran serta pengerukan tanah pada saluran drainase di Jalan Seser yang mengalami penyumbatan. Penanganan juga dilakukan pada sejumlah parit lingkungan di Medan Timur.
Sedangkan di Medan Petisah, penataan kembali drainase dan penggantian tutup beton yang rusak dilakukan di kawasan Jalan Merbau. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat hujan deras.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan menegaskan, seluruh personel lapangan diarahkan bekerja secara simultan dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan saluran sekunder maupun tersier dapat dituntaskan sebelum memasuki puncak musim penghujan.
Dinas SDABMBK juga memastikan kesiapan armada dan peralatan pendukung untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk ketersediaan suku cadang dan operasional alat berat.
Selain pekerjaan fisik, Dinas SDABMBK memperkuat layanan pengaduan masyarakat sebagai bagian dari sistem respons cepat. Laporan warga terkait saluran tersumbat maupun kerusakan drainase akan diteruskan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing wilayah untuk segera ditindaklanjuti.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan titik-titik drainase, khususnya di kawasan permukiman padat yang berpotensi mengalami genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Perkembangan pekerjaan di lapangan juga didokumentasikan dan disampaikan secara berkala melalui kanal media sosial resmi Dinas SDABMBK Kota Medan.
Dinas SDABMBK mengajak masyarakat ikut menjaga saluran drainase yang telah diperbaiki dengan tidak membuang sampah ke dalam parit maupun saluran air. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar sistem drainase dapat berfungsi optimal dan risiko genangan maupun banjir dapat ditekan.






