Rabu, 24 Juni 2026

PTPN IV Regional 2 Perkuat Kompetensi Pimpinan Melalui PPM Management

MakmurNews.com, Medan – PTPN IV Regional 2 membekali puluhan pejabat struktural Perusahaan dengan kompetensi manajemen proyek melalui pelatihan intensif yang digelar di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti Board of Regional Manager (BRM) beserta Regional Manager I (RM-I) yang terdiri atas para Kepala Bagian, General Manager, dan Manajer dari berbagai unit kerja PTPN IV Regional 2.

Pelatihan diselenggarakan melalui PPM Management.  Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan, mengelola, mengendalikan, dan mengevaluasi proyek sehingga pelaksanaan berbagai program strategis Perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

“Kemampuan mengelola proyek menjadi salah-satu kompetensi yang sangat penting bagi pimpinan Perusahaan saat ini. Setiap program kerja membutuhkan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang tepat, serta pengendalian yang konsisten agar target yang ditetapkan dapat tercapai secara optimal,” ujar Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto.

Materi yang diberikan pada pelatihan kali ini mencakup kerangka dasar manajemen proyek, perencanaan ruang lingkup pekerjaan, penyusunan anggaran biaya, pengendalian proyek, hingga manajemen risiko. Seluruh sesi dikemas secara interaktif yang dipadukan dengan studi kasus dan diskusi kelompok agar peserta dapat menghubungkan teori dengan tantangan riil yang dihadapi di lapangan.

Menurut Budi, industri perkebunan saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks. Berbagai program peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, pengembangan infrastruktur, hingga transformasi bisnis membutuhkan kemampuan eksekusi yang kuat dari seluruh jajaran pimpinan.

Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah-satu fokus PTPN IV Regional 2. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharap mampu memahami keterkaitan antara perencanaan proyek, pengelolaan waktu, alokasi sumber daya, serta pengendalian risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu program.

“Kami ingin para pimpinan memiliki kerangka berpikir yang sama dalam mengelola setiap program kerja. Ketika perencanaan dilakukan secara sistematis dan risiko dapat dipetakan sejak awal, maka peluang keberhasilan pelaksanaan program akan semakin besar,” katanya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai penyusunan project scope, pengelolaan biaya proyek, metode penjadwalan kegiatan, hingga strategi mitigasi risiko. Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan berlangsung. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis semata. 

Setelah mengikuti program ini, lanjut Budi, peserta diharapkan mampu memahami definisi manajemen proyek dan siklus proyek, menyusun rencana proyek, menyusun keterkaitan antara penjadwalan dan alokasi sumber daya proyek, memahami risiko proyek dan aplikasi pendukung manajemen proyek, serta engelola waktu, anggaran, dan risiko proyek.

“Kita berharap setiap peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing setelah kembali ke unit kerja,” ujar Budi.

Menurut Plt. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, pengembangan kompetensi para pimpinan merupakan investasi penting untuk mendukung keberlanjutan Perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat menerjemahkan materi yang diperoleh menjadi langkah-langkah nyata dalam pekerjaan sehari-hari. Kemampuan menyusun perencanaan yang baik, mengelola sumber daya secara efektif, dan mengantisipasi berbagai risiko,” ujar Hwin.

Tantangan yang dihadapi PTPN IV Regional 2 saat ini, kata Hwin, menuntut para pimpinan memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik. Di sisi lain, berbagai program strategis yang dijalankan Perusahaan membutuhkan koordinasi lintas fungsi yang kuat agar implementasinya berjalan sesuai rencana.

Menurut Hwin, manajemen proyek telah menjadi salah-satu kompetensi yang relevan bagi seluruh level kepemimpinan karena berkaitan langsung dengan efektivitas pelaksanaan program kerja. Pemahaman yang baik terhadap aspek perencanaan, pengendalian, dan mitigasi risiko akan membantu PTPN IV Regional 2 bergerak lebih adaptif terhadap perubahan.

“Pada akhirnya, peningkatan kompetensi para pimpinan akan bermuara pada peningkatan kinerja Perusahaan secara keseluruhan,” pungkasnya. (syahdan)

Share:

Arsip Blog