Selasa, 02 Juni 2026

Wajah Nyata Moderasi Beragama, Guru Kristen MIN Tobasa Ajarkan Indahnya Keberagaman

MakmurNews.com, Toba Samosir. – Di balik senyum ramahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan muda asal Toba bernama Lisna Novelina Tambunan. Lahir dari keluarga sederhana pada tahun 2002, Lisna tumbuh dengan nilai kerja keras dan pendidikan yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya. 

Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara sang ibu merupakan seorang ASN pemerintah daerah yang hanya berbekal pendidikan SMA, namun memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan anak-anaknya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Lisna memiliki minat besar di bidang olahraga. Mimpi itu membawanya untuk mencoba masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun gagal. Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi keluarga. 

Ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit ketika orangtuanya khawatir tidak mampu membiayai kuliah. Namun Lisna tidak menyerah dan kembali berjuang melalui SBMPTN dan berhasil diterima di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi tahun 2020.

Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Pada semester tiga, ia hampir menyerah karena beratnya tuntutan akademik dan aktivitas fisik yang harus dijalani. Di saat itulah dukungan orangtuanya menjadi kekuatan terbesar. Nasihat sederhana dari sang ibu terus terngiang dalam benaknya, bahwa setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas. Berbekal semangat tersebut, Lisna berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun 2024 dengan IPK 3,65.

Selepas kuliah, Lisna bekerja sebagai guru pengganti sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tidak mengikuti bimbingan belajar maupun membeli banyak buku persiapan. Penghasilannya sebagai guru honorer digunakan secara hemat untuk membeli beberapa paket try out daring, sementara materi lainnya ia pelajari secara mandiri melalui media sosial dan video pembelajaran. 

Usaha dan doa itu akhirnya berbuah manis. Lisna dinyatakan lulus sebagai CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia pada formasi Guru Ahli Pertama Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika ia ditempatkan di Kabupaten Toba, daerah yang selama ini selalu mereka doakan. 

Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Lisna menjadi salah satu ASN termuda di satuan kerjanya. Tangis haru sang ibu pecah saat mendengar kabar tersebut. Harapan yang selama ini mereka perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.

Namun perjalanan Lisna tidak berhenti sampai di sana. Penempatan kerjanya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai seorang yang memeluk Agama Kristen, Ia ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir di bawah naungan Kementerian Agama. 

Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.

Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya. Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.

Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah. 

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa moderasi beragama tumbuh bukan dari teori semata, melainkan dari sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain.

Perjalanan Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, bahwa doa orangtua memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang. Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang hidup, tumbuh, dan menginspirasi. (Rel/Fajar)

Share:

Kisah Sukses Siswa MAN 2 Padangsidimpuan, Menembus FSRD ITB Jalur SNBT 2026

MakmurNews.com, Padangsidimpuan. -Ada kisah haru dan membanggakan dari Arbiansyah Harahap, siswa MAN 2 Padangsidimpuan yang duduk di kelas XII MIPA 2. Anak pertama dari pasangan Parlindungan Harahap dan Nurlela Sari ini berhasil meraih prestasi gemilang karena mampu bersaing dan dinyatakan lulus di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. 

Di sela-sela wawancara bersama kepala madrasah dan WKM Humas pada Selasa (02/06),  Arbi memaparkan betapa sangat terharu, bangga dan menangis melihat pengumuman SNBT dan dinyatakan lulus di FSRD ITB.

Arbi sama sekali tidak menyangka bakal lulus di ITB karena dari awal sudah merasakan persaingannya sangat ketat dan sangat sulit karena menjadi salah satu kampus incaran Fakultas Seni impian pelajar se-Indonesia. 

"Sejak duduk di kelas sepuluh Madrasah Aliyah, Arbi memiliki cita-cita untuk menjadi seniman dan juga desainer terkenal, dan terus giat menuntut ilmu dan memperluas pengalaman bidang seni selama di madrasah,” papar Arbi membuka wawancara.

Arbi, panggilan akrabnya, merupakan siswa pecinta seni lukis dan piawai dalam seni merajut. Pemilik cita-cita desainer ini menyampaikan bahwa bakat seni telah mengalir dalam dirinya sejak duduk di bangku SMP. Bermula dari ketertarikannya pada gaun yang dikenakan oleh ratu kecantikan. 

" Saya punya mimpi menjadi seorang seniman terutama ingin menjadi desainer. Awalnya saya terinspirasi gaun yang dikenakan para ratu kecantikan.Saya berpikir siapa orang hebat dibalik pembuatan gaun-gaun yang cantik terebut? Sejak saat itu hati saya terdorong untuk menjadi desainer terkenal," ungkapnya mengenang masa lalu.

Selain itu, Arbi juga memiliki bakat dalam menorehkan kuas pada kanvas dan kertas dengan mengedepankan nilai seni yang indah dan memikat. Arbi ikut serta dalam MTQ pada cabang lomba Kaligrafi Kontemporer.

Pada tahun 2024, Arbi meraih juara 1 Kaligrafi Kontemporer pada MTQ 2024 Kota Padangsidimpuan dan menjadi utusan ke MTQ tingkat provinsi Sumatera Utara yang diadakan di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Arbi aktif ikut dan serta dalam kompetisi untuk mengasah bakat seninya.

Arbi merupakan siswa lulusan tahun 2025, yang memilih untuk belajar keras dalam mempersiapkan diri untuk lulus di FSRD ITB selama satu tahun. 

Pada SNBT tahun 2025, Arbi gagal masuk FSRD ITB sebagai pilihan pertama, tetapi dinyatakan lulus dan diterima di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang (UNP) pada pilihan kedua. Tetapi, Arbi lebih memilih untuk tidak melanjutkan studi karena Arbi berkeyakinan masih mempunyai harapan lulus di FSRD ITB tahun berikutnya. Impiannya menjadi kenyataan, ketika namanya masuk dalam daftar mahasiswa baru FSRD ITB 2026 lewat jalur UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

Alhamdulillah, keberhasilan dan perjuangan saya ini tidak lepas dan dibarengi oleh doa restu kedua orang tua. Motivasi dan dukungan yang diberikan oleh madrasah tempat saya menimba ilmu. Saya bertemu banyak guru dengan dedikasi mengajar yang tinggi dan membuat saya dapat bertahan dan betah sampai saya duduk di kelas dua belas dan lulus SNBT 2026 di Institut Teknologi Bandung. Tanpa motivasi mereka semua mungkin saya tidak akan bisa lolos di FSRD ITB” ujar Arbi penuh syukur. 

Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. dalam keterangannya di ruang kepala madrasah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para siswa yang lulus di SNBT 2026. 

“Alhamdulillah, sukses untuk semuanya. Khusus untuk ananda Arbiansyah, selamat dan sukses telah menjadi bagian dari ITB. Ini adalah sebuah keberkahan dan kebanggaan tersendiri kepada keluarga besar karena ananda mampu menaklukkan ITB di jalur SNBT tahun ini. Teruslah mengukir prestasi dan jangan lupa memberikan bimbingan dan motivasi kepada adik-adiknya agar ke depan mereka mengikuti jejakmu,” ungkapnya. (rel/OM32)

Share:

Kodim 0205 /TK Gelar Kegiatan Binkom cegah Konflik Sosial

MakmurNews.com, Karo. -Kodim 0205 /TK Gelar kegiatan Binkom pencegahan konflik sosial yang digelar acara diGor patriot makodim 0205/TK 2/6.2026.jalan jamin Ginting Desa raya kecamatan Berastagi kab.karo.

Acara dimulai pukul 9.00 wib Sampai selesai.turut hadir rekan -rekan media LSM jajaran kodim Tanah Karo Polres Tanah Karo prokofimda Karo.

Dipengunjug acara , seluruh tamu undangan dipersilahkan makan siang  bersama nasi kotak, dan bingkisan ala kadarnya penuh hikmah.

(Korwil bt)

Share:

Senin, 01 Juni 2026

Kuasa Hukum Buka Suara: Tuduhan terhadap Guntur Sahputra Tak Berdasar dan Sarat Rekayasa

MakmurNews.com, Medan. – Kabar yang beredar di sejumlah media daring dan media sosial yang menyebut nama Guntur Sahputra terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam peristiwa penganiayaan yang menimpa Rahmadsyah alias Mamat (45), dibantah secara tegas oleh tim kuasa hukumnya.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada wartawan, Minggu (31/5/2026), kuasa hukum Guntur Sahputra menilai informasi yang beredar tersebut tidak berdasar, sarat rekayasa, dan merupakan bagian dari upaya kriminalisasi serta pembunuhan karakter yang sengaja diarahkan untuk merusak nama baik kliennya.

“Kami tegaskan dengan lantang dan tanpa keraguan sedikit pun, berita yang beredar itu tidak benar, tidak sesuai fakta, dan merupakan fitnah besar yang sangat menyakitkan bagi klien kami. Informasi tersebut sama sekali tidak memiliki dasar bukti apa pun, melainkan hanya berisi asumsi, tuduhan liar, dan rekayasa semata,” tegasnya.

Kuasa hukum juga menyatakan secara terbuka bahwa Guntur Sahputra tidak mengetahui peristiwa tersebut, tidak berada di lokasi kejadian, serta tidak pernah memberikan perintah ataupun instruksi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Tidak ada satu pun perintah, tidak ada instruksi, tidak ada pesan, dan tidak ada hubungan apa pun antara klien kami dengan peristiwa tragis yang menimpa Rahmadsyah alias Mamat,” ujarnya.

Menurut pihak kuasa hukum, ini bukan kali pertama nama Guntur Sahputra dikaitkan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut. Mereka menilai ada pola yang berulang, di mana nama kliennya selalu dicatut dan dijadikan sasaran tuduhan tanpa dasar yang jelas.

“Sudah berkali-kali nama baik klien kami diseret dalam berbagai kejadian. Kami melihat ini sebagai bentuk kriminalisasi yang nyata dan sistematis. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menjebak, menjatuhkan, dan membentuk opini publik seolah-olah klien kami berada di balik setiap kejadian buruk yang terjadi,” katanya.

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat merugikan dan mencederai kehormatan serta reputasi yang telah dibangun kliennya selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Rahmadsyah alias Mamat diketahui masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Medan.

Di akhir pernyataannya, kuasa hukum mengingatkan seluruh insan pers agar tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik dan melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat.

“Kami mengajak seluruh media dan wartawan untuk berpegang teguh pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Berikanlah fakta yang telah terkonfirmasi. Jangan asal menyebut nama seseorang tanpa dasar yang jelas hanya demi sensasi, jumlah pembaca, atau kepentingan kelompok tertentu. 

"Jangan membangun opini dan kesimpulan sendiri yang tidak memiliki hubungan dengan fakta sebenarnya,” pupungkasnya. (Ril/Syd/TIM)

Share: