Sabtu, 31 Januari 2026

74Tahun APINDO, Shinta Kamdani Dorong 'Ekonomi Berdampak'

MakmurNews.com, Jakarta. – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kembali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang dunia usaha Indonesia, sekaligus menetapkan arah pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani menyebut APINDO selalu berkomitmen dalam mengawal arah masa depan pembangunan ekonomi Indonesia.

"Sejak berdiri pada 1952, APINDO telah menjadi mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis, memperkuat daya saing dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1). 

Memasuki tahun 2026, kata Shinta, APINDO memaknai usia 74 tahun bukan sebagai titik puncak, melainkan fase lanjutan dari perjalanan panjang tersebut. Fokus APINDO diarahkan padapenguatan agenda ketenagakerjaan dan produktivitas, advokasi kebijakan strategis, dukunganterhadap industri dan UMKM, serta penguatan kapasitas organisasi di pusat dan daerah.

"Memasuki usia 74 tahun, APINDO memandang masa depan bukan sekadar sebagai kelanjutan, melainkan sebagai penguatan makna peran dunia usaha dalam pembangunan nasional. Fokus APINDO ke depan bukan hanya pada skala dan pertumbuhan, tetapi pada kontribusi yang semakin berdampak dan bermakna bagi ekonomi dan masyarakat," ungkapnya.

Ia menyebut ke depan, APINDO mendorong keterlibatan dunia usaha yang lebih strategis dan substantif, terlibat sejak tahap perumusan kebijakan, desain pembangunan, hingga fase awal transformasi ekonomi. 

Lanjutnya, APINDO akan terus mengawal arah pembangunan ekonomi yangpro-stability guna menciptakan kepastian berusaha; pro-growth, untuk membuka peluang dan mendorong ekspansi usaha; serta pro-poor, agar hasil pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

APINDO juga menegaskan bahwa peran dunia usaha tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi, Saat bencana alam melanda Sumatra, APINDO hadir dan bergerak cepat melalui empat gelombang bantuan kemanusiaan ke Sumatra. (Red)

Share:

PWRI Sumut Tunjukkan Kepedulian, Siapkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang Enam Kabupaten/Kota

MakmurNews.com, Medan. -Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sumatera Utara melaksanakan rapat kemanusiaan untuk membantu korban banjir bandang di Enam Kabupaten/Kota, di Bandar Kopi Jalan Letda Sujono, Sabtu 31/1/2026.

Pengurus besar dan Pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Provinsi Sumatera Utara menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke enam kabupaten Kota di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Langkat, Kota Sidempuan dan Sibolga.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati PWRI, terhadap warga yang mengalami penderitaan akibat bencana alam yang melanda sejumlah daerah tersebut. 

Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat setempat bahkan menelan korban jiwa ratusan orang.

Ketua PWRI Provinsi Sumatera Utara, H. Hasban Ritonga, SH, yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan bahwa PWRI sebagai organisasi para purna bakti aparatur negara memiliki tanggung jawab moral untuk turut hadir dan membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi penyemangat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

“PWRI terpanggil untuk berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang. Ini adalah bentuk kepedulian dan pengabdian sosial kami kepada masyarakat,” ujar Hasban Ritonga.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil partisipasi dan kepedulian para pengurus dan anggota PWRI Pusat maupun PWRI Provinsi Sumatera Utara. 

Selain Ketua PWRI Sumut H. Hasban Ritonga, SH, turut hadir dalam rapat rencana penyaluran bantuan antara lain, Sekretaris PWRI Sumut Drs. H. Hamzah AR, Wakil Sekretaris A. Sofian Rangkuti, Bendahara M. Rusli, SE, Ketua Bidang Sosial Ir. Muhammad Ilyas, serta Ketua Bidang Koperasi dan UMKM Amran Matondang, SH, MH, yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah Labuhanbatu Utara.

Ketua Bidang Koperasi dan UMKM PWRI Sumut, Amran Matondang, SH, MH, menegaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke daerah-daerah terdampak dengan menyesuaikan kebutuhan para korban di lapangan. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat bencana.

Sementara itu, Ketua Bidang Sosial Ir Muhammad Ilias , menambahkan menegaskan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Menurutnya, selain bantuan kemanusiaan, perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan UMKM di daerah terdampak juga sangat dibutuhkan agar roda perekonomian dapat kembali bergerak.

PWRI Provinsi Sumatera Utara berharap sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak terus terjalin dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, PWRI Pusat dan Sumut optimistis proses pemulihan di daerah terdampak banjir bandang dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. (Syahdan/Red)

Share:

GNM Sumut Siapkan Gebyar HUT Perdana, Aksi Sosial Besar Didorong Jadi Gerakan Nyata Kepedulian Masyarakat

MakmurNews.com, Medan.— Perkumpulan Garda Nusantara Madani Sumatera Utara (GNM Sumut) tengah mematangkan persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 yang dirancang berlangsung meriah, namun tetap menitikberatkan pada gerakan sosial dan kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat. Momentum ini juga menjadi peristiwa istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Pendiri sekaligus Ketua DPP Perkumpulan GNM Sumut, Irena Sinaga, S.H., serta Hari Ulang Tahun Sekretaris DPP Perkumpulan GNM Sumut, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., yang jatuh pada April 2026 mendatang.

Perayaan HUT ke-1 Perkumpulan GNM Sumut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas, Menumbuhkan Kepedulian, dan Mewujudkan Nusantara Madani yang Humanis dan Bermartabat” dengan sub tema “Bersatu Dalam Pengabdian, Bergerak Dalam Kepedulian, dan Hadir Untuk Masyarakat”. Tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen organisasi untuk mempertegas peran sosialnya di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang dirancang dalam gebyar HUT ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diarahkan pada aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Sejumlah kegiatan sosial telah dipersiapkan, di antaranya berbagi kasih kepada anak yatim dan anak yatim piatu, gotong royong lingkungan, bakti sosial kepada masyarakat kurang mampu, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang bertujuan mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat luas.

Pendiri sekaligus Ketua DPP Perkumpulan GNM Sumut, Irena Sinaga, S.H., saat diwawancarai pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Kantor organisasi yang beralamat di Villa Nusa Setia Budi 1 Blok A No. 2 Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, menegaskan bahwa perayaan HUT ke-1 GNM Sumut merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Menurut Irena Sinaga, perjalanan satu tahun GNM Sumut telah menunjukkan bahwa organisasi tersebut hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, tetapi sebagai organisasi yang konsisten membangun kepedulian sosial dan berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin perayaan HUT pertama ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya membantu anak yatim, anak yatim piatu, serta masyarakat kurang mampu. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk bersama-sama menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial,” tegas Irena Sinaga.

Ia juga menambahkan, GNM Sumut bertekad menjadi organisasi yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, guna mendorong terwujudnya kesejahteraan sosial yang berkeadilan.

Sementara itu, Sekretaris DPP Perkumpulan Garda Nusantara Madani Sumut, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., menegaskan bahwa keberhasilan perayaan HUT ke-1 GNM Sumut tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan serta partisipasi dari berbagai pihak.

Dodi Rikardo Sembiring menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada pemerintah, pihak swasta, para donatur, relawan sosial, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah, pihak swasta, para donatur, serta seluruh elemen masyarakat agar kegiatan sosial ini dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan ini bukan hanya milik organisasi, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk membantu sesama,” ujar Dodi.

Ia menegaskan bahwa Perkumpulan GNM Sumut berkomitmen menjalankan program-program sosial secara berkelanjutan serta siap menjadi organisasi yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain menjadi momentum perayaan hari jadi organisasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar pengurus, anggota, serta masyarakat yang selama ini turut mendukung keberadaan Perkumpulan GNM Sumut.

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian sosial, Perkumpulan Garda Nusantara Madani Sumut optimis perayaan HUT ke-1 akan menjadi tonggak awal dalam memperkuat eksistensi organisasi sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, peduli, dan berkeadilan.

Kepada yang mau berpartisipasi dapat menghubungi: +62821-3593-0303

+62823-6471-0979 (Irena Sinaga, S.H.)

+62812-6076-0953 (Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos.).

[Rel/Red]

Share:

Jumat, 30 Januari 2026

Plh.Ketum AMPG Imbau Jaga Kondusivitas Musda Golkar Sumut

MakmurNews.com, Medan. — Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Muhammad Rahmaddian Shah, mengimbau seluruh kader dan pihak terkait untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara yang akan digelar pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026.

Musda Golkar Sumut tersebut dijadwalkan berlangsung di JW Marriott Hotel Medan dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi serta penentuan arah kepemimpinan Partai Golkar di Sumatera Utara ke depan.

Rahmaddian Shah menegaskan bahwa Musda harus menjadi ajang demokrasi internal yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada penguatan soliditas partai.

“Kami mengajak seluruh kader, simpatisan, serta pihak-pihak terkait untuk bersama-sama menjaga suasana Musda agar tetap kondusif, sejuk, dan penuh semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disikapi dengan dewasa,” ujar Rahmaddian, Jum'at (30/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi aturan organisasi serta nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi ciri khas Partai Golkar. Menurutnya, stabilitas dan ketertiban selama Musda akan mencerminkan kedewasaan politik kader Golkar di Sumatera Utara.

AMPG, lanjut Rahmaddian, mendukung penuh terselenggaranya Musda Golkar Sumut yang aman, tertib, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan partai di daerah.

“Musda ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan Golkar Sumut menghadapi tantangan politik ke depan,” pungkasnya. (Syahdan/Red)

Share:

Ketua BKM Nurli Ajak Jemaah Bersatu Makmurkan Masjid, Ustadz Syafrizal: Penting Menjaga Kesucian Hati

MakmurNews.com, Medan. -- Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-hidayah, Ir H Erly Hidaya Nurli mengajak seluruh jamaah untuk terus bersatu menjaga dan memakmurkan Masjid Al-Hidayah. Ajakan tersebut disampaikan Nurli saat Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, di Masjid Al-Hidayah Medan, Sabtu (31/01/2026) malam. 

Nurli mengatakan, sebagai Ketua BKM Al-Hidayah yang diamanahkan kepadanya dan sudah berjalan lebih kurang empat bulan, pihaknya telah menyusun sejumlah program-program kedepan. Bahkan telah dan sedang berjalan. Di antaranya, membentuk panitia hari besar Islam, Ramadhan, kurban dan program penyantunan anak yatim rutin setiap bulan. 

"Insya Allah, dengan kebersamaan ini, masjid akan menjadi pusat ibadah, sekaligus pusat pembinaan sosial yang harmonis, penuh ukhuwah dan kekeluargaan," ungkap Nurli.

Seluruh program tersebut, kata Nurli, akan dijalankan bersinergi bersama ibu-ibu pengajian dan Majelis Taklim Masjid Al-Hidayah. Karenanya, pihaknya berharap ada dukungan berkelanjutan dari donatur dan seluruh jemaah, guna mendukung kemajuan dan kemakmuran Masjid Al-Hidayah. 

"Mudah-mudahan kedepannya, dengan dukungan BKM serta seluruh jajaran masyarakat, masjid ini akan semakin makmur dan ramai dengan kegiatan ibadah. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh jamaah, agar kami dapat terus berbuat yang terbaik, membawa kemajuan bagi masjid ini," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, Nurli juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya acara Isra Miraj 1447 H.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para donatur, serta semua pihak yang telah bekerja keras, ikhlas dan penuh tanggung jawab dalam mendukung seluruh kegiatan dan program Masjid Al-Hidayah," tandasnya. 

Peringatan Isra Miraj yang dihadiri seratusan jemaah yang dipandu MC Muhammad Rifai Rahman SAg dan Nurul Sakyrah Siregar, selain menghadirkan Al Ustadz Al Ustadz Syafrizal Anas SThi MA, dengan Qori Mulda Zahidil Fahmi (salah satu qori terbaik Sumut) dan Pembawa Sari Tilawah Halimatusya'diyah SPd Gr, juga dihadiri Ketua MUI Medan Denai H Mukhlis Mukhtar SHI SPdi, mewakili Ketua Fosil BKMI Medan Denai  Lukman Hakim SE, mewakili Kepala KUA Medan Denai Syaiful Akhyar SHI, mewakili Lurah Binjai Medan Denai, Sekretaris Lurah Khairul Arfan dan Kepling XIII Bobby Basyir. Turut hadir Ketua Pengajian Kaum Ibu Alhidayah Hj Faridawati dan tokoh masyarakat di antaranya, Hj Susilawati SH. Acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad 1447 H di Masjid Alhidayah tersebut, juga dirangkai dengan berbagi bingkisan kepada anak-anak yatim. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Isra' Miraj Bambang Sugiarto ST, berharap acara Peringatan Isra Miraj ini dapat menjadi momen yang penuh hikmah dan bermanfaat bagi seluruh jemaah. 

Dengan memperingati Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Bambang berharap bisa menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah, memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah SWT, mempererat Ukhuwah Islamiyah dan menjadikan pribadi lebih baik. 

"Saya juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang memberikan dukungannya dalam penyelenggaraan acara Isra Miraj ini. Baik dari segi tenaga, materi maupun doa. Semoga Allah SWT membalas amal baik kita semua," pungkasnya. 

Sementara, Ketua STM Perwys Ikhlasyiyah, Ir H Saiful Bahri, berharap, seluruh jemaah nantinya akan mendapatkan pencerahan dari A-Ustadz mengenai beragam amal ibadah. Apalagi beberapa hari kedepan, seluruh umat muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. 

"Selain kepada Al-Ustadz Syafrizal Anas, yang telah berkenan hadir bersama kita pada hari ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan, perwakilan dari berbagai unsur. Termasuk dari kelurahan, Kepala Lingkungan 13 serta seluruh rombongan yang telah meluangkan waktu untuk hadir," urainya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Denai, H Mukhlis Mukhtar SHI SPdi, menyampaikan apresiasi  setinggi-tingginya kepada BKM Masjid Al-Hidayah atas pelaksanaan kegiatan ini. 

Mukhlis juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersikap proaktif dalam hal-hal yang membawa kebaikan. Apalagi ada unsur kelurahan, kecamatan, KUA dan berbagai elemen lainnya. 

"Jika kekuatan ini dibangun melalui musyawarah dan kebersamaan, In Syaa Allah kebutuhan bersama dapat terwujud. Lebih dari itu, keberkahan akan tercurah bagi negeri kita, khususnya Kecamatan Medan Denai," ucapnya. 

Pamungkas, Al Ustadz Syafrizal Anas SThi MA, selalu pembawa hikmah dalam acara tersebut, mengatakan, Isra Miraj menjadi perjalanan yang melambangkan perjalanan suci, menuntut kesiapan mental dan spiritual. Karenanya penting untuk menjaga kesucian hati. 

Menurutnya, perintah salat lima waktu juga merupakan inti dari peristiwa Isra Miraj. Dimana salat menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT.

Peningkatan iman dan taqwa melalui peristiwa Isra Miraj, termasuk menjadi saksi atas kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia dan membuktikan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW.

"Isra Miraj juga sebagai ujian keimanan dan pertolongan Allah, yang mengajarkan di balik setiap kesulitan hidup, selalu ada jalan keluar dan pertolongan Allah SWT," tandasnya. (Fajar/Red)

Share:

Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat dan Daerah 2026

MakmurNews.com, Jakarta. - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Rakornas ini merupakan upaya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden. Forum bertajuk “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut akan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menjelaskan, Rakornas 2026 merupakan kesinambungan dari pelaksanaan pada tahun sebelumnya, serta menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Adapun tema yang diusung bertujuan untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas Presiden melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pemilihan tema tersebut dimaksudkan untuk percepatan implementasi program prioritas Presiden melalui sinergi pusat dan daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor isu strategis, dan menjembatani kebijakan dengan pelaksanaan untuk memastikan keberhasilan Program Prioritas Presiden tersebut,” kata Benni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dalam forum tersebut, Kemendagri akan menghadirkan jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari menteri koordinator, menteri, hingga pimpinan lembaga negara, termasuk unsur TNI dan Polri sebagai narasumber. Mereka akan membahas program strategis Presiden yang meliputi kebijakan ekonomi, investasi, dan energi; penguatan program kerakyatan seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Makan Bergizi Gratis; sekaligus peran Kejaksaan, TNI, Polri, dan KPK dalam pengamanan, penegakan hukum, serta pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Rakornas ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 4.453 peserta. Mereka terdiri atas unsur kementerian/lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan penyelenggaraan Rakornas tersebut, Benni mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi kegiatan agar dapat menyesuaikan dengan potensi peningkatan aktivitas dan mobilitas selama kegiatan berlangsung. Kemendagri bersama pihak terkait akan berupaya memastikan penyelenggaraan Rakornas berjalan tertib, aman, dan minim gangguan bagi masyarakat, termasuk melalui pengaturan lalu lintas dan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat. (Puspen Kemendagri)

■Fajar Trihatya

Share:

KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI III DPR-RI TAHUN 2026 DALAM RANGKA PENGAWASAN PENEGAKAN HUKUM TERPADU DI SUMATERA UTARA

Dr.Harli Siregar: “Kejati Sumatera Utara Dan Jajaran Terus Berupaya Menegakkan Hukum Secara Bermartabat, Transparan Dan Berintegritas Demi Kepentingan Bangsa Dan Masyarakat”*


MakmurNews.com, Medan [30/1/2026], Komisi III DPR-RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik dalam rangka Pengawasan Penegakan Hukum Terpadu Di Wilayah Provinsi Sumatera Utara yang dilangsungkan pada Jumat 31  tanggal 30 Januari 2026 di Gedung Rupatama Polda Sumatera Utara Jalan Sisingamangaraja XII Medan.

Rombongan Komisi III DPR RI disambut langsung oleh Kajati Sumatera Utara Dr. Harli Siregar, SH.,M.Hum bersama Kapolda Sumatera Utara, didampingi para Kajari dan Kapolres se Sumatera Utara maupun jajaran Pejabat Utama masing-masing institusi penegak hukum itu.

Pada kunjungannya, Komisi III DPR RI dipimpin oleh Ketua Tim Moh.Rano Alfath, SH.,MH, didampingi Dr.Mangihut Sinaga, Dr.Hinca Panjaitan, Muhamad Rahul, Bimantoro Wiyono, SH.MH, Rudianto Lallo, SH.,MH, Nabil Husein Said Amil AL Rasyidi, Abdullah.S, Sy, Drs.H.Jazilul Ffawaid SQ, H.Hasbiallah Iliyas, dan Dr.H.Muhamad Nasir Djamil.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI Moh.Rano Alfath menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR-RI selaku representasi rakyat terhadap pelaksanaan reformasi institusi penegak hukum, khususnya Polri dan Kejaksaan R.I yang diharapkan dapat bekerja semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Kajati Sumatera Utara Dr.Harli Siregar dalam paparannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas dukungan dan resposifitas seluruh jajaran Komisi III DPR-RI terhadap proses penegakan hukum di Sumatera Utara, *”ini merupakan bentuk pengawasan yang sangat baik dan sangat positif bagi kinerja penegakan hukum yang dilakukan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara”* ujarnya.

Ditambahkan Kajati, sebagai bentuk dukungan berlakunya KUHAP dan KUHP baru, para Jaksa di jajaran Kejati Sumut senantiasai berupaya adaptif dan saat ini telah memulai menerapkan regulasi atauran hukum sebagaimana yang terkandung dalam KUHAP dan KUHP terbaru dalam beberapa perkara pidana.

Selanjutnya, dalam paparan capaian kinerja sepanjang tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan jajaran telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara dari penanganan perkara tindak pidana korupsi mencapai 400 Miliar lebih serta pemulihan keuangan negara dari pelaksanaan fungsi perdata dan tata usaha negara. Selain itu, Kajati Sumut juga menjelaskan komitment dalam penanganan dan pemberantasan narkoba di Sumatera Utara dimana Kejati Sumut dan jajaran telah menuntut pidana mati sebanyak 140 (seratus empat puluh) orang terpidana narkoba serta puluhan lainnya di tuntut hukuman seumur hidup, disamping itu Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berupaya maksimal dalam menerapkan keadilan restorative atau restorative justice dalam penyelesaian perkara pidana.

*”tentunya keberhasilan kinerja ini kami upayakan semaksimal mungkin semata mata demi kepentingan masyarakat”* ujar Kajati.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumatera Utara Rizaldi, SH.,MH yang turut mendampingi Kajati pada kegiatan itu kepada media menyampaikan, kunjungan spesifik dari Komisi III DPR-RI ini merupakan kegiatan penting sebagai bagian pengawasan kepada Lembaga penegak hukum di Sumatera Utara, dan ini menjadi kesempatan baik bagi Kejati Sumut menunjukkan atau menjelaskan kepada wakil rakyat tentang tekad dan komitment Lembaga Kejaksaan dalam melaksanakan penegakan hukum dan pelayanan publik yang semakin baik dan profesional, ujarnya.

"dalam pemberantasan dan penindakan kejahatan korupsi saat ini kami menerima banyak dukungan dan apresiasi atas kinerja jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dari berbagai kalangan, namun demikian kami menyadari masih ada beberapa hal penting dan mendesak yang kami sadari masih terdapat kelemahan dan kekurangan, sehingga perlu kita lakukan langkah-langkah strategis untuk perbaikan dan perubahan kearah yang lebih baik, ini tentu butuh dukungan dan kritik dari masyarakat Sumatera Utara*”, kata Rizaldi.

(Sumber : Kasi Penkum)

■Fajar Trihatya

Share:

APINDO dan Coca-Cola Hadirkan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

MakmurNews.com, Jakarta - Kepedulian dunia usaha terhadap pemulihan pascabencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) menyalurkan Program Beasiswa Pendidikan senilai 50.000 Euro bagi mahasiswa terdampak banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda di tengah situasiterdampak becana alam. 

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Sekretariat APINDO diJakarta, Jumat (30/1). Melalui koordinasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, program ini menyasar mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Andalas (Unand) Padang, dan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, tiga perguruan tinggi di wilayah yang terdampak langsung bencana banjir dalam beberapa waktu terakhir. 

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) per Desember 2025, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak pada sejumlah 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi. 

Banyak diantaranya berisiko tidak dapat melanjutkan kuliah akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana.Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk dalam situasi krisis akibat bencana. 

Menurut Shinta, pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana dan di tengah kondisi sulit, korban terdampak bencana tetap berhak mendapatkan akses belajar sebagai bekal masa depan mereka. 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi APINDO dan Coca-Cola mencerminkan komitmen nyata dunia usaha untuk berperan aktif dalam pemulihan sosial.

"Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dunia usaha untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor swasta dan masyarakat dalam membangun ketahanan pasca bencana,” ujar Shinta.

Direktur Public Afairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial pasca bencana, khususnya di sektor pendidikan. 

“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat paska bencana. Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban mahasiswa dan keluarga mereka, sekaligus memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujar Karina.

Karina menambahkan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemulihan masyarakat. Oleh karena itu, bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai tanggap darurat, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dunia usaha dalam mendukung pemulihan dan pembangunan di wilayah terdampak.

Pada kesempatan yang sama, CCEP Indonesia juga menyalurkan bantuan 222 unit mesin filter air bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan ini nantinya akan didistribusikan melalui ketiga perguruan tinggi penerima bantuan beasiswa serta melalui Yayasan Hutan, Alam, danLingkungan Aceh (Yayasan HaKa). 

Inisiatif ini bertujuan untuk membantu memulihkan akses terhadap air bersih dan air minum yang aman di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Karina menekankan bahwa pemulihan pasca bencana tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses air minum yang layak. 

Di saat yang bersamaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala menyampaikan apresiasinya atas dukungan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Aceh.

“Bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan perekonomian masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Beasiswa ini memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan fokus,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph. D. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjaga ketahanan pendidikan pasca bencana.

“Pemulihan tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beasiswa ini memberikan harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak di UNAND. Kami mengapresiasi kolaborasi CCEP Indonesia dan APINDO yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan sosial jangka panjang,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor 3 Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Sumatra Utara Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan,S.Si., M.Si., Apt. Dirinya menyampaikan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam menjaga akses pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana. 

“Kami mengapresiasi inisiatif CCEP Indonesia yang memberikan perhatian padasektor pendidikan paska bencana. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban mahasiswa secara finansial, tetapi juga memberikan motivasi moral bagi mereka untuk terus berprestasi,”ucap Prof. Poppy.

Dengan sinergi antara APINDO, Coca-Cola, dan perguruan tinggi, inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial dan memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga, bahkan di tengah bencana.

Share:

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Dorong Semangat Berbagi dan Kebersamaan

MakmurNews.com, Medan.- Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menggelar kegiatan Jumat Barokah yang rutin dilakukan setiap hari Jumat. 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH di sekretariat Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Jumat (30/1/2026) tidak hanya menjadi  ajang berbagi, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar wartawan.

Dalam kesempatan ini, Chairum Lubis menyerahkan paket sembako kepada para pengurus dan anggota Pewarta Polrestabes Medan. Proses pembagian berlangsung tertib dan penuh keakraban. Menurutnya, Jumat Barokah memiliki makna yang mendalam, bukan hanya sekadar berbagi materi, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas di antara sesama wartawan.

"Kita harus terus menjaga kebersamaan dan kepedulian satu sama lain. Berbagi sesuai kemampuan kita, yang penting dengan hati yang tulus. Pewarta bukan hanya wadah untuk menjalankan profesi sebagai wartawan, tetapi juga merupakan keluarga yang saling menguatkan," ujar Chairum Lubis.

Selain pembagian sembako, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan yang menjadi ruang bagi para anggota untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengevaluasi program kerja yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pewarta Polrestabes Medan. 

Para anggota yang hadir menyampaikan apresiasi atas konsistensi yang dilakukan oleh Ketua Pewarta dalam menggerakkan kegiatan sosial ini. Mereka berharap kegiatan Jumat Barokah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.  (Syahdan/Red)

 

 

Share:

Pulih dari Dalam: Hypnotherapy sebagai Harapan Baru Rehabilitasi Sosial di Rutan Kelas I Medan

MakmurNews.com, Medan. -Program rehabilitasi berbasis hipnoterapi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan bukanlah hal baru. Metode ini telah dijalankan secara berkelanjutan dalam beberapa waktu terakhir dan terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta perubahan perilaku warga binaan.

Hipnoterapi menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan Rutan Kelas I Medan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan proses rehabilitasi yang menyeluruh. Jumat (30/1/2026).

Dengan menghadirkan Taufik Cht, CI, sebagai pemateri utama. Ia merupakan praktisi hipnoterapi sekaligus Sekretaris Layanan Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia, serta hipnoterapis bersertifikat dari LKP Indonesia Hypnosis Centre (IHC).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan yang dinilai membutuhkan pendampingan psikologis, khususnya dalam mengatasi stres, kecemasan, serta perilaku adiktif. Dalam pemaparannya, Taufik Cht, CI menjelaskan bahwa hipnoterapi merupakan metode terapi berbasis komunikasi bawah sadar yang efektif untuk membantu individu melakukan perubahan perilaku secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam edukasinya, Taufik menyampaikan bahwa hypnotherapy tidak sekadar teknik relaksasi, tetapi pendekatan ilmiah yang dapat membantu individu menemukan kekuatan dalam dirinya untuk berubah. “Hypnotherapy adalah jembatan antara pikiran dan perubahan perilaku. Dengan metode ini, para warga binaan tidak hanya diajak sadar, tapi juga diarahkan untuk menentukan masa depan yang lebih positif,” ujar Taufik.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya menyampaikan bahwa penggunaan hipnoterapi merupakan langkah progresif dalam sistem pemasyarakatan. Metode ini dinilai mampu menyentuh aspek psikologis terdalam warga binaan, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat motivasi untuk berubah, serta mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi mental yang lebih sehat.

“Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan spiritual. Melalui hipnoterapi, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki pola pikir dan mengendalikan emosi mereka dengan lebih baik,” ujar Kepala Rutan.

Selama sesi berlangsung, warga binaan dibimbing untuk memasuki kondisi relaksasi mendalam, kemudian diberikan sugesti-sugesti positif yang bertujuan membangun kepercayaan diri, mengurangi perilaku negatif, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran diri.

Para peserta menyambut baik program ini dan mengaku merasakan manfaat nyata, seperti pikiran yang lebih tenang, emosi yang lebih stabil, serta munculnya semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Melalui program rehabilitasi berbasis hipnoterapi ini, Rutan Kelas I Medan berharap dapat mencetak warga binaan yang tidak hanya patuh terhadap hukum, tetapi juga memiliki kesiapan mental, moral, dan sosial untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah masa pidana berakhir.


RAGUSTA BERSERI

BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH

(R.Harefa)

Share:

Kakanwil Kemenag se-Indonesia Sepakat Wujudkan Penganggaran Berbasis Layanan Keagamaan.

MakmurNews.com, Medan. - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Forum Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan pemahaman terhadap prioritas serta kebijakan. 

Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dan Rapat Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran 2026-2027 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Jumat (30/01/2026).

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang. Hadir juga dalam kegiatan Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Kemenag RI Kastolan, Ketua Forum Kakanwil Kemenag se Indonesia H. Muhammad Tambrin, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara H.Ahmad Qosbi, seluruh Kakanwil Kemenag se Indonesia, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang dan Pembimas.

H. Marwan Dasopang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan DPR RI dalam menyusun perencanaan dan penganggaran yang responsif, tepat sasaran, serta berdampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.

“Ini momentum kita bersama untuk saling menguatkan antara pemerintah dan legislasi dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan ke pada masyarakat. Kami di DPR terus berupaya berkomunikasi dengan pemerintah untuk meningkatkan anggaran,” ucap Marwan.

Ketua Komisi VIII DPR RI asal Sumatera Utara tersebut juga menekankan ke pada seluruh Kakanwil se Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan alam demi keberlangsungan hidup umat beragama.

Kakanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi ke pada seluruh peserta kegiatan. Ia menekankan komitmen bersama dan kerja sama yang baik dalam menjalankan kebijakan di tahun 2026.

“Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta menyusun arah kebijakan perencanaan dan penganggaran Kementerian Agama untuk tahun 2026–2027 agar selaras dengan prioritas nasional dan kebutuhan daerah,” ucapnya.

Kabiro Perencanaan dan Penganggaran Kemenag RI menyampaikan bahwa setiap kebijakan dan program kerja Kemenag harus disusun berdasarkan data yang akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kualitas data sangat menentukan arah kebijakan dan realisasi penganggaran sesuai kebutuhan. (Rl/Fajar)

Share:

Ibunda Wartawan Deteksi Irvan Rumapea Tutup Usia, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Sampaikan Belasungkawa

MakmurNews.com, Medan. -Manurlina Boru Nainggolan, ibunda dari wartawan media online Deteksi sekaligus anggota Pewarta Polrestabes Medan, Irvan Rumapea, telah meninggal dunia. 

Almarhumah wafat di Rumah Sakit Vita Insani, Pematangsiantar, pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dalam usia 65 tahun.

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka yang berlokasi di Jalan Medan–Batang Kuis, Pasar 9 Gang Bromo, Kelurahan Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama.

Rencananya, pemakaman almarhumah akan dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) di Pemakaman Kristen, Jalan Gajah Mada, Kota Medan.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH, turut hadir melayat ke rumah duka pada Kamis (29/1/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan tali asih serta menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada Irvan Rumapea.

“Saya mewakili seluruh anggota Pewarta Polrestabes Medan menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Manurlina Boru Nainggolan, ibunda tercinta dari saudara Irvan Rumapea,” ujar Chairum Lubis.

Ia juga mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka ini. (Syahdan/Red)

Share:

Kamis, 29 Januari 2026

Kala Niat Baik Berbuah Petaka, Belajar dari Kasus 'Es Gabus'

Oleh: Yakub F. Ismail

MakmurNews.com. -Baru-baru ini muncul kasus yang menyeret dua aparat kemanan, yakni Aiptu Ikwan Mulyadi selaku anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat dan rekannya Serda Heri Purnomo sebagai Babinsa Kelurahan Utan Panjang.

Kedua petugas keamanan yang bertugas membina kewilayahan di tingkat desa atau kelurahan itu tersandung kasus tuduhan tanpa bukti kepada salah seorang penjual es gabus bernama Sudrajat asal Bojonggede, Bogor, yang berujung pada penyesalan.

Kasus ini bermula ketika Sudrajat, sang penjual es gabus dituding menjual es yang diduga terbuat dari bahan spons, tuduhan yang kemudian disampaikan ke publik melalui media itu sontak viral di awal. 

Video itu seketika mengundang ragam atensi publik, mulai dari keprihatinan, ketidakpercayaan, hingga pada kecurigaan terhadap fakta di baliknya.

Alhasil, tuduhan yang menyebar dengan cepat dan meresahkan publik itupun dilakukan penanganan lebih lanjut oleh tim uji sampel karena respons publik yang demikian deras.

Namun, fakta berbicara lain. Setelah dilakukan uji sampel oleh Polres Metro Jakarta Pusat bersama tim uji profesional melakukan pemeriksaan laboratorium, es yang dipersoalkan dinyatakan tidak mengandung bahan berbahaya sebagaimana dituduhkan (meskipun hasil resmi belum dikeluarkan). 

Peristiwa ini menyingkap persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana aparat keamanan menafsirkan peran, kewenangan, dan tanggung jawabnya di tengah gegap gempita keterbukaan informasi dan media sosial.

Antara Niat Baik dan Kekeliruan Prosedur

Apa yang bisa ditarik pelajaran dari peristiwa ini adalah bahwa tidak semua niat baik itu berbuah manis. Petugas keamanan baik itu dari pihak militer maupun kepolisian sejatinya memiliki mandat utama sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. 

Mandat tersebut sebenarnya tidak hanya menuntut kehadiran fisik di lapangan, melainkan juga kecermatan dalam menafsirkan duduk persoalan, mengambil tindakan, berbicara di hadapan media, hingga mengolah informasi lapangan dengan memanfaatkan platform media/media sosial kepada publik. 

Berbicara dalam konteks penegakan hukum dan perlindungan masyarakat, apa yang dilakukan aparat penegak hukum idealnya berlandaskan prosedur hukum yang tepat, benar, dan sesuai standar yang ada, serta dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menilai dan memutus sebuah fakta.

Kasus Babinsa Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Aiptu Ikwan Mulyadi menunjukkan betapa penggunaan media yang kurang tepat dapat berbalik menjadi bumerang. 

Alih-alih memperkuat kepercayaan publik, langkah yang diambil justru berbuah petaka karena penyampaian informasi yang belum diverifikasi justru memicu kesalahpahaman, merugikan pihak lain, dan membawa efek domino bagi keruntuhan reputasi institusi. 

Tudingan terkait es yang dijual Sudrajat berbahan spons yang disampaikan ke ruang publik melalui media sebelum melewati sebuah proses kroscek dan validasi ilmiah adalah tindakan yang berisiko fatal. Terlebih ketika itu dilakukan seorang petugas keamanan dan penegak hukum.

Sebab, mekanisme tersebut tidak hanya butuh ketelitian mendalam, tapi juga perlu melibatkan banyak pihak berwenang dan berkompeten mulai dari pengamanan sampel, pemeriksaan laboratorium, serta pelibatan instansi berwenang lainnya dengan kemampuan yang mendalam di bidangnya untuk melakukan pengujian secara valid dan kuat sebelum diungkap ke publik.

Khusus dalam penggunaan media sebagai sarana informasi publik pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penggunaan media oleh aparat tidak dapat dilepaskan dari kode etik dan standar komunikasi profesional. 

Jadi, media tidak hanya menjadi alat dokumentasi dan diseminasi untuk menyebarkan sebuah infiormasi, melainkan sebagai ruang publik yang memiliki implikasi hukum, sosial, dan psikologis. 

Karena itu, setiap pernyataan aparat berpotensi salah ditafsirkan sebagai sikap resmi negara. Padahal, pernyataan tersebut boleh jadi hanya bersumber dari pihak individu yang tidak membawa nama institusinya.

Dari kasus tersebut, pelajaran penting yang bisa dipetik adalah bahwa ketergesaan dalam menyampaikan dugaan tanpa dasar yang kuat didukung bukti-bukti yang absah dapat mencederai asas praduga tak bersalah serta merugikan individu yang berada dalam posisi lemah secara sosial maupun ekonomi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa niat baik saja tidak cukup. Setiap warga negara, termasuk dalam hal ini aparat dituntut untuk bekerja berdasarkan prosedur yang tepat, tidak terburu-buru dalam memberikan sebuah keterangan, serta selalu menempatkan fakta sebagai fondasi utama sebelum bertindak atau berbicara di hadapan publik.

Pentingnya Pembekalan Jurnalistik bagi Aparat di Lapangan

Hidup di era digital, memang muntut kejelian dan ketelitian tinggi, baik itu bagi petugas keamanan kerap menjalankan fungsi yang bersinggungan langsung dengan praktik jurnalisme lapangan, maupun kepada khalayak luas. 

Era digital adalah era yang ditandai dengan kemelekan tinggi terhadap teknologi informasi dan segala bentuk pengetahuan berbasis digital.

Penggunaan media digital saja tidak cukup bagi seseorang, kecuali didukung oleh literasi yang kuat tentang digital dan syarat-syarat penting lainnya.

Pengambilan foto, perekaman video, hingga penyusunan narasi sebuah peristiwa telah menjadi bagian dari keseharian tugas, namun ia harus diimbangi dengan pemahaman dasar tentang kaidah-kaidah jurnalistik. 

Era digital memang memberi kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi warga jurnalistik (citizen jurnalistik), namun peluang itu memiliki syarat yang tidak mudah.

Belajar dari kasus es gabus, kondisi ini menuntut adanya pembekalan jurnalistik yang memadai agar aparat memahami batas, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Pembekalan jurnalistik penting untuk dilakukan agar aparat juga memahami kaidah dasar seperti tidak menuduh tanpa bukti, melakukan verifikasi berlapis, serta memastikan akurasi sebelum informasi dipublikasikan. 

Prinsip dasar uji fakta seperti check and recheck menjadi kunci untuk mencegah kesalahan fatal yang berpotensi merugikan individu maupun institusi. 

Dalam kasus dugaan es berbahan spons, misalnya, terlihat dengan jelas bahwa di sana terjadi yang namanya kealpaan dalam melakukan proses verifikasi terlebih dahulu sehingga menunjukkan lemahnya pemahaman terhadap prinsip dasar tersebut.

Tidak hanya itu, aparat keamanan juga perlu dibekali pemahaman tentang prinsip keberimbangan dalam menggali dan menyampaikan sebuah informasi melalui mekanisme cover both sides (informasi dua sisi). Tujuannya untuk mendapat keberimbangan informasi, agar tidak bias pada salah satu.

Akhirnya, pembekalan jurnalistik dapat berfungsi sebagai perisai dalam membangun kredibilitas informasi dan menjadi pelindung bagi aparat itu sendiri yang bersentuhan langsung dengan kerja-kerja peliputan peristiwa dan penyampaian narasi atau kejadian di lpangan. 

Dengan memahami etika dan tahapan jurnalistik yang baik dan benar, akan membantu petugas dalam menghindari jeratan pelanggaran disiplin, etik, maupun hukum akibat kesalahan penerapan prosedur komunikasi publik itu sendiri. 

Apa yang dapat disimpulkan dari peristiwa ini tak lain dan tak bukan bahwa profesionalisme aparat di era keterbukaan informasi ini pada akhirnya tidak semata diukur dari ketegasan tindakan, melainkan juga dari kecakapan mengelola informasi secara akurat dan bertanggung jawab.

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia

Share:

Kejati Sumut Kawal Pembebasan Lahan Adat untuk PLTA Kumbih 45 MW, Ajak Masyarakat Berkontribusi Demi Legacy Generasi Mendatang

MakmurNews.com, Medan, 29 Januari 2026 – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menggelar rapat koordinasi dengan masyarakat adat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pakpak Barat untuk mengawal rencana pembebasan lahan bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih berkapasitas 45 MW. Inisiatif ini bertujuan mendukung strategi nasional pemenuhan energi listrik bagi masyarakat Sumatera Utara hingga Aceh.

Rapat berlangsung di Aula Cipta Kerta lantai III Kantor Kejati Sumut, Kamis (29/1). Kepala Kejati Sumut Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum., didampingi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Nur Handayani, SH., MH., serta Bupati Pakpak Barat, berdialog dengan perwakilan masyarakat adat seperti Pemangku Adat Sulang Silima Marga Berutu Parsinabul Lebbuh Lae Bening Jahe, Pemangku Adat Sulang Silima Marga Angkat Terpuk Raja Lebbuh Mbinalum, dan Lembaga Adat Sulang Silima Marga Berutu Lebbuh Pega.Kajati Siregar menekankan urgensi proyek ini di tengah kekurangan energi listrik nasional. "Pemerintah melalui PT PLN berkomitmen penuhi dan perataan akses listrik bagi masyarakat. 

Pembebasan lahan ini butuh pemahaman bersama, karena negara hadir untuk jamin pengelolaan sumber daya alam demi kemakmuran rakyat tanpa abaikan hak adat," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat adat berkontribusi aktif. "Saya undang masyarakat adat di sini untuk dukung pembangunan nasional. Keberhasilan ini jadi legacy baik bagi generasi penerus," tambah Kajati.Rizaldi, Kasubag Penkum Kejati Sumut, menjelaskan peran lembaga sebagai fasilitator. "Kami wakili negara kawal kebijakan pemerintah, pastikan hak masyarakat terpenuhi sekaligus urgensi nasional. Pembangunan PLTA oleh PLN bukan sekadar bisnis, tapi demi kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Kajati berharap sinergi seluruh elemen masyarakat Pakpak Barat, Forkopimda Dairi, pemerintah pusat, BUMN, dan investor. "Bila berhasil, ini legacy untuk generasi mendatang," tutupnya.

Hadir pula Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Sumbagut Alfredo Pakpahan, Kepala BPN Pakpak Barat dan Sumut, Kapolres Pakpak Barat, Dandim 0206/Dairi, Kepala Kejari Dairi, Jaksa Pengacara Negara Kejati Sumut, Kasi Datun Kejari Dairi, camat, serta kepala desa setempat.

Proyek PLTA Kumbih diharapkan atasi disparitas listrik di wilayah terpencil, sejalan dukungan strategis nasional demi kesejahteraan rakyat. (Sumber Penkum)

■Fajar Trihatya.

Share:

Bupati Tapanuli Selatan: Kebun PTPN Batangtoru Topang Kehidupan Masyarakat Lintas Generasi

MakmurNews.com, Tapanuli Selatan. — Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa keberadaan Kebun Batangtoru memiliki peran strategis dan historis dalam menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Tapanuli Selatan selama lebih dari satu abad.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Gus Irawan saat melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung progres pemulihan pascabencana di wilayah Batangtoru, Selasa (27/1/2026) lalu. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memastikan percepatan rehabilitasi dan relokasi warga terdampak bencana.

Menurut Bupati, Kebun Batangtoru yang sudah berdiri sejak zaman belanda hingga saat ini dikelola PTPN IV, bukanlah sekadar kawasan produksi, melainkan ruang hidup yang membentuk struktur sosial masyarakat sekitar secara turun-temurun. Sebagian besar warga di wilayah lingkar kebun merupakan pensiunan pekerja perkebunan maupun keturunan mereka.

“Sejarah mencatat bahwa kebun ini telah hadir lebih dari 100 tahun dan menjadi sumber penghidupan masyarakat lintas generasi. Fakta ini tidak bisa dilepaskan dari perjalanan pembangunan ekonomi Tapanuli Selatan,” ucap Gus Irawan.

Dalam situasi darurat pascabencana, peran kawasan perkebunan dinilai semakin nyata. Sejak hari pertama bencana, wilayah perkebunan dimanfaatkan sebagai lokasi perlindungan sementara, pusat logistik, dapur umum, serta ruang pendampingan sosial bagi warga terdampak.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Hingga Januari 2026, total sekitar 30 hektare lahan telah dialokasikan, terdiri atas 20 hektare di Batangtoru, 5 hektare di Hapesong Baru, serta 5 hektare di Afdeling I Kebun Hapesong.

Di Hapesong Baru, pembangunan 227 unit hunian tetap saat ini telah mencapai progres sekitar 30 persen. Pemerintah daerah menargetkan percepatan penyelesaian pembangunan agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang aman dan layak.

Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Pemkab Tapanuli Selatan tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta penguatan kemandirian warga di lokasi relokasi.

Ia menyebut, pendekatan kolaboratif yang dijalankan mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu, di mana pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur pendukung saling menguatkan dalam menghadapi musibah.

“Pemulihan ini adalah kerja bersama. Tujuannya bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi membangun kembali harapan dan kemandirian masyarakat,” katanya.

Bencana yang berdampak pada 13 kecamatan di Tapanuli Selatan menjadi momentum evaluasi dan penguatan ketahanan daerah. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Dengan sejarah panjang yang dimilikinya, Kebun Batangtoru dinilai tetap menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan, sekaligus bagian dari upaya membangun masa depan daerah yang lebih tangguh dan berdaya.

Share:

Selasa, 27 Januari 2026

APEL ZONA INTEGRITAS, KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA MENUJU PREDIKAT WILAYAH BIROKRASI BERSIH DAN MELAYANI (WBBM)

Dr.Harli Siregar : “Kita Harus Mampu Menciptakan Birokrasi Yang Bebas Dari Korupsi Guna Menghadirkan Pelayanan Publik Yang Berkualitas, Cepat, Dan Berkeadilan”

MakmurNews.com, Medan [28/1/2026], Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr.Harli Siregar, SH.,M.Hum memimpin apel pencanangan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang berlangsung di Adhyaksa Hall lantai I Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution Medan.

Saat menyampaikan sambutannya, Kajati Sumatera Utara menkankan beberapa point penting terkait Apel Zona Integritas, disampaikan Kajati, bahwa ini bukan sekadar kegiatan seremonial melainkan merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen, integritas, dan tanggung jawab seluruh insan Adhyaksa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

”Pembangunan Zona Integritas merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan menciptakan birokrasi yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan berkeadilan," ujarnya. sembari mengingatkan kembali isi yang terkandung dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Lanjut Kajati dalam sambutannya, bahwa Kejaksaan Republik Indonesia secara konsisten terus mendorong seluruh satuan kerja untuk membangun dan menginternalisasi nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi, *“patut kita syukuri bersama bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, serta dedikasi seluruh jajaran, dan menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berjalan pada arah yang benar” Tegas Kajati.

Menutup amanatnya, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir, predikat Wilayah Bebas dari Korupsi harus dijadikan sebagai pijakan awal untuk melangkah lebih jauh menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Tutup Harili SIregar.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi, SH.,MH mengungkapkan bahwa apel Zona Integritas yang dipimpin langsung oleh Bapak Kajati merupakan bukti keseriusan jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang berlandaskan integritas, profesionalitas, dan budaya kerja melayani, bukan untuk dilayani. 

"Tentunya predikat WBBM ini dapat kami capai dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat khususnya para pencari keadilan serta rekan rekan media yang senantiasa bekerjasama dalam rangka publikasi dan pemberitaan maupun sebagai sumber kritik yang psitif bagi Kejati Sumut”* ujar Rizaldi.

Apel pencanangan zona integritas ini ditandai dengan penyematan selempang duta pelayanan dan ban agen perubahan kepada Pegawai dan Jaksa yang ditetapkan sebagai duta atau agen perubahan di lingkungan Kejati Sumatera Utara.

Apel zona integritas itu turut dihadiri oleh Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, SH.,MH, para Asisten, para Koordinator, Kepala Seksi dan Kasubbag hingga seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Menutup apel, Kajati beserta seluruh pejabat utama dan jajaran pegawai Kejati Sumut menandatangani pakta integritas yang diharapkan menjadi kesadaran seluruh jajaran dan kesungguhan bersama mewujudkan pelayanan publik yang baik dan berdasarkan standar operasional prosedur (Rl/Red/Fajar)

Share:

DPD LSM Transparansi Publik Sumut Desak Pemko Medan dan Polrestabes Atasi Kemacetan Jalan Alfalah Simpang STM

MakmurNews.com, Medan. – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Transparansi Publik Sumatera Utara meminta Pemerintah Kota Medan dan Kapolrestabes Medan untuk segera turun tangan membantu masyarakat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Alfalah Simpang Empat Jalan STM, terutama pada pagi dan sore hari.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPD LSM Transparansi Publik Sumut, Tengku Syahdan, kepada media, Kamis (28/1/2026).

Menurut Tengku Syahdan, kemacetan di lokasi tersebut sudah menjadi persoalan rutin yang sangat meresahkan masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk saat anak-anak berangkat sekolah dan warga menuju tempat kerja.

“Setiap pagi Jalan Alfalah Simpang STM selalu macet. Saya sendiri setiap hari melintas di jalan tersebut untuk berangkat kerja dan melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Tengku Syahdan.

Ia juga menyoroti tidak adanya petugas dari Dinas Perhubungan Kota Medan maupun Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan yang mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Sangat disayangkan, tidak ada satu pun petugas Dishub ataupun Satlantas yang berjaga, padahal arus kendaraan cukup padat,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang warga yang ditemui wartawan di lokasi. Warga tersebut mengatakan kemacetan hampir selalu terjadi setiap pagi dan sore hari akibat tidak adanya pengaturan lalu lintas.

“Hampir setiap pagi dan sore macet, karena tidak ada Dishub atau Satlantas yang mengatur. Kendaraan saling berebut jalan,” ujarnya.

Warga berharap Pemko Medan bersama Polrestabes Medan dapat menempatkan petugas secara rutin di Jalan Alfalah Simpang STM, khususnya pada jam sibuk, guna mengatur kendaraan roda dua maupun roda empat agar arus lalu lintas lebih tertib dan lancar.

“Kalau ada petugas, pasti bisa mengurangi kemacetan dan lebih aman bagi pengguna jalan,” pungkas warga yang namanya nggak mau disebutkan. (Syahdan/Red)

Share:

Pidsus Kejari Medan tangkap mantan pejabat bank plat merah karena hambat penyidikan korupsi kredit

MakmurNews.com, Medan. – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menangkap seorang pria berinisial S, mantan pejabat salah satu bank plat merah di wilayah Iskandar Muda, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kasi Pidsus Kejari Medan Dr. Mochamad Ali Rizza, SH, MH, mengatakan penangkapan dilakukan karena S diduga menghambat dan mempersulit proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan realisasi kredit tidak sesuai ketentuan pada 2021–2023.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif dan sering sulit dipanggil, sehingga tim penyidik melakukan penangkapan untuk memastikan kelanjutan pemeriksaan,” ujar Rizza, Selasa (27/1).

Rizza menjelaskan penangkapan dilakukan pada Senin (26/1) malam, di Komplek Puri Zahara II Blok Q, Nomor 27, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. 

“Setelah diamankan, tersangka dibawa ke Kantor Kejari Medan untuk diperiksa sebagai saksi,” ujar dia.

Berdasarkan pemeriksaan, kata Rizza, ditemukan dua alat bukti yang cukup sehingga S ditetapkan sebagai tersangka.

“Kerugian negara akibat dugaan korupsi ini diperkirakan mencapai Rp1,36 miliar,” jelas Rizza.

Tersangka dijerat dengan Pasal 603 juncto Pasal 20 KUHP, serta Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setelah pemeriksaan kesehatan, tersangka langsung ditahan di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan untuk 20 hari ke depan, terhitung sejak Senin (16/1).

“Penyidik Pidsus Kejari Medan akan terus mendalami kasus ini dan menindaklanjuti jika ditemukan keterlibatan pihak lain sesuai hukum yang berlaku,” tegas Rizza. (rl/penkum)

■Fajar Trihatya

Share:

Senin, 26 Januari 2026

Bangkit dari balik jeruji, produk tempe, roti dan keripik tembus Pasar!

MakmurNews.com, Medan. - Meskipun fungsi utama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan adalah perawatan dan pelayanan terhadap tahanan, pelaksanaan pembinaan kemandirian tetap menjadi bagian penting yang dijalankan secara serius dan terukur. Program pembinaan ini tidak sekadar berjalan sebagai formalitas, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan melalui sejumlah produk hasil pembinaan yang telah dimanfaatkan secara konkret, di antaranya produksi tempe yang dikirimkan untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis), Dapur Sehat Rutan Medan, dan beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Medan. 

Begitu juga dengan keripik yang dikirimkan mendukung program MBG serta produksi roti yang diperuntukkan membantu penguatan UMKM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan telah mampu menghasilkan produk yang layak konsumsi, bernilai guna, dan memiliki kontribusi sosial.

Produk tempe dan roti hasil pembinaan warga binaan telah mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan dan ijin edar dari BPOM, sebagai jaminan bahwa proses produksi memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.

Seluruh kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional, mulai dari pelatihan pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, pelatihan produksi dan pengemasan aneka keripik, hingga pelatihan pembuatan roti, manajemen usaha, dan dasar kewirausahaan. 

Pelatihan diselenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan di kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, serta BJPS Ketenagakerjaan Deli Serdang, guna memastikan materi yang diberikan sesuai standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar.

Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, warga binaan peserta pelatihan juga diberikan sertifikat pelatihan yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, sehingga hasil pembinaan tidak hanya berupa pengalaman, tetapi menjadi bekal resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal keterampilan dan kepercayaan diri setelah menjalani masa penahanan.

Melalui pembinaan yang terarah dan berbasis kolaborasi ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan wawasan usaha. Di samping itu, penjualan produk tersebut jg menghasilkan premi bagi warga binaan dalan bentuk tabungan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat. 

Dengan demikian, pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah menjalani masa pidananya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti dan keripik, dapat menghubungi RAGUSTA BAKERY (081 - 3311 - 3310)

Share:

Nur Rahma Gimana Damanik Terpilih sebagai Ketua Umum KAMMI Komisariat Pelalawan Periode 2026–2027

MakmurNews.com, Pelalawan — Nur Rahma Gimana Damanik resmi terpilih sebagai Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pelalawan periode 2026–2027 melalui Musyawarah Komisariat (Muskom) yang digelar pada 26 Januari 2026 di Pangkalan Kerinci.

Musyawarah Komisariat merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi di tingkat komisariat yang diselenggarakan secara periodik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader aktif KAMMI Komisariat Pelalawan dan berlangsung dalam suasana demokratis serta penuh dinamika musyawarah. Proses pemilihan ketua umum dilakukan melalui mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama sebagai wujud komitmen KAMMI terhadap nilai-nilai demokrasi dan musyawarah.

Selain agenda utama pemilihan ketua umum, Muskom juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi pelaksanaan program kerja, serta pembahasan isu-isu strategis yang dihadapi organisasi. Forum ini menjadi sarana refleksi sekaligus perumusan arah gerak KAMMI Komisariat Pelalawan ke depan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kepemimpinan yang baru, KAMMI menegaskan orientasi gerakan yang tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga pada peran sosial di tengah masyarakat. KAMMI Komisariat Pelalawan berkomitmen untuk mengambil bagian aktif dalam menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan keumatan yang berkembang di Kabupaten Pelalawan.

“Kami siap menjadikan KAMMI Komisariat Pelalawan sebagai solusi dari berbagai masalah di masyarakat,” ujar Nur Rahma Gimana Damanik usai terpilih sebagai ketua umum.

Terpilihnya Nur Rahma Gimana Damanik diharapkan membawa semangat baru dalam menjalankan roda organisasi. Kepemimpinan periode 2026–2027 diarahkan untuk memperkuat sistem kaderisasi, meningkatkan kapasitas intelektual kader, serta memperluas jaringan dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, KAMMI Komisariat Pelalawan diharapkan semakin solid, progresif, dan konsisten dalam menjalankan peran sebagai organisasi kader dan gerakan mahasiswa Islam yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada umat dan bangsa. (Rl/Gd/Red)

Share:

Kontainer Jatuh di Simpang Buaya Belawan, Warga Desak Dishub, KSOP Utama Belawan, Kepolisian dan Organda Bertindak Tegas

MakmurNews.com, BELAWAN – Insiden jatuhnya kontainer kembali terjadi di kawasan Belawan dan membahayakan pengguna jalan. 

Satu unit truk trailer bermuatan kontainer mengalami kecelakaan di Simpang Buaya, Kampung Salam, Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, tepat di jalur menuju Gerbang Tol Belawan, Minggu (25/11/2026) sekitar pukul 14.19 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit gandengan kontainer terjatuh ke badan jalan saat kendaraan melaju dari arah Belawan menuju Medan. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian serta rekaman video yang beredar di media sosial, truk trailer bernomor polisi BK 8795 GM diduga mengalami masalah teknis. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti jatuhnya kontainer belum diketahui. 

Sementara itu, satu gandengan kontainer lainnya masih terlihat tersangkut(tercantol) di bagian belakang trailer.

Kejadian ini kembali memperkuat keluhan masyarakat terkait masih maraknya dump truck, trailer, dan truk kontainer yang diduga tidak layak jalan namun tetap bebas beroperasi, baik di jalan tol maupun di Jalan Lintas Yos Sudarso. 

Sejumlah kendaraan berat bahkan disebut kerap melintas dengan kondisi lampu tidak berfungsi dan muatan berlebih.

Warga menilai insiden jatuhnya kontainer tersebut sebagai peringatan serius akan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan, kenyamanan, bahkan nyawa pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan pejalan kaki, terlebih pada jam rawan dan malam hari.

Masyarakat pun kembali mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar bertindak tegas dengan melakukan penertiban serta pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan berat yang beroperasi di wilayah Belawan dan sekitarnya.

Berita sebelumnya,  Tokoh masyarakat Belawan, Rudi Simorangkir yang akrab disapa Opung, menilai lemahnya pengawasan menjadi persoalan utama. Ia menegaskan bahwa Dishub, KSOP Utama Belawan, Organda, serta aparat kepolisian lalu lintas harus bersinergi dan tidak menunggu jatuhnya korban.

“Pengawasan sangat lemah. Bahkan setelah kecelakaan pun tidak terlihat adanya tindakan tegas. Pemerintah harus segera menindak truk trailer dan kontainer yang tidak laik jalan,” ujar Opung.

Menurutnya, pengawasan terhadap armada angkutan barang harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan bersifat insidental. Ia juga menekankan agar keselamatan masyarakat tidak dikorbankan demi kepentingan operasional angkutan barang.

“Banyak kendaraan besar yang seharusnya sudah tidak beroperasi, tetapi masih dibiarkan melintas. Ini sangat membahayakan,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Medan diketahui tengah melakukan pembenahan sektor transportasi, termasuk rencana revitalisasi angkutan umum guna meningkatkan keselamatan dan minat masyarakat. Namun warga berharap upaya tersebut diiringi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap angkutan barang yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Pihak berwenang, termasuk KSOP Utama Belawan, Pelindo, dan Polres Pelabuhan Belawan, harus terus bersinergi menangani insiden lalu lintas dan operasional di kawasan tersebut.

Diketahui kejadian jatuhnya kontainer seringkali diselidiki terkait faktor pengunci muatan (twistlock) atau kondisi alat berat. 

Sementara itu, Termasuk area yang diawasi oleh KSOP Utama Belawan, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor KSOP Utama Belawan, Yovi Yanus Mutianto, menyakan hal tersebut ke Dinas Perhubungan Kota Medan dan  BPTD

"Terkait masalah tersebut bisa di tanyakan kepada Dinas perhubungan Kota, dan BPTD terkait kebijakan dan pengawasannya"

Share:

RPP PAC Pemuda Pancasila STM Hulu Digelar, Julianta Barus Terpilih Periode 2026–2029

MakmurNews.com, DELI SERDANG. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi menggelar Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) periode 2026–2029 di Aula Kantor Camat STM Hulu, Minggu (25/1/2026) sore.

RPP tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus Pemuda Pancasila, di antaranya Ary Ayal (pengurus MPW PP Sumut), Santun Butarbutar, S.H (Wakil Ketua I MPC PP Deli Serdang), Dahlan L. Tobing (Sekretaris), Mangampu Sormin (Ketua Bidang Komunikasi, Informasi dan Media Massa), Melda Nova br Sembiring (Ketua Srikandi), Defri Soldier (Ketua KOTI Deli Serdang), Dedy Hariadi Hutagalung, S.Pd (Wasek Bidang Organisasi dan Keanggotaan), serta Adi Palapa Harahap (Wasek Bidang Komunikasi, Informasi dan Media Massa).

Turut hadir perwakilan Ketua PAC Pemuda Pancasila dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, antara lain Kecamatan Tanjung Morawa, Batang Kuis, Delitua, Percut Sei Tuan, Galang, Pagar Merbau, dan Sunggal.

RPP dibuka oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah, yang diwakili Fajri Siregar. Dalam sambutannya, Fajri Siregar menekankan pentingnya kekompakan dan peran kader Pemuda Pancasila di tengah masyarakat.

“Kader Pemuda Pancasila harus meniru lebah. Saling bahu-membahu untuk menghasilkan madu yang sangat bermanfaat. Untuk itu, kader Pemuda Pancasila harus bisa menjadi madu bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Ia juga meminta Ketua PAC terpilih agar menjalin kekompakan hingga ke tingkat basis demi membesarkan organisasi Pemuda Pancasila di Kecamatan STM Hulu.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, Junaidi, yang juga anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, menegaskan bahwa seorang ketua harus mampu menjadi pelayan bagi organisasi dan masyarakat.

“Sebagai ketua, kita harus menjadi pelayan dan siap kapan pun saat organisasi membutuhkan kita,” tegasnya.

Junaidi juga meminta Ketua PAC terpilih membantu pemerintah kecamatan dalam pembangunan, khususnya di sektor pertanian, serta mendukung pihak kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, potensi pertanian di STM Hulu sangat besar dan perlu dikelola secara maksimal.

“Saya melihat potensi pertanian sangat bagus di sini. Saat ini pemasaran hasil pertanian juga semakin mudah karena sudah adanya pusat perdagangan besar,” tambahnya.

Ketua Caretaker PAC PP STM Hulu, Sehat Herianto Sembiring, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya bersama pengurus telah berhasil membentuk 15 ranting Pemuda Pancasila dari total 20 desa yang ada di Kecamatan STM Hulu.

“Pada RPP ini hanya satu calon yang mendaftar sebagai Ketua PAC, yakni Saudara Julianta Barus,” jelasnya.

Dengan demikian, Julianta Barus secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan STM Hulu periode 2026–2029.

Camat STM Hulu, Antonius Tarigan, S.Sos., M.AP, dalam sambutannya menyatakan kesiapan pihak kecamatan untuk bersinergi dengan Pemuda Pancasila dalam memajukan daerah.

“Kami siap bekerja sama dengan Pemuda Pancasila untuk memajukan Kecamatan STM Hulu, terutama di bidang pertanian,” ujarnya.

Camat juga mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila untuk terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Ia menambahkan bahwa komoditas unggulan Kecamatan STM Hulu saat ini adalah kelapa, yang diharapkan dapat terus dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Syahdan/Red)

Share:

Truk Overload Tambang Diduga Rusak Parah Akses Jalan Tigaderket, Warga Tanah Karo Tuntut Penutupan Operasi

MakmurNews.com, Tanah Karo.  – Truk pengangkut material tambang seperti pasir, tanah, dan batu andal beroperasi di wilayah Kecamatan Mardingding, Tanah Karo, sering kali melebihi batas muatan. Kendaraan-kendaraan ini merusak struktur aspal jalan dan meninggalkan lumpur tebal yang mengotori permukaan jalan, memicu keresahan warga setempat.

Kerusakan parah paling terlihat di akses jalan Tigaderket, Mardingding, yang kini luluh lantak akibat beban berlebih. Lokasi lain yang terdampak meliputi Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat, Jalan Udara Berastagi, serta berbagai ruas jalan nasional di sekitar wilayah tersebut. Dampaknya tidak hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga membahayakan kesehatan masyarakat: abu tebal mengancam pernapasan saat musim kemarau, sementara hujan deras membuat jalan licin dan rawan kecelakaan.

Warga dan Aliansi Masyarakat Tanah Karo menuntut pihak berwenang segera bertindak tegas. Mereka mendesak penutupan operasi tambang di Desa Mardingding dan wilayah sekitarnya, termasuk tambang ilegal, guna mencegah insiden yang tidak diinginkan. "Kami tak ingin kecelakaan fatal terjadi sebelum ada penanganan serius," tegas salah seorang warga yang enggan disebut namanya di Mardiding Senin (26/1).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Dinas Pertambangan setempat atau aparat penegak hukum. Pihak kepolisian disarankan meningkatkan pengawasan truk overload dan memastikan muatan sesuai regulasi.(*)

(Korwil Biro Sodiqin S)

Share:

Pelapor SE Medan Gugat Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp1,2 Miliar Uang Hasil dari Proyek Jalan Beton PTPN IV

MakmurNews.com, Medan. 24 Januari 2026 – Seseorang berinisial SE di Medan, mengaku dirugikan lebih dari Rp1,2 miliar akibat dugaan penipuan dan penggelapan uang hasil dari proyek pembuatan jalan cor beton milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Kasus ini telah dilaporkan SE ke

Polisi sejak April 2024, dengan Dedy Irawan yang kini menjadi tersangka setelah gelar perkara di Polrestabes Medan namun belum ditahan.

Menurut kronologi yang ditandatangani berinisial SE punya hubungan awalnya dengan Dedy Irawan hanyalah pertemanan. Pada Maret 2023, Dedy Irawan menawarkan paket pekerjaan proyek jalan cor beton sebanyak 3 Paket di Kebun Sawit Langkat PTPN IV dengan total proyek Rp. 2,5 miliar lebih. Meski awalnya menolak, SE akhirnya menyetujui dan mengerjakannya atas nama CV Insan Mandiri (pengelola: Muhammad Rinaldi).

SE menginvestasikan dana fee perusahaan sebesar Rp180 juta dihadapan saksi Ikhwan Masry A dan Alamsyah Putra. 

Pelapor berinisialnSE  dalam proyek ini sebagai Pemodal penuh, menugaskan Dedy Irawan untuk melaksanakan pekerjaaan lapangan hingga selesai.

Pekerjaan selesai Juni 2023, dan Pembayaran dari PTPP IV ke CV. Insan Mandiri masuk untuk Paket-1 pada 13 Oktober 2023 sebesar Rp810.322.170 (95% dari nilai kontrak), yang ditransfer Muhammad Rinaldi (CV. Insan Mandiri) ke rekening SE. Besoknya SE menyerahkan uang Rp46 juta sebagai jasa kerja untuk Dedy di sebuah cafe, serta memerintahkan Dedy untuk memantau pengurusan berkas tagihan Paket-2 dan Paket-3 di PTPN IV agar bisa cepat keluar karena pekerjaan sudah lama selesai.

Namun, Paket-2 dan Paket-3 terkendala. Audit PTPN IV akhir November 2023 memotong 5% biaya, dan pencairan tertunda. PTPN IV baru melakukan pembayaran ke CV. Insan Mandiri pada 9 Januari 2024. SE baru mengetahui pada tanggal 18 Maret 2024 bahwa dana Rp1.519.150.000 telah cair.

Anehnya Muhammad Rinaldi (CV. Insan Mandiri) mentransfer ke Rekening Dedy sejak 9 Januari 2024 bukan ke rekening SE. Setelah SE mengetahui uang sudah cair pada 18 Maret 2024, SE kecewa dan menghubungi Dedy, namun Dedy hanya mentransfer Rp300 juta kepada SE pada 19-22 Maret 2024, yang menyisakan kerugian Rp1.219.150.000,-

"Saya kecewa tersangka Dedy Irawan tidak ditahan meski sudah tersangka dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP," ujar pelapor berinisial SE, yang kini dibantu Kuasa Hukum Arya Agustinus Purba, S.H & Partners di Medan Denai. Kronologi menyebut Dedy menghilang dari kontrakannya akhir Maret 2024. Konsultasi ke Polsek Medan Barat dilakukan 23-24 Maret, diikuti laporan resmi 1 April 2024 dan gelar perkara Polda Sumut 27 Mei 2024. Saat ini berkas sudah dilimpahkan ke Kejari Medan, Ia meminta pada Jaksa agar tersangka ditahan sebab di Polrestabes Medan tersangka tidak ditahan.

Hingga kini, polisi belum mengomentari status penahanan tersangka. SE menegaskan kronologinya dibuat tanpa paksaan, siap digunakan untuk proses hukum. (tim)

Share:

Minggu, 25 Januari 2026

TERSANGKA PERKARA KELALAIAN LALU LINTAS DI MANDAILING NATAL DIBEBASKAN DARI TUNTUTAN PIDANA

Kajati Sumut :”Hukum Harus Memberi Manfaat Dalam Menciptakan Perdamaian, Hapuskan Kebencian Untuk Menjaga Hubungan Sosial Yang Baik Di Masyarakat”

MakmurNews.com, Medan. [26/1/2026], Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr.Harli Siregar, SH.,M.Hum memutuskan untuk menghentikan penanganan perkara pidana kelalaian yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan keadilan restoratif (restoratif justice) setelah pelaksanaan ekspose penanganan perkara oleh tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Mandailing Natal.

Pada Ekpose permohonan penyelesaian dengan restoratif justice tersebut, Kajati didampingi Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, SH.,MH, Aspidum Kejati Sumut Jurist Preciselly, SH.,MH hingga pada Kepala seksi bidang pidana umum yang berlangsung di ruang rapat lantai II melalui video conference (daring).

Dari penjelasan kronologi perkara, diketahui bahwa peristiwa terjadi pada hari Sabtu 15/11/2025 sekira pukul 06.00 WIB Tersangka Iwan Freddy Sirait saat mengemudikan mobil Truck Box Hino Nomor Polisi: B 9346 FEV dari arah Panyabungan menuju ke Padangsidimpuan, saat melintasi Desa Kampung Baru Kecamatan Panyabungan Utara dengan kondisi cuaca gerimis hilang kendali yang mengakibatkan Tersangka membanting stir ke arah kanan dengan maksud untuk kembali ke jalur aspal hingga menabrak 1 (satu) Unit Mopen Mitsubishi L300 yang dikemudikan oleh Saksi Korban Mara Bunga Lubis yang membawa 11 (sebelas) orang penumpang sehingga menyebabkan kerusakan dan beberapa penumpang mobil angkutant tersebut trauma dan luka ringan karena benturan.

Kemudian terhadap tersangka dilakukan proses hukum dengan sangkaan melanggar Pasal 310 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

Alasan penerapan restorative justice, bahwa tersangka mengaku khilaf serta telah bertanggungjawab mengganti biaya kerusakan mobil serta biaya pengobatan para korban luka, kemudian para korban telah menerima permohonan maaf tersangka serta telah sepakat berdamai, kemudian tokoh masyarakat mewakili para korban memohon kepada jaksa agar perkara tersebut dapat diselesaikan secara restorative justice sehingga antara para korban dan tersangka suatu saat akan terjalin hubungan emosional yang baik.

Kajati Sumut menyampaikan, *penerapan restoratif justice sebagai wujud hadirnya hukum yang bermanfaat baik dan positif kepada masyarakat, hal ini Sejalan dengan harapan kita bersama bahwa hukum tidak semata mata menghukum orang tapi juga harus bisa bermanfaat baik dalam menjaga hubungan baik di masyarakat*, ujarnya.

Saat dihubungi terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi, SH.,MH menyampaikan bahwa penerapan restoratif justice tentunya harus memenuhi syarat yang ditentukan secara ketat sebagaimana aturan dalam Peraturan Kejaksaan RI No.15 Tahun 2020, hal ini menjadi pedoman Bapak Kajati dan jajaran dalam memutuskan restoratif justice ini. Ujar Kasi Penkum.

Ditambahkan Rizaldi, penerapan restoratif justice ini merupakan wujud hadirnya negara melalui Kejaksaan dalam penyelesaian permasalahan hukum secara humanis, seperti yang disampaikan Bapak Kajatisu, *”hukum tidak hanya menghukum atau memenjarakan orang, tetapi hukum harus bisa menjadi manfaat yang baik bagi pembinaan ketertiban dan kedamaian di masyarakat”*, tutup Rizaldi. (Sumber Penkum Kajatisu)

■Fajar Trihatya

Share:

Arsip Blog