MEDAN (Makmurnews, 24 Juli 2026) – Menanggapi keluhan dari masyarakat, kontraktor, hingga pelaku usaha bangunan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) bergerak cepat mengatasi masalah serius di sektor bahan bangunan. Dalam beberapa pekan terakhir, komoditas semen di berbagai daerah di Sumut mengalami kelangkaan yang memicu lonjakan harga sangat tajam di pasaran.
Berdasarkan laporan di lapangan, harga semen yang biasanya stabil kini naik hingga mencapai Rp70.000 hingga Rp90.000 per karung ukuran 40–50 kilogram. Merespons situasi ini, Kepala Disperindag ESDM Sumut, Dedi Jamiansyah Putra (DJP) Harahap, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami secara menyeluruh penyebab terganggunya rantai pasokan semen. Pihak dinas menduga ada indikasi pengaturan distribusi atau penimbunan barang secara sengaja oleh pihak tertentu guna meraup keuntungan sepihak.
"Kami menanggapi dengan serius keluhan masyarakat luas. Kelangkaan ini tidak dapat dibiarkan karena berpotensi menghambat pembangunan rumah, proyek konstruksi strategis, serta mengganggu kelancaran kegiatan usaha di Sumatera Utara," ujar Dedi J.P. Harahap dalam keterangan resminya di Medan, Kamis (30/7).
Sebagai langkah nyata, Disperindag ESDM Sumut bersama tim terkait akan segera mengirimkan petugas ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan mendadak ke gudang-gudang distributor utama dan agen penyalur. Tindakan pencegahan dan penindakan telah disiapkan, termasuk sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha dan proses hukum jika ditemukan bukti penimbunan barang secara sengaja. Melalui pengawasan ketat ini, pemerintah berkomitmen memulihkan ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga semen agar kegiatan pembangunan dapat kembali berjalan lancar.






