MEDAN (Makmurnews) – Kelompok Peneliti (Kelti) Tanah dan Agronomi PPKS Medan berhasil merampungkan program kolaborasi riset strategis bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).
Fokus utama dari kemitraan akademis ini adalah pengembangan sistem peringatan dini pemupukan berbasis digital dan kajian mendalam mengenai teknik konservasi tanah di lahan perkebunan sawit. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi pemupukan yang jauh lebih presisi, efisien secara biaya, serta ramah lingkungan guna menjaga produktivitas sawit berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.
Selama program berlangsung, tim peneliti muda dari UGM melakukan pengumpulan data lapangan yang ekstensif, mencakup analisis karakteristik kimia fisika tanah serta pengambilan sampel daun sawit di lahan percobaan PPKS.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan pemodelan matematika untuk memetakan dinamika serapan hara tanaman, sehingga tingkat defisiensi pupuk pada blok perkebunan tertentu dapat dideteksi jauh sebelum gejala visual kerusakan muncul pada tanaman.
Kajian konservasi tanah juga menjadi porsi krusial dalam riset ini, di mana kolaborasi tersebut mengevaluasi efektivitas penanaman tanaman penutup tanah (legume cover crops) dan aplikasi janjang kosong sawit dalam menahan laju erosi pada lahan berlereng. Hasil penelitian bersama ini memberikan bukti empiris baru mengenai pentingnya pengelolaan struktur tanah yang sehat guna menjaga ketersediaan air tanah makro selama musim kemarau panjang.
Kerja sama antara PPKS dan UGM ini menegaskan pentingnya keterkaitan antara dunia akademis kampus dengan lembaga riset terapan industri dalam memecahkan masalah nyata di sektor pertanian.
Pihak PPKS menyatakan pintu laboratorium dan lahan riset mereka akan selalu terbuka lebar bagi talenta muda universitas demi mempercepat regenerasi peneliti bidang kelapa sawit di tanah air.







