Sabtu, 13 Juni 2026

Komisi XIII Apresiasi Inovasi Imigrasi Sumut; Dorong Penguatan Pengawasan, Digitalisasi Data, dan Pembukaan Kantor Baru

MakmurNews.com, Medan. — Komisi XIII DPR RI memberikan apresiasi atas inovasi layanan dan penguatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi Kantor Wilayah Sumatera Utara, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi data dan penambahan fasilitas untuk memperkuat fungsi pengawasan di wilayah yang menjadi pintu gerbang barat Indonesia itu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XIII bertema “Optimalisasi Pengawasan Keimigrasian di Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan” yang digelar di Hotel Grand City Hall Medan, Jumat (12/6).

Kunjungan dipimpin oleh Hj. Dewi Asmara, S.H., M.H., dan dihadiri sejumlah anggota Komisi XIII seperti Kombes.Pol (P) Dr.Maruli Siahaan,SH,MH, Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak., dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, Tonny Tesar, S.Sos., Hj. Kartika Sandra Desi, S.H., M.M., Anwar Sadad, dan Sugiat Santoso, S.E., M.S.P.

Dari pihak Imigrasi hadir Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara Dr. Parlindungan, S.H., M.H.; Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Uray Avian; pejabat struktural Kanwil; serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) keimigrasian se-Sumatera Utara.

Dalam paparan resmi, Kakanwil Dr. Parlindungan memaparkan capaian layanan dan langkah pengawasan yang telah dijalankan, termasuk pembukaan tiga Immigration Lounge (dua di Medan, satu di Kisaran) untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kanwil juga mengusulkan pembentukan dua kantor imigrasi baru pada 2026, yakni di Tebing Tinggi dan Labuhan Batu, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan.

Komisi XIII menyambut baik pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (TimPORA), operasi gabungan, serta program layanan terdekat yang dinilai meningkatkan sinergi lintas instansi. Namun anggota komisi menekankan perlunya langkah lebih agresif mengingat posisi strategis Sumatera Utara, antara lain untuk mencegah penyalahgunaan izin tinggal, praktik pekerja migran nonprosedural, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan pelanggaran keimigrasian lainnya.

Beberapa rekomendasi prioritas yang disampaikan Komisi XIII meliputi:

Pembentukan satuan tugas pengawasan orang asing di kawasan industri, untuk meminimalisasi pelanggaran izin tinggal dan potensi eksploitasi tenaga kerja.

Peningkatan sosialisasi dan upaya pencegahan kepada masyarakat, guna memperkuat kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian.

Penguatan tata kelola data keimigrasian secara terintegrasi antarunit kerja dan lintas instansi, untuk mendukung pengambilan kebijakan yang akurat serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Komisi XIII juga menyatakan dukungan terhadap upaya penguatan kelembagaan Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara melalui penambahan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi pegawai, pemenuhan sarana-prasarana, pembentukan kantor imigrasi baru, serta kenaikan kelas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.

Sebagai tindak lanjut, rombongan merekomendasikan agar pengembangan sistem digitalisasi dan integrasi data keimigrasian berbasis teknologi informasi dibahas secara khusus dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Rekomendasi ini diharapkan mempercepat efektivitas pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum keimigrasian.

Kunjungan kerja dianggap sebagai momentum penguatan sinergi antara legislatif dan aparat Imigrasi untuk mewujudkan layanan keimigrasian yang lebih profesional, modern, dan responsif terhadap tantangan pengawasan di wilayah strategis seperti Sumatera Utara. (Red)

Share:

Jumat, 12 Juni 2026

Elida Hapnih, Siswi MAN Labusel Raih Juara 2 Deklamasi Bahasa Prancis di UNIMED

MakmurNews.com, Labuhanbatu Selatan. -Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid MAN Labuhanbatu Selatan (:Labusel) dalam ajang La Semaine de la Francophonie 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Siswi kelas X-3, Elida Hapnih Siregar berhasil meraih juara kedua dalam cabang lomba Baca Puisi Bahasa Prancis pada Kamis, (11/06/2026). 

Kompetisi yang mengusung tema “Jeunes, Fiers, Francophonie” menggambarkan semangat dan identitas generasi muda Francophone yang bangga menggunakan Bahasa Prancis sebagai sarana mengekspresikan diri merupakan bagian dari perayaan lomba tahunan yang rutin digelar dan terbuka bagi murid jenjang SMA/sederajat dari seluruh Indonesia.

Peserta lomba baca puisi diberikan pilihan puisi. Elida memilih puisi yang berjudul, “Le Cancre” karya Jacques Prévert (1945), yang mengisahkan tentang seorang anak yang menolak terhadap sistem pendidikan formal. Ia tampil dengan kefasihan, ekspresi, dan penjiwaan yang memukau, sesuai dengan kriteria penilaian lomba.

Di balik hasil yang membanggakan itu, proses latihan ternyata berlangsung cukup singkat. Hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, perjalanan itu tidak sepenuhnya mudah. Usaha dan perjuangan Elida perlu mendapat apresiasi, karena bahasa Prancis bukanlah bahasa yang mudah untuk diucapkan.

“Pengucapan bahasa Prancis sangat rumit dibanding bahasa lain, terutama huruf ‘r’ yang serasa tertanam di tenggorokan. Hal ini merupakan tantangan terbesar yang harus Elida kuasai sebab, poin paling tinggi dalam lomba ini adalah pengucapan dalam berbahasa Prancis”, Ujar Ahmad Faisal selaku Guru pembimbing Bahasa Prancis.

Elida mengaku tidak menyangka usahanya dapat membawanya hingga meraih Juara 2 pada kompetisi La Semaine de la Francophonie 2026 tersebut. Rasa senang, bangga, sekaligus syukur bercampur menjadi satu ketika pengumuman pemenang diumumkan.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur. Buat saya, ini bukan hanya tentang juara, tetapi bukti bahwa usaha dan proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh bisa membuahkan hasil,” Ujar Elida.

Elida juga berpesan kepada teman-teman MAN Labuhanbatu Selatan agar terus berjuang dan bersemangat untuk meraih mimpi. “Jangan takut mencoba. Kalau belum coba, kita nggak akan tahu hasilnya. Tapi kalau sudah mencoba, paling tidak kita tidak akan menyesal karena sudah berani melangkah,” tutupnya.

Di balik keberanian mengikuti kompetisi ini, ada dorongan besar dari lingkungan terdekatnya. Dukungan dari Kepala Madrasah dan seluruh Guru MAN Labusel. Monsieur Ahmad Faisal, S.Pd, selaku pembimbing sekaligus pelatih Français club MAN Labusel merasa bangga dan berterima kasih atas dedikasi Ananda Elida dalam mengikuti lomba baca puisi bahasa Prancis.

Kepala MAN Labuhanbatu Selatan, Drs. H. Satia Muda Ritonga, S.H.MM, turut memberikan apresiasi atas pencapaian Elida Hapnih. “Prestasi ini bukan hanya membanggakan bagi Elida secara pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa murid MAN Labusel mampu bersaing dalam bidang yang sangat spesifik dan menantang seperti bahasa Prancis,” ungkapnya. 

 Ia juga mengapresiasi semangat belajar Elida dan dukungan penuh dari para pembimbing, khususnya Monsieur Faisal. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani melangkah di bidang sastra dan bahasa asing. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Dedikasi Ali Pakpahan, Seberangi Danau Toba Demi Penyuluhan Agama di Desa Sibaruang

MakmurNews.com, Lumban Julu. – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Lumban Julu, Muhammad Ali Pakpahan, menyeberangi perairan Danau Toba menggunakan perahu motor untuk melaksanakan pembinaan keagamaan kepada kelompok binaannya di wilayah pesisir danau, menjadi wujud nyata komitmen KUA menjangkau umat hingga daerah terpencil.

Muhammad Ali Pakpahan berangkat pesisir Desa Binangalom menuju Desa Sibaruang, Kecamatan Lumban Julu. Desa tersebut dapat diakses melalui jalur air sehingga perjalanan laut menjadi pilihan utama. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 45 menit dengan menggunakan perahu milik warga yang telah lama membantu mobilitas penyuluh ke desa-desa binaan. Cuaca cerah dan gelombang tenang membuat perjalanan berjalan aman dan lancar.

Setibanya di Desa Sibaruang, Ali Pakpahan langsung mengisi majelis taklim ibu-ibu dan pembinaan remaja masjid di balai desa. Materi yang disampaikan meliputi penguatan akhlak mulia, fikih praktis tentang ibadah sehari-hari, serta pentingnya menjaga kerukunan hidup bertoleransi di tengah keberagaman masyarakat pesisir Danau Toba. Diskusi berlangsung interaktif dan warga antusias menyampaikan berbagai persoalan keagamaan yang mereka hadapi.

Ia mengatakan, tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan layanan pembinaan keagamaan berjalan merata tanpa terkendala geografis. Wilayah kerja KUA Lumban Julu memiliki sejumlah desa yang terpisah Danau Toba, sehingga pendekatan langsung melalui jalur air menjadi strategi efektif. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat memudahkan penyampaian materi, mendengar aspirasi umat, dan memberikan pendampingan langsung terkait permasalahan keagamaan, keluarga sakinah, hingga zakat dan wakaf.

Ali Pakpahan menegaskan bahwa program penyuluhan keliling akan terus digiatkan, khususnya ke wilayah yang akses daratnya terbatas. Perahu menjadi sarana penting bagi penyuluh untuk menjangkau umat di pulau-pulau kecil dan desa pesisir. Selain pembinaan, penyuluh juga berperan mendata kebutuhan masyarakat, memfasilitasi layanan pencatatan nikah, serta memberikan edukasi tentang program keagamaan Kementerian Agama.

Warga Desa Sibaruang menyambut hangat kedatangan penyuluh agama. Mereka merasa diperhatikan dan terbantu dengan hadirnya penyuluhan langsung. Ke depan, kelompok binaan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar ilmu agama dan nilai kebersamaan terus terjaga di tengah masyarakat pesisir Danau Toba.

Melalui perjalanan menyeberangi Danau Toba ini, KUA Lumban Julu ingin menunjukkan bahwa tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk melayani umat. Dedikasi penyuluh seperti Muhammad Ali Pakpahan menjadi inspirasi bahwa pelayanan keagamaan harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. (RB) *Sumber Humas*

■Fajar Trihatya

Share:

Pewarta Polrestabes Medan Hadir untuk Sesama Lewat Program Jumat Barokah

MakmurNews.com, Medan. – Semangat berbagi terus ditunjukkan Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan melalui kegiatan Jumat Barokah yang rutin dilaksanakan setiap pekan. 

Pada Jumat (12/6/2026), organisasi wartawan tersebut kembali menyalurkan bantuan beras kepada anggota dan warga sekitar Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan di Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area.

Kegiatan sosial yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu mendapat sambutan hangat dari para penerima manfaat. Bantuan beras dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus upaya membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, mengatakan bahwa program Jumat Barokah merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan berbagi tidak hanya bernilai membantu secara materi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara anggota organisasi dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi penerima,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

Para penerima bantuan mengaku senang dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pewarta Polrestabes Medan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dengan konsisten menjalankan program Jumat Barokah, Pewarta Polrestabes Medan berupaya memperkuat nilai gotong royong serta menumbuhkan rasa solidaritas di tengah masyarakat. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa insan pers juga dapat berperan aktif dalam aksi sosial yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. (Syahdan)

Share:

Tebar Kepedulian di Hari Jumat, PAC Pemuda Pancasila Medan Area Bagikan 1.000 Paket Makanan untuk Jamaah dan Panti Asuhan

MakmurNews.com, Medan. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan 1.000 paket makanan kepada jamaah usai melaksanakan Salat Jumat, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Masjid Amal Silaturrahmi, Jalan Nikel, Komplek Asia Mega Mas, serta menyasar sejumlah lokasi lainnya di wilayah Kecamatan Medan Area.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan yang akrab disapa Joko Tarigan, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya warga Kecamatan Medan Area.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemuda Pancasila Medan Area kepada warga yang selama ini selalu mendukung berbagai kegiatan sosial yang kami laksanakan," ujar Joko Tarigan kepada wartawan.

Selain di Masjid Amal Silaturrahmi, pembagian paket makanan juga dilakukan di Masjid Khalid Ibnu Walid di Jalan Rahmadsyah/Japaris. Tak hanya itu, bantuan juga disalurkan kepada anak-anak panti asuhan, yakni Panti Asuhan Al Washliyah di Jalan Ismailiyah dan Panti Asuhan Muhammadiyah di Jalan Amaliun Gang Umanat.

Joko Tarigan menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian Pemuda Pancasila kepada masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi motivasi bagi seluruh kader Pemuda Pancasila untuk terus hadir membantu warga yang membutuhkan," katanya.

Kegiatan Jumat Berkah tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area Rahmadsyah Putra Tarigan, didampingi Sekretaris Donny, Wakil Ketua Faisal Abro, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II Ahmad Iskandar Nainggolan, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Kota Matsum I Warsa, serta unsur pengurus PAC dan pengurus ranting Pemuda Pancasila se-Kecamatan Medan Area.

Suasana penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para jamaah dan pengurus panti asuhan menyambut baik aksi sosial yang dilakukan PAC Pemuda Pancasila Medan Area sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. (Syahdan)

Share:

SMP Negeri 3 Berastagi Gelar “Jumat Bersih” untuk Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan

MakmurNews.com, Berastagi.  —Siswa dan guru SMP Negeri 3 Berastagi melaksanakan kegiatan “Jumat Bersih” di lingkungan sekolah, Jumat (12/6/2026). Kegiatan gotong royong yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut meliputi pembersihan ruang kelas, kebun sekolah, dan halaman depan sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Berastagi, Sry Henny Br. Saragih, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga keasrian lingkungan belajar sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik. “Kegiatan kebersihan ini bukan sekadar rutinitas mingguan biasa. Setiap Jumat kita menggelar giat gotong royong untuk membiasakan disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan di antara siswa,” ujar Bu Henny saat diwawancarai awak Makmur News.

Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka membersihkan area kelas, merapikan pot dan taman, serta menyapu halaman depan sekolah. Aksi kebersihan berjalan tertib di bawah pengawasan guru, dan menumbuhkan suasana kebersamaan serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.

Salah seorang siswa peserta kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih membuatnya lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan agar suasana belajar menjadi nyaman dan sehat. Guru pembina menambahkan bahwa kegiatan rutin ini juga diharapkan mendorong kebiasaan hidup bersih di rumah masing-masing.

Kegiatan Jumat Bersih di SMP Negeri 3 Berastagi ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mempromosikan budaya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Sekolah berencana mempertahankan program ini secara berkala dan mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah serta penghijauan sebagai tindak lanjut.

(Korwil. BT)

Share:

Kamis, 11 Juni 2026

Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah

Oleh: Yakub F. Ismail

Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan sebuah langkah yang penuh liku.

Kebijakan tersebut hampir dapat dipastikan bukanlah keputusan yang populer, sehingga mendapat perlawanan sebagian masyarakat. 

Yang menarik, langkah itu diambil di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tertekan hebat, ditambah rupiah yang terus melemah.

Menghadapi situasi ini, pemerintah harus menghadapi gelombang kritik dari masyarakat yang khawatir terhadap meningkatnya biaya hidup. 

Selain itu, pemerintah juga dihadapkan pada realitas ekonomi yang tidak selalu memberikan banyak pilihan. 

Apa yang terjadi hari-hari ini memang sulit ditebak. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga minyak dunia berfluktuasi, dan tekanan krisis energi global belum sepenuhnya mereda, ekonomi dalam negeri pun mendapat pukulan luar biasa yang nyaris meluluhlantahkan negeri.

Di saat bersamaan, biaya penyediaan energi dalam negeri menjadi semakin mahal. Dalam situasi demikian, mempertahankan harga BBM pada level lama bukan hanya berisiko membebani keuangan negara dan badan usaha energi, melainkan juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi secara lebih luas. 

Di tengah dilema tersebut, penyesuaian harga BBM nonsubsidi muncul sebagai pilihan yang sulit namun dianggap perlu. 

Kebijakan ini memang mengandung konsekuensi sosial dan politik yang tidak ringan, tetapi pemerintah berasumsi bahwa menjaga ketahanan ekonomi nasional tetap menjadi pilihan prioritas demi mencegah risiko yang lebih besar di masa mendatang.

*Pilihan Dilematis*

Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan variabel ekonomi yang berada di luar kendali pemerintah. 

Dua faktor utama yang paling berpengaruh adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya biaya pengadaan energi di pasar global.

Karena sebagian kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor, maka implikasi yang ditimbulkan adalah setiap pelemahan rupiah dapat membuat biaya pembelian minyak mentah maupun produk turunannya menjadi lebih mahal. 

Dalam situasi semacam ini, mempertahankan harga lama sama artinya dengan menciptakan selisih biaya yang semakin besar dan berpotensi menimbulkan tekanan keuangan yang serius.

Dari perspektif ekonomi, harga BBM nonsubsidi memang didesain untuk lebih mengikuti mekanisme pasar. Ini berarti perubahan harga pasar global dapat berpengaruh terhadap penyesuaian harga dalam negeri.

Berbeda dengan BBM bersubsidi, BBM nonsubsidi memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan biaya produksi dan distribusi. 

Karena itu, ketika biaya pengadaan meningkat secara signifikan, penyesuaian harga menjadi langkah yang secara ekonomi dapat dipahami.

Logika yang mesti dipahami masyarakat adalah bahwa tidak semua kebijakan dapat dinilai hanya dari dampak jangka pendeknya. 

Dalam kondisi tertentu, pemerintah memang wajib memilih antara dua risiko yang sama-sama tidak nyaman. 

Risiko pertama adalah menaikkan harga BBM sembari berhadapan dengan kenyataan adanya ketidakpuasan masyarakat. 

Risiko kedua adalah mempertahankan harga lama, namun membiarkan tekanan ekonomi terus meningkat hingga mengganggu stabilitas fiskal, moneter, ketahanan energi, hingga kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

Jika harga dipertahankan secara artifisial dalam waktu yang lama sementara biaya terus meningkat, maka beban yang muncul pada akhirnya akan jauh lebih besar. 

Dalam konteks inilah kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi sebuah pilihan sulit yang diambil bukan karena keinginan, melainkan karena kebutuhan untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang luar biasa.

*Tantangan Dalam Negeri*

Meski memiliki dasar ekonomi yang kuat, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap menghadapi tantangan besar di dalam negeri. 

Dampak yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah meningkatnya biaya transportasi dan distribusi. Saat biaya angkutan naik, misalnya, harga barang dan jasa juga ikut terdorong naik. Efek berantai ini tidak bisa terhindarkan lagi.

Apa yang menjadi ketakutan masyarakat pada giliriannya adalah inflasi dan penurunan daya beli itu sendiri.

Sementara itu, dalam konteks politik, kondisi tersebut hampir bisa dipastikan akan memunculkan sentimen negatif terhadap pemerintah. 

Kenaikan harga BBM selalu menjadi isu yang sensitif karena beririsan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Itulah sebabnya, berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sipil, hingga aktor politik menjadikan kebijakan ini sebagai bahan kritik terhadap pemerintah. 

Gelombang tekanan publik bahkan berpotensi semakin menguat kala masyarakat mulai merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya mobilitas.

Namun demikian, di tengah besarnya tekanan, pemerintah mesti mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan ekonomi bangsa secara keseluruhan.

Dari sejarah kita belajar bahwa banyak negara mengalami krisis yang lebih dalam ketika pemerintah terlalu lama menunda penyesuaian kebijakan ekonomi yang sebenarnya diperlukan. 

Kebijakan yang populer dalam jangka pendek, seperti berkaca dari pengalaman yang sudah lalu, tidak selalu menjadi kebijakan yang sehat dalam jangka panjang. 

Sebaliknya, keputusan yang tidak populer seringkali justru diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar di masa depan.

Dengan demikian, terlepas dari kebijakan yang dibuat pemerintah ini membawa konsekuensi politik yang tidak biasa, tujuan utamanya tetap jauh lebih penting yaitu menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kepentingan bangsa senantiasa berada di atas kepentingan yang lebih besar.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)*

Share:

DILANTIK KAJATI SUMUT, MUHAMMAD JUNAIDI JABAT KAJARI PADANG LAWAS

Doktrin Tri Krama Adhyaksa Sebagai Landasan Dan Nilai Dasar Pelaksanaan Tugas

MakmurNews.com, Medan. [11/6/2026], Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, SH.,MH melantik dan menyaksikan langsung pengucapan sumpah jabatan Kepala Kejaksan Negeri Padang Lawas Utara (Paluta) Muhammad Juanidi, SH.,MH yang berlangsung di Aula Cipta Kerta lantai III Kejati Sumatera Utara yang digelar pada hari Kamis (11/6/2026).

Pelantikan tersebut digelar sebagai tindak lanjut keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia sebagaimana dimaksudkan dalam Surat Keputusan (SK) No. KEP-IV-518/C/05/2026 tanggal 20 Mei 2026 yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung R.I Dr.Hendro Dewanto.

Dalam kutipan surat keputusan tersebut, Muhammad Junaidi yang sebelumnya menjabat Kajari Aceh Singkil kemudian dipercaya menajdi Kajari Padang Lawas Utara.

Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan tersebut secara resmi mengakhiri kekosongan Jabatan Kajari di padang lawas utara yang telah beberapa waktu terakhir masih dijabat oleh Pejabat pelaksana tugas atau PLT.

Saat menyampaikan amanat pelantikannya, Kajati Sumut mengingatkan bahwa pada dasarnya jabatan adalah amanah, jabatan juga akan silih bergati alias tidak selamanya, maka jadikan lah jabatan itu sebagai ibadah kepada Tuhan dan pengabdian kepada institusi, tegas Muhibuddin.

Ditambahkan Muhib, sebagai pedoman utama korps adhyaksa, *"pegang teguh doktrin Tri Krama Adhyaksa sebagai nilai dasar yang hidup agar tetap setia kepada negara dan pimpinan, sempurna dalam melaksanakan tugas serta bijaksana dalam bertindak."* Ujarnya.

Hadir dan mengikuti kegiatan itu, Wakajati Sumut Eko Adbyaksono beserta para Pejabat utama (PJU) Kejati Sumatera Utara, Kajari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai hingga Kajari Langkat. (Sumber Kasi Penkum)

■Rahmad.P

Share:

Rabu, 10 Juni 2026

Selama 244 Hari, Polrestabes Medan Musnahkan Bermacam Jenis Narkoba Senilai Rp Ratusan Miliar Dari Komplotan Jaringan Internasional

MakmurNews.com, Medan. - Selama 244 hari, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali  memusnahkan barang bukti bermacam jenis narkotika bernilai  ratusan miliar rupiah. Barang haram tersebut merupakan hasil sitaan, dari berbagai pengungkapan kasus terbaru dari komplotan jaringan internasional di Medan. 

Pemusnahan dilakukan secara transparan dengan menghadirkan para tersangka serta disaksikan oleh perwakilan Jaksa Penuntut Umum (JPU), petugas Laboratorium Forensik dan BNNP Sumut. 

“Barang bukti narkotika yang telah dimusnahkan oleh polisi antara lain 231 kilogram sabu, 54 kilogram ganja, puluhan ribu butir ekstasi, serta sekitar 3.000 liquid vape mengandung narkotika, dan juga menyelamatkan orang 1.434.89 jiwa atau senilai 259.157.940.000 di Medan, " ucap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH kepada wartawan saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika dan pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolrestabes Medan, Rabu (10/6/2026).

Tentunya menjadi atensi penegak hukum dalam menindak peredaran gelap narkotika yang akan dapat merusak generasi bangsa dan menganggu Sitkamtibmas. 

Polrestabes Medan mencatat lonjakan signifikan dalam pengungkapan kasus narkotika sepanjang 244 hari terakhir. Sebanyak 997 kasus berhasil diungkap dengan total 1.211 tersangka, meningkat 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Satresnarkoba Polrestabes Medan, jajaran Polsek, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, pemerintah daerah, serta TNI.

"Dibandingkan tahun lalu, pengungkapan kasus meningkat 117 persen atau bertambah 538 kasus," kata Jean Calvijn. 

Dari total pengungkapan tersebut, polisi menyita berbagai jenis narkotika, antara lain 231 kilogram sabu, 54 kilogram ganja, puluhan ribu butir ekstasi, serta sekitar 3.000 liquid vape mengandung narkotika.

Jean menyebut hampir seluruh jenis barang bukti mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sabu meningkat 79 persen atau sekitar 102 kilogram, ganja naik 15 persen, dan ekstasi meningkat 24 persen.

Menurut dia, fenomena baru yang menjadi perhatian aparat adalah peredaran liquid vape mengandung narkotika. Pada periode yang sama tahun lalu tidak ditemukan kasus serupa, namun tahun ini polisi berhasil mengungkap sekitar 3.000 cartridge liquid vape narkotika.

Selain itu, Operasi Antik yang digelar selama 21 hari berhasil mengungkap 161 kasus narkotika. Jumlah tersebut meningkat 95 persen dibandingkan operasi serupa tahun lalu.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumatera Utara Kombes Pol CP Sinaga menyatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan kepolisian melalui operasi gabungan dan razia di sejumlah lokasi rawan narkoba.

"Kami siap mendukung penuh upaya pemberantasan narkotika. Ini membutuhkan kolaborasi seluruh aparat dan masyarakat," ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pemusnahan barang bukti narkotika yang disita dari berbagai pengungkapan kasus sepanjang tahun 2026. 

Hadir Walikota Medan diwakili Asisten Pemerintahan Pemko Medan Muhammad Sofyan, , Kabid Pemberantasan BNNP Sumut Kombes  Pol CP Sinaga, Kepala Bea Cukai Dede Mulyana, Kejari  Medan, Dandim 02/01 dan Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha. (Syahdan)

Share:

Arsip Blog

Komisi XIII Apresiasi Inovasi Imigrasi Sumut; Dorong Penguatan Pengawasan, Digitalisasi Data, dan Pembukaan Kantor Baru

MakmurNews.com, Medan. — Komisi XIII DPR RI memberikan apresiasi atas inovasi layanan dan penguatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Je...