Iwan (54), salah satu warga setempat, mengatakan kemacetan kerap terjadi terutama pada jam sibuk pagi dan sore. “Jalan ini penghubung Kabanjahe–Merek sering macet, apalagi di tikungan Laudah. Anak-anak pulang sekolah sering terhambat, dan banyak kendaraan yang rusak karena kondisi jalan sempit,” ujar Iwan kepada Makmur News, Sabtu (2026).
Menurut Iwan, pelebaran yang selama ini dilakukan hanya di sebagian ruas—seperti di Tigapanah—belum menyelesaikan masalah karena titik-titik sempit lain masih menyebabkan antrean panjang. “Kami minta pelebaran menyeluruh mulai dari tikungan Laudah sampai Merek, bukan cuma satu titik saja. Kalau tidak, kemacetan akan terus berulang,” tambahnya.
Pantauan Makmur News menunjukkan kondisi jalan dari tikungan Laudah, Desa Sukadame, Tigapanah sampai Merek memang rentan mengalami kepadatan kendaraan. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan berat dan kecil bercampur di jalan yang sempit sehingga arus menjadi tersendat. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan kerusakan kendaraan.
Warga berharap Pemerintah Provinsi dan Pemkab segera melakukan kajian teknis untuk pelebaran dan perbaikan drainase serta penataan bahu jalan. Selain pelebaran, warga juga mengusulkan penempatan rambu lalu lintas, pengerasan permukaan jalan di titik rawan, dan penertiban angkutan berat pada jam sibuk untuk mengurangi kemacetan.
Sampai berita ini ditayangkan, Makmur News telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk meminta konfirmasi terkait rencana perbaikan atau pelebaran jalan tersebut, tetapi belum menerima jawaban. Pihak redaksi akan menginformasikan perkembangan setelah menerima tanggapan resmi dari pemerintah daerah. (Kowil Bt)






