Selasa, 30 Juni 2026

Ketua DPC LSM KPK RI Kabupaten Karo, Jan Warista Ginting, Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara di Karo

MakmurNews.com, Karo. — Ketua DPC LSM KPK RI Kabupaten Karo, Jan Warista Ginting, Rabu (1/7-2026) menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 khusus buat Polres Kabupaten Karo. Dalam pernyataannya di Karo, Jan Warista menegaskan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras polisi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di daerah.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Kami mengapresiasi pengabdian anggota Polri yang terus berupaya menjaga keamanan masyarakat dan menegakkan hukum secara profesional," ujar Jan Warista. Ia juga berharap sinergi antara masyarakat sipil, termasuk organisasi masyarakat dan LSM, dengan Polri dapat terus diperkuat untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemberantasan korupsi.

Jan Warista menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum serta perlunya peningkatan komunikasi antara aparat kepolisian dengan masyarakat untuk menghindari miskomunikasi dan membangun kepercayaan publik. "Kita berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme, perlindungan HAM, dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat agar penegakan hukum berjalan adil dan efektif," tambahnya.

Selain ucapan selamat, Jan Warista juga mengajak seluruh pihak untuk merefleksikan peran serta kontribusi dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung upaya pemberantasan tindakan koruptif. Kegiatan peringatan Hari Bhayangkara di Kabupaten Karo sendiri diwarnai berbagai kegiatan, termasuk upacara seremonial dan bakti sosial yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. (Fjr)

Share:

Karo Perkuat Fondasi Pembangunan 2025–2029: Dari Reformasi Tata Kelola hingga Pariwisata Digital

MakmurNews.com, Karo.  30 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Karo mempertegas arah pembangunan jangka menengahnya dengan menempatkan penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan revitalisasi sektor produktif sebagai prioritas utama. Visi lima tahun “Mewujudkan Karo Beriman, Berbudaya, Modern, Unggul dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas” yang diemban sejak RKPD 2025 menjadi landasan strategis bagi serangkaian kebijakan dan program yang sedang dijalankan.

Ketua DPC lSM KPK RI Karo, Jan Warista Ginting, menyatakan bahwa penguatan tata kelola menjadi langkah awal yang krusial. Sejak 2025, pemerintah daerah melaksanakan konsolidasi birokrasi melalui pelantikan Sekretaris Daerah definitif, serta pengisian sejumlah jabatan tinggi pratama untuk memperkokoh kapasitas perangkat daerah. Bupati Antonius Ginting menerapkan sistem evaluasi kinerja berkelanjutan, dengan tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum penilaian capaian 2025 guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target.

Pada aspek layanan dasar, alokasi anggaran menunjukkan prioritas nyata. Dalam APBD Perubahan 2025, sekitar 29,78 persen anggaran dialokasikan untuk pendidikan—melebihi ambang batas nasional—dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru dan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran. Di sektor kesehatan, Pemkab Karo memprioritaskan percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Karo, perluasan cakupan jaminan kesehatan masyarakat, serta ketersediaan obat esensial untuk memperkuat pelayanan dasar.

Pertanian kembali diperkuat sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Program inovatif seperti Solar Dryer Dome untuk pengeringan hasil pertanian, pembangunan bangsal khusus bawang merah dan cabai, serta pengendalian hama lalat buah pada komoditas jeruk dijalankan untuk menaikkan nilai tambah produk. Dukungan terhadap asuransi pertanian, penguatan koperasi petani, dan upaya percepatan kesehatan hewan — termasuk kampanye vaksinasi dalam rangka menuju kabupaten bebas rabies — ditujukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi petani dan menekan kerentanan pendapatan di sektor primer.

Selain kata Jan Warista sektor pariwisata dan pelestarian budaya dimanfaatkan sebagai strategi diversifikasi ekonomi. Pemkab menyusun master plan pengembangan kawasan wisata alam seperti Sipiso-piso, Pola Tebu, dan rute Lava Tour Sinabung. Digitalisasi promosi pariwisata melalui aplikasi Karo Highland, website resmi, dan kanal media sosial menjadi fokus untuk menarik kunjungan dan mendukung pemulihan UMKM lokal. Sinergi dengan pelaku usaha, termasuk HIPMI Karo dan komunitas ekonomi kreatif, diharapkan mendorong kebangkitan usaha kecil serta memperkuat identitas budaya Karo.

Dari sisi fiskal, pemerintah daerah intensif mengupayakan kemandirian melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah: penyempurnaan regulasi pajak daerah, implementasi sistem pembayaran online, pemutakhiran data wajib pajak, serta langkah awal pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Upaya efisiensi anggaran dilakukan sejalan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, namun alokasi wajib untuk pendidikan dan kesehatan tetap dipertahankan untuk menjaga kontinuitas layanan dasar.

Para pemangku kepentingan menilai kombinasi reformasi tata kelola, fokus pada penguatan SDM dan layanan dasar, serta dukungan terhadap pertanian dan pariwisata memberi fondasi kuat bagi peta jalan pembangunan Karo 2025–2029. Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk memantau capaian secara berkala dan melibatkan masyarakat serta sektor swasta dalam upaya mewujudkan visi tersebut.

(red)

Share:

Minggu, 28 Juni 2026

BKM Alhidayah dan Yayasan Cahya Usmani Center Khitan 60 Anak Yatim dan Dhuafa

MakmurNews.com, Medan. -- Gelaran Sunat Massal di halaman Masjid Al-hidayah Sabtu (27/06/2026) pagi itu meriah. Balutan seremonial singkat sebagai awal pelaksanaan kegiatan khitanan massal tersebut, menjadi pertanda dimulainya acara Sunah Rasul tersebut. 

Dipandu MC Ahmad Khaidir Lubis, seremoni khitan massal 60 anak yatim dan dhuafa tersebut hanya menyita waktu kurang lebih 25 menit. Mulai dari pembacaan ayat suci Alquran sebagai pengantar, sambutan-sambutan hingga doa sebagai penutup. Rangkaian barisan kalimat pantun ASN Dinas Pendidikan Medan ini seakan menghipnotis suasana menjadi khidmat. 

Kegiatan khitan massal Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Alhidayah dan Yayasan Cahya Usmani Center di halaman Masjid Alhidayah, Sabtu (27/06/2026), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (TBM FKIK UMSU). 

Ketua Panitia H Ahmad Suar Saragih SP, berharap kegiatan ini mendapatkan karunia dan diberi kemudahan. Sehingga kegiatan ini nantinya berjalan dengan lancar tanpa ada kekurangan apapun. 

Dikatakannya, khitanan massal ini diikuti lebih kurang 60 peserta, berasal dari anak-anak binaan Yayasan Cahaya Usmani dan anak-anak warga di sekitaran Masjid Al-hidayah

"Tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk melaksanakan kewajiban syariat Islam serta sebagai wujud kepedulian sosial STM, BKM dan donatur di lingkungan kita bersama," ungkap Suar. 

Terselenggaranya acara ini, imbuh Suar, tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. 

"Karena itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu yang mewakili donatur, tim medis yang luar biasa serta seluruh rekan panitia yang telah bekerja keras, mempersiapkan acara ini dari awal hingga akhir," ungkap Suar. 

Dalam kesempatan itu, Suar juga berpesan kepada seluruh peserta khitan massal agar jangan takut saat dikhitan. 

"Kepada adik-adikku peserta khitan harus berani, tanamkan keyakinan dalam diri kalian bahwa dikhitan aman dan demi kebersihan dan kesehatan adik-adik juga. Semoga adik-adik yang dikhitan cepat sembuh menjadi anak sholeh yang taat beribadah berbakti kepada orang tua dan rajin belajar," tandasnya. 

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-hidayah Ir H Erli Hidaya Nurli, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, sebagai tim medis dalam kegiatan khitanan massal di Masjid Al-hidayah ini. 

Dikatakannya, acara kegiatan ini tentu memiliki tujuan yang sangat mulia. Membantu masyarakat yang belum mengkhitankan anaknya untuk memenuhi syariat Islam, yaitu wajib hukumnya untuk anak laki-laki dikhitan. 

"Semoga kegiatan ini menjadi amal jariah bagi kita semua dan bersama-sama kita lebih berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, sehingga terwujud kesejahteraan bersama," ujarnya. 

Harapannya, kata Nurli, semoga anak-anak yang dikhitan hari ini segera sembuh menjadi anak-anak yang sholeh cerdas dan berakhlak mulia taat kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua berguna bagi agama nusa dan bangsa. 

"Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang sudah mempersiapkan acara kegiatan khitanan massal ini juga kepada ibu Hj Susilawati SH tim medis dan semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," pungkasnya. 

Penasihat Yayasan Cahya Usmani Center, Hj Susilawati SH, diwakili dr Ryan Noerfitra, menyampaikan terima kasih kepada panitia dan para tenaga medis serta seluruh pihak, yang telah merealisasikan kegiatan amal penuh keberkahan ini.

"Mewakili seluruh donatur acara, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk berbagi kebahagiaan, sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar Masjid Al-hidayah, khususnya anak-anak binaan Yayasan Cahaya Usmani," papar dr Ryan. 

Tak lupa dr Ryan juga memberi semangat kepada seluruh peserta khitan agar tidak takut. 

"Untuk anak-anakku yang akan dikhitan, harus berani. Yakinlah bahwa proses ini adalah langkah awal kalian menuju kebersamaan, kedewasaan dan kesehatan yang lebih baik. Semoga prosesnya berjalan lancar cepat pulih dan kalian kelak menjadi anak sholeh yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua serta berguna bagi agama, nusa dan bangsa," harap Dr Ryan, seraya memohon doa restu agar program kebaikan ini dapat terus berjalan. 

Ketua Serikat Tolong Menolong (STM) Perwys Ikhlasyiyah, Ir H Syaiful Bahri, menyampaikan terima kasih ke donatur. Mudah-mudahan even-even lain kedepan juga bisa terlibat. 

Dikatakannya, bahkan khitan khusus mualaf bisa diprakarsai. Menggagas khitan massal mualaf masuk ke perkampungan atau desa-desa terpencil. 

"Kami semasa masih remaja mesjid pernah melakukan di kawasan Tanah Karo. Dan itu berhasil menjadi program kami," ucapnya. 

Termasuk juga, kata Syaiful,  program-program lain akan terus digagas demi kemakmuran Masjid Al-hidayah. 

dr Asrul mewakili tim medis khitan massal, memberi support, memotivasi para peserta khitan untuk tidak takut. Karena, katanya, khitan ini untuk membersihkan diri.

"Sakitnya tidak ada. Sama sekali tidak ada. Dan sunat adalah sunahnya umat Islam," tandasnya. (Rel/Red)

Share:

Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak

MakmurNews.com, Karo. – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melakukan sosialisasi dan penertiban pungutan liar (Pungli) di jalur menuju kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk mulai menunjukkan hasil. Dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung meningkat tajam.

Pantauan di kawasan tersebut, Minggu (28/6/2026), arus kendaraan yang keluar masuk menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk terlihat jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Petugas gabungan Satpol PP Provinsi Sumut dan Satpol PP Kabupaten Karo juga masih berjaga di sejumlah titik sepanjang jalur menuju lokasi wisata.

Petugas Satpol PP Kabupaten Karo, Ebenezer Tarigan, mengatakan pihaknya telah melakukan penjagaan sejak dua hari terakhir. Belasan personel ditempatkan di empat titik, mulai dari persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)/Jalan Jamin Ginting hingga akses menuju kawasan pemandian air panas.

"Kita jaga di sini bertugas untuk sosialisasi dan menertibkan aksi pungutan liar menuju pemandian air panas. Seperti lokasi ini, sebelumnya menjadi tempat mereka (pelaku pungli) mengutip uang dari pengunjung yang mau ke dalam," kata Ebenezer kepada tim di pos jaga pertama.

Menurutnya, pada hari pertama penertiban, Jumat (26/6/2026) malam, petugas sempat menghadapi kendala karena para pelaku yang diduga melakukan pungli berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pantauan.

"Jadi sebelumnya kita sempat 'kucing-kucingan' sama mereka. Makanya pos jaga kita tambah menjadi empat titik, selama 24 jam bergantian. Dan untuk mengantisipasi itu, kita adakan patroli di sepanjang jalur ini secara berkala," jelas Ebenezer.

Personel Satpol PP Sumut, Rido, juga membenarkan bahwa petugas sempat menghadapi tantangan saat melakukan penjagaan, terutama pada malam hari. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas membuat arus lalu lintas menjadi lebih padat sehingga petugas harus bekerja lebih waspada.

"Setelah penjagaan ini, jumlah kendaraan yang masuk luar biasa banyak. Beberapa pengunjung mengapresiasi kehadiran kita, dan ada juga yang berhenti ingin membayar karena tidak tahu ada penertiban sebelumnya," ujar Rido.

Meningkatnya jumlah wisatawan juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di kawasan pemandian air panas Sidebuk-Debuk. Ima, pemilik kantin dan penginapan, mengaku lonjakan pengunjung dalam dua hari terakhir bahkan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi wisata.

"Walaupun di masa liburan sekolah biasanya ramai, tetapi tidak pernah seramai ini. Kalau padatnya pengunjung, sudah seperti saat tahun baru. Kami bersyukur karena orang menjadi ramai yang datang. Kalau bisa Pak Gubernur, Pak Bupati, pungli bisa dihapuskan seterusnya," sebut Ima.

Hal senada disampaikan warga setempat, Icky, yang mengaku omzet dagangannya ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Penjual makanan ringan di kawasan tersebut juga merasakan dampak positif dari penertiban pungli yang dilakukan Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo.

Sementara itu, para pengunjung mengaku kini lebih nyaman berwisata karena tidak lagi dihentikan dan dimintai sejumlah uang oleh oknum pelaku pungli. Sebelumnya, mereka harus mengeluarkan biaya yang bahkan lebih besar daripada harga tiket masuk ke pemandian air panas.

"Kami sudah setahun tak kemari, karena pungli ini. Dua kali kena (dimintai uang masuk), di depan dan di tengah. Justru lebih besar uang kutipan di jalan daripada uang masuk ke pemandian," kata Rahmat Hidayat, warga Kota Medan yang datang bersama keluarganya.

Pengunjung lainnya, Sandy, berharap penertiban dapat dilakukan secara berkelanjutan agar praktik pungli benar-benar hilang dari kawasan wisata tersebut. Ia juga mendukung rencana Gubernur Sumut Bobby Nasution membuka jalur akses baru menuju lokasi wisata.

"Kami sudah lihat di Siosar, tempat itu tutup karena tak ada lagi pengunjung. Penyebabnya ya pungli. Jadi kami terima kasih kepada Pak Bobby, kalau bisa seterusnya begini, kita pun nyaman datang kemari," katanya. (Sumber Dks)

■Fajar Trihatya

Share:

Sabtu, 27 Juni 2026

Kisah Sukses Amel Alumni MAN 2 Padangsidimpuan, Menembus UNHAN dengan Tekad dan Semangat Baja

MakmurNews.com, Padangsidimpuan. -Ada kisah haru dan membanggakan dari Amelia Salsabila Sihombing, alumni MAN 2 Padangsidimpuan tahun 2025 yang duduk di kelas XII MIPA 4. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan bapak Muhammad Daud Sihombing dan ibu Mardiya Harahap ini berhasil meraih prestasi gemilang karena mampu bersaing dan dinyatakan lulus di jurusan Informatika Militer Universitas Pertahanan (UNHAN) Republik Indonesia tahun 2026.

 Di sela-sela wawancara via whatsapp bersama Humas madrasah pada Jumat (26/06), Amel memaparkan betapa sangat senang, bangga, dan terharu melihat pengumuman seleksi masuk UNHAN dan dinyatakan lulus di program studi Informatika Militer. 

Amel menceritakan, begitu melihat pengumuman kelulusan UNHAN pada tanggal 23 Juni kemarin, rasanya sangat bahagia dan sangat terharu. Apalagi setelah semua yang Ia lalui tahun sebelumnya di 2025 selalu mengalami kegagalan,  sama sekali tidak lolos di satupun Perguruan Tinggi Negeri ataupun kedinasan. Tahun lalu adalah masa yang sangat berat.

“Tapi saya tidak mundur dan menyerah, saya tidak pernah berhenti belajar dari kesalahan yang saya buat sebelumnya. Saya terus belajar lebih giat dan membulatkan tekat untuk lulus di Universitas Pertahanan Republik Indonesia tahun ini. Melalui capaian ini, saya ingin berpartisipasi aktif menjadi kader bela negara terutama di bidang Informatika” ungkapnya.

Amel merupakan alumni MAN 2 Padangdidimpuan yang memiliki kemampuan akademik bidang sains dan menjadi langganan juara kelas. Sewaktu duduk di bangku Madrasah Aliyah, aktif mengikuti ekstrakurikuler kebumian dan pernah meraih juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian tingkat Kota Padangsidimpuan. 

“Proses menuju UNHAN ini sangat panjang, tapi Alhamdulillah selalu dibantu Allah. Saya berdoa di setiap langkah saya hingga ketika saya dinyatakan lolos rasanya sangat bahagia. Jerih payah dan perjuangan selama ini telah membuahkan hasil, semuanya tidak sia-sia. Semua ini adalah berkah dari doa dan ibadah yang saya tingkatkan dari sebelumnya dan tidak pernah putus. 

Ia mengucapkan terima kasih atas doa restu dari orangtua, guru-guru, keluarga, dan teman-teman. Dukungan luar biasa dari mereka sangat membantu sehingga menjadi motivasi untuk melangkah kembali dan Alhamdulillah bisa lolos menjadi kadet UNHAN RI di Prodi Informatika Militer.

Amel memberikan motivasi kepada adik-adik dan teman-teman yang belum lulus atau tertunda rezekinya agar tidak berhenti untuk mendapatkan apa yang diinginkan. 

"Kuasa dan mukjizat Allah itu ada, kuasa Allah itu sangat dahsyat. Kita hanya perlu yakin, berusaha, dan berdoa. Mohon doa dari semua keluarga besar MAN 2 Padangsidimpuan untuk saya karena akan mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama dua bulan ke depan," ungkap Amel penuh makna. 

Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan mengungkapkan apresiasi mendalam dan ucapan selamat kepada Amelia Salsabila Sihombing yang lulus di UNHAN 2026. Ini adalah rezeki yang sangat besar untuk semua keluarga besar madrasah. Capaian ini layak kita syukuri karena ini murid kedua kita masuk UNHAN setelah sebelumnya pada tahun 2020 anak kita Rizki berhasil lolos sebagai kadet di kampus UNHAN dan saat ini telah bertugas di Kementerian Pertahanan RI.

 Prestasi siswa kita ini tentu tidak mudah, tapi dengan kerja keras dan kebulatan tekad yang pantang menyerah. Amel adalah sosok yang sangat tekun dan gigih dalam menggapai mimpi. Khusus untuk ananda Amel, selamat dan sukses telah menjadi bagian dari UNHAN. Ini adalah sebuah keberkahan dan kebanggaan karena ananda mampu mengukir prestasi gemilang. Jangan lupa memberikan bimbingan dan motivasi kepada adik-adiknya agar ke depan mereka mampu mengikuti jejak abang dan kakaknya,” ungkap kepala madrasah. (Sumber Humas)

Share:

Kabanjahe Semrawut: Sampah Menumpuk, Rumput Panjang, dan Oli Tumpah Sulitkan Wajah Kota

MakmurNews.com, Kabanjahe.  27 Juni 2026 — Kondisi kebersihan dan penataan kota Kabanjahe semakin memprihatinkan. Pantauan awak media Makmur News di lapangan menunjukkan sampah berserakan di beberapa titik pusat kota, rumput yang dibiarkan tumbuh panjang di median dan trotoar, serta area parkir dan bengkel yang menimbulkan pemandangan kumuh.

Salah satu titik kritis berada di ruas Jalan Upah Tendi Sembayang, di mana aktivitas bengkel berdekatan dengan bahu jalan. Limbah oli yang tumpah dari lokasi bengkel terlihat menodai bahu jalan dan permukaan aspal, menimbulkan noda hitam yang sulit dibersihkan dan memberi kesan kota yang tidak terawat. Tumpahan oli juga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan membahayakan pengguna jalan.

Warga setempat mengungkapkan kekecewaan terhadap kondisi ini. Abraham S., salah satu warga, mengatakan bahwa penataan dan kebersihan kota jauh lebih baik semasa kepemimpinan Bupati Dede Sinulingga. "Waktu Bupati Dede, kebersihan dan penataan lingkungan nomor satu. Beliau sering turun ke lapangan pagi-pagi sehingga tahu mana yang perlu dibenahi," ujarnya saat dimintai keterangan.

Sumber lain di lapangan menyebutkan bahwa area-area parkir yang berlapis-lapis serta bengkel yang tidak memiliki pengelolaan limbah memicu penumpukan sampah dan tumpahan oli. Kondisi ini memperburuk citra kota sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata di Karo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karo atau instansi terkait belum memberikan komentar resmi. Aktivis lingkungan dan masyarakat mendesak langkah cepat berupa pembersihan menyeluruh, penegakan tata kelola limbah bengkel, pemasangan tempat sampah di titik-titik strategis, serta patroli rutin untuk mencegah kembali menumpuknya sampah dan tumbuhnya vegetasi liar.

Sebagai catatan, Kondisi ini memerlukan tindakan terpadu antara pemerintah daerah, pengelola usaha bengkel, dan masyarakat untuk memulihkan fungsi estetika dan kesehatan lingkungan kota Kabanjahe. (*)

Korwil Bahrin T.

Share:

Jumat, 26 Juni 2026

Ketua Tritura: Tour de Deliserdang Buktikan Daerah Makin Maju dan Layak Jadi Tuan Rumah Event Nasional

MakmurNews.com, Medan. - Ketua LSM Tritura Sumatera Utara, Idris Johansyah, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Tour de Deliserdang 2026 yang mampu mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaannya. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Kabupaten Deliserdang semakin siap menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga berskala nasional maupun internasional.

Idris mengatakan, keberhasilan menghadirkan 1.300 peserta dari berbagai komunitas sepeda, kecamatan, hingga daerah di luar Deliserdang menunjukkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Deliserdang dalam mengembangkan sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

"Ini bukan sekadar kegiatan gowes, tetapi menjadi indikator bahwa Deliserdang memiliki daya tarik yang kuat. Event seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan destinasi wisata, sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat nasional," ujar Idris Johansyah, Jumat (26/6).

Ia berharap kegiatan serupa terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, Tour de Deliserdang dapat menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai provinsi sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM, sektor jasa, dan pariwisata.

Tour de Deliserdang 2026 mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraannya. Sebanyak 1.300 peserta dari berbagai komunitas sepeda, kecamatan, hingga luar Kabupaten Deliserdang ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang mengambil start dari Lapangan Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, dan finish di Stadion Utama Sumatera Utara, Kecamatan Batangkuis tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Deliserdang.

Bupati Deliserdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum menyambut sejumlah agenda nasional yang akan berlangsung di Deliserdang dalam waktu dekat.

Menurut Bupati, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin tumbuhnya budaya hidup sehat sekaligus semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Deliserdang berkomitmen terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain menjadi ajang olahraga, Tour de Deliserdang 2026 juga menjadi sarana promosi potensi daerah. Ribuan peserta yang melintasi sejumlah ruas jalan di Deliserdang sekaligus menikmati berbagai potensi wilayah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi maupun kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Deliserdang berharap keberhasilan penyelenggaraan Tour de Deliserdang tahun ini menjadi modal penting dalam menyukseskan berbagai agenda nasional yang akan digelar di wilayah tersebut serta semakin mengukuhkan Deliserdang sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event berskala besar dengan aman, tertib, dan sukses.

Share:

Kamis, 25 Juni 2026

Lebaran Yatim dan Kelompok Difabel Bentuk Kepedulian Umat

MakmurNews.com, Medan. -Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjadikan momen 10 Muharram menjadi hari Lebaran bagi Yatim dan Kelompok Difabel, hal ini disampaikan oleh Menag saat perayaan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Jakarta, Kamis (25/06), perayaan ini sebagai rangkaian dari Program Peaceful Muharam yang telah digelar sejak 1 Muharam hingga sebulan ke depan. 

“ Tradisi Lebaran Yatim ini telah dikenal di Indonesia, ini kita jadikan gagasan baru ataupun tradisi baru di Indonesia sebagai memontum berbagi dan peduli ditengah-tengah masyarakat”, ujar Menag.

Menag mengatakan bahwa umumnya masyarakat kita mengisi bulan Muharram dengan amalan puasa, namun semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut. 

“ Insyallah di tahun tahun mendatang kita akan mengisi peringatan Muharram dengan Lebaran Anak Yatim dan Kelompok Difabel, mari kita membebaskan, memerdekakan anak anak Yatim dari kesulitan hidup”, ajaknya.

Menag juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menunjukkan kecintaan dan kepedulian kepada Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas. "Mari kita cintai Agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dan mencintai mereka, tentu saja Kita,” ujar Menag.

Di tempat terpisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi, menyampaikan terima kasih kepada Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Sumatera Utara, Forum Organisasi Zakat Sumatera Utara dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sumatera Utara yang telah berkolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara atas terlaksanakanya Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas.

 Kakanwil juga mengapresiasi atas partisipasi LAZ yang telah menyiapkan sejumlah paket dan uang santunan yang akan diberikan bagi Anak Yatim dan Kelompok Difabel.

Kakanwil optimis bahwa tingkat kesadaran umat Islam khususnya di Sumatera Utara dalam menjalankan ibadah dengan bersedeqah dan berinfaq masih tinggi.

 “Umat Islam di Sumut banyak yang dermawan, tingkat kepedulian sosial tinggi, semoga niat suci dalam bersedeqah dan berinfaq terus ada dan mendapatkan pahala dari Allah SWT," ujarnya.

Senada dengan Menteri Agama, Kakanwil mengatakan bahwa di tahun mendatang, Perayaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas harus lebih meriah lagi. 

“ Tahun ini ada 1000 paket untuk Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas  Se Sumatera Utara, tahun depan harus lebih banyak lagi, momen kepedulian ini jangan hanya hari ini saja, tapi bisa tetap dilakukan di momen momen lainnya, misalnya tahun baru Islam”, kata Kanwil. 

Terkait pengumpulan sadaqah dan infaq , Kakanwil akan membahas dan merancang regulasi terkait ini, agar di internal melalui penyuluh penyuluh agama, penghulu dapat menawarkan program kepedulian terhadap anak Yatim dan Penyandang Disabilitas melalui skema Infaq dan Sadaqah, “ nanti kita rancang dan diskusikan dulu terkait Infaq ini, supaya sesuai aturan guna meningkatkan kepedulian sosial”, tambahnya.

Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas terlaksana atas kerjasama Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut dengan FOZ dan 20 LAZ, yakni Dompet Dhuafa, Dt Peduli, Ayah Yatim Indonesia, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia, Daarul Alquran, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Sahabat Yatim, Lazpersis, Mandiri Amal Insan, Djalaluddin Pane Foundation, Baitul Muamalat, Yakesma, BMH, Rumah Yatim, YBM Brilian. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Byar Pet Listrik dan Opsi Terbaik Energi Nasional

Oleh: Yakub F. Ismail

Fenomena pemadaman listrik atau sering diistilahkan dengan byar pet belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat.

Meski begitu, perlu ditegaskan bahwa byar pet bukan sekadar gangguan teknis yang membuat dapur hingga halaman kota mendadak gelap, mesin produksi tiba-tiba berhenti, atau jaringan internet mendadak terputus. 

Sebaliknya, ia merupakan penanda buruk dari sebuah situasi yang muncul akibat tata kelola yang kurang tepat serta antisipasi energi yang terlambat dilakukan.

Gejala ini menjadi alarm serius bahwa Indonesia saat ini sedang berhadapan dengan persoalan ketahanan energi yang belum sepenuhnya mendapat jalan keluar. 

Langkah pemadaman listrik bergilir harus dibaca sebagai gejala di permukaan dari endapan problem yang jauh lebih dalam, yaitu tentang rapuhnya ketahanan pasokan energi nasional, minimnya kapasitas pembangkit, distribusi listrik yang kurang memadai, hingga arah kebijakan energi nasional yang masih belum merefleksikan tanda-tanda positif. 

Kenyataan yang hari ini dihadapi pemerintah adalah bahwa kebutuhan listrik terus mengalami kenaikan cukup drastis seiring pertumbuhan industri, masifnya digitalisasi, urbanisasi, dan peningkatan konsumsi rumah tangga.

Sementara, di saat bersamaan sistem energi nasional kita masih berada dalam lanskap kebijakan konvensional dengan mengandalkan pendekatan lama untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang semakin tinggi.

Alhasil, jurang antara tuntutan kebutuhan dan ketersediaan pasokan menjadi semakin melebar dari waktu ke waktu, sedangkan alternatif yang harus disediakan belum sepenuhnya berjalan baik.

Apa yang kemudian terjadi adalah kemampuan atau daya topang energi yang ada saat ini sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan yang ada.

Pemadaman bergilir lalu muncul sebagai opsi menjaga denyut masyarakat tetap berdegup, meski harus terengah-engah akibat keterbatasan energi nasional.

Inilah cerminan kondisi riil kita hari ini yang patut menjadi atensi bersama agar bisa keluar dari kemelut yang sedang membayangi negeri, sebelum semuanya terlambat.

*Membongkar Akar Masalah*

Byar pet pada esensinya merupakan fenomena yang muncul dari persoalan struktural di sektor energi nasional. 

Di awal telah disinggung bahwa di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, ternyata tidak diiringi dengan kebijakan energi yang tepat.

Alhasil, persoalan yang muncul adalah bagian dari konskuensi yang tidak bisa dihindarkan. Ini bukan tentang berapa banyak cadangan sumber daya energi yang dipakai secara tidak efektif, melainkan tentang kurangnya inisiatif dan komitmen untuk mencari alternatif dengan tepat.

Dengan melihat fakta yang terjadi hari ini, kondisi riil yang tidak bisa disembunyikan lagi adalah bahwa ketahanan energi domestik kita memang sangat rapuh. 

Sejauh ini, pembangkitan listrik nasional masih cenderung mengandalkan pada energi fosil, utamanya dari batu bara, gas, dan sebagian lainnya minyak. 

Ketergantungan yang begitu besar terhadap energi fosil harus diakui merupakan sebuah kesalahan fatal yang tidak bisa dianggap sepele.

Negara-negara maju di dunia telah sibuk mengalihkan ketergantungan mereka terhadap energi fosil dan mulai beralih secara bertahap dan efektif terhadap energi terbarukan yang tidak hanya efektif, tapi juga ramah terhadap lingkungan.

Ini bukan tentang cerita fiktif, tapi sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Bahkan, negara tetangga kita seperti Singapura, telah lebih dulu memulai alternatif kebijakan energinya dengan mendaur ulang sampah menjadi energi bagi kebutuhan nasional.

Meksipun, kontribusi terhadap kebutuhan energi nasional hanya berkisar 2 hingga 3 persen, namun langkah yang diambil Singapura untuk mencoba beralih dari energi fosil ke energi terbarukan adalah sebuah langkah positif yang patut diapresiasi.

Bagaimana dengan Indonesia hari ini? Sadar atau tidak, ketergantungan yang terlalu besar pada sumber energi fosil justru menjadi persoalan serius yang dampaknya hari ini mulai terasa.

Selain tidak ramah lingkungan, ganggungan yang terjadi pada pasokan batu bara, distribusi gas, hingga harga energi global bergejolak, kebutuhan energi nasional menjadi bencana besar.

Semua orang tahu bahwa Indonesia memang negara yang kaya akan sumber energi, namun kekayaan itu tidak secara otomatis membawa rasa aman dari krisis. 

Itulah sebabnya, fenomena byar pet menjadi sinyal yang tidak cukup dipahami sebagai gangguan teknis semata, tapi perlu menyikapinya secara bijak dan serius agar tidak menjadi bencana besar di masa akan datang.

*Menilik Energi Alternatif*

Persoalan-persoalan yang telah disebutkan di atas kini menuntut jawaban tegas. Negara membuthkan jalan keluar, bukan jalan pintas.

Pemadaman bergilir adalah sinyal negatif yang butuh respons cepat dan tepat. Indonesia membutuhkan lompatan kebijakan yang efektif menuju diversifikasi energi yang lebih menjanjikan di masa mendatang.

Terkait solusi tersebut, jika kita menengok lagi potensi yang dimiliki bangsa ini sesungguhnya sangat besar. 

Diakui atau tidak, sumber energi ramah lingkungan begitu melimpah di republik ini, baik dalam bentuk turbin air melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro juga hidro berskala besar, turbin angin di wilayah pesisir dan daerah dengan kondisi kecepatan angin tinggi, lalu panel surya yang sangat kotekstual bagi negara tropis seperti Indonesia, hingga biomassa dan biogas dari limbah organik. 

Namun sekali lagi, yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa dari berbagai alternatif yang ada itu, terdapat salah satu sumber yang menurut penulis paling layak mendapat pertimbangan, yaitu konversi sampah rumah tangga menjadi energi listrik untuk kebutuhan skala nasional.

Mengapa opsi pengolahan sampah menjadi energi listrik dan bukan yang lain? Jawabannya sudah jelas bahwa saat ini Indonesai tengah menghadapi dua krisis sekaligus yang bukan main dampaknya bagi keberlangsungan bangsa.

Dampak tersebut adalah krisis energi dan krisis sampah yang semakin parah di berbagai daerah, khususnya di kawasan perkotaan yang mempunyai tata kelola sampah yang buruk.

Dari data empiris menunjukkan bahwa kota-kota besar di Indonesia dari waktu ke waktu terus dibebani volume sampah yang nyaris tak tertangani lagi.

Jakarta, Surabaya, Medan dan lain-lain adalah contoh betapa sampah menjadi masalah serius yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

Dengan memanfaatkan sampah menjadi energi listrik, maka sebetulnya kita tidak hanya sedang menemukan jalan keluar di tengah krisis energi dalam negeri yang semakin meresahkan, tapi juga mengatasi tantangan krusial pemumpukan sampah dari waktu ke waktu.

Berkaca dari negara-negara maju seperti Swedia yang dengan cukup baik menunjukkan bagaimana sampah dapat dikelola menjadi sumber energi yang bernilai tinggi. 

Dengan menggunakan teknologi waste-to-energy, maka sampah dikonversi menjadi listrik, panas, atau bahan bakar alternatif dengan standar emisi yang ketat yang mampu memberikan solusi nyata untuk menjawab dua tantangan sekaligus: sampah dan energi.

Kaitannya dengan alih energi inilah relevan untuk membicarakan apa yang hari-hari ini ramai diperbincangkan di berbagai belahan dunia: smart energy.

Smart energy tentu saja bukan tentang memanfaatkan teknologi digital dalam distribusi listrik, melainkan tentang upaya menghadirkan sistem energi yang lebih efisien, adaptif, dan beragam sumber secara terintegrasi.

Menjawab permasalahan krisis energi dalam negeri membuat Indonesia tidak cukup hanya mengejar ketersediaan listrik semata.

Bangsa ini perlu juga mendesain sebuah sistem pemenuhan energi listrik yang cerdas, berkelanjutan, dan memiliki daya tahan tahan terhadap krisis pasokan. 

Dalam konteks itulah, pengembangan energi dari sampah menjadi energi listrik harus dilihat sebagai kebutuhan yang mendesak dan prioritas.

Artinya, jika opsi tersebut menjadi komitmen serius dan dapat dijalankan dengan benar, maka ini akan menjadi momentum paling masuk akal untuk keluar dari jebakan 'byar pet' dan secara bertahap melangkah menuju kedaulatan energi masa depan.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)*

Share:

Rabu, 24 Juni 2026

KELUARGA BESAR JUNIFATI ZILIWU MEMINTA PERLINDUNGAN HUKUM PADA ASSOC.PROF.DR ALI YUSRAN GEA TERKAIT DUGAAN PERBUATAN SIFATNYA MELAWAN DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI PENETAPAN PN SIBOLGA

MakmurNews.com, Medan. 25 Juni 2026. — Keluarga besar Drs. Junifati Ziliwu dan Nurhasrat Telambanua mengajukan perlindungan hukum kepada pakar hukum pidana Assoc. Prof. Gea terkait dugaan perbuatan sifatnya melawan dalam pelaksanaan eksekusi.

Penetapan di Pengadilan Negeri Sibolga, tentang rencana pelaksanaan eksekusi berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga Nomor 12/Pdt.Eks/Akta.HT/2025/PN.

Assoc.Prof Gea siap memberikan perlindungan hukum keluarga dan mengatakan eksekusi tidak dapat dilakukan sebelum ada keputusan Pengadilan Negeri Sibolga yang memiliki ketetapan hukum. Manakala tindakan pengadilan melakukan eksekusi tanpa ada putusan inkrah maka itu tindakan kesewenang wenangan dan melawan hukum (cacat formil) serta melanggar prinsip negara hukum dan azas legalitas. 

“Kami akan menempuh langkah hukum untuk melindungi hak-hak keluarga sesuai ketentuan perundang-undangan. Putusan yang belum inkrah tidak dapat dilaksanakan eksekusi.

Menurut pernyataan tim pakar hukum pidana, upaya yang akan ditempuh meliputi perlawanan yang berkaitan dengan perbuatan yang sifatnya melawan hukum terhadap pihak pihak yang dirugikan, menunda atau menangguhkan pelaksanaan eksekusi. 

Assoc.Prof Gea menambahkan dalam menangani perkara ini kita akan segera koordinasi komisi yudisial (KY) di Jakarta, pengawas Mahkamah Agung (MA), Ketua Komisi 3 DPR RI, Badan Pengawasan Mahkamah Agung, Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara dan pihak Kepolisian.

Kasus ini diperkirakan akan menarik perhatian publik dan pihak-pihak terkait di Sibolga mengingat implikasi hukum dan sosialnya. Pihak keluarga menyatakan akan terus menginformasikan perkembangan langkah hukum yang diambil dan akan membuka saluran komunikasi bagi media yang ingin memperoleh dokumen atau keterangan resmi. (Tim)

Share:

PTPN IV Regional 2 Perkuat Kompetensi Pimpinan Melalui PPM Management

MakmurNews.com, Medan – PTPN IV Regional 2 membekali puluhan pejabat struktural Perusahaan dengan kompetensi manajemen proyek melalui pelatihan intensif yang digelar di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti Board of Regional Manager (BRM) beserta Regional Manager I (RM-I) yang terdiri atas para Kepala Bagian, General Manager, dan Manajer dari berbagai unit kerja PTPN IV Regional 2.

Pelatihan diselenggarakan melalui PPM Management.  Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan, mengelola, mengendalikan, dan mengevaluasi proyek sehingga pelaksanaan berbagai program strategis Perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

“Kemampuan mengelola proyek menjadi salah-satu kompetensi yang sangat penting bagi pimpinan Perusahaan saat ini. Setiap program kerja membutuhkan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang tepat, serta pengendalian yang konsisten agar target yang ditetapkan dapat tercapai secara optimal,” ujar Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto.

Materi yang diberikan pada pelatihan kali ini mencakup kerangka dasar manajemen proyek, perencanaan ruang lingkup pekerjaan, penyusunan anggaran biaya, pengendalian proyek, hingga manajemen risiko. Seluruh sesi dikemas secara interaktif yang dipadukan dengan studi kasus dan diskusi kelompok agar peserta dapat menghubungkan teori dengan tantangan riil yang dihadapi di lapangan.

Menurut Budi, industri perkebunan saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks. Berbagai program peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, pengembangan infrastruktur, hingga transformasi bisnis membutuhkan kemampuan eksekusi yang kuat dari seluruh jajaran pimpinan.

Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah-satu fokus PTPN IV Regional 2. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharap mampu memahami keterkaitan antara perencanaan proyek, pengelolaan waktu, alokasi sumber daya, serta pengendalian risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu program.

“Kami ingin para pimpinan memiliki kerangka berpikir yang sama dalam mengelola setiap program kerja. Ketika perencanaan dilakukan secara sistematis dan risiko dapat dipetakan sejak awal, maka peluang keberhasilan pelaksanaan program akan semakin besar,” katanya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai penyusunan project scope, pengelolaan biaya proyek, metode penjadwalan kegiatan, hingga strategi mitigasi risiko. Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan berlangsung. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis semata. 

Setelah mengikuti program ini, lanjut Budi, peserta diharapkan mampu memahami definisi manajemen proyek dan siklus proyek, menyusun rencana proyek, menyusun keterkaitan antara penjadwalan dan alokasi sumber daya proyek, memahami risiko proyek dan aplikasi pendukung manajemen proyek, serta engelola waktu, anggaran, dan risiko proyek.

“Kita berharap setiap peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing setelah kembali ke unit kerja,” ujar Budi.

Menurut Plt. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, pengembangan kompetensi para pimpinan merupakan investasi penting untuk mendukung keberlanjutan Perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat menerjemahkan materi yang diperoleh menjadi langkah-langkah nyata dalam pekerjaan sehari-hari. Kemampuan menyusun perencanaan yang baik, mengelola sumber daya secara efektif, dan mengantisipasi berbagai risiko,” ujar Hwin.

Tantangan yang dihadapi PTPN IV Regional 2 saat ini, kata Hwin, menuntut para pimpinan memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik. Di sisi lain, berbagai program strategis yang dijalankan Perusahaan membutuhkan koordinasi lintas fungsi yang kuat agar implementasinya berjalan sesuai rencana.

Menurut Hwin, manajemen proyek telah menjadi salah-satu kompetensi yang relevan bagi seluruh level kepemimpinan karena berkaitan langsung dengan efektivitas pelaksanaan program kerja. Pemahaman yang baik terhadap aspek perencanaan, pengendalian, dan mitigasi risiko akan membantu PTPN IV Regional 2 bergerak lebih adaptif terhadap perubahan.

“Pada akhirnya, peningkatan kompetensi para pimpinan akan bermuara pada peningkatan kinerja Perusahaan secara keseluruhan,” pungkasnya. (syahdan)

Share:

Ayah Kandung di Kabanjahe Ditangkap, Diduga Cabuli Anaknya Sendiri

MakmurNews.com, Kabanjahe. -Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Karo mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandung korban sendiri. Peristiwa yang mengundang keprihatinan tersebut terungkap setelah ibu korban menerima pengaduan dari anaknya dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Korban, sebut saja Melati (14), merupakan warga Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sementara tersangka yang telah diamankan polisi berinisial A.T. (40), yang merupakan ayah kandung korban.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasat Res PPA dan PPO IPTU Tina N., S.H., M.H. menjelaskan, kasus tersebut ditangani berdasarkan dugaan tindak pidana terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Menurut keterangan penyidik, peristiwa itu diketahui setelah kakak korban memberitahukan kepada ibunya bahwa adiknya diduga mengalami tindakan asusila oleh ayah mereka. Dari informasi yang diterima, kejadian disebut berlangsung pada 30 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di rumah mereka di wilayah Kecamatan Kabanjahe.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, Sat Res PPA dan PPO Polres Karo segera melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna memberikan perlindungan terhadap korban," ujar IPTU Tina, Selasa(24/5) pagi di Mapolres.

Setelah menerima laporan dan mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka A.T. pada Senin, 22 Juni 2026. Usai menjalani pemeriksaan, tersangka kemudian ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi Akta Kelahiran korban.

Kasat Res PPA dan PPO menegaskan bahwa Polres Karo berkomitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap anak yang menjadi korban tindak kekerasan serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

"Setiap laporan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditangani secara serius. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan terhadap anak," tegas IPTU Tina.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


(Korwil bt)

Share:

Selasa, 23 Juni 2026

Bekas Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Sumut (Cabdis) wilayah IV kabanjahe Mangkrak

MakmurNews.com, Kabanjahe. -Bekas Kantor Dinas pendidikan Sumatera Utara yang terletak dijalan meriam Ginting kecamatan kabanjahe.kab.karo kelurahan gungleto Mangkrak Dan tidak dipungsikan lagi sejak 2025.menjadi gunjingan masyarakat.

Bangunan milik  pemerintah Sumatera Utara senilai miliaran rupiah tersebut kini dibiarkan terbengkalai tanpa ada kejelasan dari pemerintah propinsi dan daerah setempat.sehingga posisi bangunan mulai tidak terurus.

Pantauan wartawan dilokasi menunjukan kondisi bangunan mulai tidak terurus, rumput mulai tumbuh subur,kaca jendela berdebu dan sejumlah fasilitas pendukung pagar mulai hilang satu persatu. gedung tersebut awalnya diproyeksikan untuk pelayanan masyarakat.

Gedung tersebut kini menjadi santapan maling warga sangat menyayangkan bangunan terbengkalai, seharusnya, bangunan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.justru bangunan ini terkesan mubazir dan menjadi bangunan mati."ujar warga setempat.

Ketika hal ini hendak dikonfirmasi ke kacabdis wilayah IV  jalan veteran kabanjahe, melalui piket bapak kacabdis kita sedang tugas keluar pak, "kata piket 23/6.2026.

Hingga berita ini diturunkan,pihak instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pasti mengapa bangunan tersebut dibiarkan tidak beroperasi dalam kurun yang cukup lama.

Korwil(bt)

Share:

PERKUAT KOORDINASI KELEMBAGAAN, KAJATI SUMUT BERTEMU PANGDAM 1/BB*

MakmurNews.com, Medan. [23/6/2026], guna meningkatkan dan mempererat silaturahmi dan koordinasi kelembagaan antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan Komando Daerah Militer 1 Bukit Barisan, Kajati Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH menyambangi dan menggelar pertemuan dengan Pangdam 1/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa.

Saat pertemuan berlangsung, Kajati Sumut turut didampingi Asisten Intelijen Irfan Wibowo, SH.,MH, Asisten Pembinaan Herlina Setyorini, SH.,MH, Kabag TU Rio Aditya, SH.,MH dan Koordinator Intelijen Herlangga Whisnu Murdianto, SH.,MH.

Sementara itu, Pangdam !/BB didampingi oleh Kasdam 1/BB, Asisten Intelijen hingga Kakumdam 1/BB.

Kunjungan dalam rangka audiensi tersebut dilaksansakan sebagai wujud sinergitas dan koordinasi aktif kelembagaan. (Sumber Kasi Penkum)

■Fajar Trihatya

Share:

Bentrok Antargeng Motor di Medan, Polrestabes Sergap 6 Pelaku Pengeroyokan Hilangnya Nyawa Korban di Patumbak

MakmurNews.com, Medan. - Tak sampai 20 jam tim gabungan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Patumbak sergap 6 pelaku dugaan pengeroyokan berujung menghilangkan nyawa terhadap korban, MN (14) warga Medan Tembung. Keenam pelaku merupakan anggota geng motor, SL, SKM dan Towaga, petugas juga sedang memburu para pimpinan atau ketua geng motor yang identitasnya sudah dikantongi petugas. 

"Petugas kita berhasil mengungkap kasus pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa. Kasus ini bisa diungkap tidak kurang dari 20 jam. Enam pelaku yang sudah diamankan yakni, MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21) dan IL (17)," ucap Kasat Reskrim, AKBP Adryan Riski Lubis didampingi, Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora, Kasi Humas, AKP N Gultom dan Kanit Pidum, Iptu Hafizullah pada wartawan, Selasa (23/6/2026) sore di Mapolrestabes Medan. 

Kata dia, bentrok berdarah antargeng motor ini bermula saat geng motor SL yang terafiliasi dengan geng motor SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB. Kelompok geng motor SL, SKM dan Towaga selanjutnya menemui kelompok geng motor NKB di kawasan Jalan Setia, Patumbak 1.

Dengan jumlah yang tak seimbang, karena gabungan geng motor SL, SKM dan Towaga datang membawa sekitar 200 orang yang menggunakan sekitar 100 unit sepeda motor dan 2 unit mobil melawan geng motor NKB dengan jumlah massa hanya sekitar 60 orang , memaksa geng motor NKB mundur. Saat itu korban terpisah dari rombongan dan menjadi bulan-bulanan para pelaku yang mengeroyok korban menggunakan senjata tajam, kayu dan panah. 

Tak sampai disitu, tubuh korban yang sudah tak berdaya juga diseret ke parit. "Untuk ketua-ketua geng motor sudah dikantongi identitasnya dan  masih terus kita dalami semoga dalam waktu singkat bisa diungkap. Untuk  keterkaitan dengan Ormas untuk sementara tidak ditemukan," pungkas Kanit Pidum, Iptu Hafizullah. (Syahdan)

Share:

Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA, APINDO Dorong Joint Task Force

MakmurNews.com, Jakarta. – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong pembentukan Joint Task Force Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi wadah kolaborasi pemerintah-dunia usaha.

Dukungan tersebut demi memastikan proses ratifikasi serta implementasi perjanjian berjalan tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi perdagangan, investasi, dan daya saing industri nasional.

Hal itu merupakan produk utama APINDO Business Mission to Europe 2026 yang digelar selama 11–19 Juni 2026 di Amsterdam, Den Haag, Brussels, dan Paris. 

Agenda besar tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, didampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral sekaligus Ketua Dewan Pakar APINDO Mari Elka Pangestu, serta delegasi pelaku usaha dari berbagai sektor strategis.

Dalam pernyataannya, Selasa (23/6) Shinta mengaskan bahwa fokus pasca-rampungnya negosiasi IEU-CEPA kini harus bergeser dari sekadar penyelesaian perundingan menuju pemanfaatan peluang ekonomi secara konkret. 

"Keberhasilan IEU-CEPA ditentukan berdasarkan kemampuan memastikan ratifikasi dan implementasinya berjalan efektif, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan pelaku usaha, pekerja, dan perekonomian," katanya.

Ia memandang percepatan implementasi IEU-CEPA begitu mendesak karena fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa bagi Indonesia akan berakhir pada 31 Desember 2026. 

Lanjutnya, apabila IEU-CEPA belum berlaku efektif pada awal 2027, dikhawatirkan terjadi apa yang disebut cliff edge alias titik kritis yang memicu kenaikan tarif ekspor Indonesia ke pasar Eropa, terutama bagi sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan produk perikanan.

"Melalui Joint Task Force, APINDO ingin memastikan ratifikasi, kesiapan implementasi, serta utilisasi IEU-CEPA berjalan optimal. Dalam misi tersebut, APINDO juga menggelar pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Belanda, Belgia, dan Prancis untuk memperkuat dukungan terhadap ratifikasi, membahas isu keberlanjutan, investasi, dan peningkatan daya saing industri Indonesia," pungkasnya. (Rel/Red/Fajar)

Share:

Senin, 22 Juni 2026

Sinergi Lintas Instansi, Kanwil Kemenag Sumut Pacu Akselerasi Percepatan Penyelamatan Wakaf

MakmurNews.com, Medan. -Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut) menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) di Kantor Kejati Sumut, Medan, Senin (22/06/2026). Pertemuan ini membahas wacana Perjanjian Kerja Sama (MoU) lintas sektoral demi percepatan penyelamatan wakaf di Sumatera Utara.

Rencana kerja sama besar ini nantinya akan melibatkan lima instansi sekaligus, yakni Kanwil Kemenag Sumut, Kejati Sumut, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumut, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Zulfan Efendi mengungkapkan pertemuan ini titik terang perjuangan penyelamatan wakaf di Sumatera Utara. Ia mengapresiasi langkah Kajati Sumut yang peduli terhadap penertiban aset wakaf di Sumatera Utara.

“Terima kasih ke pada Pak Kajati Sumut. Ini pertemuan yang sangat penting. Kita harus bergerak cepat untuk menertibkan wakaf di Sumatera Utara. Semoga langkah ini menjadi potensi bagi umat untuk maju bersama dalam mewujudkan masyarakat yang Sejahtera, wakaf yang bermanfaat untuk masyarakat Sumatera Utara,” ucapnya.

Ia juga mengatakan saat ini Kemenag melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan selaku terus bekerja mendata seluruh tanah yang sudah berstatus Ikrar Wakaf di wilayah kerjanya masing-masing, lalu menginputnya ke dalam sistem terintegrasi agar jumlah totalnya terpetakan dengan akurat.

“Kami terus berkoordinasi dengan KUA di seluruh wilayah Sumatera Utara agar memvalidasi data wakaf di wilayah kerja masing-masing. Target tahun ini seluruhnya bisa kita selesaikan,” tambahnya.

Kajati Sumut, Muhibuddin, menyambut baik langkah progresif ini dan menegaskan adanya tanggung jawab moral yang besar dalam menertibkan administrasi wakaf. Berdasarkan laporan, saat ini masih banyak persoalan dan sengketa terkait harta wakaf di lapangan yang harus segera diurai dan diselesaikan.

"Kita harus bahu-bahu membahu. Perlu kita bongkar semua persoalan ini sampai selesai. Sebagai langkah awal, fokus kita ada di Kota Medan dan sekitarnya. Komitmen kita jelas: sengketa diselesaikan, dan jika ada unsur pemalsuan data aset wakaf, maka harus ditindak tegas," ujar Muhibuddin.

Kajati Sumut mendorong ditetapkannya timeline kerja bersama yang terukur. Selain mengejar target sertifikasi, aset yang sudah berstatus bersertifikat pun akan diverifikasi ulang untuk memastikan kejelasan penguasaan dan pemanfaatannya di lapangan. Ia juga menyampaikan realisasi MoU dengan membentuk satgas dan posko informasi dan pengaduan.

“Melalui legalitas yang kuat, semoga wakaf kita tidak sekadar tanah atau bangunan yang statis, tapi harus produktif. Maka dari itu, kita semua dapat menjalankan peran masing-masing seperti melakukan pembinaan dan pengawasan agar aset tanah dan bangunan wakaf tidak telantar, melainkan bertransformasi menjadi wakaf produktif,” tegas Kajati. (Fajar)

Share:

BANK SUMUT TARGETKAN NAIK KELAS KBMI 2 DAN CETAK LABA RP755 MILIAR

MakmurNews.com, Medan.  – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) resmi menargetkan peningkatan status menjadi Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2 dengan proyeksi pemenuhan modal inti mencapai Rp6 triliun. 

Langkah strategis ini disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama pemerintah daerah selaku pemegang saham mayoritas untuk memperluas ekspansi pembiayaan sektor produktif dan UMKM regional.

Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa penguatan modal tersebut bertujuan mempercepat peran Bank Sumut sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah. 

Bersamaan dengan rencana kenaikan kelas ini, perseroan melaporkan kinerja keuangan yang solid dengan perolehan laba bersih sebesar Rp755 miliar dan total penguasaan aset yang kini menyentuh angka Rp48,6 triliun. Manajemen juga mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap terkendali dalam batas aman.

Di sisi operasional, Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi atas akselerasi digitalisasi layanan Bank Sumut melalui pembaruan aplikasi new SUMUT.Mobile dan integrasi sistem pembayaran QRIS daerah. 

Selain penguatan bisnis, bank yang menggunakan kode transfer 117 ini juga memperluas kontribusi sosialnya dengan resmi menjadi sponsor utama turnamen sepak bola internasional ASEAN U-19 Boys' Bank Sumut Championship, yang mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Direktur Utama Bank Sumut menyatakan bahwa capaian laba dan rencana ekspansi ini merupakan buah dari konsistensi perseroan dalam menjaga kepercayaan nasabah. 

Manajemen berkomitmen untuk terus menyalurkan kredit secara selektif dan prudent demi menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika ekonomi makro nasional. Optimalisasi dana pihak ketiga juga menjadi prioritas utama guna memperkuat struktur likuiditas bank ke depan.

Selain itu, transformasi digital yang dilakukan tidak hanya menyasar kemudahan transaksi ritel semata, melainkan juga integrasi sistem keuangan pemerintah daerah. 

Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan transparansi serta mempercepat realisasi anggaran belanja daerah di seluruh wilayah Sumatra Utara. Kerja sama dengan berbagai merchant lokal juga terus diperluas untuk membangun ekosistem pembayaran nontunai yang inklusif.

Seluruh jaringan kantor cabang utama di wilayah Medan, mulai dari Kantor Pusat di Jalan Imam Bonjol hingga cabang pembantu lainnya, dilaporkan tetap beroperasi normal pada hari ini, Selasa (23/6), mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk melayani transaksi nasabah.

Pihak bank mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan kanal komunikasi resmi seperti Call Center 14002 guna menghindari potensi kejahatan siber yang mengatasnamakan perseroan.

Share:

Sampaikan 3 Prinsip Penting, Kakanwil Kemenag Sumut Minta Pejabat Fungsional Fokus Layani Masyarakat

MakmurNews.com, Medan. -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menekankan tiga prinsip yang harus diresapi oleh setiap pejabat fungsional yang baru dilantik: wajib bersyukur, siap menjadi pelayan masyarakat, serta fokus menggapai jenjang karier ke depan.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Sumut saat memberi pembinaan dan melantik 437 Aparatur Sipil Negara Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional PNS Formasi tahun 2024 di Aula Kanwil Kemenag Sumut, Senin (22/06/2026).

Dalam arahannya, H. Ahmad Qosbi menjabarkan bahwa prinsip pertama yang wajib dimiliki adalah rasa syukur yang mendalam atas amanah baru sebagai Pejabat Fungsional Tertentu (JFT). Menurutnya, pelantikan ini merupakan momentum awal bagi para ASN untuk membuktikan kapasitas diri di bidang keahliannya masing-masing.

“Rasa syukur ini tidak boleh sebatas ucapan, melainkan harus diwujudkan melalui komitmen kerja yang nyata sebagai bentuk dedikasi kepada negara,” ucap Kakanwil.

Prinsip kedua yang ditekankan adalah kesiapan mental untuk menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara yang sejati. Kakanwil menginstruksikan agar seluruh ASN yang dilantik dalam jabatan fungsional untuk siap melayani dengan memberikan performa terbaik secara tulus. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh aspek pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama wajib diberikan secara prima, transparan, dan mutlak tanpa dipungut biaya atau gratis.

“Kita sudah disumpah untuk maksimal melayani masyarakat. Jangan persulit urusan masyarakat. Jangan ada pengutipan ataupun alasan untuk anda dibayar diluar dari gaji. Kalau sampai itu terjadi, bersiap untuk menerima sanksi,” tegas Kakanwil.

Terakhir, Ahmad Qosbi meminta para pejabat fungsional untuk sepenuhnya fokus dalam menggapai jenjang karier ke depan melalui jalur keahlian ini. Para ASN diimbau untuk tidak lagi memikirkan atau berharap pada jabatan struktural, melainkan berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi SDM dan profesionalisme. Dengan mengoptimalkan angka kredit dan kinerja mandiri, jalur fungsional dipastikan mampu memberikan nilai lebih serta ruang yang sangat luas bagi ASN untuk mencapai puncak karier tertinggi mereka.

Hadir dalam pelantikan Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin, para Kepala Bidang dan Pembimas sertai para Ketua Tim. (Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

KACAB DIS WILAYAH IV LEPAS 363 SISWA PKL DI 54 TITIK SMK N1 BERASTAGI

MakmurNews.com, Karo. -Kepala cabang Dinas wilayah IV Sumut  bapak Zulkarnaen Barus melepas sebanyak 363 siswa mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) SISWA SMK N1 BERASTAGI yang keseluruhannya   Siswa  kls XII.

setelah mengikuti sosialisasi dihadapan para orangtua siswa guru pembimbing bapak wakil kepala sekolah DRS BENYAMIN SURBAKTI memberikan arahan petunjuk mengenai tata pelaksanaan PKL di 54 titik di sumatera utara.

Bapak kacab dis wil IV dengan arahannya mengatakan Jadilah  para siswa menjadi pujian dan berbuat baik ditempat yang sudah di tentukan , sebab para siswa diuji mem implementasikan seluruh yang dipelajari di sekolah selama ini di tempatnya di mana tempatnya mengikuti kerja lapangan , pergi berangkat dengan cantik dan tampan ,nanti kembali juga keadaan cantik dan tampan selama enam bulan baru kembali ke sekolah di tanggal 01 Desember 2026..

Acara berbarengan juga dengan berakhirnya pelaksanaan PORSENI selama 3 hari , pembagian hadiah lomba juara dan juga bingkisan hadiah kepada siswa yang meraih juara kelas dan juara umum.

Kepala sekolah SMK N1 BERASTAGI Bapak SASTRIA GINTING, S.Pd. juga mengingatkan para siswa yang melaksanakan PKL Thn 2025 -2026 agar tetap menjaga nama baik sekolah , guru., dan orang tua..

Terlihat para siswa keadaan ceria sebelum di lepas ber baris di lapangan upacara sekolah dengan berpakaian baju dinas praktek..

Bapak kepala cabang dinas wilayah IV sumut menekan tombol pertanda resmi memberangkatkan siswa sebanyak 363 personil dengan suasana tertib...

   Reporter , SIHAR TAMBUNAN, SH..

Share:

Minggu, 21 Juni 2026

PAC Pemuda Pancasila Medan Johor Gelar Rapat Perdana, Konsilidasi Fokus Penguatan Internal Organisasi

MakmurNews.com, Medan . – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Johor menggelar rapat perdana Konsolidasi bersama jajaran pengurus dan ketua-ketua ranting se-Kecamatan Medan Johor di Kantor Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Jalan HA Nasution, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyatukan visi dan misi kepengurusan dalam menjalankan roda organisasi Pemuda Pancasila di wilayah Kecamatan Medan Johor.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Johor, Nevrada Ginting, didampingi Sekretaris Muhammad Amrul Sinaga, mengatakan rapat perdana ini membahas berbagai agenda penting terkait penguatan internal organisasi serta penyampaian arahan strategis kepada seluruh pengurus dan pimpinan ranting.

Dalam Rapat tersebut membahas Karateker ranting Pemuda Pancasila Pangkalan Mansur dan ranting Suka Maju Kecamatan Medan Johor.

Untuk ranting Pemuda Pancasila Pangkalan Mansur diberikan mandat kepada saudara Farouzi sedangkan untuk ranting Pemuda Pancasila Suka Maju diberikan mandat kepada bung Roni. 

Nevrada menambahkan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik antar pengurus PAC dan ranting, sehingga seluruh program organisasi dapat berjalan secara efektif dan terarah," ujar Nevrada Ginting.

Selain membahas penguatan internal, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan temu ramah antara pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Johor dengan para ketua ranting se-Kecamatan Medan Johor. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan.

Nevrada menegaskan, sinergi antara PAC dan ranting merupakan kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat, solid, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris PAC, Muhammad Amrul Sinaga SH, berharap melalui rapat perdana ini seluruh jajaran pengurus dapat semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing serta mampu menjalankan program organisasi secara maksimal.

"Kita ingin Pemuda Pancasila Medan Johor semakin kompak, solid, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, koordinasi dan komunikasi antar pengurus harus terus diperkuat," katanya.

Melalui rapat perdana ini, PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Johor menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi dari tingkat PAC hingga ranting, sekaligus mempersiapkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan ke depan demi kemajuan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat. (Syahdan)

Share:

Sabtu, 20 Juni 2026

Hadiri HUT ke-21 LIRA di Medan, Kasprijani Optimistis Kepemimpinan Baru Perkuat Peran LIRA dalam Pemberantasan Korupsi

MakmurNews.com, Medan. – Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Singkil, Kasprijani, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 LSM LIRA yang dirangkaikan dengan pengangkatan Samsudin, SH sebagai Presiden LSM LIRA Indonesia masa bakti 2027-2032.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Danau Toba, Jalan Imam Bonjol, Medan, pada Jumat hingga Sabtu (19-20 Juni 2026) tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM LIRA Indonesia, para pengurus daerah, serta kader LIRA dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

Acara HUT LSM LIRA dibuka langsung oleh Presiden LSM LIRA Indonesia, Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, S.E., M.Si., Gubernur LIRA Sumatera Utara Febry Dalimunthe beserta jajaran pengurus yang memeriahkan momentum penting bagi organisasi yang selama ini dikenal aktif mengawal isu-isu publik dan pemberantasan korupsi.

Dalam kesempatan tersebut, Kasprijani menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-21 LSM LIRA sekaligus menyambut positif estafet kepemimpinan organisasi kepada Samsudin, SH.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan momentum strategis untuk memperkuat eksistensi dan peran LIRA sebagai lembaga kontrol sosial yang konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat.

"Semoga di bawah kepemimpinan Presiden LSM LIRA yang baru, organisasi ini semakin maju, solid, dan mampu meningkatkan perannya sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal transparansi serta pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Kasprijani saat ditemui wartawan di sela-sela acara.

Ia menegaskan, LIRA harus terus hadir ditengah tengah masarakat sesuai motto, melihat, mendengar, berbuat, sebagai wadah informasi rakyat yang berani menyuarakan kebenaran, mengawasi jalannya pemerintahan dan sektor usaha swasta yang tidak sesuai dengan regulasi peraturan perundangan yang berlaku, serta mendorong terwujudnya tata kelola yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Perayaan HUT ke-21 LSM LIRA berlangsung penuh semangat hikmatserta kebersamaan dan menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi antar pengurus dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Selain menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi selama dua dekade lebih, kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen LIRA untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengawal penegakan hukum di Indonesia.

Dengan kepengurusan baru yang akan memimpin periode 2027-2032, LIRA diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi masyarakat yang kritis, independen, dan konsisten dalam mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Kabiro liranews Aceh Singkil. (Syahdan)

Share:

Sepenggal Kisah MTsN 2 Medan Merawat Kemanusiaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta

MakmurNews.com, Medan. Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan siang itu tampak begitu hidup. Riuh rendah tawa dan selebrasi siswa memecah atmosfer madrasah pasca pelaksanaan ujian akhir semester.

Di lapangan terbuka, sebagian siswa tampak asyik beradu ketangkasan dalam pertandingan badminton, futsal, dan kasti dalam gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Di sudut lain, sayup-sayup terdengar harmoni alat musik seperti suara gitar yang dipetik oleh guru dan siswa. Begitu juga langkah kaki yang ritmis dari siswa yang tengah berlatih tari.

Sementara itu, ketenangan justru merajai ruang perpustakaan dan keheningan yang khusyuk menyelimuti Masjid, tempat jemari dan bibir para siswa lincah melakukan murajaah hafalan Al-Qur'an. Di antara riuhnya aktivitas, beberapa kelompok siswa tampak asyik berguyon sembari menikmati program makanan bergizi gratis.

Di taman mini, guru pendamping dan siswa “Duta Lingkungan Hidup” sedang asyik merawat tanaman-tanaman “Apotek Hidup”. Sebagian membersihkan batang dan daun usang, ada yang menyiram air, ada yang berdiskusi betapa berartinya tanaman bagi manusia.

Di bulan Juni 2026 ini, atmosfer MTsN 2 Medan seolah menjelma bait-bait puitis mahakarya Sapardi Djoko Darmono: Hujan Bulan Juni. Seperti siklus tahunan yang tak terelakkan, Juni selalu menjadi panggung tempat bertemunya rasa cinta dan getirnya perpisahan. Ada cinta yang mendalam karena mereka telah berhasil mengukir memori belajar, berproses, dan menorehkan prestasi bersama. Namun, ada pula perpisahan yang harus dihadapi karena gerbang kenaikan kelas telah melambaikan tangan—memaksa mereka meninggalkan ruang kelas lama demi menapaki anak tangga yang lebih tinggi.

Sejak madrasah ini mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pertemuan dan perpisahan tak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan dua sisi mata uang yang saling menggenapi. Output dari proses humanis ini mulai berbuah manis; para siswa kini tampil jauh lebih percaya diri dalam mengeksplorasi potensi diri mereka masing-masing.


Manifestasi KBC: Saat Kognitif dan Afektif Melebur di Ruang Kelas

Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta terbukti membawa lompatan kualitas yang signifikan, baik bagi lini pendidik maupun peserta didik di MTsN 2 Medan. Kurikulum ini berhasil mengawinkan aspek kognitif (kecerdasan intelektual) dan afektif (kecerdasan emosional) menjadi sebuah kolaborasi pembelajaran yang memikat.

Dafa, seorang siswa kelas VIII, merasakan betul transformasi spiritual dan emosional tersebut. Bagi Dafa, dinamika belajar di kelas VIII saat ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan pengalamannya di kelas VII dahulu.

“Melalui Kurikulum Cinta, nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian ditanamkan dalam setiap aktivitas pembelajaran,” ucap Dafa saat diwawancarai di kelasnya, Rabu (17/06/2026).

Senada dengan Dafa, Nadrah, siswi kelas VIII lainnya, mengungkapkan bahwa KBC telah memperluas cakrawala pandangnya mengenai esensi kemanusiaan. 

"Kurikulum ini menuntun kami untuk memahami cara mencintai sesama manusia dan merawat lingkungan, sekaligus bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita," ucapnya.

Perubahan paradigma ini juga dirasakan sebagai angin segar oleh para guru. Maimunah, salah satu guru di MTsN 2 Medan, mengakui bahwa pendekatan humanis dalam KBC telah mengikis sekat kaku antara guru dan murid. Ruang kelas tidak lagi mencekam, melainkan berubah menjadi hangat, inklusif, dan menyenangkan. Guru bertransformasi tidak hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga sebagai sahabat, mentor, dan pembimbing spiritual.

“Kami ditantang untuk menyelami dan memahami kebutuhan psikologis siswa secara personal. Ketika hubungan emosional guru dan siswa semakin erat, proses transfer ilmu menjadi jauh lebih nyaman, organik, dan efektif,” jelas Guru Maimunah.




KBC: Laksana Air di Tengah Gurun Pasir

Secara historis, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan paradigma pendidikan transformatif yang diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24 Juli 2025 di Makassar. Kehadiran KBC dirancang sebagai respons taktis dan strategis Kemenag terhadap situasi global saat ini dan juga bagaimana penerapan kurikulum klasik yang berbasis nilai belajar saja.

Selama bertahun-tahun, kurikulum konvensional dinilai terlalu menitikberatkan pada capaian akademik dan angka-angka kognitif mutlak. Dampaknya, dimensi afektif, empati, dan spiritualitas yang sejatinya merupakan ruh (jiwa) dari pendidikan Islam sering kali terabaikan. Proses pendidikan kerap terjebak dalam rutinitas administratif yang gersang akan makna kasih sayang, kehilangan orientasi transendental (kedekatan dengan Tuhan), serta kurang menyentuh kodrat kemanusiaan peserta didik secara utuh.

Melalui Kemenag, implementasi KBC di madrasah-madrasah kini diintegrasikan melalui rekonstruksi materi ajar, penguatan moderasi beragama yang inklusif, serta metode experiential learning (belajar berbasis pengalaman langsung). Kemenag berkomitmen menjadikan madrasah bukan sekadar pabrik kelulusan, melainkan ekosistem persemaian karakter mulia yang berbasis pada nilai Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).

Kepala MTsN 2 Medan, Pesta Berampu, menegaskan bahwa denyut nadi nilai-nilai cinta dalam KBC tidak boleh mandek di balik dinding-dinding ruang kelas. Kurikulum ini dirancang untuk mendobrak batas madrasah guna melahirkan budaya gotong royong, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar.

"Kami menyaksikan sendiri bagaimana atmosfer madrasah bertumbuh menjadi jauh lebih harmonis. Relasi antar-siswa dan guru semakin solid. Bahkan, dampaknya meluas hingga ke lingkungan luar madrasah. Penerapan KBC berhasil membangun jembatan harmonisasi yang kuat antara siswa dan masyarakat sekitar, di mana mereka kini saling bahu-membahu," ucapnya.

Kepala MTsN 2 Medan berharap, resonansi Kurikulum Berbasis Cinta ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan oleh para siswa di mana pun mereka berada—baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas. Goal besarnya adalah mencetak generasi cendekiawan masa depan yang tidak hanya unggul dalam inovasi dan teknologi, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Sore pun menjemput di MTsN 2 Medan. Suasana senja di pertengahan Juni itu mendadak liris, seindah alunan musikalisasi puisi Sapardi yang dibawakan oleh duet legendaris Ari Reda. Petikan dawai gitar yang sunyi berpadu dengan vokal yang merdu, berhasil mengubah bait Hujan Bulan Juni menjadi sebuah simfoni yang menawan hati. Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Medan tampaknya sedang memahat langkah pasti: mengantarkan anak-anak didiknya tumbuh menjadi manusia yang manusia seutuhnya. (Fajar)

Share:

Jumat, 19 Juni 2026

Giat Sambang Jumat Barokah, Ketua Pewarta Silaturahmi ke Yayasan Sosial Marga Ong di Tanjung Morawa

MakmurNews.com, Medan. -Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH melaksanakan giat sambang di Jumat Barokah dengan terus menjalin silaturahmi dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak.

Kali ini, Chairum Lubis, SH melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Sosial Marga Ong yang berlokasi di Jalan Kebun Sayur, Dusun I, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (19/6/2026).

Kedatangan rombongan Pewarta Polrestabes Medan disambut hangat oleh salah satu pengurus Yayasan Sosial Marga Ong, Ong Cai yang akrab disapa Acai, di lingkungan yayasan tersebut.

Dalam sambutannya, Acai menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas kunjungan Ketua Pewarta Polrestabes Medan bersama rombongan ke Yayasan Sosial Marga Ong.

Ia berharap, hubungan silaturahmi dan kemitraan yang telah terjalin antara Pewarta Polrestabes Medan dengan Yayasan Sosial Marga Ong dapat terus berjalan dengan baik dan berkesinambungan. "Semoga kemitraan ini tetap terjalin dengan baik,” ujar Acai dalam suasana penuh keakraban.

Selain itu, Acai juga menyampaikan doa dan harapan agar Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Menanggapi hal tersebut, Chairum Lubis, SH mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan doa yang diberikan oleh pengurus Yayasan Sosial Marga Ong.

Menurut Chairum, silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen Pewarta Polrestabes Medan untuk terus membangun hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga berharap, ke depan sinergi antara insan pers dan yayasan sosial dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Tanjung Morawa dan sekitarnya.(Syahdan)

Share:

APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi

MakmurNews.com, Jakarta. – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menunjukkan komitmennya yang besar terhadap hasil Sidang Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 yang berlangsung pada 1–12 Juni 2026. 

Sidang tersebut menghasilkan salah satu kesepakatan penting soal standar perburuhan internasional baru melalui Konvensi tentang Decent Work in Platform Economy.

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, mengungkapkan bahwa tradisi adopsi konvensi di tingkat internasional tidak otomatis langsung diterapkan di Indonesia. Ia perlu diratifikasi lebih dulu.

“Ratifikasi merupakan tahapan yang mengikat negara terhadap standar internasional. Namun sebelum itu, pemerintah perlu melakukan kajian yang komprehensif, termasuk regulatory impact assessment (RIA), untuk melihat dampak sosial dan ekonomi dari pemberlakuan konvensi tersebut,” ungkap Darwoto dalam keterangannya yang diterima Kamis (19/6).

Pihaknya menegaskan bahwa salah satu kesepakatan penting dalam konvensi tersebut adalah pengakuan bahwa status hubungan hukum pekerja platform tidak dapat diseragamkan. Konvensi memberikan fleksibilitas kepada setiap negara untuk menentukan apakah pekerja platform dikategorikan sebagai pekerja dalam hubungan kerja (employed) atau wirausaha mandiri (self-employed).

“Konvensi tidak mewajibkan seluruh pekerja platform masuk dalam hubungan kerja. Negara memiliki ruang untuk menyesuaikan pengaturannya dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” katanya.

APINDO, lanjut Darwoto, mendukung penguatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, termasuk di sektor ekonomi digital. Namun, perlindungan tersebut harus dirancang secara berkelanjutan tanpa menghambat penciptaan lapangan kerja. (fajar/red)

Share:

Kamis, 18 Juni 2026

Aksi Mahasiswa Cipayung Plus di DPRD Medan Sempat Memanas, Kapolrestabes Berhasil Jembatani Dialog

MakmurNews com, Medan.  –Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Kota Medan, Rabu (17/6/2026) malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai isu nasional yang menjadi perhatian publik.

Dalam rangka memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polrestabes Medan menerjunkan personel pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.

Di tengah jalannya aksi, situasi sempat memanas akibat kekecewaan massa yang belum dapat bertemu secara langsung dengan anggota DPRD Kota Medan. Kondisi tersebut memicu ketegangan dan sedikit gesekan di lapangan.

Namun, berkat pendekatan humanis yang dikedepankan aparat kepolisian serta komunikasi yang intensif dengan peserta aksi, situasi berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Melihat dinamika yang terjadi, Kapolrestabes Medan turun langsung ke lokasi untuk menjembatani komunikasi antara perwakilan mahasiswa dan pihak DPRD Kota Medan. Upaya dialog dan koordinasi yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, sehingga tercapai kesepahaman antara kedua belah pihak.

Aspirasi mahasiswa pun diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD Kota Medan untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak yang berwenang.

"Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang santun serta mengedepankan dialog," ujar Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.

Berkat sinergi yang baik antara peserta aksi, pihak DPRD Kota Medan, dan aparat keamanan, kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung hingga selesai dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.

Polrestabes Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan profesional dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan sejuk di Kota Medan. (Syahdan)

Share: