Sabtu, 01 Agustus 2026

Walikota medan harus turun kelapangan cek PBG yang bermasalah. Lalu beri tindakan yang nyata. Agar PAD kota medan meningkat.



 



MEDAN (Makmurnews)         Kekecewaan mendalam DPRD Kota Medan atas jebolnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) diduga kuat akibat adanya praktik dugaan. korupsi terstruktur. 

Merespons kondisi tersebut, sumber yang di himpun  kontributor  Media Makmurbews.com  pada Sabtu (1/8), mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas aliran dana yang hilang dari kas daerah.

Menurut sumber , hilangnya potensi miliaran rupiah dari kas daerah bukan sekadar masalah kelalaian administratif belaka. Ia menilai ada indikasi kesengajaan, pungutan liar (pungli), dan permainan anggaran secara masif di lapangan yang melibatkan oknum internal instansi terkait.

Sumber.  meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dan pihak Kepolisian tidak tinggal diam. Kebocoran PAD yang terus berulang ini adalah sinyal kuat adanya jaringan korupsi terstruktur yang merugikan masyarakat Medan," tegas nya.  saat memberikan keterangan di Medan.

Sumber juga menambahkan bahwa manipulasi data potensi pendapatan daerah sering kali terjadi pada tahap perencanaan. Pola pembiaran ini dinilai sengaja dipelihara oleh oknum pejabat nakal demi meraup keuntungan pribadi dengan cara menyunat target riil yang bisa dicapai.

Akibatnya, target PAD sengaja dibuat rendah agar realisasinya terlihat selalu memenuhi kuota, padahal potensi asli di lapangan jauh lebih besar.

Dampak dari kebocoran yang masif ini sangat mencederai rasa keadilan sosial dan menghambat percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Medan. 

Alokasi anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk perbaikan jalan, penanggulangan banjir, dan fasilitas kesehatan gratis kini justru menguap ke kantong-kantong para koruptor.   Sumberb menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terus-menerus dikorbankan akibat bobroknya mentalitas para pengawas kebijakan di daerah.

Sebagai langkah konkret, sumber memastikan bahwa pihak  nya  dalam waktu dekat akan melayangkan laporan resmi beserta bukti-bukti awal ke Kejari Medan dan Polda Sumut. Laporan tersebut berfokus pada titik-titik rawan pungli retribusi dan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan izin bangunan strategis.

Tindakan tegas ini diambil guna memastikan ada efek jera bagi para pelaku yang terlibat dalam lingkaran korupsi tersebut.

 menyoroti beberapa sektor krusial yang menjadi ladang kebocoran anggaran:

## 1. Indikasi Korupsi di Sektor Retribusi Parkir

Sistem pengutipan parkir konvensional yang tidak transparan dinilai menjadi celah utama. 

Maraknya praktik pungli, penggunaan karcis retribusi yang diduga palsu, serta tidak jelasnya setoran dari kawasan strategis seperti PT Kawasan Industri Medan (KIM) membuktikan lemahnya pengawasan Dinas Perhubungan.

## 2. "Permainan" Izin Bangunan (PBG) yang Terstruktur

 Sumber  juga mencurigai adanya oknum di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Dinas 

Perkimcikataru yang sengaja "tutup mata" terhadap berdirinya bangunan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Bangunan ilegal tetap bisa berjalan mulus di lapangan diduga kuat karena adanya aliran uang suap untuk menghindari penyegelan Satpol PP.  Sumber  juga heran  meliat  bangun  bangunan  ada yang  izin PBG nya 5 unit   tapi  di bangun. Lebih dari 5 unit.   Ada yang tidak tertera  PBG nya  tapi  bangunan nya  tetap berjalan.  Banyak. Macam cara  dugaan. Oknum  untuk  mengelabui    pemasukan pendapatan daerah. Aneh nya lagi  ujar Sumber   mengapa  ada dinas yang terkait mungurusi  PBG  izin membangun  malah  di duga tidak berfungsi  peran nya . Pengawasan nya .  Tindakan  nya.    Di mana sebenar  walikota medan   ini  apa wali kota  tidak meliat.   Dan tidak  mendengar  ada  Bangunan  bangunan  yang di wilaya tugas wali kota medan  PBG dan izin membangun  yang  semberaut  serta izin membangun ini apa bila di kelolah dengan  baik tentunya  pendapatan yang sangat besar  untuk PAD kota  medan   tapi    walikota  Medan  juga harus  meliat   Pembangunan  dikota medan  cek  PBG nya .    Tentunya  sumber  menyampaikan. Pak Wali kota kan  punya  team  internal  yang kuat  dan  andal  didalam  manggali hal  hal temuan di lapangan.     

## 3. Pengelolaan Pasar Tradisional

Keterlibatan pihak ketiga di PUD Pasar Medan yang hanya menghasilkan setoran PAD minim (berkisar Rp400 juta) juga memicu kecurigaan adanya penyelewengan dana internal yang harus segera diperiksa oleh tim penyidik kejaksaan.

## Desakan Penegakan Hukum

Menutup keterangannya, sumber  menegaskan bahwa langkah Pemko Medan dalam menerapkan digitalisasi tidak akan maksimal jika oknum-oknum Nakal  di dalam sistem tidak dibersihkan terlebih dahulu.

"Digitalisasi sistem pendapatan itu penting, tetapi tindakan hukum yang tegas (shock therapy) terhadap oknum pejabat dan pengusaha nakal jauh lebih mendesak. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum," pungkas  sumbet  (red)

Share: