Saat itu, antusiasme peserta tampak sejak kedatangan rombongan karyawan-karyawati yang mengenakan seragam kaos putih berlogo HUT ke-108 PPKS. Suasana perayaan kian semarak dengan peresmian Pondok Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) oleh Ketua IKBI Unit PPKS, serta penampilan testimoni dari sejumlah karyawan-karyawati yang merefleksikan makna kebersamaan dalam peringatan hari jadi lembaga tersebut.
Kepala PPKS, Dr. Winarna, menyampaikan bahwa hujan rintik tidak mengurangi semangat seluruh insan PPKS untuk menyukseskan rangkaian HUT. Menurutnya, perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena tidak hanya dipusatkan di Medan, melainkan di kebun milik PPKS sendiri sebagai bentuk penguatan identitas institusi riset yang berakar pada sumber daya lapangan.
Transformasi Kebun Aek Pancur.
Dalam sambutannya, Dr. Winarna menjelaskan bahwa Kebun Aek Pancur tidak semata diposisikan sebagai kebun pembibitan atau lokasi penelitian, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pengembangan agro wisata. Konsep ini mencakup kolam pancing, kebun buah-buahan, kafe, serta jalur jalan santai yang menyatu dengan suasana alam, sehingga memberi nilai tambah bagi lembaga sekaligus membuka peluang pemanfaatan kawasan secara produktif dan edukatif.
Kebijakan tersebut menunjukkan orientasi PPKS pada pengembangan kelembagaan yang adaptif. Di satu sisi, fungsi riset dan pembibitan tetap menjadi inti, sementara di sisi lain, kawasan kebun didorong agar menjadi sarana interaksi publik yang mendukung edukasi pertanian, rekreasi keluarga, dan penguatan citra institusi.
Makna Angka 108.
Dr. Winarna juga menekankan filosofi angka 108 sebagai simbol kesinambungan, kekeluargaan, dan keberlanjutan. Ia menyebut tema “Berdedikasi Tanpa Henti” sebagai refleksi komitmen PPKS untuk terus berkarya bagi bangsa, khususnya dalam mendukung pengembangan kelapa sawit Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, ia menyoroti capaian kelembagaan PPKS yang terus berkembang, termasuk penguatan riset biodiesel, energi terbarukan, serta peningkatan jumlah doktor muda di lingkungan PPKS. Dalam pandangannya, sumber daya manusia unggul merupakan elemen kunci bagi keberlanjutan riset dan inovasi di masa depan.
Tantangan Menjadi Peluang.
SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability PT RPN, Dr. Ir. M. Edwin Syahputra Lubis, SH, MAgr.SC, menilai usia 108 tahun merupakan fase penting yang memperlihatkan ketangguhan institusi. Ia menggarisbawahi bahwa PPKS telah melewati berbagai tantangan, termasuk saat pandemi Covid-19 dan dinamika global seperti perang Rusia-Ukraina, namun tetap mampu mempertahankan kinerja dan distribusi kecambah unggul.
Edwin juga menekankan bahwa tantangan yang dihadapi industri justru dapat diubah menjadi peluang. Ia berharap PPKS terus mengambil peran strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional melalui teknologi yang telah disiapkan oleh lembaga.
Dukungan PT RPN.
Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia SE, M.Fin, menyampaikan apresiasi terhadap capaian PPKS yang dinilai tetap relevan meskipun telah berusia lebih dari satu abad. Ia menegaskan bahwa usia ke-108 bukanlah usia yang lemah bagi sebuah organisasi, melainkan fase kematangan yang harus dijaga melalui inovasi, produktivitas, dan penguatan reputasi riset unggulan.
Menurutnya, keberhasilan lembaga bukan hanya diukur dari penghargaan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan bangsa, khususnya pada sektor kelapa sawit. Karena itu, ia berharap perayaan HUT menjadi ruang mempererat silaturahmi antara keluarga besar PPKS dan PT RPN.
Kematangan Organisasi.
Ketua SP-BUN Basis PPKS, M. Arif, menilai PPKS telah melewati fase pertumbuhan dan kini berada pada tahap pendewasaan organisasi. Ia menggambarkan bahwa pada fase ini lembaga telah memiliki produk yang dikenal luas, pelanggan yang loyal, dan reputasi yang mapan, sehingga tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan serta relevansi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan HUT yang melibatkan banyak karyawan muda dalam kepanitiaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses kaderisasi, transfer pengalaman, dan pembentukan budaya kerja yang solid di lingkungan PPKS.
Partisipasi dan Kebersamaan.
Kepala Unit Medan, Ilham Lubis, menyampaikan bahwa pelibatan karyawan-karyawati muda dalam kepanitiaan akan memperkaya pengalaman organisasi dan memperkuat kemampuan kolaboratif di masa depan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para purnakarya yang hadir dan dinilainya telah memberikan fondasi pengabdian yang dirasakan hingga saat ini.
Rangkaian HUT PPKS ke-108 turut diisi dengan pemotongan nasi tumpeng, santunan anak yatim, penampilan tari daerah oleh anak-anak karyawan, doorprize, PPKS Got Talent, serta berbagai perlombaan seperti Football KAPUS Cup, Volley KAPUS Cup, dan lomba memancing. Seluruh agenda tersebut mencerminkan perpaduan antara rasa syukur, hiburan, dan penguatan solidaritas antarelemen keluarga besar PPKS.
Penutup.
KenangababPerayaan HUT ke-108 PPKS di Kebun Aek Pancur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif atas perjalanan panjang institusi riset kelapa sawit yang terus berupaya menjaga relevansi, memperkuat inovasi, dan menumbuhkan kebersamaan. Dalam konteks pembangunan perkebunan nasional, PPKS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh melalui dedikasi, adaptasi, dan keberlanjutan. (Idris Johansyah)







