Kondisi ini membuat para petani mengalami kerugian besar dan kesulitan untuk mempertahankan usaha tani mereka.
Sarman Sembiring, salah seorang petani bawang merah di Tanah Karo, mengungkapkan ke makmur news, bahwa saat ini harga bawang merah lokal jenis gunung merosot tajam dan hanya berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
Sementara itu, untuk bawang merah lokal asal Padang berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
Menurut Sarman, harga jual tersebut sudah tidak rasional lagi bagi kelangsungan hidup petani. Sebab, meski harga di pasaran mencapai batas atas Rp20.000 per kilogram, nominal tersebut tetap belum mampu menutup tingginya biaya produksi yang harus mereka keluarkan.
"Banyak petani yang merugi dan kesulitan mempertahankan usaha taninya karena biaya modal mulai dari bibit hingga perawatan tidak sebanding dengan harga jual saat panen," keluhnya.
Anjloknya harga komoditas lokal ini diduga kuat dipicu maraknya peredaran bawang merah impor di pasaran. Sutra menyebutkan, saat ini pasar tengah dibanjiri bawang merah yang diduga berasal dari India dengan harga yang jauh lebih murah, yakni sekitar Rp11.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Keberadaan bawang impor dengan harga miring tersebut dinilai langsung memukul dan menekan harga bawang merah lokal di tingkat pedagang maupun konsumen.
Menyikapi situasi yang kian mendesak ini, para petani di Tanah Karo menaruh harapan besar kepada jajaran pemerintah daerah. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution untuk segera mengambil langkah konkret.
Petani berharap Pemprov Sumut dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat beserta instansi terkait untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk barang. Hal ini penting guna menekan peredaran bawang impor yang tidak sesuai ketentuan atau ilegal.
Saat media online menyambengi kantor Dinas pertanian Karo Jumat 3/7.2026 untuk mempertanyakan keluhan anjloknya harga jual hasil panen bawang ditanah Karo, Kepala Dinas pertanian Karo tidak dapat ditemui awak media diduga jarang didalam kantornya semenjak dilantik.
(Korwil bt)






.jpg)