Selasa, 04 Agustus 2026

Gandeng Densus 88, Kesbangpol Sumut Edukasi Pelajar Cegah Intoleransi dan Radikalisme


 Gandeng Densus 88, Kesbangpol Sumut Edukasi Pelajar Cegah Intoleransi dan Radikalisme


MEDAN (Makmurnews) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, terorisme, dan ekstremisme kepada para pelajar, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.


Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.Si., hadir memberikan arahan kepada ratusan peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelajar merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan penguatan literasi kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital.


Menurut Mulyono, kemudahan akses informasi melalui media sosial harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun paham yang bertentangan dengan ideologi negara.


"Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Bekali diri dengan wawasan kebangsaan, junjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar," ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, tim Densus 88 Antiteror Polri menyampaikan materi mengenai berbagai bentuk penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang kini semakin berkembang melalui platform digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyaring informasi serta mengenali ciri-ciri konten yang mengandung ajakan kepada tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kebangsaan.


Selain itu, narasumber juga mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta agar lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para pelajar. Berbagai pertanyaan mengenai penggunaan media sosial, pentingnya toleransi, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan menjadi topik yang banyak dibahas selama kegiatan berlangsung.


Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai satuan pendidikan. Menurut mereka, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai toleransi perlu ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan di era digital.


Di akhir kegiatan, para peserta diajak memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara menegaskan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan, dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk paham yang berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Share: