Insiden bermula ketika tim media mendatangi kantor camat untuk konfirmasi. Oknum camat tersebut justru terlihat menghindari kontak mata dan mengabaikan kehadiran wartawan, memicu reaksi negatif dari kalangan media lokal. "Ini jelas meremehkan peran pers sebagai pengawas pemerintah," ujar salah seorang wartawan yang enggan disebut namanya.
Abraham, pemerhati pemerintah Kabupaten Karo, mengecam sikap tersebut saat ditemui media. "Walau pejabat sedang rapat atau menerima tamu, apa salahnya menyapa atau bilang 'tunggu sebentar'? Itu sikap sederhana yang mencerminkan keterbukaan," katanya kepada KaroMakmur-News.com, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, Abraham mendesak Bupati Karo, Antonius Ginting, untuk memastikan akses media tidak terganggu. "Awak media di Karo jangan sampai tertutup. Biar berita-berita penting bisa diketahui masyarakat luas," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Tigapanah belum dapat dihubungi untuk konfirmasi. Insiden ini menambah daftar keluhan media terhadap sikap pejabat di tingkat kecamatan. (Korwil BT)






