Jumat, 31 Juli 2026

Madrasah Mendunia, Siswa MAN IC Tapsel Raih Beasiswa di Yangzhou Polytechnic College Cina

MakmurNews.com, Tapsel. - Rafie Hajri Musaiyar Siregar, siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) berhasil meraih beasiswa prestasi melanjutkan pendidikan ke Yangzhou Polytechnic College, salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terfavorit di China,

“Berdasarkan surat elektronik yang diterima MAN IC Tapsel dari perguruan tinggi, Yangzhou Polytechnic College China, beberapa hari yang lalu, menyebutkan bahwa, Rafie Hajri Musaiyar Siregar diterima melalui jalur prestasi dengan beasiswa Fully Funded,” Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar SPd.I, M.S.I, Jumat (30/7/2026).

Keberhasilan Rafie Hajri Musaiyar Siregar meraih beasiswa prestasi Fully Funded (dibiayai sepenuhnya) keluar negeri, ucap Abdul Hakim, merupakan salah satu bukti lulusan MAN IC Tapsel, selain mampu menembus perguruan tinggi terbaik dan terfavorit di tanah air, juga mampu menembus perguruan tinggi luar negari.


“Rafie Hajri Musaiyar Siregar merupakan siswa ketiga yang diterima di YPC China. Siswa pertama MAN IC Tapsel yang melanjutkan pendidikan ke YPC China adalah Debby Samratih Sitompul pada tahun 2020 dan Shafa Natasya Aurellia pada tahun 2024,” ujar Kepala MAN IC Tapsel.


Abdul Hakim Siregar mengungkapkan sangat bangga melihat anak didiknya mampu menembus salah satu perguruan tinggi terfavorit di negara tirai bambu tersebut, sebab untuk dapat masuk ke Yangzhou Polytechnic College China, selain melalui seleksi yang cukup ketat, kemampuan setiap calon mahasiswa juga harus terukur.


 “Jadi, MAN IC Tapsel menjadikan China atau Tiongkok sebagai satu tujuan belajar alumni MAN IC Tapsel dalam menggapai asa dan cita. Ke depan kita berharap ada kerja sama yang lebih terlembaga,” ungkapnya.


Rafie Hajri Musaiyar Siregar, mengungkapkan rasa syukur dapat diterima melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Yangzhou Polytechnic College China. Capaian yang diraihnya tersebut tidak terlepas dari pendidikan dan pembinaan yang diberikan MAN IC Tapsel dalam menggembleng siswa.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan yang Allah SWT berikan kepada saya untuk melanjutkan studi di Yangzhou Polytechnic University, China. Keberhasilan ini tentu tidak saya raih seorang diri, melainkan berkat doa dan dukungan dari kedua orang tua, keluarga, para guru, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat," katanya.


Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih terutama kepada Guru MAN Insan Cendekia Tapsel yang telah dididik, membimbing dan memotivasinya hingga berhasil meraih beasiswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"BImbingan dan motivasi yang telah diberikan telah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tuturnya.

Ia menegaskan akan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya demi masa depan sekaligus mengharumkan almamater. Pada akhirnya akan membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi Indonesia di masa depan. (Fajar )

Share:

Kamis, 30 Juli 2026

Evaluasi Sektor Pangan dalam Reses DPRD Medan, Program DKP3 Menjadi Sorotan Positif Pemko


 Evaluasi Sektor Pangan dalam Reses DPRD Medan, Program DKP3 Menjadi Sorotan Positif Pemko.

MakmurNews.com, MEDAN. – Kinerja jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Medan, khususnya dalam penguatan cadangan pangan dan sektor pertanian, mendapat atensi khusus dalam agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung hingga Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan serap aspirasi yang digelar oleh anggota DPRD Kota Medan ini membedah berbagai capaian program kerja kemasyarakatan.

Dalam pembahasan tersebut, program-program strategis yang digulirkan oleh DKP3 Kota Medan di bawah arahan Ahmad Untung Lubis dinilai krusial dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan pokok di tingkat kelurahan dan kecamatan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini bertujuan memastikan distribusi bantuan pangan, pembinaan kelompok tani, serta pengawasan komoditas perikanan berjalan tepat sasaran tanpa kendala administratif.

Pihak DPRD Kota Medan menegaskan akan terus mengawal dan menindaklanjuti setiap masukan warga lapangan bersama OPD terkait. Dukungan penuh diberikan kepada DKP3 Kota Medan agar program ketahanan pangan mandiri perkotaan (urban farming) serta intervensi pasar dapat terus diperluas demi kesejahteraan masyarakat luas di sisa tahun anggaran 2026.

Dalam forum evaluasi tersebut, disoroti pula keberhasilan alokasi cadangan pangan pemerintah daerah yang berhasil menekan inflasi daerah sepanjang triwulan kedua. Distribusi logistik pangan pokok yang dikoordinasikan oleh Ahmad Untung Lubis dinilai responsif, terutama dalam mengantisipasi lonjakan harga barang pokok akibat fluktuasi cuaca ekstrem yang sempat mengganggu jalur pasokan.

Selain masalah distribusi logistik, perhatian reses juga tertuju pada penguatan modal bagi kelompok wanita tani (KWT) di berbagai kawasan padat penduduk. Pendampingan teknis dan penyaluran stimulus dari DKP3 terbukti mampu menghidupkan lahan pekarangan tidur menjadi sumber pangan mandiri, yang secara langsung membantu meringankan pengeluaran belanja dapur harian rumah tangga.

Sebagai langkah penutup reses, direkomendasikan agar DKP3 Kota Medan memperkuat kolaborasi bersama pemangku kepentingan logistik nasional dan regional. Hal ini ditujukan untuk memantapkan peta jalan swasembada pangan tingkat kota, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan ikan segar serta komoditas hortikultura tetap aman menghadapi dinamika ekonomi pada semester kedua tahun berjalan.

Share:

Optimalkan Pelayanan, DKP3 Medan Uji Coba QR Code Kepuasan Publik pada Layanan Vaksinasi Rabies


 Optimalkan Pelayanan, DKP3 Medan Uji Coba QR Code Kepuasan Publik pada Layanan Vaksinasi Rabies


MEDAN (Makmurnews) – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan publik dan keterbukaan informasi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Medan resmi menggelar uji coba implementasi sistem QR Code. Kegiatan digitalisasi survei kepuasan masyarakat ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor DKP3 Kota Medan pada Senin, 20 Juli 2026.Kepala DKP3 Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, mengonfirmasi bahwa penerapan teknologi ini merupakan komitmen instansinya untuk mendengar masukan masyarakat secara langsung dan cepat. Pada tahap awal, sistem pemindaian kode digital ini diintegrasikan langsung pada unit pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga.Melalui sistem baru ini, pemilik hewan yang datang memanfaatkan fasilitas penanganan rabies cukup memindai QR Code menggunakan ponsel pintar mereka setelah pelayanan selesai. Data penilaian, kritik, maupun saran dari warga akan langsung masuk ke basis data pusat DKP3. Ahmad Untung Lubis menegaskan bahwa langkah digital ini menjadi bahan evaluasi berkala agar standardisasi pelayanan medis veteriner di Kota Medan tetap terjaga dengan prima, transparan, dan akuntabel.Penerapan QR Code ini juga diharapkan mampu memotong birokrasi pelaporan manual yang selama ini memakan waktu. Warga tidak perlu lagi mengisi formulir kertas yang rentan tercecer, sehingga indeks kepuasan dapat dihitung secara real-time oleh tim pemantau internal dinas. Langkah ini sekaligus menjadi cetak biru bagi standardisasi pelayanan digital di sub-sektor kehewanan lainnya.Selain menyasar pada aspek kepuasan, sistem ini juga terintegrasi dengan basis data riwayat vaksinasi hewan di Kota Medan. Melalui pemindaian tersebut, petugas dapat memetakan wilayah sebaran wilayah mana saja yang kesadaran warga terhadap bahaya rabiesnya sudah tinggi maupun yang masih membutuhkan sosialisasi intensif. Data makro ini sangat penting bagi efisiensi alokasi dosis vaksin ke depannya.Ke depan, Ahmad Untung Lubis menargetkan sistem digitalisasi ini tidak hanya berhenti di unit pelayanan rabies, melainkan diadopsi secara menyeluruh di unit pelayanan pemberian bantuan bibit tanaman dan benih ikan. Penyelarasan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan publik DKP3 yang sepenuhnya modern, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban Kota Medan.

Share:

Sambut Kemerdekaan RI, Kakanwil Imbau Masyarakat Sumatera Utara Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

MakmurNews.com, Medan. -Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kementerian Agama RI melaksanakan Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar pada 01 Agustus 2026 mendatang di Lapangan Monas, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara yang rencananya akan dihadiri sekitar 100.000 orang. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, menyampaikan kegiatan ini akan diikuti oleh beragam unsur masyarakat. "Rencananya kegiatan ini akan diikuti oleh para pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ormas, serta ASN dari lintas Kementerian/Lembaga," papar Kamaruddin Amin.

Zikir dan Doa Kebangsaan juga akan diisi dengan doa lintas agama dan paduan suara. "Jadi semua agama terlibat dalam acara ini. Ada pembacaan shalawat juga yang akan dipandu oleh Habib Syekh," terang Kamaruddin Amin.

Terkait hal tersebut Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi mengimbau aparatur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan Tahun 2026 dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. “ Khusus untuk Masyarakat Sumatera Utara bisa mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan melalui Televisi dan Media Sosial seperti Youtube di rumah bersama keluarga”, tambah Kakanwil.

Beliau menyampaikan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Keikutsertaan masyarakat Sumatera Utara merupakan wujud kebersamaan kita dalam mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan bangsa, serta meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi demi Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

Kakanwil juga mengimbau agar satuan kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara mengadakan zikir dan doa kebangsaan. “ Dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI satuan kerja Madrasah bisa melaksanakan zikir dan doa kebangsaan pada satuan kerja masing masing sebelum tanggal 17 Agustus nanti, para penyuluh juga bisa sambil melakukan zikir dan doa bersama masyarakat binaannya pada satuan kerja masing masing pula”, imbau Kakanwil.

Kementerian Agama berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, menjadi ajang silaturahmi anak bangsa sekaligus memperkuat langkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan Makmur. Kakanwil menyampaikan dengan zikir kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan doa kita menguatkan harapan, dan dengan persatuan kita membangun Indonesia. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Dr Winarna : hilirisasi kunci dalam meningkatkan komoditas Sawit Nasional



 BPDP dan PPKS Perkuat Hilirisasi Sawit, 46 UMKM Ikuti Workshop Pangan Sehat di Medan


MEDAN – Sebanyak 46 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Medan dan sekitarnya mengikuti **Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit** yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 itu bertujuan mempercepat hilirisasi industri sawit dengan mendorong pemanfaatan hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi.

Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan inovasi hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha, khususnya UMKM. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang pengembangan produk, perizinan usaha, strategi membangun merek, hingga pemasaran digital.

Kepala PPKS, Dr. Winarna, mengatakan hilirisasi merupakan kunci dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional. Menurutnya, hasil riset harus mampu diimplementasikan oleh masyarakat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

"Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," ujar Winarna dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang telah dikembangkan PPKS akan memberikan manfaat lebih besar apabila diadopsi oleh pelaku usaha. Selain mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan peluang bisnis baru yang sejalan dengan program hilirisasi sawit nasional.

Selama pelatihan, peserta dikenalkan dengan berbagai produk turunan minyak sawit, seperti minyak makan merah, margarin, *shortening*, hingga *cocoa butter substitute* (CBS). Mereka juga memperoleh materi mengenai konsep pangan sehat berbasis minyak sawit, regulasi keamanan pangan, teknik *branding*, serta strategi pemasaran digital agar produk mampu bersaing di pasar.

Sebagai bagian dari transfer teknologi, peserta diajak mengunjungi Galeri Riset Sawit dan Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS. Di lokasi tersebut, peserta melihat secara langsung berbagai hasil inovasi berbasis minyak sawit yang telah siap dikembangkan menjadi produk komersial oleh UMKM.

Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, mengatakan BPDP terus memperluas dukungan terhadap masyarakat melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan, pendampingan, serta pemberdayaan UMKM di sektor perkebunan.

"BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit," katanya.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP memperoleh mandat yang lebih luas untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan strategis, termasuk penguatan hilirisasi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan UMKM. Sinergi antara BPDP, PT RPN, PPKS, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat adopsi hasil penelitian menjadi produk komersial yang mampu meningkatkan daya saing industri sawit nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat usaha kecil.

Share:

Gandeng UGM, Kelti Tanah PPKS Kembangkan Sistem Peringatan Dini Pemupukan Digital



 Gandeng UGM, Kelti Tanah PPKS Kembangkan Sistem Peringatan Dini Pemupukan Digital

 

MEDAN (Makmurnews) – Kelompok Peneliti (Kelti) Tanah dan Agronomi PPKS Medan berhasil merampungkan program kolaborasi riset strategis bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).

Fokus utama dari kemitraan akademis ini adalah pengembangan sistem peringatan dini pemupukan berbasis digital dan kajian mendalam mengenai teknik konservasi tanah di lahan perkebunan sawit. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi pemupukan yang jauh lebih presisi, efisien secara biaya, serta ramah lingkungan guna menjaga produktivitas sawit berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Selama program berlangsung, tim peneliti muda dari UGM melakukan pengumpulan data lapangan yang ekstensif, mencakup analisis karakteristik kimia fisika tanah serta pengambilan sampel daun sawit di lahan percobaan PPKS.

Data tersebut kemudian diolah menggunakan pemodelan matematika untuk memetakan dinamika serapan hara tanaman, sehingga tingkat defisiensi pupuk pada blok perkebunan tertentu dapat dideteksi jauh sebelum gejala visual kerusakan muncul pada tanaman.

Kajian konservasi tanah juga menjadi porsi krusial dalam riset ini, di mana kolaborasi tersebut mengevaluasi efektivitas penanaman tanaman penutup tanah (legume cover crops) dan aplikasi janjang kosong sawit dalam menahan laju erosi pada lahan berlereng. Hasil penelitian bersama ini memberikan bukti empiris baru mengenai pentingnya pengelolaan struktur tanah yang sehat guna menjaga ketersediaan air tanah makro selama musim kemarau panjang.

Kerja sama antara PPKS dan UGM ini menegaskan pentingnya keterkaitan antara dunia akademis kampus dengan lembaga riset terapan industri dalam memecahkan masalah nyata di sektor pertanian.

Pihak PPKS menyatakan pintu laboratorium dan lahan riset mereka akan selalu terbuka lebar bagi talenta muda universitas demi mempercepat regenerasi peneliti bidang kelapa sawit di tanah air.

Share:

Sokong Industri Nasional, PPKS Medan Borong Dua Penghargaan di Medbun Awards


 Sokong Industri Nasional, PPKS Medan Borong Dua Penghargaan di Medbun Awards

 

MEDAN (Makmurnews) – Dedikasi tiada henti PPKS Medan dalam menopang industri perkebunan nasional berbuah manis dengan diborongnya dua penghargaan bergengsi pada ajang Medbun Awards.

Penghargaan yang diinisiasi oleh Media Perkebunan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata PPKS dalam menciptakan inovasi riset, meningkatkan daya saing industri hulu hingga hilir, serta komitmen kuat dalam memperkuat kompetensi SDM sawit nasional.

Capaian ini memperkokoh posisi PPKS sebagai lembaga riset kelapa sawit tertua dan terdepan di Indonesia yang terus relevan menjawab tantangan zaman.

Kemenangan dalam ajang ini didasarkan pada penilaian ketat terhadap rekam jejak PPKS dalam menghasilkan varietas benih unggul yang tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma) serta toleran terhadap kekeringan.

Inovasi bioteknologi ini dinilai menjadi penyelamat produktivitas kebun-kebun sawit milik petani swadaya maupun korporasi yang saat ini banyak menghadapi ancaman degradasi lingkungan dan perubahan iklim ekstrem.

Selain keunggulan di sektor hulu, dewan juri Medbun Awards juga menyoroti peran aktif PPKS dalam memberikan pendampingan teknis dan sertifikasi kelayakan bagi para penyuluh pertanian di berbagai daerah terpencil.

Konsistensi dalam membina kualitas SDM pertanian ini dianggap sebagai pilar penting yang memastikan bahwa hasil riset laboratorium dapat diterapkan dengan tepat guna oleh petani di perkebunan mereka.

Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran peneliti di PPKS untuk terus memacu kreativitas ilmiah yang berorientasi pada pasar dan pemecahan masalah riil. Manajemen PPKS menyatakan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari pencapaian, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang besar untuk terus mengawal industri sawit tetap jaya sebagai penyumbang devisa utama negara.

Share:

Refleksi 115 Tahun Sawit Komersial, TPOMI 2026 Soroti Transformasi Digital Pabrik


 Refleksi 115 Tahun Sawit Komersial, TPOMI 2026 Soroti Transformasi Digital Pabrik

MEDAN (Makmurnews) – Menandai 115 tahun perjalanan industri kelapa sawit komersial di Indonesia, PPKS Medan sukses menyelenggarakan forum Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) ke-4 di Adimulia Hotel, Medan.

Pertemuan akbar yang mempertemukan ratusan praktisi, akademisi, dan vendor teknologi ini menyoroti urgensi transformasi digital dan adopsi otomatisasi di pabrik kelapa sawit (PKS).

Melalui forum ini, PPKS menegaskan peran penting kesiapan sumber daya manusia (talent) dalam mengoperasikan teknologi mutakhir guna menekan kehilangan minyak (losses), meningkatkan efisiensi energi, dan memenuhi standar keberlanjutan global yang kian ketat.

Diskusi panel dalam forum tersebut mengupas tuntas penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam memonitor seluruh proses pengolahan, mulai dari penerimaan tandan buah segar (TBS) hingga proses klarifikasi minyak. Implementasi sistem digital ini terbukti mampu mendeteksi anomali mesin secara real-time, sehingga dapat mencegah kerusakan fatal yang berpotensi menghentikan operasional pabrik secara mendadak dan merugikan perusahaan.

Namun, PPKS mengingatkan bahwa investasi besar pada aspek teknologi perkebunan canggih akan sia-sia tanpa adanya peningkatan kapasitas serta perubahan pola pikir dari para operator di lapangan. Oleh karena itu, TPOMI 2026 secara khusus merumuskan standardisasi kurikulum pelatihan baru bagi para teknisi pabrik kelapa sawit agar mereka mampu menjembatani operasional mekanis konvensional dengan sistem kontrol berbasis digital yang serba otomatis.

Melalui penyelenggaraan TPOMI ke-4 ini, dirumuskan pula sebuah peta jalan (roadmap) transformasi digital perkabrikan sawit yang akan menjadi acuan bersama bagi perusahaan milik negara maupun swasta.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target industri sawit yang ramah lingkungan, rendah emisi karbon, serta memiliki efisiensi biaya operasional tinggi demi menjaga daya saing di pasar.

Share:

Inovasi Pangan Sehat, PPKS Medan Latih Puluhan UMKM Olah Minyak Sawit Merah


 Inovasi Pangan Sehat, PPKS Medan Latih Puluhan UMKM Olah Minyak Sawit Merah

 

MEDAN (Makmurnews) – Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan berkomitmen memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit nasional dengan melatih 46 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sumatera Utara.

Pelatihan intensif ini berfokus pada pengolahan Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) dan Minyak Sawit Padat (Stearin) menjadi produk pangan sehat bernilai ekonomi tinggi. Didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), program ini bertujuan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal sekaligus mengikis stigma negatif terhadap komoditas sawit melalui inovasi produk pangan fungsional yang kaya vitamin A dan E.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dibekali dengan materi teori dan praktik langsung mengenai higienitas produksi serta teknik formulasi bahan baku sawit menjadi produk turunan siap konsumsi seperti margarin khusus, shortening, hingga bahan dasar kue. Pendekatan ini diambil mengingat potensi pasar pangan fungsional berbasis sawit di dalam negeri masih sangat terbuka lebar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha skala kecil karena keterbatasan akses teknologi pengolahan.

Pihak manajemen PPKS menekankan bahwa Minyak Sawit Merah komersial hasil riset mereka memiliki kandungan komponen minor alami, seperti karotenoid dan tokoferol, yang jauh lebih tinggi dibandingkan minyak goreng biasa.

Melalui transfer teknologi ini, UMKM diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton dalam rantai pasok industri sawit, melainkan mampu menjadi penggerak utama dalam penciptaan produk pangan lokal yang sehat, bergizi tinggi, dan mampu bersaing di pasar modern.

Program hilirisasi ini juga diproyeksikan menjadi percontohan nasional untuk replikasi di berbagai wilayah sentra sawit lainnya di Indonesia. Dengan sinergi yang kuat antara lembaga riset, penyedia dana, dan pelaku usaha mikro, tantangan penyerapan produk hulu sawit domestik diharapkan dapat teratasi secara bertahap sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komoditas perkebunan lokal.

Share:

Rabu, 29 Juli 2026

Seekor Ayam Dibarter Nyawa, Bali Krisis Empati


 Seekor Ayam Dibarter Nyawa, Bali Krisis Empati


(Makmurnews.com)                Seekor ayam mungkin hanya bernilai ratusan ribu rupiah. Namun, di Bali, dugaan pencurian seekor ayam berakhir dengan harga yang jauh lebih mahal: nyawa seorang manusia.


Peristiwa itu bukan sekadar kisah kriminal biasa. Yang lebih mengusik nurani adalah bagaimana dugaan pelaku tidak diserahkan kepada aparat penegak hukum, melainkan menjadi sasaran amuk massa hingga meregang nyawa. Di samping jasad ayahnya, tangisan seorang anak kecil yang memohon agar sang ayah bangun menjadi potret memilukan yang menyentak rasa kemanusiaan.


Fenomena main hakim sendiri kembali memperlihatkan wajah lain dari masyarakat yang semakin kehilangan kendali emosi. Ketika kemarahan kolektif berubah menjadi kekerasan, batas antara warga yang ingin menegakkan keadilan dan pelaku tindak pidana justru menjadi kabur. Hukum tidak lagi menjadi panglima, melainkan digantikan oleh vonis massa yang dijatuhkan dalam hitungan menit tanpa proses pembelaan.


Ironisnya, nilai kerugian akibat dugaan pencurian tersebut tidak sebanding dengan konsekuensi yang ditimbulkan. Seekor ayam dapat diganti, tetapi nyawa manusia tidak akan pernah kembali. Negara memiliki sistem hukum yang mengatur sanksi terhadap pencurian, bukan memberikan ruang bagi siapa pun untuk menghilangkan nyawa seseorang.


Kasus ini juga menjadi cermin krisis empati. Di tengah kerumunan yang begitu banyak, hampir tidak ada yang mampu menghentikan aksi kekerasan atau mengingatkan bahwa setiap orang, sekalipun diduga melakukan tindak pidana, tetap memiliki hak untuk diproses sesuai hukum. Ketika massa lebih memilih merekam dengan telepon genggam daripada melindungi korban dari amukan, ada pertanyaan besar tentang ke mana arah nurani sosial kita.


Yang juga patut menjadi perhatian adalah efek domino yang ditimbulkan media sosial. Potongan video yang beredar dengan cepat sering kali memicu kemarahan publik, tetapi tidak selalu menghadirkan konteks secara utuh. 


Di sisi lain, tayangan kekerasan yang terus berulang berpotensi menumpulkan kepekaan masyarakat. Kekerasan seolah menjadi tontonan biasa, bukan lagi tragedi kemanusiaan yang harus dicegah.


Kasus ini semestinya menjadi bahan evaluasi bagi aparat keamanan di tingkat desa hingga kepolisian. Kecepatan respons terhadap laporan tindak pidana menjadi faktor penting untuk mencegah warga mengambil jalan pintas dengan menghakimi sendiri. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat agar kepercayaan terhadap proses hukum tidak luntur.


Pendidikan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan juga perlu terus diperkuat. Masyarakat harus memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama di hadapan hukum, termasuk mereka yang diduga melakukan tindak pidana. Tidak ada satu pun ketentuan hukum di Indonesia yang membenarkan penganiayaan, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang hanya karena dugaan pencurian.


Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ukuran peradaban suatu masyarakat bukan ditentukan oleh seberapa keras mereka menghukum pelaku kejahatan, melainkan seberapa teguh mereka menjaga hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Jika rasa empati terus terkikis dan amarah lebih sering menjadi hakim, maka yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan seseorang, tetapi juga wajah keadaban bangsa Indonesia.



Lebih menyedihkan lagi, dampak tragedi itu tidak berhenti pada korban yang meninggal dunia. Anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan harus menanggung luka batin yang mungkin akan membekas sepanjang hidup. Mereka menjadi korban kedua dari tindakan brutal yang dilakukan atas nama kemarahan sesaat.


Peristiwa di Bali hendaknya menjadi alarm bagi semua pihak. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas seluruh pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu. Di sisi lain, masyarakat perlu terus diingatkan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan tindakan main hakim sendiri. Keadilan tidak lahir dari keroyokan, tetapi dari proses hukum yang adil dan beradab.


Seekor ayam memang bisa dibeli kembali. Namun ketika nyawa manusia dibarter dengan seekor ayam, yang sesungguhnya hilang bukan hanya satu kehidupan, melainkan juga sebagian rasa empati dan kemanusiaan dalam diri kita sebagai bangsa.

Share:

1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

MakmurNews.com, Jakarta. (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Salah satu rangkaian utamanya adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Menag, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung pada pukul 17.00–21.30 WIB sebagai bagian dari ikhtiar menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. "Ayo hadir dan ajak keluarga, sahabat, serta orang-orang terdekat kita," tambah Menag.

Masyarakat sudah dapat mulai memasuki kawasan acara sejak pukul 15.00 WIB melalui security door yang disediakan di sisi utara dan selatan Monas. Bagi peserta yang belum dapat masuk ke area utama, tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian acara melalui layar LED yang tersebar di area luar.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, Zikir dan Doa Kebangsaan akan diisi dengan panduan suara, khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi, serta doa bersama lintas agama untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

"Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin," kata Kamaruddin.

Masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta tidak membawa barang bawaan terlalu banyak. Peserta juga diimbau tidak membawa bayi atau anak balita, serta dilarang membawa benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang-barang berbahaya lainnya ke area kegiatan.

Doa lintas agama akan dipimpin oleh para tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutur Kamaruddin.

Kementerian Agama berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menyambut Bulan Kemerdekaan RI. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat persaudaraan lintas umat beragama serta semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Sumber humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Dewan Etik MIO: Proses Klarifikasi di Polda Metro Jaya Harus Menjadi Cermin Hukum yang Berkeadilan

MakmurNews.com, Jakarta – Dewan Etik Media Independen Online (MIO) Indonesia, Arthur Noija, menilai proses klarifikasi yang tengah berlangsung di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan harus dipandang sebagai bagian dari penegakan hukum yang menjunjung tinggi asas legalitas, perlindungan hak asasi manusia, serta keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif.

Menurut Arthur, tahapan klarifikasi bukan sekadar prosedur administratif dalam penyelidikan, melainkan instrumen hukum untuk menguji secara objektif apakah pernyataan yang dipersoalkan telah melampaui batas kebebasan berekspresi hingga masuk ke ranah penghinaan terhadap profesi yang dilindungi undang-undang.

"Dalam negara hukum, setiap laporan wajib diproses secara profesional tanpa dipengaruhi status sosial, jabatan, maupun profesi pihak yang dilaporkan. Hukum harus berdiri di atas prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law)," ujarnya.

Arthur menjelaskan, dari perspektif filsafat hukum, proses tersebut dapat dipahami melalui berbagai teori hukum klasik maupun modern.

Merujuk pada pemikiran Thomas Aquinas, hukum positif merupakan aturan rasional yang ditujukan bagi terciptanya kebaikan bersama dan berakar pada nilai-nilai moral. Karena itu, proses klarifikasi di kepolisian menjadi ruang untuk menguji apakah suatu pernyataan benar-benar melanggar nilai kepatutan dan keadilan universal atau sekadar merupakan bagian dari dinamika komunikasi publik.

Sementara itu, teori Ulpianus yang dikenal melalui prinsip suum cuique tribuere menegaskan bahwa keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Dalam konteks ini, profesi wartawan sebagai profesi yang dilindungi undang-undang juga memiliki hak atas kehormatan dan martabat yang wajib dihormati sebagaimana profesi lainnya.

Adapun menurut teori Hans Kelsen melalui konsep Stufenbau des Rechts, penegakan hukum harus berjalan berdasarkan tata urutan norma hukum, mulai dari norma dasar hingga penerapan aturan konkret oleh aparat penegak hukum. Dengan demikian, penyidik berkewajiban memastikan setiap tindakan dilakukan berdasarkan norma hukum yang berlaku, bukan karena pengaruh kekuasaan maupun popularitas seseorang.

Arthur menegaskan bahwa prinsip equality before the law merupakan fondasi utama dalam penanganan perkara tersebut. Baik seorang advokat senior maupun wartawan memiliki kedudukan hukum yang sama sehingga seluruh proses pemeriksaan harus dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa perlakuan istimewa.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) tetap menjadikan asas legalitas sebagai pijakan utama sebagaimana diatur dalam Pasal 1, yakni seseorang hanya dapat dipidana apabila perbuatannya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat perbuatan itu dilakukan.

"KUHP Nasional juga membawa semangat keseimbangan antara kepastian hukum dengan rasa keadilan masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian perkara tidak semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga membuka ruang bagi penyelesaian yang memulihkan hubungan melalui mekanisme restorative justice apabila tercapai rekonsiliasi antara para pihak," katanya.

Menurut Arthur, penghinaan terhadap profesi wartawan tidak dapat dipandang sebagai persoalan personal semata. Pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang keberadaannya dijamin oleh konstitusi serta memperoleh perlindungan khusus melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pasal 8 UU Pers secara tegas memberikan perlindungan hukum kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk ketika melakukan konfirmasi, wawancara, maupun menggali informasi demi kepentingan publik.

Arthur membedakan secara jelas antara kritik terhadap karya jurnalistik dengan penghinaan terhadap profesi wartawan. Kritik terhadap pertanyaan atau hasil kerja jurnalistik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang sah dalam negara demokrasi. Namun, apabila kritik berubah menjadi makian, penghinaan personal, atau merendahkan kapasitas intelektual wartawan secara terbuka, maka tindakan tersebut dapat dinilai sebagai serangan terhadap kehormatan profesi.

"Dalam perspektif hukum, kritik adalah hak setiap warga negara. Akan tetapi, ketika kritik berubah menjadi penghinaan yang merendahkan martabat profesi, maka negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan hukum," tegasnya.

Lebih lanjut Arthur menjelaskan bahwa apabila unsur pidana terpenuhi, penegakan hukum dapat mengacu pada ketentuan dalam KUHP Nasional. Dugaan pencemaran nama baik terhadap individu dapat diuji melalui Pasal 433 KUHP, sedangkan penghinaan yang berupa cacian atau makian tanpa tuduhan tertentu dapat dianalisis berdasarkan Pasal 436 KUHP. Namun, penerapan pasal-pasal tersebut tetap harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan seluruh unsur delik serta alat bukti yang tersedia.

Ia menekankan bahwa orientasi hukum modern bukan semata-mata menghukum pelaku, melainkan juga memulihkan hubungan sosial yang terganggu. Oleh sebab itu, apabila terdapat pengakuan kesalahan, permintaan maaf secara terbuka, serta kesediaan berdamai dari para pihak, penyelesaian melalui mekanisme restorative justice tetap menjadi pilihan yang sejalan dengan semangat pembaruan hukum pidana nasional.

"Bagi MIO Indonesia, yang terpenting bukan sekadar menjatuhkan sanksi pidana kepada seseorang, melainkan memastikan bahwa kehormatan profesi wartawan dihormati, hukum ditegakkan secara adil, dan demokrasi tetap terlindungi melalui penghormatan terhadap kebebasan pers yang bertanggung jawab," pungkas Arthur.

Sementara itu, laporan yang diajukan MIO Indonesia di Polda Metro Jaya hingga kini masih berada dalam tahap klarifikasi. Proses tersebut diharapkan menjadi contoh penegakan hukum yang mengedepankan profesionalisme, objektivitas, serta menjamin perlindungan yang setara bagi setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang maupun profesinya. (\•/)

*Sumber: Humas MIO Indonesia*

Share:

Perdamaian Tidak Menghapus Martabat yang Terluka

Oleh: AYS Prayogie

Ketua Umum PP Media Independen Online (MIO) Indonesia

Pencabutan laporan polisi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terhadap Hotman Paris Hutapea merupakan hak hukum organisasi tersebut. Dalam negara hukum, setiap pelapor memang memiliki kewenangan untuk menempuh jalan damai apabila dipandang telah tercapai penyelesaian.

Namun, pertanyaan yang lebih besar justru muncul setelah perdamaian itu terjadi. Apakah persoalan yang sejak awal dipandang sebagai penghinaan terhadap profesi wartawan otomatis selesai hanya karena dua pihak telah berdamai?

Bagi MIO Indonesia, jawabannya adalah tidak.

Persoalan ini sejak awal tidak semata-mata menyangkut hubungan personal antara Hotman Paris Hutapea dengan PWI. Yang dipersoalkan adalah dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan, profesi yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan menjadi salah satu pilar demokrasi.

Ketika martabat profesi dipertaruhkan, maka kepentingannya telah melampaui batas satu organisasi. Wartawan di Indonesia tidak hanya berhimpun dalam satu wadah. Mereka berada dalam berbagai organisasi profesi yang sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga kehormatan profesi jurnalistik.

Karena itu, perdamaian satu organisasi tidak otomatis menghapus kepentingan organisasi lain yang juga merasa profesinya telah direndahkan.

MIO Indonesia menghormati keputusan PWI. Akan tetapi penghormatan itu tidak berarti kami harus mengambil langkah yang sama.

MIO Indonesia tetap pada sikap awal, yaitu mempertahankan laporan polisi yang telah kami ajukan di Polda Metro Jaya. Kami tidak akan mencabut laporan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk memproses perkara sesuai ketentuan hukum hingga memperoleh kepastian hukum melalui pengadilan.

Sikap ini bukan didorong oleh kebencian kepada seseorang, melainkan bentuk penghormatan terhadap prinsip equality before the law. Tidak boleh ada seorang pun yang ditempatkan di atas hukum hanya karena popularitas, kekuasaan, atau pengaruhnya.

Justru melalui proses hukum yang transparan, masyarakat akan memperoleh jawaban apakah dugaan penghinaan tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak. Di situlah keadilan bekerja.

Apabila setiap dugaan penghinaan terhadap profesi selalu berakhir melalui penyelesaian informal tanpa adanya kepastian hukum, maka yang lahir adalah preseden yang kurang baik. Tokoh publik dapat menangkap pesan bahwa penghinaan terhadap wartawan cukup diselesaikan melalui permintaan maaf atau mediasi, tanpa adanya pembelajaran hukum yang memberikan efek jera.

Pers Indonesia telah berjuang panjang memperoleh kemerdekaan yang dijamin konstitusi. Karena itu, menjaga kehormatan wartawan bukan semata-mata membela organisasi pers, tetapi menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

MIO Indonesia percaya penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja profesional, independen, dan objektif dalam menangani laporan kami.

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya nama seseorang, melainkan marwah profesi jurnalistik. Dan bagi kami, martabat wartawan bukan sesuatu yang dapat dinegosiasikan melalui kompromi apa pun.

Marwah profesi harus dijaga dengan keberanian moral, konsistensi sikap, dan penghormatan terhadap proses hukum. (\•/)

#Perdamaian Tidak Menghapus, #Martabat yang Terluka, #MIO Indonesia, Ketua Umum AYS Prayogie, #Hotman Paris, #PWI

■Rahmad P.

Share:

Kakanwil Kemenag Sumut Tegaskan Pelayanan Publik Nol Rupiah

MakmurNews.com, Medan. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Review Standar Pelayanan di Aula Kanwil Kemenag Sumut, Rabu (29/7/2026). Dalam forum tersebut, Kemenag Sumut menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan yang transparan, adil, serta sepenuhnya berbiaya Rp0.

Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menegaskan bahwa prinsip pelayanan tanpa biaya atau Rp0 bukan sekadar pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, melainkan wujud nyata komitmen institusi dalam membangun pelayanan berkualitas dan bebas dari Praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Pelayanan di Kanwil Kemenag Sumut adalah 0 Rupiah. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama, dan hal itu tidak cukup hanya dibangun lewat slogan, melainkan melalui layanan nyata yang mudah, cepat, transparan, tidak diskriminatif, serta bebas dari pungutan liar (pungli)," tegas Ahmad Qosbi saat membuka kegiatan.

Sebagai langkah konkret memutus rantai pungli, Kanwil Kemenag Sumut mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi pendataan ASN (SIMPEG) dan digitalisasi berbagai ranah layanan. Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) juga terus diperkuat melalui pembenahan sistem pengawasan, perubahan perilaku aparatur, dan penegakan disiplin tegas.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi setiap institusi pemerintahan. Ini tidak dibangun melalui slogan, tetapi yang berdampak langsung: mudah, cepat, transparan, tidak diskriminatif, dan bebas KKN," lanjutnya.

Ahmad Qosbi mengungkapkan, ketegangan aturan terus ditegakkan demi menjaga integritas lembaga. Hingga saat ini, lebih dari 30 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) maupun aparatur di dalamnya di wilayah Sumatera Utara telah dicopot dari jabatannya karena terbukti melanggar regulasi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan kendala atau praktik penyimpangan di lapangan.

"Sudah 30 lebih KUA yang dicopot karena melakukan pelanggaran regulasi. Jika ada keluhan atau penyimpangan di lapangan, silakan lapor ke kami," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Syafrizal Bancin, selaku penyelenggara menjelaskan bahwa FKP ini diikuti oleh 37 peserta yang mewakili enam unsur pemangku kepentingan. Unsur-unsur tersebut meliputi pengguna layanan yaitu masyarakat, para stakeholder, akademisi dan praktisi, organisasi kemasyarakatan, serta media massa.

"Fokus forum adalah review standar pelayanan, sebagai wadah dialog, partisipasi, dan kolaborasi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk memperoleh masukan penyempurnaan standar pelayanan," jelasnya.

Melalui ruang dialog, partisipasi, dan kolaborasi ini, Kanwil Kemenag Sumut berharap dapat menyerap masukan positif untuk merevisi standar pelayanan, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang objektif, konstruktif, serta implementatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Selasa, 28 Juli 2026

SELAMAT JALAN AYAH


 Selamat jalan ayah....!   Engkau pahlawan bagi putri  kecil mu



(Makmurnees.com)

Sabar  ya  dek   kuat kan  hati mu,    ayah sudah Istirahat,  dan tidak lelah lagi.  Teruskan  doa  doa mu ya dek ..    buat ayah  tercinta.   Belajar lah dengan tekun   rahi lah mimpi mimpu dahulu  yang pernah kau ucapkan  bersama  ayah.!




Jangan menangis lagi  ya  putri kecil.  Ayah mendahului  kalien semua,   karna  ayah sudah di panggil  untuk beristirahat.  Ingat janji mu pada Ayah   cita cita mu  bagaikan impian  yang  harus di rahi putri kecil sang ayah.



Ayah sudah tidak  lelah lagi.    Ayah tidak sakit lagi    jangan lupah  putri kecil ayah   harus kuat ya...  jangan cerita kan  kepada teman mu  tentang kepergian ayah ya putri kecil ayah....   biar kan ayah mendahului kalien semua nya.  Biar kan ayah pergi  ya putri kecil.   Jangan bersedih ya...



Selamat  belajar  ya putri kecil ayah......!        Salam . Ayah..!.  Jangan  pernah  ceritakan tentang kepergian ayah  kepada   teman teman mu  ya putri kecil ayah.    Rajin  belajar  ya.!.   ayah Pulang jangan  bersedih  lagi  ya putri kecil ayah.....

Share:

Murid MAN 2 Padangsidimpuan Raih Beasiswa di Kampus Jiangsu Collage of Finance and Accounting China

MakmurNews.com, Padangsidimpuan. -Maritza Muthmainnah merupakan siswa MAN 2 Padangsidimpuan yang telah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2026. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Misran Harahap dan Ibu Ellida Hannum ini berhasil meraih prestasi gemilang karena mampu berkompetisi dan dinyatakan lulus di program studi E-Commerce Universitas Jiangsu China lewat Beasiswa tahun 2026. 

Di sela-sela wawancara dengan Humas madrasah pada Senin (27/07), Maritza memaparkan betapa sangat terharu, bangga melihat pengumuman melalui email yang dikirim langsung pihak kampus.


“Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur dan bangga ketika dinyatakan lolos di kampus tempat negara impian saya dalam menuntut ilmu. Prestasi ini merupakan jawaban dari doa orang tua, keluarga, bapak dan ibu guru serta pegawai MAN 2 Padangsidimpuan tempat saya menuntut ilmu. Saya sama sekali tidak menyangka akan lulus melalui jalur beasiswa ke kampus ini. karena saya dari awal sudah merasa persaingannya sangat ketat dan sangat sulit,” ungkapnya.

Martiza mengungkapkan, jurusan yang diambil merupakan program studi yang sangat diminati saat ini. “Kita mengetahui bahwa negara China adalah bangsa yang menjadi panutan dunia dalam hal bisnis dan perekonomian. Saya memiliki impian, dengan masuk ke kampus ini, semoga menjadi doa dan semangat untuk saya kelak dalam memajukan perekonomian bangsa kita,” papar Maritza penuh makna.


Selama aktif menuntut ilmu di madrasah, Maritza mengikuti ekskul bidang olimpiade astronomi dan kepalangmerahan. Siswa kelahiran Padangsidimpuan, 12 Maret 2008 ini memiliki prestasi akademik dan pernah menjuarai lomba olimpiade sains astronomi.


 “Alhamdulillah pada tahun 2026, Saya meraih medali perunggu di Martabe Science Olympiad (MSO) yang diadakan oleh PT Agincourt Resources Tambang Emas Martabe, di Batangtoru Tapanuli Selatan. Dari keberhasilan ini, saya terpacu untuk ingin lebih maju dalam mempelajari bidang lain, termasuk ekonomi dan bisnis di negeri tirai bambu. Alhamdulillah saya semakin percaya diri untuk mempelajari ilmu di China, karena kakak saya sudah terlebih dahulu masuk di kampus China, tepatnya di Yangzhou Polytechnic University,” ungkap Maritza meyakinkan.


Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. dalam keterangannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan siswa MAN 2 Padangsidimpuan diterima di kampus luar negeri. 

“Alhamdulillah, ini adalah perjuangan keras dan penuh tantangan untuk ananda Maritza Muthmainnah. Apalagi anak kita ini diterima lewat jalur beasiswa. Keaktifan dalam mengikuti kompetisi olimpiade sains sangat menentukan capaian prestasi ini. Jalur beasiswa yang diraih ananda Maritza ini semoga menjadi motivasi tersendiri untuk adik-adiknya yang saat ini sedang berjuang di bangku sekolah. Kita doakan semoga para siswa madrasah di manapun berada mampu meraih cita-cita dan sukses dalam berbagai bidang keilmuan,” papar kepala madrasah. (AHH)

Share:

JERITAN GADIS KECIL MEMBELAH LANGIT



 (Makmunews.com)     Jeritan  gadis kecil  membelah  langit  meliat  sang  ayah terburjur. Kaku di hadapan gadis kecil nya.                                                                    terdengar  suara  sang  gadis kecil  memanggil. Ayah   nya     dengan jeritan   


 "  ayah  bangun.      Ayah.    Banguuuuun     yah Kakak  Sama  aku  janji  nggak  Akan  Minta  Uang Sekolah  Lagi Kepada Ayah "   jeritan ini lah. Yang terdengar  seakan membelah  langit     Namun  sang Ayah  terus  tertidur     dan tidak  lagi  bisa  mendengar Jeritan Sang  fujahan hati  nya     



 gadis  kecil  di lahirkan dari  negri yang  kaya  raya dan adil makmur  dengan segenap pemimpin nya  yang   beradab  dan  bermoral itu . negri    cinta  damai  dan makmur sentosa.  Sang Ayah  yang  telah lelah. Letih   berjuang  di bumi yang  kaya  raya ini.   Hingga  dia pergi meninggal kan  keluarga tercinta nya  penuh dengan duka yang sangat  menyayat hati.




Sang  ayah  memejam kan  mata nya  dalam  keadaan   tersiksa.   Oleh.Keras  nya  dan  kejam  nya  zaman .  sang Ayah  berjuang   Mengaduh  nasib  di tanah  kelahiran  sang gadis  kecil nya  untuk membayar keperluhan uang  sekolah  fujahan Hati  tercinta.    Namun    takdir  berkata lain   Sang ayah   tlah  pergi  untuk selama lama nya.   Kisah filuh  sang ayah   menyayat hati gadis kecil nya 




  duka yang Sangat mendalam di hati  Sanubari  kadis kecil yang di tinggal  pergi ayah tercintah.     Sang  Ayah   adalah Pahlawan  bagi gadis  kecil nya itu.     Namun   tidak untuk  negri  yang  kaya raya ini.   Negri  ini  menghakimi. Sang ayah sebagai. Budak  penjahat   pencuri   yang  harus  di hakimi negri ini   sampai Sang Ayah  mati  di hadapan  gadis kecil nya.    




  kisah  yang  sanga begitu memiluhkan.    Sang  ayah  berjuang   jiwa dan raga nya dia persembahkan  untuk  putri tercintah nya  agar  bisa  membayar uang    sekolah  sang  fujahan  hati.   Namun   hari berganti  kelam     sang ayah  mendahului semua keluarga  yang di tinggal kan.  Langit terbelah  mendengar  jeritan  terakhir. Sang gadis kecil

 



  " Ayah.  "    Kakak.  Sama aku   berjanji  tidak akan   meminta  Uang Sekolah lagi. Ayah. "  kata  kata ini  lah yang  seakan membelah  langit  yang biiru di tanah kelahiran  putri tercinta nya.   Keji  dan  kejam  kematian   sang ayah  di berlakukan  dengan cara. Cara  yang tidak  beradab   di negri yang  beradab ini.  



              Selamat  jalan Ayah..........          Selamat  jalan. Pahlawan bagi anak anak nya tercinta..............      Selamat. Jalan. Negri. Yang  Kaya Raya........... sang. Ayah. Pergi untuk selama lamanya.

Share:

Senin, 27 Juli 2026

Kisah Pilu menyayat Hati di Negeri yang Kaya Raya

MakmurNews.com. -Di sebuah negeri yang katanya kaya dan makmur, seorang gadis kecil memanggil ayahnya dengan suara yang pecah oleh tangis.
“Ayah, bangun, Ayah… aku janji, aku tidak akan meminta uang sekolah lagi.”
Namun, ayahnya tak lagi menjawab.
Tubuh yang selama ini memikul lelah, menahan lapar, dan terus berjuang demi masa depan anak-anaknya itu kini terbaring diam. Seolah seluruh doa yang pernah ia simpan habis terkuras oleh kerasnya hidup.

Gadis kecil itu tak mengerti mengapa ayahnya begitu lama terpejam. Ia hanya tahu satu hal: ayahnya adalah pahlawan. Bukan pahlawan di panggung besar, bukan pula yang dipuja-puji banyak orang, melainkan pahlawan dalam kesunyian, dalam keringat, dalam langkah-langkah yang tak pernah menyerah demi membiayai sekolah anaknya.

Ia telah berjuang di tanah kelahirannya sendiri, di negeri yang gemar menyebut diri kaya raya dan adil makmur. Namun bagi keluarga kecil itu, kekayaan negeri tak pernah benar-benar sampai ke meja makan mereka. Yang hadir justru kerasnya zaman, mahalnya kehidupan, dan beban yang tak henti menekan pundak seorang ayah.

Kini, sang ayah telah pergi untuk selamanya.
Dan di dada gadis kecil itu, tertinggal ruang kosong yang tak akan pernah terganti. Air matanya jatuh bukan hanya untuk kehilangan, melainkan juga untuk mimpi-mimpi kecil yang tak sempat ia sampaikan.

“Selamat jalan, Ayah,” bisiknya lirih.
“Terima kasih sudah menjadi pahlawan untukku. Aku akan ingat selamanya, aku tidak akan lagi meminta uang sekolah. Aku akan berusaha seperti yang Ayah ajarkan.”
Selamat jalan, pahlawan kecil dalam kehidupan seorang anak.

Selamat jalan, ayah.
Dan selamat tinggal, negeri yang kaya raya, tetapi masih sering membiarkan kasih sayang kalah oleh kerasnya nasib. 

■Idris Johansyak C
Share:

Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea: PENETAPAN 6 TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI RSU KELAS D PRATAMA NIAS OLEH KEJARI GUNUNGSITOLI CACAT HUKUM

MINTA KAJATI SUMUT EVALUASI ATAU COPOT JABATAN KAJARI GUNUNGSITOLI

MakmurNews.com, Medan. 27 Juli 2026 — Penetapan enam  orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Kelas D Pratama Kabupaten Nias oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli dinilai cacat formil karena alat bukti yang digunakan tidak berkualitas dan bertendensi melawan hukum. Pernyataan ini disampaikan oleh pakar hukum perundang-undang &  pidana, Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH., M.Kn., M.H., pada Senin (27/7) di Medan.

Menurut DR GEA, terdapat beberapa kekeliruan hukum yang mendasar dalam proses  penyidikan dan penetapan tersangka yang bertentangan dengan hukum dan  mencederai  kepastian hukum dan hak-hak tersangka karena  alat bukti yang menyatakan adanya kerugian keuangan negara dari BPK RI secara ril [ nyata]  belum ada. ujarnya.

DR GEA melanjutkan bahwa kejari Gunungsitoli di duga kuat  melakukan penggelapan dan penyelundupan hukum dalam  proses penyidikan dan penetapan beberapa  tersangka  dengan mengabaikan hasil audit BPK RI dan menggunakan audit eksternal salah satu Perguruan Tinggi dari Sumateta Utara dan duga  di lanjutkan menggunakan audit  Inspektorat Kota Gunungsitoli, sementara locus dan tempus delicti di Kabupaten Nias  " tambahnya.

Oleh karenanya kita meminta Kajati Sumatera Utara segera evaluasi dan atau copot Kajari Gunungsitoli karena  budaya penegakan hukum seperti ini bisa menambah kerusakan stelsel hukum dalam mewujudkan tujuan hukum. tambah DR.GEA. (Rel)

Share:

Kepala MTsN 1 Labuhanbatu Raih The Best Leadership Education pada ILE Award 2026

MakmurNews.com, Jakarta.--- Prestasi kembali ditorehkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu. Kepala MTsN 1 Labuhanbatu, Mustafa Kamal Nasution, menerima penghargaan The Best Leadership Education dalam Indonesia Leadership Education (ILE) Award 2026.

Ajang ini diselenggarakan Award Magazine di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada tokoh pendidikan yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan visioner, inovatif, dan berdampak nyata dalam memajukan lembaga pendidikan. Pencapaian ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTsN 1 Labuhanbatu serta Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

ILE Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian The Grand Award Gala 2026 yang diselenggarakan Award Magazine di Jakarta. Ajang yang sama juga akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Agustus 2026. Acara tersebut menjadi malam apresiasi tingkat Asia yang memberikan penghargaan kepada tokoh, profesional, pelaku usaha, dan institusi yang dinilai memiliki kepemimpinan, inovasi, serta kontribusi nyata di bidangnya.

Proses penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan sejumlah indikator, antara lain inovasi pembelajaran, prestasi akademik dan nonakademik, tata kelola kelembagaan, serta kemampuan membangun lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui indikator tersebut, para penerima penghargaan dipilih karena mampu menghadirkan perubahan positif dan berkelanjutan di lingkungan kerjanya.

Keberhasilan Mustafa Kamal Nasution meraih penghargaan ini tidak terlepas dari berbagai capaian selama memimpin MTsN 1 Labuhanbatu. Di bawah kepemimpinannya, madrasah terus melakukan penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan inovasi pembelajaran, serta pembinaan karakter peserta didik secara berkesinambungan.

Berbagai program unggulan yang dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MTsN 1 Labuhanbatu, sekaligus mendorong lahirnya budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Komitmen tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan MTsN 1 Labuhanbatu meraih pengakuan di tingkat nasional.

Mustafa Kamal Nasution bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MTsN 1 Labuhanbatu.

"Suatu kehormatan bagi saya berdiri di sini mewakili seluruh keluarga besar MTsN 1 Labuhanbatu untuk menerima penghargaan yang luar biasa ini. Penghargaan ini merupakan buah dari dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi tanpa henti dari para wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dukungan orang tua peserta didik, serta semangat belajar anak-anak kami. Trofi ini adalah milik kita bersama," ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Mustafa Kamal Nasution juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama yang selama ini memberikan pembinaan dan dukungan terhadap kemajuan madrasah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu yang senantiasa membimbing, memotivasi, serta memberikan berbagai ide dan masukan dalam pelaksanaan program-program madrasah. Menurutnya, sinergi yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Mustafa Kamal Nasution menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berinovasi.

"Pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan kita, melainkan pemacu semangat bagi seluruh warga MTsN 1 Labuhanbatu untuk terus berinovasi, berprestasi, dan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter. Semoga penghargaan ini menjadi berkah dan motivasi bagi kita semua untuk terus melangkah maju," tuturnya. (Sumber Kemenag)

■Fajar Trihatya

Share:

Asri Ludin Bupati Deli Serdang Siapkan Pembinaan Terpadu, Atlet Akuatik Deli Serdang Akan Didata



 Asri Ludin Bupati Deli Serdang  Siapkan Pembinaan Terpadu, Atlet Akuatik Deli Serdang Akan Didata


DELI SERDANG – (makmurnews.com) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat pembinaan olahraga akuatik dengan mewajibkan seluruh klub mendaftarkan atletnya secara resmi. Pendataan tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah sekaligus membuka akses fasilitas dan dukungan pemerintah bagi atlet berprestasi.

Komitmen itu disampaikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan saat menghadiri pelantikan pengurus Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kabupaten Deli Serdang sekaligus membuka Bunda Yin Swimming Competition 2026 di Kolam Renang Cadika, Lubuk Pakam, Minggu (26/7/2026).

Menurut Asri, data atlet yang akurat sangat diperlukan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan pembinaan secara tepat sasaran. Bahkan, Pemkab Deli Serdang berencana menggratiskan penggunaan kolam renang milik pemerintah bagi atlet yang telah terdaftar secara resmi.

"Rencana kita, atlet yang sudah terdata yang mau memakai kolam renang ini silakan dipakai, kita gratiskan saja. Saya harap seluruh klub yang ada di Kabupaten Deli Serdang mencatatkan seluruh atletnya," ujar Asri.

Selain memperkuat pembinaan atlet, Pemkab Deli Serdang juga mulai menyiapkan pembangunan kolam renang berstandar nasional. Perencanaan proyek dilakukan pada tahun ini dan pembangunan fisiknya ditargetkan dimulai pada 2027 agar mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kejuaraan.

Asri juga meminta kepengurusan FAI Deli Serdang yang baru agar lebih aktif menggelar kompetisi. Menurutnya, kejuaraan rutin sedikitnya dua kali dalam setahun menjadi sarana penting untuk mengasah kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit baru yang potensial.

Dorongan tersebut semakin relevan setelah atlet renang Deli Serdang mencatat prestasi di ajang*3rd MILO-KL Klasik Invitational Swimming Championships 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Empat atlet berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua FAI Sumatera Utara, Kabir Bedi, mengungkapkan masih rendahnya tingkat registrasi atlet dan klub akuatik di Deli Serdang. Dari sekitar 20 klub yang beroperasi, baru enam klub yang terdaftar di FAI. Begitu pula dari sekitar 200 atlet aktif, hanya sekitar 80 atlet yang telah memiliki nomor registrasi nasional.

Menurut Kabir, registrasi merupakan syarat penting agar atlet dapat mengikuti kejuaraan resmi secara berjenjang serta memperoleh pembinaan yang terstruktur di bawah naungan Federasi Akuatik Indonesia.

Bunda Yin Swimming Competition 2026 diikuti sekitar 200 atlet renang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sebelumnya, panitia juga menggelar kegiatan Fun Swimming yang diikuti sekitar 400 peserta sebagai upaya menumbuhkan minat olahraga renang sejak usia dini.

Share:

Dinas SDA Sumut Percepat Rehabilitasi Irigasi Simokmok, Dukung Ketahanan Pangan di Taput

 


Dinas SDA Sumut Percepat Rehabilitasi Irigasi Simokmok, Dukung Ketahanan Pangan di Taput


MEDAN– (makmurnews.com) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Simokmok di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Perbaikan irigasi yang sempat terputus akibat bencana longsor beberapa tahun lalu itu diharapkan segera mengembalikan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Provinsi Sumut, Gibson Panjaitan, meninjau langsung pelaksanaan rehabilitasi DI Simokmok, Sabtu (25/7). Dalam kunjungannya, Gibson meminta percepatan progres pekerjaan terus dioptimalkan serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan memastikan seluruh pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama berada di lokasi proyek

Menurut Gibson, rehabilitasi DI Simokmok telah lama dinantikan masyarakat karena memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian. "Nanti dengan rampungnya rehabilitasi Daerah Irigasi Simokmok, manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya para petani, melalui peningkatan layanan irigasi yang andal, produktivitas pertanian yang lebih baik, serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, perbaikan DI Simokmok merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution pada tahun ini. Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara sejalan dengan program strategis pemerintah pusat.

Selain memulihkan jaringan irigasi yang rusak, rehabilitasi ini diharapkan mampu meningkatkan luas areal sawah yang dapat dialiri air secara optimal sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen. Dengan tersedianya pasokan air yang lebih stabil, produktivitas sektor pertanian di kawasan Siborongborong juga diproyeksikan meningkat.

Gibson menambahkan, Dinas SDA Sumut akan terus melakukan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan agar pembangunan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan tinggi dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Sumut berharap rehabilitasi DI Simokmok menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat infrastruktur pengairan di daerah. Keberadaan irigasi yang berfungsi optimal diyakini akan mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tapanuli Utara dan Sumatera Utara secara keseluruhan.

Share:

Minggu, 26 Juli 2026

PP MIO Indonesia Sahkan Kepengurusan Pimpinan Wilayah Sumut Periode 2026–2030

MakmurNews.com, Medan, 27 Juli 2026 — Pimpinan Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia resmi mengesahkan struktur kepengurusan dan personalia Pimpinan Wilayah (PW) MIO Indonesia Provinsi Sumatera Utara untuk masa bakti 2026–2030 melalui Surat Keputusan Nomor 025/KEP-PP/SK/PW-SUMUT/VII/2025. Pengesahan tersebut ditetapkan setelah Rapat Pleno Pimpinan Pusat MIO Indonesia di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026, yang dihadiri unsur Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Penasehat.

Dalam pertimbangan SK tersebut, Pimpinan Pusat MIO Indonesia menegaskan bahwa pengesahan kepengurusan dilakukan untuk memberikan kepastian hukum, tertib administrasi, serta memperkuat tata kelola organisasi yang kredibel. Keputusan ini juga merujuk pada Surat Mandat Nomor 022-SM/PW-SUMUT/A-1/VI/2026 tertanggal 12 Juni 2026 yang diberikan kepada Fajar Trihatya, S.E., untuk menyusun kepengurusan PW MIO Indonesia Sumatera Utara.

Berdasarkan surat keputusan itu, Fajar Trihatya, S.E. ditetapkan sebagai Ketua PW MIO Indonesia Sumatera Utara. Sementara itu, posisi Wakil Ketua I diisi Muhammad Isya, S.Sos., M.I.Kom., Wakil Ketua II Andri Syafrin Purba, S.Sos., dan Wakil Ketua III Supardi. Untuk jajaran Sekretariat, Rusli, S.E., S.H., M.H., CPTT, C.Neg. menjabat Sekretaris, didampingi Indra Buana Tanjung, S.H., Sarwo Eddy, S.H., Rahmad Pulungan, serta unsur wakil sekretaris lainnya.

Pada jajaran bendahara, H. Risvande Lubis ditetapkan sebagai Bendahara, dengan didampingi Adilman Reliance Lawolo, S.H., M.H., Amiruddin Chan, dan Ronald Situmorang, S.T., S.H. 

Struktur organisasi juga dilengkapi dengan sejumlah departemen strategis, antara lain Departemen Hukum, Advokasi dan Etika Pers Ketua : Ir. Naga Raya Sinaga, S.T.,S.H., M.T., M.H., Sekretaris: Sujono, S.E., S.H anggota Yapintar Mendrofa, S.H.

Departemen Hubungan Masyarakat Ketua Joe Sidjabat, Sekretaris Alisandre Gulo, Anggota Arman Zatulo Zebua. Departemen Pendidikan, Latihan dan Sertifikasi Ketua: Zukkhairi, Sekretaris: Idris Johansyah, Anggota : Rahma. Departemen Hubungan Antar Lembaga dan Kemitraan Strategis, Ketua : Jasrial Husin, Sekretaris: Aminullah, Anggota:  Jonlys Purba,S.E., S.H.

Selain itu juga Departemen Penelitian, Pengembangan, Data dan Media, Ketua: Soni Muhammad Noor,  Sekretaris: Ismanan Hasyim Anggota : Parman Simanjuntak,AMd. Departemen Multi Media, Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (AI), Ketua: Teddy C.Manao,SKep, Sekretaris: Arif Budimana, Anggota : Azriel Alrifqy Panggabean. Departemen Ekonomi Kreatif, Usaha dan Kesejahteraan Anggota, Ketua: Wilfried D Hutabarat,SE, Sekretaris: Dul Amri,  Anggota : Robin Silalahi.

Departemen Hubungan Daerah dan Pengembangan Wilaya. Ketua: Timbul Manurung, Sekretaris: Iskandar Muda Siregar Anggota : Ali Nurdin Chan.  Departemen Pengawasan Internal dan Kepatuhan Organisasi. Ketua: Hadi Iswanto,  Sekretaris: Syaiful. Anggota:Relikhius Harefa, B.Sc. Departemen Peranan Wanita, Anak dan Kelompok Rentan. Ketua: Fitria Ningsih, Sekretaris: Dara Mustika,  Anggota: Merry Silalahi.

Selain itu, surat keputusan juga menetapkan unsur Dewan Penasehat antara lain, H.Harist Lubis,SE, Hasril, Fachroel Rozi,SH,MH dan Syaiful Devaza,SH. Adapun pada lembaga otonom, untuk Penanggulangan Bencana (BAGANA), Fajar Trihaty,SE dengan Rusli, S.E., S.H., M.H., CPTT, C.Neg. dan Muhammad Isya, S.Sos., M.I.Kom. sebagai unsur komando satgas. (Rahmad P.)

Share:

Resmi Dilantik, Ketum PB ISMI Nizhamul Minta PW ISMI Sumut Kerjasama dengan Pemprovsu

MakmurNews.com, Medan.  -Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah PW Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut periode 2026 2030 berlangsung sukses dan meriah pada Sabtu 25 Juli 2026 di Aula Lantai 5 Gedung BPSDM Provinsi Sumatera Utara Jalan Ngalengko No 1 Kelurahan Perintis Medan Timur, Kota Medan.

Pelantikan PW ISMI Sumut bertemakan. '

Menciptakan intelektual Agamis Menjaga Muruah dan Memperkuat Peradaban Bangsa".  Adalah sebagai.Ketua PW ISMI yaitu Prof Dr Nispul Khoiri MAg, Bendahara  Dr Sri Rezeki MSi dan Sekretaris 

Ismail Marzuki SPdI. Pelantikan dihadiri sejumlah pengurs PB ISMI, PW ISMI dari berbagai daerah dan Sumut  serta unundangan lainnya. Acara diawali pembacaan ayat suci Alquranulkarim oleh qori Prof Dr H Mustafa Kamal Rokan dan doa dipimpin Dr Muhammad Khalid MA.

Ketua Panitia, Dr Taufiq Hidayah Tanjung MPd dalam sambutannya mengucapkan terima kasehnya kepada semua para tetamu yng hadir serta sahabat dan pengurus yang ikut serta mensukseskan acara ini. "Utamanya kami terima kaseh kepada Ketua PW ISMI Sumut, Prof Nispul Khoiri. Kami mohon maaf atas segala kekurangan. Sebab ini murni kerja kami sendiri atas arahan Ketua PW. Sebab semua pengurus dari mulai Ketua hingga ke bawah ikut berpartisipasi dan semangat dalam berismi ini," ujarnya.

Usai Ketua Panitia melaporkan hal ihwal acara, prosesi pelantikan PW ISMI Sumut dipimpin Sekjen PB ISMI Dr Yanhar Djamaluddin dengan membacakan surat keputusan dan komposisi kepengurusan PW ISMI Sumut. Dibantu Ade Dhermawan dari PB ISMI dan panitia untuk mengatur tata letak personalia saat prosesi pelantikan dimaksud.

Ketua PW ISMI Sumatera Utara, Prof Dr Nispul Khoiri MAg dalam sambutan pertamanya mengatakan amanah Ketum yang disampaikan pada 3 bulan lalu terealisasi hari ini. "Kami dilantik sebagai pengurus PW ISMI Sumut," katanya. Dan dirinya sebagai orang baru dalam organisasi Melayu yang sebelumnya ISMI basis ragam Ormad  ada Al Washliyah, Muhammadiyah dan orms lainnya.

"Tetapi saya masuk untuk memperkuat bangsa Melayu khususnya di Sumut. Mari kita hilangkan  u sekat sekat itu, sebab tujuannya dari organisasi ini adalah untuk memberikan ilmu dan bakti kepada puak Melayu dan bangsa Indonesia tercinta. Lalu kemudian kita membuat dan menciptakan tagline  Intelektual Agamis dan membuat muruah Melayu terangkat. Sebab siapa lagi yang membuat itu, kalau tidak kita sendiri. Saya Ketua PW ISMI yang diberi amanat bersama kawan-kawan akan bekerja keras untuk itu. Sampai tadi malam masih ada yang minta ikut jadi pengurus  PW ISMI Sumut," ujar Nispul dosen dan mantan Wakil Rektor UIN SU tersebut.

Dikatakannya, ISMI adalah tink thank (Pusat Pemikiran) Kita bukan pemadam kebakaran. Kita akan berikan masukan dan kajian-kajian untuk angkat murah puak Melayu. Kita juga akan kerjasama dengan Pemprop sebab itu adalah mitra untuk diskusi dan jalankan pembangunan serta memberikan solusi. 

"Sedikitnya Ada 4 kegiatan yang kami laksanakan sebelum dilantik. Yaitu pertemuan dan perkenalan dengan Ketum PB ISMI di Hotel Madani,  penanaman pohon di bantaran Sungai Deli, Khitanan Masal 100 anak kerkasama dengan PD ISMI Medan,  Diskusi Publik di hotel Madani. Selain ISMI menjadi pusat pemikiran juga perekat persatuan  kita tetap berkolaborasi dengan organisasi yang lain. Kondisi ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI di Sumut," ujar Nispul lagi.

Tidak hanya sebatas mengurus organisasi saja lanjut dia, tapi kita harus berani tampil. Hal ini penting buat kemaslahatan masyarakat Melayu dan bangsa Indonesia.Kawan kawan cukup semangat kalu dalam ISMI ini. Jadinya harus kita jalankan titah Ketum PB ISMI Nizhamul.  Saya memegang sebuah amanat, saya rasa berat tapi saya serius. Ini kerja besar jadi perlu kerjasama kepada semua pengurus yang tergabung dalam PW ISMI Sumut," tambah Nispul lagi.

Dalam pelantikan PW ISMI tersebut ada momen pembacaan pantun oleh DR Shafwan Hadi Umry MHum yang diiringi diiringi gesekan biola Dr T Ryo yang membuat decak kagum para hadirin seperti Gubsu diwakili Kaban Kesbang Linmas, Mulyono, Wakil Walikota Tanjung Balai Fadli Abdina, HT Erry Nuradi mantan Gubsu Abdilah mantan Walikota Medan, tokoh Melayu Syarfuddin Siba, Pangeran Bedagai T  Ahmad Syafii, Datuq Adil Haberham, Prof Ismail Effendi dan lainnya.

Selanjutnya Nizhamul SE MM Ketua Umum PB ISMI dalam sambutan mengatakan terima kaseh setinggi-tingginya kepada tuan puan berhadir untuk saksikan pelantikan PW ISMI Sumut. Dan selamat kepada Prof Nispul yang sudah jadi ketua dan kepada semua anggota PW ISMU Sumut. 

Dalam tema yang disebut kiranya dapat dilaksanakan dan jadi motivasi dan pemberi semangat kepada para sarjana Melayu yang ikut peran serta dalam pembangunan. Dan menjadi wakil dari kepesertaan masyarakat Melayu dalam pembangunan nasional.

Dan ini akan terwujud apabila kita sama-sama bergerak apalagi demi kepentingan bangsa dan negara. 

"Untuk itu  kita harapkan agar PW ISMI kompak dan bekerjasama dengan sesama, demikian juga kerjasama dengan pemerintah untuk pembangunan, kesejahteraan bangsa dan negara. ISMI adalah organisasi cendekia dan terus bergerak serta kerjasa sama dengan pemerintah agar Melayu bisa lebih maju," ujar Nispul.

PB ISMI kata Nizhamul sudah melantik 4 PW yaitu Jambi, Jakarta, Jogjakarta dan Sumut. ISMI sudah masuk  ke jantung ibu kota Jakarta. Kita PB ISMI target untuk memancangkan tonggak Melayu di Tanah Papua. Dan harapan kami PW ISMI Sumut segera melantik PD ISMI di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara. Pada pelantikan ini PB dan PW memberikan mandat kepada   12 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara masing-masing.

Ketua Dewan Pembina PB ISMI,  Tun DR H Rahmat Shah menhucapkan selamat dilantik semoga PW ISMI Sumut dapat menjalankan organisasi dengan baik. "Kita tunjukkan Melayu kompak dan bahagia. "Adanya berbagai kegiatan yang positif dan bagu, komunikasikan dengan saya.Seperti khitanan massal dan penanaman pohon. Itu semua bagus dan kami harapkan hal tersebut terus dilaksanakan. Demikian juga buat acara kegiatan-kegiatan yang lain yang positif  dan tetaplah dikomunikasikan," ujar Konsulat Turki untuk Sumatera ini.

Mewakili Gubsu, Kepala Badan Kesbangpol Sumut, Muliono mengatakan selamat dan sukses atas semua pengurus yang baru dilantik. Amanah yang diberikan bukan hanya sekedar organisasi tapi adalah tanggungjawab melestarikan budaya Melayu. Melayu adalah sala satu akar pembentuk Sumut, jadi Melyau harus bersatu dan berkembang. Akhir kegiatan PW ISMI Sumut meluncurkan Rumah Jurnal yakni jurnal Al- Muruah (Studi Islam & Kajin Melayu) Jurnal Imperium (Politik dan Hukhm) dan Jurnal Economi. Kehadiran jurnal membantu banyak bagi sarjana - Sarjana Melayu untuk menyumbangkan karyanya. (rl/Fj)

Share: