Selasa, 31 Maret 2026

DPD LSM KPK RI Sumut Apresiasi Tinggi Kinerja Ridha Sah Putra di Imigrasi Polonia

MakmurNews.com, Medan. – Ketua DPD LSM Komunitas Penegak Keadilan (KPK) RI Sumatera Utara, Fajar Trihatya, SE, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Polonia, Ridha Sah Putra, atas pengawasan ketat terhadap orang asing dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Fajar menyoroti kepemimpinan Ridha Sah Putra, putra asli Kota Medan, yang tidak hanya unggul dalam menangani pelanggaran imigrasi, tetapi juga ramah terhadap tokoh masyarakat, aktivis LSM, mahasiswa, ormas, dan wartawan. "Kepribadian Abangda Ridha Sah Putra luar biasa. Selain kinerja maksimal, beliau welcome terhadap semua kalangan," ujar Fajar saat ditemui di Medan, Rabu (1/4).

Apresiasi ini terkait penangkapan pria berinisial PB (40), Warga Negara Asing (WNA) asal China, yang melanggar izin tinggal karena tidak sesuai prosedur keimigrasian. "Kami sangat mengapresiasi Kantor Imigrasi Polonia yang telah mengamankan PB," tegas Fajar, aktivis dan pemerhati pembangunan Sumut.

Pengunjung juga memuji pelayanan instansi tersebut. Seorang warga yang membuat paspor baru baru ini mengatakan, "Pelayanannya disini sangat baik, ramah, dan kita diarahkan dengan jelas." Hal ini mencerminkan profesionalisme dan dedikasi tinggi Ridha Sah Putra dalam melayani masyarakat.

Fajar Trihatya, menambahkan, "Kami impressed dengan kemampuan mereka menangani kasus kompleks. Semoga kinerja ini terus dipertahankan." 

Ketua DPD LSM KPK RI Sumut berharap Imigrasi Polonia menjadi teladan bagi instansi lain dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Dengan dukungan ini, Ridha Sah Putra diharapkan terus meningkatkan pengawasan orang asing sambil memperkuat reputasi instansinya sebagai yang paling berdedikasi di Sumatera Utara. (Idris Johansyah)

Share:

Dinkes Madina Bantah Keras Dugaan Pungli,

MakmurNews.com, Madina. -31 Maret 2026 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menegaskan tidak ada praktik korupsi atau pungutan liar (pungli) terkait isu "uang pengamanan" yang beredar di media sosial. Kepala Dinkes Madina, melalui pernyataan  membantah keras    khabar Hoaks  tersebut kpd wartawan baru baru ini 

Pembantahan ini datang sebagai respons cepat terhadap hoaks yang beredar di Instagram dan platform lain, yang telah menimbulkan kegaduhan tidak beralasan. Dinkes Madina menilai isu tersebut sebagai upaya fitnah yang bertujuan mengganggu kinerja aparatur daerah, terutama di tengah sorotan kasus    hal terpisah seperti penahanan tersangka korupsi Dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) senilai Rp1,9 miliar oleh Kejari Madina. "Kami berkomitmen pada tata kelola anggaran yang bersih.

Langkah Dinkes ini mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat dan DPRD Madina, yang memuji transparansi dinas dalam membuktikan integritasnya. Pemkab Madina pun menyatakan akan terus memperkuat pengawasan untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan.

(Idris Johansyah Lubis)

Share:

Kemenag Sumut Dukung Kurikulum Anti Narkoba di Madrasah dan Pesantren

MakmurNews.com, Medan. -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menegaskan komitmennya melalui Kanwil Kemenag Sumut dalam memproteksi masa depan generasi muda Sumatera Utara dan mendukung upaya negara dalam melawan peredaran narkoba.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Sumut saat menerima audiensi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara di Ruang Kakanwil Kemenag Sumut, Selasa (31/03/2026).

Kakanwil Kemenagsu juga siap bekerja sama dengan BNN Provinsi Sumatera Utara dalam membentengi generasi muda dan mendukung program-program yang dilakukan oleh instansi tersebut.

“Kami siap berkolaborasi dengan BNN untuk membentengi anak-anak kita melalui program-program yang bermanfaat dan mencegah mereka dari mengenal dan menggunakan narkoba. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus dan masa depan mereka menjadi gelap. Tugas kita sebagai aparatur untuk memperkokoh kualitas keimanan dan ketaqwaan mereka,” ucap Kakanwil.

Kakanwil juga menyampaikan bahaya penggunaan narkoba di masyarakat. Karena narkoba sumber dari masalah-masalah lainnya seperti tindak pidana bahkan tergerusnya harmonisasi kerukunan umat beragama.

“Tidak hanya tindak pidana, yang menakutkan dari peredaran narkoba ini adalah disintegrasi kerukunan umat beragama. Maka dari itu, salah satu mencegahnya peredaran tersebut narkoba adalah dengan penguatan agama. Melalui penyuluh agama, kami siap mendukung pemberantasan narkoba di tengah masyarakat,” ucap Kakanwil.

Ia berharap dengan pertemuan ini dapat menguatkan instansi satu sama lain dan dapat bekerja bersama di masyarakat untuk Sumatera Utara yang bebas dari narkoba.

Kepala BNN Prov. Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho mengatakan pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenag Sumut dalam rangka silaturahmi dan penguatan komitmen dalam rangka mencanangkan penerapan integrasi kurikulum anti narkoba di madrasah dan pesantren.

“Semoga silaturahmi ini juga mendapat hasil yang bisa dilaksanakan untuk pencegahan narkoba bagi siswa baik di madrasah dan pesantren. Kami sudah bertemu dengan Dinas Pendidikan dan semoga Kanwil Kemenag Sumut juga bisa menerapkan kurikulum tersebut ke pada siswa,” ucap Tatar. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Senin, 30 Maret 2026

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Catat Kinerja Gemilang, Layanan Publik Kian Terpercaya

MakmurNews.com, Medan. 31 Maret 2026 – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menegaskan posisi sebagai salah satu garda terdepan pelayanan keimigrasian di Sumatera Utara melalui beragam capaian kinerja dan inovasi layanan yang kian memudahkan masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Urai Avian menuturkan, berbagai terobosan yang dilakukan pihaknya tidak hanya berfokus pada percepatan layanan, namun juga perluasan jangkauan dan penguatan penegakan hukum keimigrasian.

“Melalui capaian ini, kami ingin masyarakat semakin mengenal inovasi dan pencapaian pelayanan keimigrasian, khususnya di Medan, yang terus kami dorong agar lebih modern, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan publik,” ujar Urai Avian di Medan, Selasa (31/03/2026).

Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kantor Imigrasi Medan telah menerbitkan sedikitnya 93.190 paspor yang terdiri dari paspor non-elektronik, elektronik, hingga polikarbonat. Pada saat yang sama, penggunaan Izin Tinggal Keimigrasian juga menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan total 1.133 pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 436 pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dan 62 pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP) di wilayah kerja Imigrasi Medan.

Di bidang pelayanan, Imigrasi Medan mengembangkan sejumlah inovasi berbasis jemput bola. Melalui program IMED LARASATI, petugas mendatangi rumah sakit untuk melayani langsung pemohon dokumen keimigrasian, dan tercatat lebih dari 23 pemohon telah dilayani di lokasi tanpa harus datang ke kantor imigrasi.

Layanan Eazy Passport juga dihadirkan untuk mempermudah pengurusan paspor secara kolektif di lingkungan kampus dan institusi pendidikan. Sepanjang periode tersebut, Eazy Passport telah digelar tiga kali di Universitas HKBP Nommensen Medan, satu kali di UIN Sumatera Utara, dan satu kali di Politeknik Negeri Medan, sekaligus memperluas akses layanan bagi kalangan mahasiswa dan civitas akademika.

Selain penguatan pelayanan, Kantor Imigrasi Medan menunjukkan komitmen serius dalam penegakan hukum keimigrasian dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM). Melalui berbagai program, seperti PIMPASA (Penguatan Iklim Masyarakat Sadar Keimigrasian), penyusunan Buku Pedoman Pencegahan TPPO dan TPPM, serta sosialisasi berkelanjutan, Imigrasi Medan aktif turun ke lapangan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya dikemas dalam program BAR-INFO di ajang Car Free Day Medan, hingga kegiatan Immigration Goes to School yang menyasar pelajar dan generasi muda agar lebih memahami aturan keimigrasian serta risiko praktik 

Dari sisi pengawasan orang asing, kinerja Kantor Imigrasi Medan juga tercatat solid. Dalam periode laporan, Imigrasi Medan melakukan 45 tindakan deportasi dan 45 pendetensian terhadap warga negara asing yang melanggar aturan, menggelar 9 kali rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), serta melaksanakan 3 operasi gabungan lintas instansi. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi pengawasan serta memastikan keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia tetap sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Modernisasi fasilitas keimigrasian juga tampak melalui pengoperasian autogate di Bandara Internasional Kualanamu yang mulai diresmikan pada Juni 2025. Saat ini tersedia 10 unit autogate untuk keberangkatan dan 20 unit untuk kedatangan yang secara signifikan mempercepat arus pemeriksaan penumpang.

Berdasarkan data Imigrasi Medan, tercatat 1.234.861 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 248.498 Warga Negara Asing (WNA) keluar dan masuk Indonesia melalui Bandara Kualanamu pada periode tersebut. Di sisi lain, sebanyak 2.667 WNI ditunda keberangkatannya karena terindikasi berpotensi melakukan perjalanan non-prosedural, salah satunya terkait keberangkatan pekerja migran tanpa dokumen resmi.

Sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI), Imigrasi Medan bersama pemangku kepentingan terkait juga menghadirkan fasilitas PMI Lounge di area kedatangan Bandara Kualanamu. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang layanan yang lebih humanis bagi para pekerja migran sekembalinya ke tanah air, sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang aman, ramah, dan bermartabat.

Dengan rangkaian capaian kinerja, inovasi layanan, dan penguatan pengawasan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik di Sumatera Utara.

(red)



Share:

Halal Bi Halal Kanwil Kemenagsu Berlangsung Sederhana dan Khidmat

MakmurNews.com, Medan. -Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menggelar Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M usai melaksanakan Apel Senin di Mini Hall Kanwil Kemenag Sumut, Senin (30/03/2026). Halal Bihalal digelar secara sederhana namun penuh khidmat diantara seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menyampaikan Halal Bihalal digelar dengan penuh kekeluargaan. Momentum Halal Bihalal sebagai langkah untuk menaikkan kualitas keimanan, ketaqwaan, kedisiplinan, dan jiwa sosial seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumut.

“Halal Bihalal itu yang penting konteksnya, kita saling bermaaf-maafan lalu penting untuk terus berjalan menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dengan mengoptimalkan kualitas diri kita dalam melayani masyarakat,” ucap Kakanwil

Ia juga menyampaikan rasa empati dan menyarankan agar ASN membantu saudara-saudara sebangsa setanah air khususnya para korban bencana yang masih mengungsi dan belum bisa menjalankan kehidupan normal kembali. Ia berharap doa dan dukungan moril materil ASN agar meringankan beban para korban bencana.

“Kita harus berempati karena saudara-saudara kita masih belum bisa hidup dalam keadaan normal kembali setelah bencana melanda beberapa waktu yang lalu. Mari kita doakan dan bantu semampu kita agar meringankan beban saudara-saudara kita. Saya juga mengajak kita semua untuk terus berdoa agar stabilitas negara kita tetap berjalan dengan lancar dan konflik internasional yang terjadi dapat damai kembali,” tambahnya.

Kakanwil Kemenag Sumut berharap agar seluruh ASN terus meningkatkan kualitas dan mengukir prestasi dalam pelayanan ke pada masyarakat. Kakanwil juga mengucapkan rasa gembira karena umat beragama dalam waktu dekat merayakan peringatan hari besarnya masing-masing mulai Perayaan Imlek, Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, dan Peringatan Paskah mendatang.

“Sumatera Utara terus mengukir prestasi. Kita harus tingkatkan hal tersebut dan menjaga kekompakan semuanya. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat Idul Fitri 1447H/2026M untuk kita semua,” ucap Kakanwil.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin dalam sambutannya menyampaikan ibadah Ramadhan kali ini semakin meningkatkan toleransi dan kerukunan beragama. Umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Dan umat lain menoleransi dan saling menghargai dengan menjaga keamanan dan kenyamanan suasana tersebut.

Ia berharap momentum Hari Raya Idul Fitri sebagai rasa syukur atas keberkahan yang diberikan Allah Tuhan Yang Maha Esa.

“Kebersamaan ini harus terus kita pupuk. Syawal sebagai momentum untuk kita bangkit menjadi insan terbaik, yang bermanfaat bagi sesama,” ucapnya.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam yang juga Ketua Panitia Halal Bihalal Sakoanda Siregar menyampaikan gelaran Halal Bihalal dilakukan secara sederhana namun tidak menghilangkan maknanya. Ia mengajak seluruh ASN untuk berempati dan harus semakin saling mencintai untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Terima kasih atas partisipasi seluruh ASN. Kita harus terus berhimpun dalam situasi yang bersahaja, harmonis, dan tetap kompak,” ungkapnya.

Acara Halal Bihalal diikuti seluruh Kepala Bidang dan Pembimas, Ketua Tim, dan seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumut. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Minggu, 29 Maret 2026

Temu Kangen dan HBH IKAL SMPN X/XII Sukses, Mayjen Dody Triwinarto Pesan Laksanakan Terus HBH dan Tingkatkan Silaturahmi

MakmurNews.com, Medan. -Temu Kangen dan Halal Bi Halal 60 Tahun SMP Negeri X/XII di Le Polonia Hotel Jalan Sudirman No 14 Medan pada Sabtu 28 Maret 2026 berjalan sukses. Ratusan alumni dari berbagai angkatan mulai dari 1969 sampai dengan 2025 serta dari berbagai daerah di tanah air, hadir memeriahkan acara tersebut yang diawali pembacaan doa oleh Ustad Irfan Effendi,  Alumni 90. Acara tahun ini bertemakan 'Merangkai Kisah Kebersamaan Dalam Keberahaman".

Bahkan salah seorang Alumni SMP Negeri X / XII Angkatan 90, Mayor Jenderal  TNI Dody Triwinarto SIP MHan yang telah menjadi Pangdam XV  Patimura, hadir dalam acara temu kangen dan HBH tersebut. Ia menyatakan acara seperti ini agar terus dilaksanakan sebab hal itu baik untuk meningkatkan tali silaturahmi.

Mayor Jenderal  TNI Dody Triwinarto SIP MHan mengatakan, dirinya  bangga dan bersyukur. Sebab pernah bersama di SMP Negeri X. "Kita sering bolos bersama, main bola di lapangan dekat kuburan dan kerap berantam. Saya bersyukur karena Allah memudahkan jabatan ini dan semua itu berkat doa dari kita semua. Saya sangat senang dengan orang yang mau bersilaturahmi. Mohon maaf saya tak bisa gabung di grup SMP karena tugas dan waktu yang terbatas," katanya.

Dikatakannya, pada 9 Maret 2026 ada serah terima jabatan di Ambon. Dia yakin ditempatkan disitu adalah karena Ambon tempat terbaik. "Saya mohon doa dan restu bagi abang dan kakak semua. Semoga karir saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya tak pernah bermimpi jadi Pangdam dan meraih bintang 2. Saya selalu berdoa agar saya bermanfaat bagi orang lain. Alhamdulillah ini semua terjadi berkat doa orang tua dan doa abang kakak. Doakan agar saya dapat bertugas dengan baik. Dan acara seperti ini harus tetap kita laksanakan agar kita dapat terus menerus menjalin silaturahmi," ujarnya.

Ia mengatakan tak mungkin menghilangkan rekam jejak ketika di SMP. Sebab kita pernah bersama dan jangan pernah lupa terhadap orang-orang yang pernah membersamai kita. Kita harus jaga kesehatan. Diawali dari pikiran, teruslah bersyukur jangan sampai pernah kita mengeluh. Syukuri apa yang kita nikmati. Kita harus memenej pikiran kita. Mari kita berpikiran postif dan bersyukur agar kita senantiasa tetap sehat," ujarnya.

Sebelumnya Ketua Panitia, Bambang Kurnianto ST Angkatan 90, mengatakan terima kasihnya atas partisipasi semua pihak sehingga atas acara Temu Kangen 60 tahun sekaligus HBH IKAL SMP X/XII  dapat terlaksana dengan baik. Terutama terima kasih atas kontribusi dan suport dari Mayor Jenderal  TNI Dody Triwinarto SIP MHan dari Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, SIK MH (walau berjalangan hadir) yang merupakan Alumni 90 SMPN 10/12 Medan.

"Tujuan utama acara adalah untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan sesama alumni dan membuk lembaran baru yang lebih baik dengan saling memaafkan. Jika banyak kekurangan maka kami mohon maaf. Semoga acara ini bisa kita nikmati dengan kekompakan dan kegembiraan," ujar Bambang, yang pada tahun ini angkatan 1990 didaulat menjadi panitianya.

Selanjutnya Ketua IKAL SMP Negeri X/XII,  Redwin Rohimun mengatakan acara Temu Kangen ini dihadiri tamu para Alumni SMP Negeri X. Hadir Pangdam XV Pattimura.  Doa kita agar alumni kita ini, sukses dan mencapai cita-cita yang lebih tinggi lagi. Ini merupakan kegembiraan dan kebanggaan kita. Kita hari ini melebar menjadi satu tanpa melihat alumni tahun berapa dan dari mana. 

"Saya apresiasi Angkatan 90 sebagai panitia. Panitia luar biasa untuk menempatkan kita di tempat yang strategis ini sehingga membuat kita nyaman dan bermartabat. Harapan kita, agar kondisi seperti  ini diikuti para alumni lainnya ketika menjadi pantia berikut. Sebab acara ini untuk mempererat tali silaturahmi kita. Walau tak satu angkatan, ini merupakan berkah sebab kita bisa saling kenal dengan kawan-kawan dari berbagai daerah. Kita bisa menghadiri acara ini dengan bahagia dan kita salut sama panitia. Acara ini terus berkesinambungan dan tahun depan Angkatan 83 menjadi panitianya," ucap Redwin.

Sementara Penasehat IKAL SMP NegerivX/XII, Yasfar Burhanuddin

dalam sambutannya mengatakan, perlu regenerasii dalam kepanitian. Sebelumnya IKAL yang baru berumur 3 tahun, melaksanakan acara dan baru ini dilaksanakan dengan panitia Angkatan 90. Semoga acara ini lebih akrab dan lebih bagus. Dan ini perlu kita laksanakan untuk regenarasi kita di SMP Negeri X," ujar Yasfar yang datang dari Jakarta.

Turut juga memberikan sambutan Ketua IKAL SMP Negeri X/XII Jabodetabek, Haris yang menyatakan Angkatan 83 siap menjadi panitia HBH tahun depan.

Temu Kangen dan HBH IKAL SMP Negeri X/XII  diisi lucky draw dengan berbagai hadiah. Dan  penampilan terbaik dalam bernyanyi yaitu Terbaik 1 nilai 760 adalah Alumni  79, Terbaik Kedua nilai 750 Angkatan 84 serta Terbaik Ketiga nilai 730 Angkatan 81. (Syahdan/Red)

Share:

Sabtu, 28 Maret 2026

Polrestabes Medan Gelar Apel Sabuk dan Kentongan Kamtibmas Serta Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

MakmurNews.com, Medan. -Polrestabes Medan menggelar Apel Sabuk Kamtibmas dan Kentongan Kamtibmas yang dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan, Jalan H.M. Said No. 1 Medan, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H sebagai bagian dari penguatan keamanan lingkungan dan kebersamaan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom., perwakilan Pemerintah Kota Medan, Dandim 0201 Medan, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kepemudaan, Ketua PWI Sumut, serta unsur mahasiswa. Total 556 peserta mengikuti apel dari berbagai kelurahan dan Kampus HKBP Nommensen.

Apel dimulai dengan prosesi resmi, diikuti pembacaan Deklarasi Sabuk dan Kentongan Kamtibmas oleh perwakilan masyarakat. Pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan.

Dalam amanatnya, Kapolrestabes menyampaikan bahwa kejahatan jalanan di Kota Medan mengalami penurunan sebesar 14 persen. Ia menegaskan bahwa program Sabuk dan Kentongan Kamtibmas bukan kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata memperkuat pengamanan lingkungan berbasis komunitas dan kearifan lokal.

Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi pilot project di wilayah hukum Polsek Medan Timur sebagai leading sector, dengan dukungan Kecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur, empat kelurahan, dan 43 lingkungan. Ke depan, program tersebut akan diperluas ke seluruh wilayah hukum Polrestabes Medan.

“Inti keberhasilan program ini terletak pada keterlibatan masyarakat. Tidak ada keamanan tanpa kebersamaan. Sabuk dan Kentongan Kamtibmas menjadi wujud kolaborasi kita dalam menjaga lingkungan tanpa memandang suku, agama, dan budaya,” ujarnya.

Kapolrestabes turut menegaskan bahwa Polrestabes Medan mendukung penguatan Satkamling yang dipadukan dengan program Sabuk dan Kentongan Kamtibmas, serta pengembangan Sistem Keamanan Kota Medan atau SISPAM Kota bersama Pemerintah Kota Medan dan Kodim 0201 Medan.

Acara dilanjutkan dengan Halal Bihalal Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes kembali mengajak masyarakat memperkuat solidaritas menjaga lingkungan.

“Mari kita jaga Medan tetap aman dan kondusif. Dalam suasana Idul Fitri ini, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Polrestabes Medan dalam mendukung upaya Harkamtibmas Polri yang menekankan pencegahan dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan keamanan berkelanjutan di Kota Medan. (Syahdan/Red)

Share:

Jumat, 27 Maret 2026

Orang Tua Korban Desak Polsek Berastagi Tangkap Dua Orang Pelaku Penganiayaan

MakmurNews.com, Berastagi. -Orang Tua Korban penganiayaan Roslin Br Simbolon 55 desak pihak Unit Reserse Kriminal (Unitreskrim) Polsek Berastagi segera menangkap dan menahan kedua pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban Dedi Andrian Panjaitan 22, warga Gang Ester IV, Desa Raya Kecamatan Berastagi,  Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Desakan itu disampaikan orangtua korban, Roslin Br Simbolon kepada MakmurNews, Jumat (27/3-2026).

Dirinya menuturkan, kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Putra Nainggolan bersama Efram Nainggolan melakukan pemukulan menggunakan tangan terhadap anaknya Dedi yang terjadi Rabu 11 Maret 2026 lalu. Mengakibatkan pelapor mengalami bagian kening kiri bengkak dan goresan luka di mata sebelah kiri,  bibir sebelah kanan bengkak, begitu juga kakak korban pelapor yang bernama Devi Astiani Br Panjaitan mengalami cedera disiku dan di cekik leher oleh terlapor yang bernama Putra Nainggolan atas kejadian tersebut mengalami mata sebelah kiri bengkak. 

Akibat peristiwa tersebut kami sepakat membuat Laporan Polisi Nomor: LP/B/16/III/2026/SPKT/POLSEK BERASTAGI/POLRES KARO/POLDA SUMATRA UTARA tanggal 11 Maret 2026. Pukul 14.38 WIB bertempat di kantor Kepolisian diatas pada hari, tanggal ditandatangani surat tanda penerimaan Laporan Pengaduan. 

Dijelaskan Roslin, penganiayaan dan pengeroyokan kedua anaknya berawal  ketika pelapor korban di telepon adiknya yang bernama Deby Anggitasya Br Panjaitan yang masih dibawah umur mengatakan jemput dulu aku di persawahan kurmak karena di ganggu dan di kejar-kejar oleh Efram Nainggolan dan mengucapkan kata-kata tidak senonoh mengajaknya berhubungan badan, selanjutnya pelapor dan kakak nya yang bernama Devi Astiani Br Panjaitan menjemput adiknya di persawahan kurmak. 

Sesudah di jelaskan peristiwa tersebut kepada abang kandungnya Dedi, Kemudian Dedi mendatangi pelaku Efram Nainggolan dan mengatakan kenapa kau ganggu adik saya, pelapor mempertemukan Deby dengan Efram dan terjadilah perdebatan mulut dan terlapor Putra Nainggolan melakukan pemukulan berulang-ulang menggunakan tangan mengakibatkan pelapor mengalami cidera serius dibagian kepala.

Dikatakannya lagi, Jumat 26 Maret 2026 sekira pukul 18.00 WIB pelaku yang bernama Putra Nainggolan mencari-cari masalah tujuan nya menakut nakuti Dedi membawa Senapan Angin, sengaja menghalang halangi jalan yang harus dilalui dari persawahan kurmak, pelapor harus mengalah demi keselamatan berjalan menepi dengan sangat berhati hati supaya jangan jatuh ke jurang karena Dedi Panjaitan pada saat itu memikul beban berat, memikul sayur parit dari sawah ke atas untuk jual ke pasar. 

Peristiwa tersebut sangat menyulitkan hidup kami,  karena pihak keluarga terlapor sering mengucapkan perkataan mengancam, kami sekarang ini mengalami trauma, mengalami tekanan mental dan kami ketakutan ucapnya, mungkin karena karena suamiku udah meninggal dunia sehingga memperlakukan kami seperti ini ucapnya sambil meneteskan air mata.

Saat di konfirmasi pihak Unitres Polsek Berastagi Ipda Dewanto Sinurat mengatakan, bahwa tindakan pihak Unit Reskrim Polsek Berastagi penanganannya sudah tepat, sudah sesuai prosedur, kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (LP) sudah menerbitkan SP2HP, dan sudah melayangkan surat undangan ke pihak pelaku ucapnya dengan nada Lembut, sabar ajalah nanti kita akan proses sesuai hukum yang berlaku di NKRI. 

Reporter :Sihar Tambunan SH

Share:

PENGELOLAAN MBG DIDUGA SARAT KKN, SEBAIKNYA DIALIH-FUNGSIKAN PADA PENDIDIKAN GRATIS SEKOLAH NEGERI dan SWASTA SAMPAI PERGURUAN TINGGI

MakmurNews.com, Medan. 27 Maret 2026 – Program andalan Presiden Prabowo Subianto Makanan Bergizi Gratis (MBG) terancam gagal  akibat pengaruh sumber pendanaan, pengelolaan yang tidak profesional dan diduga sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela sehingga kualitas yang disajikan tidak sesuai dengan yang diharapkan, tegas Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, selaku Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (PURBAYA) Indonesia di Medan, Jumat (27/3).

"Niat baik Presiden RI Prabowo melahirkan program MBG sungguh mulia, namun akibat sturuktur dan infrastruktur yang kurang profesional, transparan dan akuntabel sehingga program MBG ini diduga dijadikan pintu  KKN, tegas Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea.

Data mencengangkan: anggaran MBG harian maksimal Rp1,2 triliun untuk 82,9 juta penerima, diduga "dicangkok" dari APBN bidang pendidikan—tindakan ini melanggar amanat konstitusi dan cita bangsa untuk mencerdaskan bangsa. Di tengah defisit negara akibat gejolak global, program ini semakin bebani keuangan negara, apalagi harga minyak dunia berpotensi melonjak.

"Lebih baik stop MBG, evaluasi total! Alihkan dana ke pendidikan gratis negeri-swasta sampai ke perguruan tinggi, sebab dengan pendidikan gratis maka tujuan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa akan tercapai," usul Ketua Umum DPP PURBAYA INDONESIA dengan tegas. Ia juga kritik pendidikan daring pasca-pandemi yang "mundurkan kualitas belajar siswa-mahasiswa". "Kembali tatap muka penuh, jangan ulang kesalahan!"

Pernyataan pedas ini keluar saat MBG bergulir nasional dengan anggaran triliunan. Pemerintah belum memberi respons resmi. (Rl/Red)

Share:

Pastikan Arus Balik Nyaman, Wamenag Tinjau Masjid Ramah Pemudik

MakmurNews.com, Medan. -Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo M. Syafi'i, meninjau pelayanan arus balik Masjid Ramah Pemudik di dua lokasi strategis Sumatera Utara, yakni Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, Deli Serdang, Jumat (27/03/2026). 

Hadir dalam peninjauan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Deli Serdang Syarifuddin Daulay. 

Wamenag menyampaikan 6.529 masjid di seluruh Indonesia ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447H/2026M termasuk di Sumatera Utara. Romo Syafi'i menegaskan bahwa program ini berangkat dari filosofi mudik sebagai tradisi nasional yang sarat dengan nilai religius, seperti semangat bersilaturahmi dan berbakti kepada orang tua. 

"Pentingnya mengaktivasi fungsi sosial masjid dalam mendukung kelancaran arus mudik. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pelayanan bagi para musafir. Kita sepakat untuk memberikan dukungan penuh bagi saudara-saudara kita yang mudik agar nyaman dan aman saat beristirahat," ucap Wamenag. 

Wamenag mengatakan beberapa hari kedepan masyarakat akan melakukan perjalanan arus balik, untuk itu Romo berharap pengurus Masjid dapat melayani pemudik dengan sepenuh hati.

Beliau memberikan apresiasi khusus kepada pengelola Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batangkuis dan seluruh Masjid di Indonesia yang telah menyediakan fasilitas penginapan gratis serta pelayanan 24 jam untuk pemudik. Menurutnya, antusiasme Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sangat luar biasa dalam mempersiapkan fasilitas untuk pemudik apalagi setelah penetapan Masjid Ramah Pemudik dari Kementerian Agama.

"Yang menarik dari program Masjid Ramah Pemudik ini adalah inisiatif BKM yang tidak hanya menunggu pemudik datang, tetapi juga melakukan aksi "jemput bola". Ada di beberapa tempat pengurus menemui masyarakat di terminal maupun di jalan raya untuk diajak beristirahat di masjid tanpa dipungut biaya. Di berbagai daerah, masjid bahkan menyediakan makanan dan minuman gratis sebagai bentuk kreativitas pelayanan. Bahkan ada juga penginapannya," tambahnya. 

Guna memastikan keamanan dan kenyamanan, Wamenag mendorong setiap BKM untuk terus membangun koordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) setempat.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemangku kebijakan lintas sektoral baik pemerintah daerah, TNI, Polri yang turut mendukung suksesnya program ini," ucapnya. 

Ketua BKM Ar-Rivai Ikrom Helmi Nst menyampaikan program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama RI adalah solusi bagi kenyamanan dan keamanan para pemudik. Melalui koordinasi dan komunikasi, Pengurus BKM dapat melaksanakan program tersebut dengan baik. 

"Alhamdulillah, saat arus mudik sebelum Idul Fitri kemarin kami melaksanakan amanah Kemenag dengan baik dan berjalan lancar. Pemudik kita berikan fasilitas bahkan pascaditetapkan Masjid ini menjadi Masjid Ramah Pemudik, kami melakukan penambahan fasilitas kamar mandi dan fasilitas lainnya," ucap Ikrom. 

Wamenag Apresiasi Dukungan Pelayanan Pemudik Seluruh Rumah Ibadah.

Romo Syafi'i juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rumah ibadah seperti Gereja, Kuil, Vihara, dan Klenteng yang turut memberikan dukungan serupa bagi para pemudik. 

Hal ini dinilai sebagai bukti kuatnya toleransi dan persaudaraan antarpemeluk agama di Indonesia dalam rangka merawat perdamaian dan kerukunan. 

"Program ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bukti persaudaraan. Ada Gereja, ada Kuil, Vihara, dan Klenteng yang membantu para pemudik. Kami mengapresiasi bantuan tersebut dan semoga kerukunan di Indonesia terus terjalin," ungkap Wamenag. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik

Oleh: Yakub F. Ismail

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto semenjak masa kampanye kini menjadi salah satu program andalan yang mengundang banyak sorotan.

Sejak program ini digulirkan, banyak narasi bermunculan, ada yang mendukung ide tersebut, namun tidak sedikit menolaknya.

Sementara, sebagian masih ingin melihat sejauh mana program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan generasi masa depan bangsa.

Program ini digagas bukan tanpa alasan. Ia semula dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas gizi anak bangsa yang selama ini menjadi masalah utama.

Selain itu, program ini juga diyakini menjadi simbol komitmen negara dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, dalam praktiknya, MBG tidak lepas dari kritikan tajam. Besarnya anggaran yang dikucurkan memicu perdebatan mengenai prioritas fiskal di tengah kebutuhan pembangunan lain yang tak kalah mendesak.

Di lapangan, sederet masalah muncul seiring perealisasiannya, mulai dari kasus keracunan siswa hingga temuan ketidaklayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Situasi ini menempatkan MBG berada dalam pusaran nalar dan kritik, yakni antara harapan besar dan tantangan pelaksanaannya.

Publik akhirnya dihadapkan pada pertanyaan mendasar, apakah program ini layak untuk dilanjutkan demi menanda tonggak kemajuan bangsa? Atau, justru meninggalkan persoalan baru yang tak kalah serius dalam tata kelola kebijakan nasional.

Proyek Mercusuar Prabowo.

Program MBG bisa dikatakan salah satu proyek mercusuar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dikatakan demikian karena proyek ini menelan anggaran yang tidak kecil. Sejak awal program ini dirancang bukan sekadar kebijakan sosial biasa, tetapi sebagai wujud investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam konteks pembangunan nasional, proyek ini diletakkan sebagai fondasi strategis untuk memastikan bahwa generasi muda Indonesia tumbuh dengan kondisi fisik yang prima dan kognitif yang optimal.

Secara nalar, MBG merupakan program yang bertolak dari realitas bahwa persoalan gizi masih menjadi problem serius di Indonesia.

Program ini lahir dari refleksi atas persoalan stunting, malnutrisi, dan ketimpangan akses terhadap makanan bergizi yang dialami anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data empiris, persoalan tersebut masih ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, Tanpa intervensi yang tepat dan sistematis, kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan kualitas generasi masa depan.

Oleh karena itu, kehadiran program ini harus dilihat sebagai jalan keluar yang terukur dan dapat diterima secara logika.

Keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang menyasar kepada kelompok paling strategis, yaitu anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.

Berdasrkan ilmu kesehatan, pada fase ini, asupan gizi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak.

Karena itu, melalui pemenuhan makanan bergizi secara rutin, negara sebenarnya tidak hanya berupaya meningkatkan kesehatan, melainkan juga mendukung penguatan kualitas pendidikan secara simultan.

Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah bahwa urgensi MBG berkaitan erat dengan perwujudan visi besar Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia wajib mempersiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

Demikian, MBG dipandang sebagai instrumen penting dalam mendukung visi besar tersebut. Dalam kerangka ini, besarnya alokasi anggaran dapat dipahami dan dimaklumi sebagai bentuk keberanian dan komitmen negara untuk melakukan investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Namun, mewujudkan semua itu bukan tanpa tantangan. Di tengah ekspektasi publik yang tinggi serta tuntutan akan implementasi yang sempurna, realisasi MBG bukan hanya berada dalam situasi penuh dinamika, tapi juga menghadapi ujian berat mengenai sejauh mana program ini dapat dipertanggungjawabkan di lapangan.

Permasalahan yang Muncul

Di tengah hasrat besar untuk menjadikan MBG sebagai ujung tombak kebijakan nasional, berbagai persoalan terus bermunculan dalam tahap implementasi.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan dan seringkali mendapat sorotan tajam dari masyarakat adalah maraknya kasus keracunan siswa di beberapa daerah.

Insiden ini tidak hanya memicu kekhawatiran lebih luas mengenai kemanfaatan dari program tersebut. Akan tetapi, ia juga berpotensi mengguncang kepercayaan publik terhadap kesiapan pelaksanaan program secara menyeluruh.

Selain itu, sorotan juga tertuju pada kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan.

Berbagai temuan dari tim peninjau lapangan, menunjukkan adanya persoalan seputar kapasitas gedung, masalah sanitasi, pengelolaan bahan makanan, hingga kualitas distribusi.

Hal itu menunjukkan bahwa masih terdapat celah serius dalam aspek teknis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Idealnya, program berskala besar seperti MBG, setiap detail implementasi seharusnya menjadi tolok ukur yang menjadi penentu keberhasilan.

Hal yang tidak kalah ramai dari kritikan publik juga tertuju pada sisi fiskal. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program ini menimbulkan kekhawatiran mengenai beban keuangan negara

Hal itu mendorong masyarakat menuntut agar pengelolaan anggaran dari proyek MBG ini dilakukan secara efisien dan transparan.

Munculnya penolakan sejumlah pihak terhadap program ini juga menjadi sinyal bahwa MBG, baik pada tataran konsep maupun praktik masih menyisakan banyak persoalan yang perlu dibenahi.

Menghadapi situasi semacam ini, hal yang dibutuhkan bukan sekadar pembelaan terhadap program, tetapi juga kesediaan untuk melakukan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.

Kaitannya dengan itu, salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah melibatkan pendamping independen dalam proses pengawasan.

Insan pers, adalah kelompok profesional yang barangkali bisa dipertimbangkan sebagai pendamping program tersebut.

Keterlibatan pelaku media diyakini menjadi elemen krusial dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas baik dari sisi implementasi program maupun dari segi pengeolaan anggaran.

Dengan fungsi kontrol sosial yang dimilikinya, pers diharapkan dapat membantu mengawal implementasi MBG agar tepat sasaran dan tepat guna.


■Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR*

Share:

Kamis, 26 Maret 2026

15 Tahun Monumen Nasional Keadilan, Rahmat Shah Tegaskan Semua Harus Mampu Tegakkan Keadilan

MakmurNews.com, Medan. -Tanpa terasa tugu Monumen Nasional Keadilan yang terletak di Jalan S Parman Medan, usianya sudah memasuki 15 tahun. Pada Kamis 26 Maret 2026, Rahmat Shah sebagai penggagas berdirinya Monumen Nasional Keadilan ini menggelar Silaturahmi dan Syukuran.

Ratusan tamu diundang dari berbagai lapisan masyarakat, penuh riuh di Aula Lantai 3 Rahmat Gallery. Acara pun digelar diawali pembacaan doa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Dalam usia Monumen Nasional Keadilan yang ke 15 ini, Rahmat Shah yang juga Konsukat Turkinl untuk Sumatera ini menegaskan semua kita harus mampu menegakkan keadilan.

Rahmat Shah pun mengatakan kita semua sepakat pada hari ini yel-yel tentang keadilan, kalau dikatakan Keadilan jawabnya Tegakkan. "Pada hari ini saya mohon izin semua bahwa kita sepakat sebut yel-yel bila dikatakan Keadilan lalu jawabnya Tegakkan. Banyak yang tanya saya kenapa abang aktif dan tetap awet muda. Saya jawab saya selalu berbuat yang terbaik dan membantu sesama kita," jelasnya.

Dikatakan pengusaha yang menerima ribuan penghargaan ini, bahwa kita jangan pelit informasi dan komunikasi serta kita harus membantu sesama. "Saya suka membantu orang dan menyatukannya baik itu  tentang usaha, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.Jadi harus ada kemampuan kita untuk meneggakkan keadilan dalam suasana apapun dan kita tidak pamrih," ujarnya lagi.

Rahmat Shah juga menguraikan bahwa ia berterima kasih atas doa dan motivasi semua pihak untuk bergerak memajukan bangsa dan negara. Kita tidak bisa kerja sendiri, kita harus bersama-sama dan menjalin kebersamaan. Sebagai manusia kita tak bisa lepas dari keadaan apapun bentuknya, maka kita harus saling mengingatkan bukan saling menjatuhkan. "Pesan saya buatlah kebaikan sekecil apapun  kepada siapa pun dan dimana pun kita berada," ucapnya.

Sementara Prof Mahfud MD SH menyatkan terima kasihnya kepada Rahmat Shah atas peran membangun Monumen Nasional Keadilan yang satu-satunya di Indonesia. Di dunia ada di New York yaitu Patung Liberti. Di Indonesia hanya ada di Medan yaitu Monumen Nasional Keadilan yang dibangun Rahmat Shah

"Terima kaseh Pak Rahmat sebab monumen ini adalah simbol perjuangan untuk menegakkan keadilan," ujar Mahfud.

Lalu Mahfud pun bercerita bahwa ia mula pertama kenal Rahmat Shah berawal saat Rahmat Shah menggugat ke MK sebagai calon Anggota DPD saat itu Mahfud adalah Ketua MK. Dasar penuntutan adalah Rahmat Shah meminta keadilan bukan hanya sekadar hukum saja. "Padahal Rahmat Shah ada di urutan ke 4. Konsekuensinya kalau ia kalah maka gugur. Sampai dihitung ulang raihan suara Rahmat Shah meningkat naik ke peringkat 2," ujarnya mengenang itu.

Jadi kata Mhfud, keadilan itu menjadi suatu kepentingan apalagi di dalam negara. Kalau sudah adil berarti kita nyaman. Nyaman dari tidak adanya ancaman teror dan nyaman dari segalanya. Dalam UUD ada istilah adil. Pada pembukaannya kata adil sudah ada lima. Jadi keadilan itu adalah untuk membangun negara.

"Suatu saat monumen ini bagus untuk negara karena menegakkan keadilan sehingga kita memjadi nyaman mendapat pendidikan, pelayanan kesehatan dan lainnya. Sementara kalau keadilan sosial itu adalah tanggung jawab negara.

Menurut saya keadilan itu membuat rakyat aman dan nyaman. Pemerintah haus mengubah akses untuk mencapai itu," itu.

Usai sambutan kedua tokoh itu tadi, para tamu undangan photo dan makan siang bersama sembari silaturahmi dalam suasana Lebaran. Tampak hadir yang mewakili pemerintahan, dari Poldasu, Kodam I BB, Danlanud, MUI Medan dan Sumut, para alim ulama, PB ISMI, PB MABMI, PB GAMI, Palang Merah Indonesia, Pemuda Pancasila, para Rektor sejumlah universitas di Medan serta tamu undangan lainnya. (Sumber Rel)

■Fajar Trihatya

Share:

"Manisnya" Pelayanan KUA Medan Perjuangan, Suguhan Kue Lebaran yang Mencairkan Sekat Birokrasi

MakmurNews.com, Medan.- Aroma mentega dan manisnya gula halus masih terasa lamat-lamat di ruang tunggu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (26/03). Alih-alih disambut dengan wajah kaku di balik meja kerja, setiap warga yang datang justru disambut dengan senyuman hangat dan stoples-stoples berisi aneka kue khas Idulfitri.

Suasana pasca-libur Lebaran yang biasanya identik dengan tumpukan berkas yang membosankan, disulap menjadi momen silaturahmi yang penuh kehangatan.

Langkah ini bukanlah tanpa alasan. Di balik deretan nastat dan putri salju yang tersaji rapi, terdapat filosofi pelayanan yang ingin dibangun oleh instansi di bawah naungan Kementerian Agama ini. KUA Medan Perjuangan mencoba memecahkan stigma bahwa kantor pemerintahan adalah tempat yang kaku dan menegangkan. Sebaliknya, mereka ingin setiap tamu merasa seperti sedang berkunjung ke rumah kerabat sendiri.

Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, tampak duduk bersahaja di sela-sela kesibukannya menunggu tamu. Dengan raut wajah yang teduh, ia sesekali menyapa warga yang baru masuk dan mempersilakan mereka mencicipi kudapan yang tersedia. Baginya, pelayanan publik bukan sekadar urusan administratif, melainkan tentang bagaimana menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat yang mereka layani.

“Kami ingin mengoptimalkan layanan pasca-libur ini dengan sesuatu yang berbeda. Menyajikan kue Lebaran adalah cara sederhana kami agar masyarakat merasa lebih dekat dengan KUA. Kami ingin membangun kedekatan emosional, sehingga tidak ada lagi rasa sungkan atau canggung saat berurusan di sini,” ujar Ramlan dengan nada bicara yang rendah hati.

Pria yang dikenal progresif ini menekankan bahwa visi KUA Medan Perjuangan saat ini adalah menjadi tempat yang nyaman, ramah, dan inklusif bagi semua pihak. Menurutnya, setiap warga—apapun tujuannya datang ke kantor tersebut—berhak mendapatkan perlakuan yang memuliakan. Kue-kue di atas meja itu adalah simbol bahwa pintu KUA terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang status.

Dalam menjalankan misi "manis" ini, Ramlan tidak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah staf yang bertugas dengan semangat yang sama. Para staf tidak hanya sigap dalam memeriksa kelengkapan dokumen pernikahan atau konsultasi keagamaan, tetapi juga luwes dalam menjamu warga. Sinergi antara pimpinan dan staf inilah yang membuat atmosfer kantor terasa jauh lebih hidup dan humanis.

Inisiatif unik ini pun mendapat respon positif dari pengunjung yang hadir. Banyak dari mereka yang awalnya datang dengan wajah serius, perlahan mencair setelah ditawari secangkir minuman dan penganan kecil. Hal ini membuktikan bahwa sentuhan personal dalam pelayanan publik mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap wajah birokrasi yang selama ini dianggap rumit.

"Sajian kue lebaran yang diberikan KUA ini menurut saya sangat inspiratif, selain mendekatkan KUA kepada masyarakat, saya melihat KUA hari ini adalah wajah instansi pemerintah yang dekat, melekat kepada masyarakat, apalagi langsung bersentuhan terhadap tugas-tugas kecamatan. Saya berharap layanan ini paling tidak senantiasa ada, tidak hanya momen lebaran saja," jelas Fatma, catin yang mengurus pernikahan di KUA.

Ramlan meyakini bahwa dengan menciptakan lingkungan yang nyaman, proses komunikasi antara petugas dan warga akan berjalan lebih efektif. Masalah-masalah yang dikonsultasikan warga pun dapat diselesaikan dengan kepala dingin karena diawali dengan suasana yang santai. KUA bukan lagi sekadar tempat pencatatan nikah, melainkan ruang solusi bagi persoalan umat.

Lebih jauh, semangat inklusivitas yang diusung bertujuan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. KUA Medan Perjuangan bertekad menghilangkan sekat-sekat pembatas yang selama ini mungkin dirasakan oleh warga. Dengan keramahan yang tulus, kantor ini bertransformasi menjadi rumah bagi semua, di mana setiap orang yang masuk akan keluar dengan perasaan yang lebih ringan.

Sore itu, di tengah hiruk-pikuk pelayanan pasca-Lebaran, KUA Medan Perjuangan telah memberikan pelajaran berharga. Bahwa profesionalisme kerja bisa berjalan beriringan dengan kehangatan tradisi. Sebuah stoples kue mungkin terlihat sederhana, namun di sana tersimpan pesan besar tentang bagaimana melayani dengan hati, menjadikan birokrasi terasa jauh lebih manis dan membumi. (Sumber Kemenag)

■Fajar Trihatya

Share:

Perkembangan Penanganan Perkara Dugaan Korupsi Pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Kepelabuhanan Dan Kenavigasian Pelabuhan Belawan Tahun 2023 s.d 2024.

MakmurNews.com, Medan. [26/3/2026], Setelah sebelumnya pada tanggal 24 Februari 2026 Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka yaitu sdr.W.H kemudian tersangka M.L.A dan tersangka S.H.S selaku Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atau KSOP dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pada Penerimaan Uang Negara Dari Sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Terkait Jasa Kepelabuhan Dan Kenavigasian Pada Pelabuhan Belawan Tahun 2023 s.d 2024, kemudian pada hari ini Kamis 26 Maret 2026 Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menetapkan satu orang tersangka baru yakni :

Saudara RVL Umur 61 Tahun, Jenis Kelamin Laki-laki, warga Perumahan Duren Sawit Baru Blok A 9 Nomor 25 Jakarta Timur, Pekerjaan Kepala Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan Belawan periode jabatan Oktober 2023 sampai dengan Oktober 2024.

Penetapan status tersangka terhadap RVL tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan minimal dua alat bukti yang cukup yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagai berikut:

Bahwa  pelaksanaan kewajiban penggunaan jasa pandu tunda  merupakan kewenangan dari  Otoritas Pelabuhan, apabila Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan  belum menyediakan jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa yang berada di alur-pelayaran dan wilayah perairan pelabuhan, pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal dapat dilimpahkan kepada badan usaha pelabuhan yang memenuhi persyaratan  (Pasal 30 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal), Dimana untuk kegiatan penggunaan jasa pandu tunda  oleh KSOP telah dilimpahkan kepada PT Pelindo Regional 1 Belawan.

Dimana seharusnya kapal yang dikenakan kewajiban menggunakan jasa pandu tunda pada perairan  yang ditetapkan sebagai perairan wajib pandu adalah  kapal berukuran tonase diatas  GT 500.

Bahwa kemudian dari data Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang terbit  kurun waktu tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 diperoleh data kapal yang berukuran Grose Tonase diatas 500 yang masuk keperairan wajib pandu di Pelabuhan Belawan, ternyata tidak masuk kedalam data rekonsiliasi yang dibuat dan ditandatangani  oleh tersangka RVL dan tiga tersagnka lain, dimana tersangka selaku Kepala KSOP atau Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan saat itu diwajibkan mengendalikan dan memimpin pengaturan dan pendataan sebagaimana dimaksud.

Perbuatan tersangka diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai miliaran rupiah, namun saat ini penyidik masih terus berkoordinasi dengan pihak atau lembaga terkait untuk melakukan pendalaman serta perhitungan kerugian keuangan negara secara detail.

Dari uraian perbuatannya, tim penyidik menjerat tersangka dengan dugaan melanggar pasal Pasal 2 ayat (1) Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 603, 604 Jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang – Undang Hukum Pidana.

Setelah menetapkan status tersangka serta alasan subjektif penyidik, kemudian terhadap tersangka dilakukan penahanan berdasarkan surat perintah penahanan yang ditandatangani oleh Kajati Sumatera Utara dengan Nomor. PRINT-07/L.2/Fd.2/3/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan perintah melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 (duapuluh) hari pertama sejak hari ini di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara akan terus bekerja untuk menuntaskan proses penyidikan ini serta jika ditemukan adanya keterlibatan pihak lain maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. (Sumber Penkum)

●Rahmad.P

Share:

Pengawas Jalan Nasional Kabanjahe-Merek Diduga Kurang Profesional, Jalan Rusak dan Parit Tigapanah Hancur

MakmurNews.com, Kabanjahe. – Pemerintah pusat menganjurkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja secara proporsional sesuai amanah jabatan dan sumpah yang diucapkan. Namun, dugaan kelalaian pengawas Jalan Nasional ruas Kabanjahe-Merek, Kabupaten Karo, menimbulkan keresahan warga dan pengguna jalan.

Sejak 25 Maret 2026, ruas jalan nasional dari tikungan Laudah hingga Merek berlubang parah. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa ekstra hati-hati, baik siang maupun malam, karena kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan rawan kecelakaan.

Pemerintah daerah telah menugaskan pengawas untuk memantau pembangunan, pemeliharaan, dan peningkatan jalan nasional beserta parit penyerta, guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Sayangnya, pengawas Jalan Nasional Kabupaten Karo diduga jarang turun ke lapangan dan tidak bekerja secara proporsional.

Bukti nyata terlihat pada parit yang dibangun awal 2025 di lokasi Tigapanah. Kini, parit tersebut sudah rusak parah, diduga akibat pekerjaan asal-asalan tanpa pengawasan memadai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas Jalan Nasional Kabupaten Karo belum memberikan tanggapan. Masyarakat setempat mendesak tindak lanjut segera untuk perbaikan infrastruktur vital ini.

(Bt/Korwil Sumut)

Share:

Rabu, 25 Maret 2026

Sultan Deli ke-14, Tuanku Aji, Tegaskan Isu Sholat Idul Fitri Menunggu Sultan Adalah Keliru dan Menyesatkan

MakmurNews.com, Medan. — Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang dikenal dengan sapaan Tuanku Aji, kembali menegaskan posisinya sebagai penjaga marwah budaya Melayu sekaligus meluruskan informasi yang dinilai keliru di tengah masyarakat. Isu yang menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di Masjid Raya Al Mashun harus menunggu kehadiran Sultan, ditegaskannya sebagai kesalahan besar yang tidak berdasar.

Dalam konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (26/3/2026), Sultan Deli ke-14 tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan sholat hari raya tetap mengikuti ketentuan syariat Islam, yakni setelah masuknya waktu sholat, bukan bergantung pada kehadiran dirinya sebagai simbol adat. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas informasi yang sempat viral dan menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Bukan menunggu Sultan datang baru sholat Idul Fitri atau Idul Adha dilaksanakan. Itu salah besar. Sholat tetap dilaksanakan ketika sudah masuk waktunya, sesuai akidah Islam dan adat Melayu Deli,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tuanku Aji menjelaskan bahwa kehadiran Sultan dalam prosesi menuju masjid, termasuk tradisi dipayungi oleh para pengawal, merupakan bagian dari adat istiadat Melayu Deli yang telah diwariskan turun-temurun. Prosesi tersebut bukanlah syarat sah ibadah, melainkan simbol budaya dan penghormatan terhadap institusi kesultanan.

Tradisi berjalan menuju masjid dengan pengawalan dan payung kebesaran, lanjutnya, adalah bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Melayu yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman modern. Hal itu tidak memiliki maksud lain selain menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi masa kini.

Sebagai Sultan ke-14 Kesultanan Deli, Tuanku Aji yang dinobatkan sejak usia delapan tahun, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara adat dan syariat. Di tengah arus informasi yang kerap simpang siur, kehadirannya menjadi rujukan penting dalam meluruskan pemahaman masyarakat terkait tradisi dan agama.

Penegasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat Melayu Deli berjalan selaras dengan ajaran Islam, bukan bertentangan. Sultan pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar tanpa klarifikasi dari sumber yang sah.

(Syahdan/Red)

Share:

Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

MakmurNews.com, Jakarta. — Tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Dari 2023 - 2025, pencatatan pernikahan mencapai angka 667.000. 

Di tengah animo masyarakat yang tinggi, Kemenag memastikan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) tetap berjalan di tengah penerapan kebijakan _Work From Anywhere_ (WFA). Masyarakat tetap dapat mengakses layanan keagamaan, khususnya pencatatan nikah dan layanan administrasi lainnya secara normal.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa kebijakan WFA tidak mengurangi kualitas maupun akses layanan yang diberikan kepada masyarakat. 

“Kami memastikan layanan KUA di seluruh Indonesia tetap berjalan. Kebijakan WFA tidak mengganggu layanan kepada masyarakat, terutama layanan yang bersifat langsung seperti pencatatan pernikahan,” ujar Thobib di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Thobib menjelaskan, Kemenag telah mengatur pola dan jam kerja agar pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Sistem kerja kombinasi antara kehadiran fisik dan layanan berbasis digital untuk menjamin keberlangsungan layanan. 

"Petugas KUA tetap siaga memberikan pelayanan secara bergiliran. Layanan tatap muka tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan masyarakat tetap terlayani dengan baik," ungkapnya.

Selain itu, layanan KUA juga telah berbasis digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan online untuk pendaftaran dan informasi. Misalnya, pencatatan pernikahan melalui https://simkah4.kemenag.go.id/ untuk mempermudah akses tanpa harus datang langsung ke kantor. Ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Seluruh layanan KUA tetap berjalan dengan standar pelayanan yang sama," tandasnya. (Sumber Kemenag)

■Fajar

Share:

Selasa, 24 Maret 2026

HBH & Tasyakuran Yayasan Pondok Konstitusi DR.GEA Di Tanjung Gusta Medan, Ketum Yayasan Bung M.Yasin Ali Gea: JABATAN ADALAH AMANAH & Berharap Lurah Tanjung Gusta Subarno,SH Komit Tingkatkan Layanan Atas Arahan Wali Kota Medan

MakmurNews.com, Medan. – Halal Bi Halal (HBH) dan tasyakuran di Yayasan Pondok Konstitusi DR.GEA  Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, menjadi ajang silaturahmi yang mempererat kebersamaan warga pasca-Ramadhan. Acara pada Selasa (24/3/2026) dihadiri Lurah Tanjung Gusta Subarno, SH, pengurus DPP Purbaya Indonesia, PC muhammadiyah Helvetia & Medan Helvetia serta tokoh masyarakat setempat.

Muhammad Yasin Ali Gea, SH, Ketua Umum Yayasan Pondok Konstitusi sekaligus generasi kedua pendiri, membuka acara dengan tekad melanjutkan perjuangan ayahandanya, Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, M.Kn, MH. "Saya generasi kedua dari ayahanda. Memperjuangkan Yayasan Pondok Konstitusi sangat besar, saya teruskan perjuangan ayahanda kami," tegas Yasin.

Ia menegaskan komitmen yayasan di bidang sosial untuk memajukan Tanjung Gusta. "Semua administrasi yang diurus di Tanjung Gusta akan lebih mudah dan tidak pernah dipersulit," ujarnya, merujuk dukungan Paman Yasin selaku Lurah Tanjung Gusta. 

Yasin juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta mohon maaf lahir batin atas kesalahan keluarga.

Lurah Subarno, SH, menyambut positif momentum HBH ini. "HBH di Pondok Konstitusi untuk kebersamaan dan silahturahmi. Kami akan terus tingkatkan pelayanan masyarakat sesuai arahan Bapak Wali Kota Medan Rico Waas," katanya.

Acara dirangkai ceramah agama dari Ustad Suripto, SPDi, yang menekankan kerukunan pasca-puasa. "Orang yang mendapat ampunan Allah SWT setelah Ramadhan adalah yang mengerjakan amal besar, tinggalkan maksiat kecil maupun besar, serta terus berbuat kebaikan," pesannya, menyerukan umat jaga ibadah puasa dan amal shaleh.

Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, sebagai tuan rumah dan pembina yayasan, menutup dengan ucapan taqabbalallahu Minna Waminkum dan  terimakasih kepada semua undangan yang hadir. 

"HBH ini silahturahmi dengan warga sekitar, sekaligus syukuran adik kami sudah di amanahkan sebagai lurah oleh bapak walikota Medan dan kami selalu ingatkan agar selalu  menjaga amanah dengan baik," ungkapnya.

Tata Tertib Acara HBH & Tasyakuran, Acara berlangsung khidmat dengan urutan:

Pembukaan protokol disertai basmalah.

Doa oleh Ustad Suripto, SPDi.

Sambutan Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Yayasan oleh Muhammad Yasin Ali Gea, SH.

Sambutan Lurah Tanjung Gusta Subarno, SH, mewakili tokoh masyarakat.

Ceramah singkat oleh Ustad DR. Winda Kustiawan, MA.

Sepatah kata Pembina Yayasan Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, M.Kn, MH.

Penutup disertai hamdalah.

Acara ini mencerminkan semangat kebersamaa, silahturahmi dan gotong royong warga Tanjung Gusta dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik. (Fajar/Red)

Share:

Minggu, 22 Maret 2026

Identitas Wanita Tewas Jatuh di Plaza Medan Fair Terungkap, Polisi: Diduga Bunuh Diri dari Lantai 4

MakmurNews.com, Medan — Misteri identitas wanita yang tewas setelah terjatuh di Plaza Medan Fair akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial CK (34), warga Jalan Krakatau No. 231, PB Bengkel Baru, Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dan sempat menghebohkan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Fandi Setiawan, membenarkan identitas korban telah diketahui dan jasadnya kini sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Identitas korban sudah terungkap dan jasad telah diserahkan kepada keluarga. Situasi saat ini aman dan terkendali,” ujar Fandi, Minggu malam.

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 Plaza Medan Fair. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut.

“Untuk sementara diduga bunuh diri, namun motifnya masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental di tengah masyarakat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. (Syahdan/Red)

Share:

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Dorong Semangat Berbagi dan Kebersamaan di Tengah Komunitas Wartawan

MakmurNews.com, Medan.- Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali sukses menggelar kegiatan Jumat Barokah rutin pada hari ini, Jumat (20/3/2026), di sekretariat yang berlokasi di Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH, tidak hanya menjadi momentum berbagi, melainkan juga sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi serta solidaritas antar sesama wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, Chairum Lubis secara langsung menyerahkan paket sembako kepada puluhan pengurus dan anggota Pewarta Polrestabes Medan. Proses pembagian berlangsung tertib, penuh keakraban, dan disertai dengan hangatnya saling menyapa antar peserta. Menurutnya, kegiatan Jumat Barokah yang telah berjalan secara konsisten memiliki makna yang sangat mendalam, tidak sekadar sebatas pemberian materi, namun lebih kepada upaya menanamkan semangat kepedulian dan rasa kebersamaan yang kuat di tengah komunitas.

"Kita sebagai wartawan tidak hanya fokus pada tugas profesional kita, tetapi juga harus terus menjaga kebersamaan dan kepedulian satu sama lain. Berbagi tidak perlu besar-besaran, yang utama adalah dengan hati yang tulus dan ikhlas. Pewarta Polrestabes Medan bukan sekadar wadah untuk menjalankan profesi, melainkan merupakan keluarga besar yang saling menguatkan dan mendukung satu sama lain," tegas Chairum Lubis dalam sambutannya.

Selain pembagian sembako, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang menjadi ruang terbuka bagi para anggota untuk menyampaikan berbagai aspirasi, sekaligus melakukan evaluasi mendalam terhadap program kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun rencana aksi untuk kegiatan mendatang. Beberapa poin penting yang muncul dalam diskusi antara lain peningkatan kolaborasi dalam liputan berita dan perluasan program sosial untuk masyarakat sekitar.

Para anggota yang hadir menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi yang ditunjukkan oleh Ketua Pewarta dalam menggerakkan inisiatif sosial ini. Mereka berharap kegiatan Jumat Barokah tidak hanya terus berjalan dengan baik, tetapi juga dapat diperluas cakupannya untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Medan. (Syahdan/Red)

Share:

Jelang Idul Fitri 1447 H, Panitia Masjid Agung Kabanjahe Dirikan Tenda Salat Id Mulai Besok

MakmurNews.com, Kabanjahe. – Suasana menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M mulai terasa di berbagai daerah Kabupaten Karo, termasuk Kabanjahe. Sabtu (21/3/2026) besok, panitia Masjid Agung Kabanjahe akan mulai mendirikan tenda-tenda di kompleks masjid untuk kebutuhan salat Id.

Pantauan intensif Makmur News di lokasi, Jumat (20/3/2026) sore sekitar pukul 18.00 WIB, panitia membersihkan area masjid sebagai persiapan utama. Mas Adi, salah satu anggota panitia, saat ditemui Makmur News mengatakan, "Ini untuk besok, Bang, dipakai shalat Id. Jadi kita bersih-bersih dulu menjelang hari raya Idul Fitri Sabtu.

"Persiapan ini menandakan semangat menyambut Lebaran di tengah masyarakat setempat. Sementara itu, Ibrahim Sitangang, seorang mualaf yang ditemui di kompleks Masjid Agung Kabanjahe Jalan Jamin Ginting, berbagi pesan spiritual. "Semoga bulan Ramadan ini kita perkuat dan teguhkan iman serta takwa kepada Allah SWT, baik dalam pemikiran maupun hati yang suci. Kita saling mengasihi sesama manusia agar tubuh kita disucikan masing-masing," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan berjalan lancar dan mendukung ibadah salat Id bagi jemaah di wilayah Kabanjahe.(Korwil Makmur News Kabanjahe)

Share:

Rp28 Miliar Uang Jemaat Raib di BNI, Eks Kepala Unit Jadi Tersangka dan Kabur ke Australia

MakmurNews.com, Medan. -Kasus hilangnya uang jemaat gereja senilai Rp28 miliar di Bank BNI Cabang Rantauprapat kian memanas. Massa Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, mulai dari jemaat, suster hingga pastor, mendatangi kantor bank plat merah tersebut untuk menuntut kejelasan atas lenyapnya dana umat yang selama ini dipercayakan kepada pihak perbankan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini. Tersangka diketahui berinisial AH, yakni Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas Bank BNI Unit Aek Nabara, Kantor Cabang Rantauprapat.

Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Rahmat Budi Handoko, menegaskan bahwa penetapan tersangka telah dilakukan setelah melalui proses penyelidikan intensif sejak laporan resmi diterima pada 26 Februari 2026 dengan nomor LP/B/327/II/2026.

“Sudah kami tetapkan satu orang tersangka berinisial AH. Yang bersangkutan merupakan mantan pimpinan unit kas BNI Aek Nabara,” ujar Rahmat Budi, Rabu (18/3/2026).

Namun, proses hukum terhadap tersangka kini menghadapi kendala serius. Saat hendak dipanggil untuk pemeriksaan, Andi Hakim diketahui tidak berada di tempat. Ia sempat terdeteksi berada di Bali bersama istrinya, Camelia Rosa.

Hasil penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan. Dua hari setelah laporan dilayangkan ke pihak kepolisian, tersangka diduga kuat telah melarikan diri ke luar negeri. Ia terbang dari Bali menuju Australia pada 28 Februari 2026 sekitar pukul 18.55 WIB.

“Artinya, yang bersangkutan sudah lebih dulu kabur ke luar negeri tak lama setelah kasus ini dilaporkan,” tegas Rahmat.

Polda Sumut kini menggandeng Divisi Hubungan Internasional Polri, Interpol, serta Australian Federal Police (AFP) untuk memburu keberadaan tersangka. Upaya penerbitan red notice juga telah diajukan guna mempersempit ruang gerak pelaku di luar negeri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Interpol dan AFP untuk melakukan penangkapan. Red notice juga sedang dalam proses agar pergerakan tersangka bisa terpantau,” tambahnya.

Kasus ini memicu kemarahan publik, khususnya jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara yang merasa dikhianati. Mereka mendesak agar pihak bank bertanggung jawab penuh dan aparat penegak hukum segera menangkap pelaku serta mengembalikan dana umat yang hilang.

Hingga kini, penyidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam skandal besar tersebut. (Syahdan/Red)

Share:

Kamis, 19 Maret 2026

KETUM DPP PURBAYA INDONESIA MENGAJAK RAKYAT PADA PEMILU 2029, PILIH PEMIMPIN TANGGUH MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KEDEPAN

"Waspada dalam Memilih Kedepannya, Pilihlah Pemimpin Tidak Pendusta, Tidak Oportunis dan Tidak Dzolim"

MakmurNews.com, Medan. 19 Maret 2026. – Ketua Umum DPP Purbaya Indonesia, Assoc.Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, menyerukan revolusi kesadaran nasional jelang Pemilu 2029. "Waspada dalam memilih, Pilihlah pemimpin tangguh yang tidak pendusta, tidak oportunis, dan tidak dzolim.

Seperti pemimpin yang nasionalis, tegas dari kalangan TNI kedepannya, selain itu ada juga sosok yang pantas dari kalangan Pengusaha yang bijaksana dan tegas mengutamakan dari kalangan pengusaha yang amanah, bijaksana dan bertangan dingin demi kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," tegasnya saat berbicara pada wartawan di Medan, Kamis (19/3-2026).

Dalam suhu geopolitik global yang memanas mengundang dunia internasional dalam perebutan sumber daya alam, geografi dan politik yang tidak menentu, membuat keretakkan hubungan internasional antar negara dan badai perang dunia—Assoc.Prof.Dr.Ali Yusran Gea mengkritik krisis hegemoni politik dalam negeri yang menguasai kekuasaan secara monopoli (oligarki) dan atau didominasi kelompok kelompok partai tertentu hingga kondisi domestik NKRI yang diduga "babak belur". 

"Apalagi rumah tangga sendiri belum rapi: pengawasan eksekutif-legislatif masih tumpang tindih, politik seperti ayunan tanpa arah, sosiopolitik terbuang untuk premanisme. KKN merajalela, hukum direkayasa penguasa, pengangguran melonjak, kesejahteraan rakyat diabaikan, biaya pendidikan melambung, guru-dosen terpinggirkan, isu HAM membara seperti kasus aktivis Kontras yang disiram cuka, serta demokrasi teramputasi," sindirnya.

Menyoroti pertahanan nasional yang lemah dan kehidupan rakyat yang tidak berkepastian, ia menekankan: "Fungsi Legislatif sulit dibedakan dengan fungsi eksekutif karena pemerintahannya kolutif. Bangkitkan idealisme! Pilih pemimpin dari garis depan TNI yang tangguh dan bijaksana untuk reformasi sejati, agar tak potong jalan perjuangan demokrasi panjang.

"Sebagai ormas reformis, DPP Purbaya Indonesia terus mendorong kepemimpinan pro-rakyat demi kesejahteraan nasional, menghindari jebakan hegemoni geopolitik global yang mengancam kedaulatan. 

(Tim)

Share:

Tim Rukyatul Hilal Sumut Gelar Pengamatan Penetapan 1 Syawal 1447H/2026M.

MakmurNews.com, Medan. -Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Rukyatul Hilal Penetapan 1 Syawal 1447H/2026M di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (19/03/2026).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sebagai Ketua Tim Hisab Rukyat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Syafrizal Bancin mengatakan pelaksanaan Rukyatul Hilal dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan diprakarsai oleh Kementerian Agama RI.

Ia mengatakan hasil dari pelaksanaan Rukyatul Hilal ini akan menjadi rekomendasi Sidang Isbat yang dilakukan di hari yang sama untuk menentukan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M.

“Kita akan sampaikan hasil hari ini ke pada Kementerian Agama RI untuk menentukan kapan jatuhnya Idul Fitri 1447H/2026M pada sidang Isbat nanti malam berdasarkan ilmu syari dan disampaikan Bapak Menteri Agama RI,” ucap Kabag.

Ia mengatakan menurut data tim Rukyat Hilal Sumut posisi hilal Menurut kriteria Mabims (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) belum memenuhi kriteria.

Ia berharap jika terjadi perbedaan jatuhnya 1 Syawal nantinya tidak menjadikan putusnya ukhuhwah Islamiyah. Perbedaan penetapan 1 Syawal merupakan bagian dari rahmatan lil alamin.

“Besar kemungkinan terjadi perbedaan. Tetapi kita tetap menunggu keputusan Sidang Isbat. Mari kita jadikan perbedaan menjadi rahmatan lil alamin. Tetap bersatu dalam ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.

Dalam hal ini juga Kabag TU mengucapkan terima kasih ke pada seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara Rukyatul Hilal.

“Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kita semua,” ucap Kabag TU.

Kepala Balai Wilayah I Badan Meteorologi dan Geofisika Sumatera Utara Hendro Nugroho menyampaikan BMKG telah melakukan penghitungan secara astronomis pukul 18.36 WIB waktu terbenamnya matahari. Waktu tersebut akan dilakukan Rukyatul Hilal.

"Berdasarkan penghitungan BMKG, titik konjungsi 19 Maret 2026 tinggi hilal mencapai 1 derajat di atas ufuk di wilayah timur. 2 derajat di wilayah Jawa, di Medan 2,75 derajat dan 3 derajat di wilayah Sabang.  Sementara perhitungan Elongasi tepatnya di Medan 5,98 derajat. Di Aceh kemungkinan berada di 6 derajat. Berarti visibilitas bulan belum nampak,” ucapnya.

Ia juga mengatakan tinggi hilal di Kota Medan berada pada 2,87 derajat, elongasi 5,98 derajat, umur bulan 10,21 jam, Lag 14 menit 29 detik, dan fraksi iluminasi 0,21 persen. Sedangkan di Sabang tinggi hilal 3,1 derajat, Elongasi 6,1 derajat, Umur bulan 10,4 jam, Lag 15-16 menit, dan fraksi iluminasi mencapai 0,22 derajat.

"Keputusan tetap menunggu penerapan pemerintah sebagai ulil amri,” ungkap Hendro.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Prov. Sumatera Utara Abu Qosim mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan kesungguhan, keilmuan, dan tanggung jawab tinggi. Kegiatan ini merupakan ikhtiar ilmiah yang memiliki kepentingan yang tinggi untuk penentuan 1 Syawal 1447H sebagai Hari Raya Idul Fitri.

" Di sinilah pentingnya sinergi pemerintah, ulama, dan lembaga terkait dalam pelaksanaan kegiatan ini untuk menentukan penetapan 1 Syawal yang akan kita sampaikan ke pada masyarakat,” ucapnya.

Pelaksanaan Hisab Rukyat penetapan 1 Syawal 1447H/2026M juga dihadiri Organisasi Masyarakat Islam Provinsi Sumatera Utara, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, dan media pers.(rel/OM32)

Share:

Rabu, 18 Maret 2026

Kapoltabes Medan Buka Akses Informasi Selebar-lebarnya Bagi Wartawan Media Online Anggota IMO-Indonesia

MakmurNews.com, Medan. -Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H berjanji akan membuka akses informasi selebar-lebarnya bagi wartawan media online anggota Ikatan Media Online  (IMO-Indonesia) yang ingin ikut serta menyebarkan informasi tentaag kinerja aparat kepolisian di lingkungan Polrestabes Medan. Hal itu diungkapkan Jean Calvin Simanjuntak kepada pengurus DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara usai acara berbuka puasa dengan beberapa komunitas wartawan di Cafe Kampung Nelayan Jalan H.M. Yamin, SH Medan, Selasa (17/3/2026).

Usai acara berbuka puasa itu, Kapolrestabes Medan mendatangi meja pengurus DPW IMO-Indonesia yang hadir diantaranya Ketua H. Ahmad Nuar Erde, Wakil Ketua Drs. Harun Al Rasyid, Wakil Sekretaris Bambang Sugiarto, ST dan anggota Tengku Syahdan dan Dodi Ricardo Sembiring. Dalam kesempatan itu Kapolrestabes Medan  didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H, M.H. yang memang duduk bergabung satu meja dengan rombongan DPW IMO-Indonesia. Kehadiran rombongan DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara memang atas undangan resmi Kasat Intelpan Polrestabes Medan dalam rangka menjalin silaturrahim dengan DPW IMO-Indonesia.

Setelah menyalami satu per satu pengurus IMO yang hadir, Kombes Jean Calvin lalu mengatakan berterimakasih atas pemberitaan berbagai kasus yang sedang ditangani Polrestabes Medan selama ini, teranyar kasus penemuan jenazah wanita dalam boks plastik yang sempat menghebohkan masyarakat akhir-akhir ini.

“Pemberitaan wartawan IMO cukup positif, faktual dan presisi sehingga sangat membantu kami dalam mengungkap kasus-kasus yang terjadi. Semoga ke depan sinergivitas antara IMO dengan Polrestabes dapat terjalin lebih erat. Untuk itu saya minta Kasat Intelpam membuka akses seluas-luasnya kepada wartawan media online anggota IMO untuk mendapatkan informasi akurat untuk dapat disampaikan kepada masyarakat,” kata Jean Calvin lagi.

Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Nuar Erde menyambut baik keterbukan Kaplrestabes Medan dan berjanji akan terus berkomitment menjadi mitra strategis Polrestabes Medan dalam melaksanakan tugasnya. 

“Pertemuan hari ini menjadi momentum penting bagi IMO dalam mempererat hubungan kemitraan antara insan media online angota IMO dengan jajaran Polrestabes Medan. Kami siap membantu Pak Jean Calvin agar sukses menjalankan tugas sebagai Kapolrestabes Medan. Kami melihat Pak Jean Calvin ini sebagai salah seorang perwira polisi yang merupakan rising star yang akan bersinar cemerlang di masa depan,” kata Nuar Erde lagi. (*)

■Fajar Trihatya

Share:

10 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Medan Dapatkan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi

MakmurNews.com, Medan. -Dalam rangka pemenuhan hak warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan memberikan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Nyepi Tahun 2025 kepada 10 orang warga binaan yang beragama Hindu. Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta memenuhi syarat administratif dan substantif. Kamis (19/3/2026).

Upacara penyerahan remisi dilaksanakan di Aula Sahardjo, Rutan Kelas I Medan dengan Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pejabat struktural, jajaran petugas, serta warga binaan penerima remisi.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Kelas I Medan kepada perwakilan warga binaan. Adapun jenis remisi yang diberikan seluruhnya merupakan Remisi Khusus I (RK I), yaitu pengurangan sebagian masa pidana, dengan rincian sebagai berikut:

Remisi Normal.

* RK I Selama 15 Hari : 2 orang

* RK I Selama 1 Bulan : 3 orang

Remisi PP 99

* RK I Selama 1 Bulan : 4 orang

* RK I Selama 1 Bulan 15 Hari : 1 orang

Dengan total sebanyak 10 orang warga binaan. Pada kesempatan ini, tidak terdapat warga binaan yang memperoleh Remisi Khusus II (RK II) atau langsung bebas.

Dalam amanatnya, Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong proses reintegrasi sosial bagi warga binaan.

“Pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan negara bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Andi.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Hari Raya Nyepi yang sarat dengan nilai keheningan, introspeksi diri, dan kedamaian diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan

(Fajar Trihatya)

Share:

Kapolrestabes Medan Turun Langsung Atur Kemacetan di Jalan Zainul Arifin

MakmurNews.com, Medan. — Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvjin Simajuntak, turun langsung ke lapangan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di depan San Plaza, tepatnya di Jalan Zainul Arifin, Rabu (18/3/2026).

Kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan kepadatan kendaraan cukup panjang, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari pihak kepolisian. 

Melihat kondisi itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvjin Simajuntak bersama personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan langsung melakukan pengaturan arus kendaraan.

Dalam upaya mengurangi kepadatan, petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas ke sejumlah ruas jalan alternatif. Langkah ini dinilai efektif untuk memperlancar pergerakan kendaraan yang sebelumnya tersendat.

Kombes Pol Calvjin Simajuntak juga tampak aktif mengarahkan pengendara di lokasi, memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan aman. 

Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi bentuk respons cepat kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik.

Petugas turut menghimbau kepada para pengendara agar tetap berhati-hati di jalan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. 

Masyarakat juga disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan yang lebih panjang di kawasan Jalan Zainul Arifin.

Dengan adanya pengaturan langsung dari pihak kepolisian, arus lalu lintas di lokasi berangsur-angsur kembali normal. (Syahdan/Red)

Share:

Wujudkan Suka Cita Lebaran, Ribuan Peserta Mudik Gratis PTPN IV PalmCo Resmi Diberangkatkan Serentak

MakmurNews.com, Jakarta. - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi memberangkatkan 1.160 peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 secara serentak dari berbagai titik di wilayah operasional Sumatera dan Kalimantan pada Selasa (18/03/2026), sebagai bagian dari program Mudik Bersama BUMN guna menghadirkan perjalanan pulang kampung yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pelaksanaan mudik gratis ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam memastikan masyarakat dapat merasakan perjalanan yang lebih tertib dan minim risiko.

“Program ini kami siapkan secara matang agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus menjadi solusi atas tingginya mobilitas saat Lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan PalmCo dalam program Mudik Bersama BUMN bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi bentuk komitmen menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Jatmiko.

Memasuki fase keberangkatan, PalmCo mengerahkan sebanyak 31 unit bus yang tersebar di 7 Regional perusahaan guna melayani sedikitnya 13 rute utama di lintas Sumatera dan Kalimantan. Rute tersebut mencakup kota-kota strategis seperti Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, hingga Pontianak.

Seluruh armada diberangkatkan secara serentak di seluruh Regional PalmCo, menyesuaikan dengan konsentrasi peserta mudik yang sebagian besar berasal dari masyarakat di sekitar area operasional perusahaan.

Adapun rute yang dilayani antara lain Medan–Pekanbaru, Medan–Banda Aceh, Medan–Padang, Medan–Padang Sidimpuan, Medan–Panyabungan, Pekanbaru–Medan, Pekanbaru–Padang, Pekanbaru–Padang Sidimpuan, Jambi–Medan, Jambi–Padang, serta tambahan rute Pontianak–Parindu–Sanggau–Sekadau–Sintang, yang dikenal sebagai jalur dengan arus mudik tinggi setiap tahunnya.

*Tekan Risiko dan Kepadatan Arus Mudik*

Dari sisi teknis, Jatmiko memastikan seluruh kendaraan telah melalui proses pengecekan teknis secara menyeluruh serta dikemudikan oleh pengemudi profesional berpengalaman untuk menjamin keselamatan selama perjalanan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Semua armada sudah melalui pengecekan teknis dan dikemudikan oleh tenaga profesional,” tegasnya.

Program ini dinilai memberikan dampak signifikan dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi selama periode mudik, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama Sumatera dan Kalimantan.

Selain itu, keberangkatan serentak juga menjadi strategi untuk memastikan distribusi pemudik lebih merata dan terkoordinasi, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dibandingkan pola mudik individu.

Dari sisi ekonomi, fasilitas transportasi gratis ini membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan yang dapat dialihkan untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah tujuan.

*Perkuat Peran BUMN dalam Pelayanan Publik*

Secara strategis, program ini mempertegas peran PalmCo sebagai BUMN yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada pelayanan publik yang inklusif, khususnya dalam momentum Lebaran yang memiliki kedekatan emosional tinggi bagi masyarakat Indonesia.

“Semoga seluruh perjalanan mudik ini berjalan lancar, aman, dan para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat. Kami dari PalmCo menyampaikan salam hangat untuk keluarga di rumah,” tutup Jatmiko. (*)

■Rahmad.P

Share: