Langkah dinas yang membagi proyek senilai Rp4 miliar menjadi 20 paket pengerjaan mandiri dinilai sebagai strategi taktis agar manfaat fasilitas sanitasi ini bisa langsung dirasakan warga tanpa harus menunggu proses birokrasi lelang yang memakan waktu lama.
Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, John Ester Lase, membenarkan bahwa seluruh pengerjaan di 20 lokasi se-Kota Medan tersebut menggunakan mekanisme Penunjukan Langsung (PL) agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai.
"Semua melalui penunjukan langsung. Ada 20 lokasi tersebar, dan sudah mulai dikerjakan," kata John Lase melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Langkah taktis penunjukan langsung ini dinilai sangat tepat mengingat sifat proyek sanitasi permukiman yang bersifat mendesak demi kesehatan lingkungan masyarakat.
Dengan membagi proyek menjadi paket-paket bernilai Rp200 juta, dinas dapat langsung memberdayakan kontraktor lokal di masing-masing wilayah.
Hal ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan fisik tangki septik di lapangan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian pengusaha kecil dan pekerja bangunan di tingkat kelurahan secara merata.
Selain mempercepat realisasi fisik, sistem paket tersebar ini dinilai mempermudah adaptasi teknis di lapangan.
Setiap kelurahan di Kota Medan memiliki karakteristik geografis, kepadatan penduduk, dan luasan lahan yang berbeda-beda.
Pengerjaan secara terpisah melalui pola swakelola atau kemitraan lokal ini membuat penataan letak tangki septik komunal menjadi jauh lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan riil warga setempat, dibandingkan jika dipaksakan dalam satu kontrak tunggal yang kaku.
Meskipun detail rincian titik lokasi belum dipaparkan secara menyeluruh ke publik oleh Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Daniel Aritonang, jalannya pengerjaan fisik di beberapa lokasi dilaporkan tetap berjalan kondusif.
Warga di sekitar lokasi proyek menyambut baik hadirnya tangki septik baru ini karena dapat mengurangi pencemaran air tanah dan memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan permukiman mereka yang selama ini belum terfasilitasi dengan baik.
Pendekatan respons cepat melalui penunjukan langsung terfragmentasi ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Dengan pengawasan berkala dari tim teknis dinas dan partisipasi aktif masyarakat lokal, program SPALD skala permukiman ini diharapkan dapat tuntas tepat waktu dan langsung membebaskan wilayah-wilayah padat penduduk di Medan dari masalah pencemaran limbah domestik.






