"Saya mendengar berita itu langsung dari kawan-kawan media di Binjai. Karena bersangkutan warga dapil saya, saya tidak bisa diam saja. Minimal, kita tahu duduk persoalannya secara langsung untuk cari solusi," ujar Doli, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, saat ditemui di lokasi.
Doli didampingi Ketua DPRD Kota Binjai Tini Kuswartini Surbakti, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara asal dapil Binjai-Langkat M. Yusuf (Ucok Aang) dan Palacheta, serta Zainuddin Purba dan Zulchairi Pahlawan. Dalam pertemuan, ia mengonfirmasi fakta kasus dan memberikan penjelasan langsung kepada Ibu Bardiah.
"Tadi malam saya koordinasi dengan Komisi I DPR RI, dan pagi ini bicara langsung dengan Duta Besar RI di Phnom Penh, Santo Darmosumarto," ungkap Doli. Ia menjelaskan bahwa Ardiansyah pergi ke Kamboja secara tidak prosedural menggunakan visa wisata 2024 dan bekerja di tempat ilegal—kejadian kedua baginya, meski sebelumnya menolak pulang.
Meski begitu, Doli menegaskan pemerintah tetap bertanggung jawab atas WNI bermasalah di luar negeri. "Info dari KBRI Phnom Penh, ada sekitar 5.000 WNI unprosedural yang sedang diurus kepulangannya. Saya minta atensi khusus untuk Ardiansyah agar tidak tolak pulang lagi setelah dokumen deportasi selesai. Jika kendala tiket, InsyaAllah saya bantu. Nanti, kalau mau kerja lagi ke luar negeri, harus prosedur," tambahnya.
Kunjungan ini juga dimaksudkan meredam berita viral agar tidak berkembang liar, sambil menekankan komitmen pemerintah melindungi warganya di mana pun.






