Jumat, 05 Juni 2026

Jumat Berkah Pemuda Pancasila Medan Area, Ratusan Paket Makanan Dibagikan kepada Jemaah dan Masyarakat

MakmurNews.com, MEDAN – PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area melalui Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan Jumat Berkah di Masjid Amal Silaturrahmi, Jalan Nikel, Komplek Asia Mega Mas, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan sosial tersebut dihadiri langsung Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan, Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II, Ahmad Iskandar Nainggolan, beserta jajaran pengurus dan anggota anak ranting Pemuda Pancasila se-Kelurahan Sukaramai II.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Iskandar Nainggolan yang akrab disapa Ucok mengatakan bahwa program Jumat Berkah merupakan kegiatan rutin yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan program yang terus kami jalankan untuk membantu masyarakat, khususnya setiap hari Jumat. Alhamdulillah, hari ini kami dapat berbagi sebanyak 150 paket makanan yang terdiri dari nasi, mi, buah-buahan, serta minuman dingin," ujarnya.

Ucok menjelaskan, terlaksananya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan atau yang akrab disapa Joko Tarigan, serta para donatur dan seluruh anggota yang secara konsisten memberikan dukungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, para donatur, dan seluruh anggota yang selalu mendukung kegiatan sosial ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan, mengapresiasi semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh seluruh kader Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II.

Menurutnya, kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan berbagi tersebut, Pemuda Pancasila berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membantu warga yang membutuhkan.(Syahdan/Red)

Share:

Kamis, 04 Juni 2026

Jumat Barokah Berkah Beras, Pewarta Polrestabes Medan Tebar Kepedulian untuk Anggota dan Warga

MakmurNews.com, Medan. – Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada sesama melalui kegiatan rutin Jumat Barokah yang digelar di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan sosial tersebut diisi dengan pembagian sembako berupa beras kepada pengurus, anggota Pewarta Polrestabes Medan, serta masyarakat yang berada di sekitar sekretariat.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH, mengatakan bahwa program Jumat Barokah merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membantu meringankan kebutuhan masyarakat.

Menurut Chairum, sekecil apa pun bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat dan membawa kebahagiaan bagi penerimanya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat.

"Jumat Barokah ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di antara sesama," ujar Chairum Lubis.

Ia menambahkan, keberadaan organisasi wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Kegiatan pembagian beras tersebut mendapat sambutan positif dari para anggota dan warga sekitar yang menerima bantuan. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang terus ditunjukkan oleh Pewarta Polrestabes Medan.

Selain membantu kebutuhan sehari-hari, kegiatan sosial itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers dengan masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung.

Chairum berharap program Jumat Barokah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengajak seluruh anggota Pewarta untuk terus menanamkan semangat berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, Pewarta Polrestabes Medan kembali membuktikan komitmennya untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan jurnalistik, tetapi juga hadir sebagai organisasi yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. (Syahdan)

Share:

Johan Merdeka Kritik Sikap Rico Waas soal AFF U-19: Momentum Emas Pariwisata Medan Jangan Disia-siakan

MakmurNews.com, Medan.  – Penyelenggaraan Piala AFF U-19 yang akan berlangsung di Medan dan Deli Serdang dinilai seharusnya menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Namun, pernyataan Wali Kota Medan, Rico Waas, terkait keterbatasan pembiayaan fasilitas peserta karena tidak dianggarkan dalam APBD Kota Medan justru menuai kritik dari berbagai kalangan.

Aktivis pro demokrasi, Johan Merdeka, menilai pernyataan tersebut tidak seharusnya disampaikan ke ruang publik karena berpotensi menimbulkan kesan negatif terhadap kesiapan Medan sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional.

"Kejuaraan AFF U-19 yang diikuti negara-negara ASEAN dan Australia merupakan kesempatan langka bagi Kota Medan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event internasional. Pernyataan seperti itu justru memberi kesan bahwa Medan tidak siap menyambut tamu-tamu dari luar negeri," ujar Johan kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Menurut Johan, ajang sepak bola internasional tersebut semestinya dipandang sebagai investasi promosi daerah yang dapat memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Medan kepada masyarakat internasional. Kehadiran atlet, ofisial, serta suporter dari berbagai negara diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha cendera mata.

Ia menilai persoalan pembiayaan seharusnya dapat dibicarakan secara tertutup antara pemerintah daerah, PSSI, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mencari solusi bersama, tanpa perlu menjadi polemik di ruang publik.

"Kalau ada kendala anggaran, duduk bersama mencari jalan keluar. Jangan sampai yang muncul justru perdebatan soal siapa yang membayar fasilitas peserta. Yang terpenting adalah bagaimana Medan sukses menjadi tuan rumah dan meninggalkan kesan positif bagi para tamu dari luar negeri," katanya.

Johan juga menegaskan bahwa sumber pendanaan kegiatan tidak selalu harus bergantung pada APBD. Menurutnya, pemerintah daerah dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan event internasional tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai Piala AFF U-19 dapat menjadi momentum kebangkitan sepak bola di Kota Medan sekaligus sarana meningkatkan citra daerah di mata dunia. Oleh karena itu, pemerintah kota diharapkan lebih fokus pada upaya menyukseskan pelaksanaan turnamen dan memaksimalkan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat.

"Event seperti ini memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah. Hotel terisi, restoran ramai, pedagang suvenir mendapat keuntungan, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Karena itu, seharusnya momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkenalkan Medan ke tingkat internasional," pungkasnya. (Syahdan)

Share:

Massa Desa Doulu Desak Pencabutan SK Kadis Pariwisata Karo: Tudingan Kebijakan Rugikan Sektor Pariwisata

MakmurNews.com, Kabanjahe.  — Ratusan warga Desa Doulu berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Karo pada Kamis (4/6/2026). Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ketika rombongan warga tiba dengan kendaraan bak terbuka beriring-iringan sambil membawa spanduk besar bertuliskan "Cabut SK Kadis Pariwisata Karo — Kebijakan Anda Mencedrai Wisata Karo!!".

Aksi yang berlangsung tertib itu juga diwarnai pentas musik dan tarian tradisional, yang dilakukan peserta sebagai bentuk protes namun tetap menjunjung suasana damai. Massa menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Kepala Dinas Pariwisata Karo yang menurut mereka telah merugikan pengelolaan dan perkembangan pariwisata lokal.

"Kami bukan anti-pemerintah. Kami menuntut agar kebijakan yang merugikan rakyat dan meredam potensi wisata di daerah ini segera dievaluasi atau dicabut," ujar salah seorang koordinator aksi yang enggan disebutkan namanya. Para peserta menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan sumber pendapatan penting bagi masyarakat setempat dan perubahan kebijakan yang tiba-tiba menimbulkan ketidakpastian dan kerugian ekonomi.

Pengamanan aksi dilakukan aparat gabungan Polres Karo, Satpol PP, dan Kodim 0205/TK. Petugas tampak menjaga jalannya aspirasi dengan ketat namun kondusif. Di pintu gerbang kantor, petugas memasang spanduk sambutan bertuliskan "Selamat Datang Pejuang Aspirasi — Sampaikan Pendapat dengan Tertib. Aman dan Damai. Polri Hadir Menjamin Hak Konstitusional Warga."

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja setempat menyatakan pihaknya siap memfasilitasi jalannya unjuk rasa sesuai aturan, sambil memastikan keamanan dan ketertiban umum. "Kami menyediakan pengamanan supaya aksi dapat berlangsung aman dan aspirasi tersampaikan secara baik," kata pejabat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Karo belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan pencabutan SK. Sejumlah perwakilan massa menyampaikan bahwa mereka telah mengajukan surat permohonan audiensi kepada Bupati dan berharap mendapatkan jadwal pertemuan secepatnya untuk membahas tuntutan dan dampak kebijakan terhadap masyarakat desa.

Warga juga menyerukan agar evaluasi kebijakan melibatkan unsur masyarakat dan pelaku pariwisata lokal sehingga solusi yang dihasilkan dapat mempertahankan keberlanjutan sektor pariwisata sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat.

●Korwil Bt

Share:

Kemenag Sumut Dukung Program Wajib Halal Oktober 2026

MakmurNews.com, Medan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM menyatakan dukungan atas terselenggaranya Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) Tahun 2026. Hal ini disampaikan Kakanwil sewaktu menghadiri kegiatan Sosialisasi Wajib Halal pada Kamis (4/6) di salah satu pusat perbelanjaan di Medan. 

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 secara serentak di 1.621 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPJPH secara nasional untuk meningkatkan literasi halal masyarakat sekaligus memastikan pelaku usaha memahami dan mempersiapkan diri menghadapi implementasi kebijakan Wajib Halal yang akan berlaku pada Oktober 2026 mendatang.

Ahmad Qosbi menyampaikan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera dalam jangka dekat akan segera menginstruksikan kebijakan bagi seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah untuk mendukung Wajib Halal Oktober 2026 dengan menyampaikan informasi ini secara masif ditengah tengah masyarakat Sumatera Utara.

 “Kanwil Kemenag Sumut akan dukung kewajiban halal ini, kita akan berkolaborasi dengan BPJPH Provinsi Sumatera Utara dalam mensukseskan program ini ditengah tengah masyarakat”, tambah Qosbi.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, BPJPH bersama Kementerian, pemerintah daerah, UPT Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi, perguruan tinggi, asosiasi pelaku usaha, Pendamping Proses Produk Halal (P3H), komunitas, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, serta berbagai mitra strategis BPJPH berupaya memastikan informasi mengenai kewajiban sertifikasi halal dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha hingga ke daerah-daerah, termasuk usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.


Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kewajiban sertifikasi halal merupakan amanat Undang-Undang yang harus dipahami oleh masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu negara hadir tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui edukasi dan pendampingan agar seluruh pelaku usaha dapat mempersiapkan diri dengan baik menyambut wajib halal Oktober 2026.

 “Halal itu inklusif, untuk semua orang, bukan hanya satu agama saja, namun berlaku untuk semuanya”, ungkapnya.


Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal ini memaparkan bahwa sertifikasi halal bukanlah  hambatan usaha namun merupakan peluang ekonomi yang lebih besar lagi. Produk halal memiliki nilai tambah, tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, dan peluang pasar yang lebih luas. 

Babe Haikal menambahkan bahwa sektor ekonomi halal telah menjadi salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional. Aktivitas yang terkait dengan rantai pasok halal (halal supply chain) memberikan kontribusi signifikan sebesar 27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025, dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya permintaan terhadap produk halal di pasar domestik maupun global.

Gubernur Sumatera Utara melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Ardan Noor juga menyampaikan dukungan Pemerintah provinsi Sumatera Utara atas Wajib Halal Oktober 2026 ini. 

 “ Jaminan produk halal bukan hanya kepatuhan pada regulasi, namun bentuk perlindungan bagi masyarakat agar memperoleh kepastian pada produk yang digunakan sehari hari. Sertifikat halal meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk yang dihasilkan. Pemerintah Sumatera Utara akan terus mendukung berbagai program pendampingan, pembinaan, edukasi dan fasilitasi yang bertujuan mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha khususnya UMKM” kata Gubsu.

 Lebih lanjut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mengajak seluruh Bupati dan Walikota di Sumatera Utara agar terus memberikan dukungan dan fasilitas percepatan sertifikasi halal di wilayah masing masing. 

Turut hadir bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H. Syafrizal Bancin dan Kepala Bidang Urusan Agama Islam H. Sakoanda Siregar, S.Ag.

Share:

Jembatan Garuda Diresmikan, Akses Warga Suruh Kini Lebih Mudah

MakmurNews.com, Trenggalek. – Pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah terus menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di daerah. Di Kabupaten Trenggalek, keberadaan Jembatan Garuda di Dusun Mlinjon, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, diharapkan menjadi sarana strategis yang mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan wilayah.

Komandan Kodim (Dandim) 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Suruh menghadiri tasyakuran sekaligus peresmian Jembatan Garuda, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang kini siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Letkol Roy menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan.

“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Infrastruktur yang baik akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan warga,” kata Letkol Roy.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah. Selain memperlancar akses transportasi, infrastruktur yang memadai juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat hubungan antarwilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Jembatan Garuda tercatat sebagai jembatan kedua yang berhasil diselesaikan di wilayah jajaran Kodim 0806/Trenggalek. Keberhasilan pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari Forkopimcam Suruh yang menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama terwujudnya infrastruktur yang sesuai kebutuhan warga.

Peresmian Jembatan Garuda ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara serah terima dari Dandim 0806/Trenggalek kepada Camat Suruh, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita di lokasi jembatan. Dengan beroperasinya Jembatan Garuda, konektivitas antarwilayah di Kabupaten Trenggalek diharapkan semakin kuat serta mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain menjadi sarana penghubung, keberadaan jembatan ini juga diharapkan memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Trenggalek dalam mendukung pembangunan daerah menuju kesejahteraan yang lebih merata. (Rl/Red)

Share:

Ketua STIK-P Medan Apresiasi Sofyan Tan: 720 Ribu Anak Terbantu, Rumah Aspirasi Jadi Harapan Baru Pendidikan Masyarakat

MakmurNews.com, Medan.  – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan, Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, mendapat kehormatan ikut menggunting pita pada peresmian Rumah Aspirasi Sofyan Tan di Kompleks CBD Polonia, Medan, Senin (1/6). Momentum tersebut menjadi simbol semakin kuatnya komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam kesempatan itu, Sakhyan Asmara menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sofyan Tan atas konsistensi dan dedikasinya membantu masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Saya sebagai mantan aktivis yang sudah lama mengenal Sofyan Tan dan saat ini sebagai Ketua STIK-P Medan, sangat salut kepada beliau. Sofyan Tan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan atas hingga masyarakat bawah, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras maupun golongan,” ujar Sakhyan.

L

Mantan Deputi Menpora tersebut menilai kepedulian Sofyan Tan terhadap masyarakat kurang mampu bukanlah hal baru. Menurutnya, komitmen itu telah ditunjukkan jauh sebelum menjadi tokoh nasional maupun anggota DPR RI.

“Komitmennya membantu rakyat miskin sudah dilakukan sejak beliau masih hidup sederhana dan belum menjadi apa-apa. Hingga sekarang menjadi anggota DPR RI dan memperoleh suara terbanyak dalam dua pemilu terakhir, komitmen itu tidak pernah berubah,” tegas Sakhyan yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda dan masyarakat Melayu.

Sakhyan menambahkan, Sofyan Tan selama ini dikenal luas melalui kiprahnya membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu tanpa membedakan agama, ras, maupun golongan. Berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa terus dijalankan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan meraih pendidikan yang layak.

Menurutnya, kehadiran Rumah Aspirasi Sofyan Tan yang lebih representatif akan semakin mempermudah proses penjaringan calon penerima bantuan pendidikan secara tepat sasaran.

“Rumah Aspirasi Sofyan Tan memiliki peran penting untuk menjaring calon penerima bantuan pendidikan yang tepat sasaran. Prosesnya dilakukan tanpa pungutan liar dan tanpa biaya apa pun. Ini sangat membantu masyarakat, khususnya orang tua yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan tetapi terkendala biaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sakhyan menilai peran Sofyan Tan sebagai anggota DPR RI Komisi X tidak hanya sebagai legislator, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kurang mampu dengan berbagai program bantuan pendidikan pemerintah.

“Apa yang dilakukan Sofyan Tan merupakan pekerjaan mulia. Beliau turut mendorong terwujudnya tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Program-program yang dijalankan memberi kesempatan kepada generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sofyan Tan, mengungkapkan bahwa selama tiga periode menjabat sebagai anggota DPR RI, sekitar 720 ribu anak telah menerima bantuan pendidikan melalui berbagai program yang diperjuangkannya.

“Sampai hari ini, pada periode ketiga saya sebagai anggota DPR RI, anak-anak yang berhasil dibantu sekitar 720 ribu orang. Mereka berasal dari sekitar 3.700 sekolah, baik yang berada di daerah pemilihan saya maupun di berbagai daerah lain di Indonesia,” ungkap Sofyan Tan saat meresmikan Rumah Aspirasi Sofyan Tan di Kompleks CBD Polonia, Medan.

Peresmian Rumah Aspirasi tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih efektif dalam menjaring dan menyalurkan berbagai program bantuan pendidikan, sehingga semakin banyak anak Indonesia dapat memperoleh kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (Syahdan/Red)

Share:

Selasa, 02 Juni 2026

Wajah Nyata Moderasi Beragama, Guru Kristen MIN Tobasa Ajarkan Indahnya Keberagaman

MakmurNews.com, Toba Samosir. – Di balik senyum ramahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan muda asal Toba bernama Lisna Novelina Tambunan. Lahir dari keluarga sederhana pada tahun 2002, Lisna tumbuh dengan nilai kerja keras dan pendidikan yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya. 

Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara sang ibu merupakan seorang ASN pemerintah daerah yang hanya berbekal pendidikan SMA, namun memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan anak-anaknya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Lisna memiliki minat besar di bidang olahraga. Mimpi itu membawanya untuk mencoba masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun gagal. Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi keluarga. 

Ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit ketika orangtuanya khawatir tidak mampu membiayai kuliah. Namun Lisna tidak menyerah dan kembali berjuang melalui SBMPTN dan berhasil diterima di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi tahun 2020.

Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Pada semester tiga, ia hampir menyerah karena beratnya tuntutan akademik dan aktivitas fisik yang harus dijalani. Di saat itulah dukungan orangtuanya menjadi kekuatan terbesar. Nasihat sederhana dari sang ibu terus terngiang dalam benaknya, bahwa setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas. Berbekal semangat tersebut, Lisna berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun 2024 dengan IPK 3,65.

Selepas kuliah, Lisna bekerja sebagai guru pengganti sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tidak mengikuti bimbingan belajar maupun membeli banyak buku persiapan. Penghasilannya sebagai guru honorer digunakan secara hemat untuk membeli beberapa paket try out daring, sementara materi lainnya ia pelajari secara mandiri melalui media sosial dan video pembelajaran. 

Usaha dan doa itu akhirnya berbuah manis. Lisna dinyatakan lulus sebagai CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia pada formasi Guru Ahli Pertama Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika ia ditempatkan di Kabupaten Toba, daerah yang selama ini selalu mereka doakan. 

Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Lisna menjadi salah satu ASN termuda di satuan kerjanya. Tangis haru sang ibu pecah saat mendengar kabar tersebut. Harapan yang selama ini mereka perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.

Namun perjalanan Lisna tidak berhenti sampai di sana. Penempatan kerjanya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai seorang yang memeluk Agama Kristen, Ia ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir di bawah naungan Kementerian Agama. 

Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.

Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya. Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.

Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah. 

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa moderasi beragama tumbuh bukan dari teori semata, melainkan dari sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain.

Perjalanan Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, bahwa doa orangtua memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang. Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang hidup, tumbuh, dan menginspirasi. (Rel/Fajar)

Share:

Kisah Sukses Siswa MAN 2 Padangsidimpuan, Menembus FSRD ITB Jalur SNBT 2026

MakmurNews.com, Padangsidimpuan. -Ada kisah haru dan membanggakan dari Arbiansyah Harahap, siswa MAN 2 Padangsidimpuan yang duduk di kelas XII MIPA 2. Anak pertama dari pasangan Parlindungan Harahap dan Nurlela Sari ini berhasil meraih prestasi gemilang karena mampu bersaing dan dinyatakan lulus di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. 

Di sela-sela wawancara bersama kepala madrasah dan WKM Humas pada Selasa (02/06),  Arbi memaparkan betapa sangat terharu, bangga dan menangis melihat pengumuman SNBT dan dinyatakan lulus di FSRD ITB.

Arbi sama sekali tidak menyangka bakal lulus di ITB karena dari awal sudah merasakan persaingannya sangat ketat dan sangat sulit karena menjadi salah satu kampus incaran Fakultas Seni impian pelajar se-Indonesia. 

"Sejak duduk di kelas sepuluh Madrasah Aliyah, Arbi memiliki cita-cita untuk menjadi seniman dan juga desainer terkenal, dan terus giat menuntut ilmu dan memperluas pengalaman bidang seni selama di madrasah,” papar Arbi membuka wawancara.

Arbi, panggilan akrabnya, merupakan siswa pecinta seni lukis dan piawai dalam seni merajut. Pemilik cita-cita desainer ini menyampaikan bahwa bakat seni telah mengalir dalam dirinya sejak duduk di bangku SMP. Bermula dari ketertarikannya pada gaun yang dikenakan oleh ratu kecantikan. 

" Saya punya mimpi menjadi seorang seniman terutama ingin menjadi desainer. Awalnya saya terinspirasi gaun yang dikenakan para ratu kecantikan.Saya berpikir siapa orang hebat dibalik pembuatan gaun-gaun yang cantik terebut? Sejak saat itu hati saya terdorong untuk menjadi desainer terkenal," ungkapnya mengenang masa lalu.

Selain itu, Arbi juga memiliki bakat dalam menorehkan kuas pada kanvas dan kertas dengan mengedepankan nilai seni yang indah dan memikat. Arbi ikut serta dalam MTQ pada cabang lomba Kaligrafi Kontemporer.

Pada tahun 2024, Arbi meraih juara 1 Kaligrafi Kontemporer pada MTQ 2024 Kota Padangsidimpuan dan menjadi utusan ke MTQ tingkat provinsi Sumatera Utara yang diadakan di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Arbi aktif ikut dan serta dalam kompetisi untuk mengasah bakat seninya.

Arbi merupakan siswa lulusan tahun 2025, yang memilih untuk belajar keras dalam mempersiapkan diri untuk lulus di FSRD ITB selama satu tahun. 

Pada SNBT tahun 2025, Arbi gagal masuk FSRD ITB sebagai pilihan pertama, tetapi dinyatakan lulus dan diterima di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang (UNP) pada pilihan kedua. Tetapi, Arbi lebih memilih untuk tidak melanjutkan studi karena Arbi berkeyakinan masih mempunyai harapan lulus di FSRD ITB tahun berikutnya. Impiannya menjadi kenyataan, ketika namanya masuk dalam daftar mahasiswa baru FSRD ITB 2026 lewat jalur UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

Alhamdulillah, keberhasilan dan perjuangan saya ini tidak lepas dan dibarengi oleh doa restu kedua orang tua. Motivasi dan dukungan yang diberikan oleh madrasah tempat saya menimba ilmu. Saya bertemu banyak guru dengan dedikasi mengajar yang tinggi dan membuat saya dapat bertahan dan betah sampai saya duduk di kelas dua belas dan lulus SNBT 2026 di Institut Teknologi Bandung. Tanpa motivasi mereka semua mungkin saya tidak akan bisa lolos di FSRD ITB” ujar Arbi penuh syukur. 

Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. dalam keterangannya di ruang kepala madrasah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para siswa yang lulus di SNBT 2026. 

“Alhamdulillah, sukses untuk semuanya. Khusus untuk ananda Arbiansyah, selamat dan sukses telah menjadi bagian dari ITB. Ini adalah sebuah keberkahan dan kebanggaan tersendiri kepada keluarga besar karena ananda mampu menaklukkan ITB di jalur SNBT tahun ini. Teruslah mengukir prestasi dan jangan lupa memberikan bimbingan dan motivasi kepada adik-adiknya agar ke depan mereka mengikuti jejakmu,” ungkapnya. (rel/OM32)

Share:

Arsip Blog

Jumat Berkah Pemuda Pancasila Medan Area, Ratusan Paket Makanan Dibagikan kepada Jemaah dan Masyarakat

MakmurNews.com, MEDAN – PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area melalui Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II kembali ...