Guna menilai bahwa keberadaan PT TSP telah membawa manfaat ekonomi yang signifikan, khususnya bagi warga Serdang Bedagai, terutama masyarakat di Desa Silau Padang yang banyak bergantung pada sektor perkebunan dan industri sawit.
“PT TSP telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Banyak keluarga di Serdang Bedagai, terutama warga Silau Padang, yang terbantu secara ekonomi karena adanya kesempatan kerja dari perusahaan. Ini merupakan kontribusi positif yang patut kita akui,” kata Guna di Serdang Bedagai.
Namun, ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak boleh mengabaikan tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Guna menyoroti adanya laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran sungai akibat aktivitas operasional PKS, terutama dugaan pembuangan limbah cair ke aliran sungai di sekitar area perusahaan.
“Dugaan pembuangan limbah PKS ke sungai bukan isu kecil. Ketika masyarakat mulai merasakan perubahan warna air, bau tidak sedap, dan menurunnya kualitas sungai, itu tanda bahwa perusahaan harus bergerak cepat. Ini menyangkut sumber air, kesehatan warga, dan keberlangsungan lingkungan,” tegasnya.
Sebagai perusahaan PKS, PT TSP memiliki kewajiban ketat dalam pengelolaan limbah cair (POME). Karena itu, Guna mendesak perusahaan untuk lebih transparan dengan membuka data pemantauan kualitas lingkungan, melakukan uji laboratorium berkala, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.
“Keberlanjutan itu bukan slogan. Perusahaan harus menunjukkan langkah konkret—pengelolaan limbah yang sesuai standar, sistem pencegahan pencemaran, serta keterbukaan saat terjadi dugaan pelanggaran,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa aktivis kampus, Guna menyatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal isu lingkungan dan sosial, terutama di daerah sendiri. Ia berharap PT TSP dapat menjadi perusahaan PKS yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan prinsip keberlanjutan.
“Kita ingin perusahaan maju, masyarakat Silau Padang dan Serdang Bedagai semakin sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga. Industri sawit dan alam harus berjalan berdampingan. Itulah tujuan bersama,” tutupnya. (Rl/Red)






