Tangani Sedimentasi Sungai Deli, Dinas SDA Sumut Datangkan Empat Ekskavator Amfibi
MEDAN (Makmurnews) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) akan mendatangkan empat unit ekskavator amfibi ke Kota Medan pada September 2026. Pengadaan alat berat tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat normalisasi Sungai Deli, terutama dalam menangani sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.
Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan ekskavator amfibi memiliki kemampuan khusus karena dapat beroperasi di kawasan perairan. Alat tersebut dinilai efektif untuk mengeruk endapan lumpur dan material yang menumpuk di sejumlah titik sungai yang sulit dijangkau menggunakan ekskavator konvensional dari daratan.
Menurut Gibson, keberadaan empat unit alat berat tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan sedimentasi sekaligus mengurangi potensi terjadinya luapan Sungai Deli. Normalisasi menjadi langkah penting mengingat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dapat mengurangi kapasitas tampung dan memperlambat aliran air ketika debit meningkat.
Meskipun pengelolaan Sungai Deli secara struktural berada dalam kewenangan pemerintah pusat, Pemprov Sumut tetap mengambil peran melalui koordinasi dan dukungan penanganan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari sinergi antarlembaga dalam mengantisipasi ancaman banjir yang dapat berdampak terhadap masyarakat di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
Gibson juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara dalam menentukan lokasi serta pembagian penanganan. Dengan pembagian tugas yang jelas, proses normalisasi diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan.
Selain pengerukan sedimentasi, penanganan Sungai Deli juga perlu dibarengi dengan pemeliharaan kondisi tanggul, sempadan, serta saluran yang terhubung dengan badan sungai. Upaya tersebut diperlukan agar hasil normalisasi dapat memberikan manfaat lebih optimal dalam meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi risiko genangan di kawasan perkotaan.
Dinas SDA Sumut menargetkan empat ekskavator amfibi yang didatangkan dapat segera dimanfaatkan setelah tiba. Pengoperasian alat akan diarahkan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi lapangan dan tingkat sedimentasi.
Gibson menegaskan pengadaan dan pemanfaatan peralatan tersebut harus dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai kebutuhan teknis. Menurutnya, percepatan penanganan sungai merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir.
Dengan tambahan armada ekskavator amfibi, Dinas SDA Sumut berharap kegiatan normalisasi Sungai Deli dapat dilakukan secara lebih masif. Penanganan sedimentasi juga diharapkan menjadi bagian dari langkah antisipatif sebelum memasuki periode dengan curah hujan tinggi pada akhir 2026.






