Kamis, 30 Juli 2026

Optimalkan Pelayanan, DKP3 Medan Uji Coba QR Code Kepuasan Publik pada Layanan Vaksinasi Rabies


 Optimalkan Pelayanan, DKP3 Medan Uji Coba QR Code Kepuasan Publik pada Layanan Vaksinasi Rabies


MEDAN (Makmurnews) – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan publik dan keterbukaan informasi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Medan resmi menggelar uji coba implementasi sistem QR Code. Kegiatan digitalisasi survei kepuasan masyarakat ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor DKP3 Kota Medan pada Senin, 20 Juli 2026.Kepala DKP3 Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, mengonfirmasi bahwa penerapan teknologi ini merupakan komitmen instansinya untuk mendengar masukan masyarakat secara langsung dan cepat. Pada tahap awal, sistem pemindaian kode digital ini diintegrasikan langsung pada unit pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga.Melalui sistem baru ini, pemilik hewan yang datang memanfaatkan fasilitas penanganan rabies cukup memindai QR Code menggunakan ponsel pintar mereka setelah pelayanan selesai. Data penilaian, kritik, maupun saran dari warga akan langsung masuk ke basis data pusat DKP3. Ahmad Untung Lubis menegaskan bahwa langkah digital ini menjadi bahan evaluasi berkala agar standardisasi pelayanan medis veteriner di Kota Medan tetap terjaga dengan prima, transparan, dan akuntabel.Penerapan QR Code ini juga diharapkan mampu memotong birokrasi pelaporan manual yang selama ini memakan waktu. Warga tidak perlu lagi mengisi formulir kertas yang rentan tercecer, sehingga indeks kepuasan dapat dihitung secara real-time oleh tim pemantau internal dinas. Langkah ini sekaligus menjadi cetak biru bagi standardisasi pelayanan digital di sub-sektor kehewanan lainnya.Selain menyasar pada aspek kepuasan, sistem ini juga terintegrasi dengan basis data riwayat vaksinasi hewan di Kota Medan. Melalui pemindaian tersebut, petugas dapat memetakan wilayah sebaran wilayah mana saja yang kesadaran warga terhadap bahaya rabiesnya sudah tinggi maupun yang masih membutuhkan sosialisasi intensif. Data makro ini sangat penting bagi efisiensi alokasi dosis vaksin ke depannya.Ke depan, Ahmad Untung Lubis menargetkan sistem digitalisasi ini tidak hanya berhenti di unit pelayanan rabies, melainkan diadopsi secara menyeluruh di unit pelayanan pemberian bantuan bibit tanaman dan benih ikan. Penyelarasan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan publik DKP3 yang sepenuhnya modern, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban Kota Medan.

Share: