Rabu, 31 Desember 2025

PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Hadiri Doa dan Zikir Bersama Menyambut Tahun Baru 2026 di Masjid Nurul Huda

MakmurNews.com, MEDAN DENAI. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai menghadiri kegiatan Doa dan Zikir Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan di Masjid Nurul Huda, Jalan Datuq Kabu Pasar 3 Lingkungan VIII, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Selasa malam, 31 Desember 2025.

Kegiatan Doa dan Zikir Bersama di laksanakan oleh BKM Mesjid Nurul Huda berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Lurah Kelurahan Denai Irwansyah, S.Pdn, Pelaksana Tugas (Plt) PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai, El Barino Shah, SH, MH yang diwakili oleh Wakil Ketua Zalaluddin Sitepu, Wakil Bendahara Wildan Hasibuan, Ketua Bidang Syahdan, Srikandi Pemuda Pancasila, serta unsur pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Huda, Drs. H. Arman Setia Budi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Lurah Kelurahan Denai Irwansyah, S.Pdn, Plt PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai beserta seluruh jajaran pengurus yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama mengikuti Doa dan Zikir menyambut pergantian tahun.

Selain itu, hadir pula jajaran pengurus ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Denai yang diwakili wakil Ketua Angga Napolis, Sekretaris Dwi Arlanda,  Torus, serta jajaran pengurus ranting Kelurahan Denai.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Irwansyah, S.Pdn dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Doa dan Zikir Bersama ini sejalan dengan arahan yang diterima oleh seluruh lurah untuk melaksanakan Doa dan Zikir Bersama di masing-masing wilayah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menyambut tahun yang baru.

Lebih lanjut, Irwansyah menjelaskan bahwa Doa dan Zikir Bersama juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan spiritual, dengan mendoakan saudara-saudara yang sedang mengalami musibah, baik bencana alam maupun ujian lainnya. "Ia berharap melalui doa yang dipanjatkan bersama, masyarakat diberikan keselamatan, ketenangan, serta keberkahan di Tahun Baru 2026.

Perwakilan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai melalui Wakil Ketua Zalaluddin Sitepu menyampaikan bahwa kehadiran Pemuda Pancasila dalam kegiatan keagamaan ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk selalu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, menyambut tahun baru tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan Doa dan Zikir Bersama di Masjid Nurul Huda berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta harapan agar Tahun Baru 2026 membawa kedamaian, kesejahteraan, dan persatuan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Medan Denai. (Syahdan/Red)

Share:

Denda Damai: Paradigma Baru Pemberantasan Korupsi?

Oleh: Yakub F. Ismail

Upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air telah berjalan hampir satu abad sejak Indonesia merdeka. 

Komitmen untuk terus mendorong langkah masif pemberantasan korupsi itu kembali dilakukan selama kurang lebih dua dekade terakhir melalui pendekatan represif berbasis pemidanaan penjara. 

Namun, dalam praktiknya, paradigma pemberantasan korupsi yang mengandalkan pada penghukuman berbasis kurungan ini nyatanya tidak mampu memberikan efek jera yang meyakinkan.

Masyarakat cenderung memandang penjara sebagai simbol keadilan dan efek jera tertinggi bagi koruptor. Sementara, dalam kenyataannya, hukuman penjara sama sekali belum mampu menjawab persoalan mendasar korupsi, yakni pemulihan kerugian negara dan pencegahan kejahatan yang berulang. 

Apa yang selama ini kita pahami soal efektivitas pemenjaraan tubuh sang pelaku korupsi tidak sepenuhnya menjawab akar persoalan itu sendiri.

Negara dalam realitasnya bahkan sering kali hanya menang secara moral, karena berhasil menangkap koruptor, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengembalikan kerugian negara itu sendiri.

Dalam banyak kasus, koruptor yang berhasil menjarah "duit" negara hingga triliunan rupiah hanya menebus beberapa persen saja, dan sisanya entah ke mana.

Dalam konteks inilah, perlunya gagasan penerapan denda damai sebagai alternatif penindakan pidana yang sejauh ini diyakini belum mampu memberikan solusi berarti.

Perlu digarisbawahi bahwa denda damai bukanlah bentuk pemakluman terhadap korupsi itu sendiri, sebagaimana yang saat ini disalahpahami sebagian publik.

Akan tetapi, pendekatan ini merupakan sebuah upaya rasional untuk menggeser fokus penegakan hukum dari yang semula hanya memusatkan pada skema penghukuman ke arah pemulihan, efisiensi, dan keadilan substantif. 

Alhasil, bertolak dari paradigma baru inilah, penting untuk men-challenge cara pandang lama yang terbukti gagal menjawab permasalahan korupsi serta menuntut kesiapan hukum, aparat, hingga pemahaman publik atas pendekatan baru ini.

*Alasan dan Urgensi*

Bagi sebagian masyarakat, pendekatan denda damai barangkali masih cenderung "abu-abu" sehingga perlu diperjelas apa makna dan pemberlakuannya dalam konteks penindakan pidana korupsi.

Denda damai sederhananya dipahami sebagai mekanisme penyelesaian perkara tindak pidana tertentu (khususnya korupsi) melalui pembayaran sejumlah uang pengganti dan/atau denda administratif yang disepakati negara, tanpa harus berujung pada penjeblosan ke dalam penjara. 

Secara konsep, mekanisme ini menempatkan pemulihan kerugian negara sebagai tujuan utama, bukan sekadar penghukuman tubuh atau badan. 

Dalam praktik global, paradigma ini seringkali diasosiasikan dengan deferred prosecution agreement (DPA) atau juga dikenal dengan istilah non-prosecution agreement (NPA) yang saat ini telah banyak diterapkan di berbagai negara maju.

Secara normatif, wacana tentang denda damai di Indonesia bermuasal pada beberapa landasan hukum yang berlaku. 

Pertama, dari sisi prinsip ultimum remedium dalam hukum pidana Indonesia, yang menempatkan pemidanaan penjara sebagai langkah terakhir. Artinya, penjara bukan satu-satunya solusi dari proses pemidanaan itu sendiri.

Kedua, jika kembali mencermati ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) maka di sana dikenal yang namanya konsep pidana denda, uang pengganti, dan perampasan aset sebagai instrumen pemulihan kerugian negara. 

Ketiga, dalam konteks arah pembaruan hukum pidana nasional, termasuk dalam konteks ini termaktub di dalam KUHP dan kebijakan hukum pidana modern, yang menitikberatkan pada aspek keadilan restoratif dan efektivitas penegakan hukum.

Dengan demikian, alasan rasional pengaplikasian pendekatan denda damai ini terletak pada efektivitas dan efisiensi itu sendiri. 

Bercermin pada kenyataan di lapangan, proses peradilan korupsi yang panjang, berbelit, mahal, dan kompleks tidak jarang berujung pada hasil yang tidak sebanding dengan pemulihan aset. 

Bukti di lapangan menunjukkan bahwa pelaku yang telah dipidana penjara, tidak secara optimal mengembalikan kerugian negara. 

Bertolak dari kelemahan tersebut, mekanisme denda damai diharapkan menjadi alternatif bagi negara dalam memperoleh kepastian pengembalian kerugian, mengurangi beban lembaga pemasyarakatan, serta menghemat biaya penegakan hukum.

*Kesiapan SDM dan Sosialisasi Publik*

Tentu, paradigma baru pemberantasan korupsi ini bergantung pada kesiapan sumber daya manusia aparat penegak hukum, baik itu dari sisi SDM penyidik, penuntut umum, hakim, hingga aparat pengelola aset negara. 

Penerapan paradigma baru mau tidak mau menuntut adanya perubahan cara berpikir dari semula berorientasi penghukuman menuju pendekatan berbasis pemulihan dan kepentingan negara. 

Tanpa kesiapan kognitif, mental dan kompetensi teknis, denda damai tentu saja tidak hanya gagal diterapkan, tapi juga berisiko disalahgunakan atau ditolak secara pasif oleh aparat sendiri.

Jika berkaca pada kapasitas aparat penegak hukum saat ini, perlu dilakukan pembekalan yang intensif terkait pemahaman seputar valuasi kerugian negara, audit forensik, perhitungan denda proporsional, sampai dengan mekanisme negosiasi hukum yang transparan dan akuntabel. 

Pendekatan baru ini menuntut pemahaman hukum yang lebih komprehensif, mendalam dan lintas kompetensi.

Ini bukan lagi berbicara tentang ranah kerja hukum pidana konvensional, melainkan persilangan antara hukum, ekonomi, dan keuangan negara. 

Karena itu, pelatihan khusus dan intensif disertai kebutuhan untuk pedoman teknis yang rinci menjadi prasyarat mutlak agar tidak menimbulkan persoalan baru berupa disparitas penerapan ataupun konflik kepentingan.

Termasuk yang tidak kalah penting adalah mengantisipasi persepsi liar dari masyarakat. Publik perlu sosialisasi dan edukasi seputar pemberlakuan paradigma baru ini. 

Sosialisasi yang masif dan jujur menjadi langkah penting dan strategis untuk memperkenalkan mekanisme baru pemberantasan korupsi ini kepada khalayak luas. 

Publik harus diberi pembahaman baru bahwa denda damai bukan pengampunan seperti yang disalahartikan beberapa pihak, tetapi ia merupakan strategi hukum untuk memastikan negara tidak terjebak dalam kerugian seperti yang telah dilakukan selama ini.

Akhirnya, penentuan akhir kberhasilan paradigma baru hukum ini terletak pada seberapa jauh konsep ini diterima masyarakat dan kemampuan pelaksana hukum dalam menerapkan aturan baru ini di lapangan.


*Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR*

Share:

LSM Transparansi Publik Sumut Apresiasi Peningkatan Layanan Perumda Tirtanadi, Soroti Pemerataan dan Kualitas Air Bersih

MakmurNews.com, Medan.  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Publik Sumatera Utara, memberikan apresiasi terhadap peningkatan pelayanan serta keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi. Apresiasi tersebut disampaikan bersamaan dengan sejumlah saran strategis terkait pemerataan distribusi dan peningkatan kualitas air bersih bagi masyarakat di Sumatera Utara, Rabu 31 Desember 2025.

DPD LSM Transparansi Publik Sumut, menilai langkah Perumda Tirtanadi dalam membuka ruang dialog dengan masyarakat serta lembaga pemantau merupakan wujud komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai badan usaha milik daerah. Namun demikian, LSM juga mendorong agar peningkatan pelayanan tidak hanya terfokus di wilayah tertentu, melainkan merata hingga ke daerah pinggiran yang selama ini masih mengalami kendala pasokan air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ardian Surbakti, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian tarif air minum yang tengah disosialisasikan tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, penyesuaian tarif tersebut justru bertujuan untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus mendukung peningkatan layanan dan perbaikan infrastruktur jaringan air minum.

“Penyesuaian tarif ini dilakukan berdasarkan kajian yang komprehensif dan tidak akan mengorbankan kualitas pelayanan. Komitmen kami adalah terus meningkatkan pelayanan, memperbaiki jaringan distribusi, serta merespons cepat setiap keluhan pelanggan,” ujar Ardian.

Ardian juga menekankan bahwa manajemen Perumda Tirtanadi sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat. Ia memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum sosialisasi dan dialog publik akan menjadi bahan evaluasi penting dalam peningkatan kinerja Perumda Tirtanadi ke depan.

“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil akan selalu mempertimbangkan kepentingan publik serta peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Poppy Marulita Hutagalung menyampaikan bahwa penyesuaian tarif air minum dinilai sudah layak dilakukan, namun harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta dampaknya terhadap inflasi daerah.

“Pemprov Sumut mengingatkan agar penyesuaian tarif ini tidak membebani masyarakat dan tidak memicu inflasi. Penetapan tarif harus berada pada ambang atas dan ambang bawah sesuai kajian yang berlaku, serta harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” tegas Poppy.

Pemprov Sumut juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi Perumda Tirtanadi sebagai badan usaha milik daerah. Setiap kebijakan strategis, termasuk penyesuaian tarif, diharapkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas dan mampu menjamin ketersediaan air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Sumatera Utara. (Syahdan/Red)

Share:

Selasa, 30 Desember 2025

LANTIK ASISTEN INTELIJEN & KAJARI TEBING TINGGI, KAJATISU:"DUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI UNTUK KESEJAHTERAN MASYARAKAT

MakmurNews.com, Medan [30/12/2025], Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr.Harli Siregar,SH.,M.Hum memimpin pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Asisten Intelijen dan Kajari Tebing Tinggi pada hari Selasa 30 Desember 2025 yang berlangsung di Aula Cipta Kerta lantai III Jalan Jenderal Besar AH Nasution Medan.

Pelantikan dan sertijab tersebut dilakukan berdasarkan surat keputusan (KEP) yang di tandatangani Jaksa Agung R.I Prof Dr.ST.Burhanuddin pada akhir tahun 2025.

Asisten intelijen Irfan Wibowo,SH.,MH sebelumnya menjabat sebagai Kajari Kota Bandung  dilantik sebagai asisten intelijen  menggantikan Nauli Rahim Siregar,SH.,MH yang di promosikan sebagai Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, sementara itu Kajari Tebing Tinggi dipercayakan kepada Anthoni Nainggolan,SH.,MH menggantikan Satria Abdi,SH.,MH yang di promosikan ke Kejati Bali.

Saat menyampaikan sambutannya, Kajati Sumut menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas dedikasi kepada pejabat lama dan kepada pejabat baru Kajati menyampaikan selamat menjalankan tugas dan tanggugjawab serta amanah baru.

"saya minta kepada pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, pedomani arah kebijakan penegakan hukum modern dan humanis, tetap maksimalkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi untuk mendukung pemulihan dan penyelamatan keuangan negara demi kemakmuran rakyat"*. Tegas Kajati.

Ditambahkan Kajati, *"kepada Asisten intelijen, segera lakukan mapping situasi kondisi, antisipasi Ancaman Gangguan maupun Hambatan guna mendukung penuh kelancaran kinerja satuan dan bidang lain"* pungkasnya.

Pada akhirnya, di zaman tekhnologi informasi yang semakin cepat, masyarakat akan melihat secara langsung bagaimana kinerja saudara dan itu menjadi pertaruhan institusi, jaga kepercayaan publik demi kejayaan institusi Kejaksaan R.I. tutup Kajati.

Hadir pada pelantikan itu, Wakajatisu Abdullah Noer Denny,SH.,MH, para Asisten, para koordinator, Kabag Tata Usaha, Kajari Medan, Deli serdang, Serdang Bedagai, Belawan, Binjai hingga Kajari Langkat, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ny Tiurmaida Harli siregar dan jajaran pengurus.

Sementara itu, Plh Kasi Penkum Indra Hasibuan,SH.,MH menyampaikan kepada awak media, pelantikan dan sertijab di lingkungan Kejaksaan merupakan hal biasa yang menjadi kebutuhan mutlak organisasi, *"ini merupakan bukti berjalannya roda organisasi"* ujarnya singkat.

Share:

Senin, 29 Desember 2025

Percepat Pemulihan Rumah Ibadah, Wamenag Serahkan Bantuan Gereja Katolik Terdampak Bencana Sumut

MakmurNews.com, Medan. - Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi'i menyerahkan bantuan Rp 2 Miliar untuk Gereja Katolik yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara.

 Bantuan tersebut diberikan kepada Keuskupan Agung Medan Rp 200 juta, Keuskupan Agung Sibolga Rp 1,7 Miliar dan Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Aceh Rp 100 juta yang diserahkan di Catholic Center Christosophia Medan, Senin (29/12/2025).

Wamenag dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan ini diserahkan sebagai bentuk aksi tanggap darurat dan kepedulian Kementerian Agama untuk segera merehabilitasi rumah ibadah khususnya Gereja Katolik yang terdampak banjir di Provinsi Sumatera Utara.

Romo Syafi’i menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk kemanusiaan dan tali kasih Kementerian Agama kepada Umat Katolik agar seluruh jemaat Katolik yang terkena dampak bencana bisa kembali beribadah dengan khusyuk dan tenang.

“Pasca bencana yang perlu cepat dilakukan tidak hanya merecovery fisik, namun lebih penting daripada itu perlu adanya recovery psikis kepada setiap umat yang terdampak bencana. Oleh karenanya, dengan bantuan ini diharapkan rumah ibadah yang rusak dapat segera direhabilitasi agar umat bisa tenang melaksanakan ibadah,” ungkapnya.

Wamenag menjelaskan, ada dua skema Kementerian Agama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, pertama mengumpulkan bantuan peduli bencana dari ASN Kemenag dan yang kedua memberikan bantuan melalui APBN.

“Sebelumnya, Kementerian Agama telah memberikan bantuan Rp 500 juta dari donasi ASN Kementerian Agama dan telah disalurkan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yang terkena dampak bencana,” ujar Wamenag.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi mengharapkan semoga bantuan ini dapat memberi manfaat dan memberi semangat baru bagi Umat Katolik dan dengan pertemuan ini dapat mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan.

Turut hadir pada acara tersebut Uskup Agung Medan, Mgr.Kornelius Sipayung, OFM.Cap, Uskup Agung Sibolga Mgr.Fransiskus Tuaman Sinaga, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumut Marihuttua Pasaribu, dan Pembimas Katolik Kemenag Aceh Baron Pandiangan.

Share:

Adanya Dugaan Penyelewengan Anggaran di Dinas SDABMBK Kota Medan, Humas KPK : "Segera Kami Periksa"

MakmurNews.com, Medan. -Diduga Proyek yang dilaksanakan oleh PT GMP berdasarkan kontrak Nomor 07/SP/5.2/APBD/2023 tanggal 18 September 2023 sebesar Rp 170.653.454.600,00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 450 hari kalender terhitung sejak tanggal 19 September 2023 s/d 11 Desember 2024. Dalam perjalanan terjadi perubahan kontrak (adendum) sebanyak lima kali.

Pekerjaan tersebut dinyatakan selesai dan telah diserah terimakan berdasarkan BAST PHO Nomor 07/BA-I/SP/5.2/APBD.23/2025 tanggal 8 Januari 2025 dan telah dibayar sebesar Rp 145.375.116.900,00 melalui SP2D terakhir beromor 12.71/04.0/000022/LS/1.03.2.11.0.00.01.0000/P1/2/2025 tanggal 26 Februari 2025 sebesar Rp 18.630.287.519,00.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pekerjaan pada tanggal 14 - 15 Maret 2025 yang dilakukan oleh gabungan  PPK, PPTK, Konsultan Pengawas, Penyedia Jasa dan pihak Inspektorat, dan juga beserta hasil uji kuat tekanan beton dan hasil uji density hotmix pada Laboratorium Teknik Sipil Polmed, diketahui terdapat kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan sebesar Rp 1.578.641.911,68.

Menurut Humas KPK saat dikonfirmasi awak media menjawab segera kami periksa, apabila terjadi penyelewengan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara segera ditindak sesuai hukum yang berlaku di negara ini, Sabtu (27/12/2025).

Sementara di hari yang sama Datuk Iskandar Muda,A.Md Anggota DPRD Kota Medan Komisi 4 Fraksi PKS yang membidangi bidang pembangunan salah satunya yaitu bidang pembangunan Dinas SDABMBK, Dinas DPKPCKTR saat dikonfirmasi melalui data selulernya mengatakan akan mengecek ke dinas terkait, "baik bang, nanti saya cek ke dinas terkait",katanya.

Sebelumnya, Komisioner DPD LSM KPK-RI Andri Syafrin Purba angkat bicara saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (12/12/2025).

Diterangkannya bahwa pada proyek pekerjaan Underpass HM Yamin terdapat berbagai kejanggalan dan potensi kerugian negara yang nilainya cukup fantastis, diantaranya terjadi perubahan kontrak (adendum) sebanyak lima kali.

“Kita minta APH segera turun tangan menindak lanjuti hal ini, kita percaya Kejati Sumut yang dipimpin Bapak Harli Siregar mampu mengusut tuntas dan menghukum para oknum yang terkait untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya dan mengembalikan kerugian negara.” ucapnya.

Andri Syafrin juga meminta kepada Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera memanggil

Kadis (Kepala Dinas) SDABMBK Gibson Panjaitan dan juga Yulius Ares selaku Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Jalan dan Jembatan dan memeriksa kinerja mereka selaku  Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan mencopot jabatan mereka apabila dugaan penyelewangan tersebut. 

"Kelalaian timbul dalam proyek ini berdampak signifikan terhadap daya tahan konstruksi dan dapat membahayakan jiwa masyarakat. Selain itu, kerugian yang ditimbulkan akibat kelalaian tersebut dikarenakan kinerja yang juruk dan tidak profesional karena pembiaran tanpa pengawasan hal ini dianggap sangat fatal.

“Plt.Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan harus teliti dan benar benar bekerjasama Kabid Jalan Yulius Ares mengingat proyek pekerjaan bernilai ratusan miliar yang diambil dari pajak masyarakat. Jangan sampai ada kritik dulu baru dikerjakan, apalagi adanya dugaan Silpa yang belum disetorkan kembali”, ucap Andri sebagai komisioner dan bendahara di DPD LSM KPK RI.

Andri Syafrin Purba juga menyatakan selama ini oknum oknum mafia proyek yang bersembunyi dibalik jabatannya dan terus mengrogoti anggaran dalam membangun infrastruktur di negara ini, akibatnya negara terus menanggung kerugiannya.

Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) mengenai perimbangan berita, awak media pun langsung melakukan konfirmasi  ke pihak Dinas SDABMBK Kota Medan melalui Kabid (Kepala Bidang) yang membidangi konstruksi jalan dan jembatan, Yulius Ares saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp-nya tidak merespon dan terkesan enggan menjawab konfirmasi wartawan dan melakukan  klarifikasi dan konfirmasi ke publik merupakan keharusan agar tidak ada dugaan dan prasangka negatif yang timbul, apalagi anggaran tersebut diambil dari pajak yang dibayarkan masyarakat ke pemerintah.

Namun berselang beberapa hari salah seorang yang mengaku bernama Yudi, bertindak sebagai "Orang Kepercayaan" Yulius Ares  menghubungi wartawan dan menyatakan bahwa uang kelebihan bayar tersebut sudah dikembalikan.

Namun setelah ditanya awak media bukti pengembalian dan kapan dikembalikan ke kas Negara, Yudi tak dapat memberikan keterangan dengan jelas. (Red/Tim)

Share:

Minggu, 28 Desember 2025

IKA USU Sumut Peduli, Jumpai Warga Beri Sembako dan Titip Bantuan ke RSUD Aceh Tamiang

MakmurNews.com, Medan. -Sampai sebulan terakhir pasca musibah banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, bantuan demi bantuan terus berdatangan dan mengalir ke.warga terpapar. Baik dari pemerintah maupun pihak lainnuam

Kali ini Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) Sumut dibawah kepemimpinan HT Ery Nuradi didukung Pramuka Sumut, menyerahkan bantuan ke warga terpapar di Aceh Tamiang dan juga menitipkan bantuan ke RSUD Aceh Tamiang pada Jumat 26 Desember 2025.

Ketua IKA USU Sumut, HT

Erry Nuradi yang juga Gubernur Sumatera Utara ke 17 didampingi pengurus IKA USU Sumut, Yoffi Andinata melalui siaran persnya diterima redaksi pada Ahad 28 Desember mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk tanggung jawab dan keprihatinan kepada warga yang terpapar banjir khususnya di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Dikatakan, bantuan yang diberikan berupa beras, sarung, mukena, sabun mandi, sabun cuci piring, air mineral, nasi kotak, makanan ringan, bumbu masak, dan trauma healing untuk anak-anak di Aceh Tamiang. "Bantuan atau donasi yang kami bawa ini ada yang langsung kami serahkan ke masyarakat ataubwargavtwrpapar banjir dan ada juga  yang kami titipkan ke RSUD Aceh Tamiang ubutkndibagikan kepada warga," ujar HT Erry Nuradi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PB ISMI.

Pada kesempatan yang sama, para pengurus IKA USU Sumut bersua dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia BapaknBudi Gunadi Sadikin dan Bupati Aceh Tamiang Bapak Armia Pahmi di Kuala Simpang. Usai berbincang singkat dan ringan, lalu dilanjutkan dengan photo bersama. "Mudah-mudahan bantuan yang kita bawa ini dapat meringankan beban  saudara-saudara korban banjir. Kami juga berdoa semoga warga bersabar, ikhlas dan tetap berusaha agar keadaan bisa membaik, Terhadap  anak-anak kami juga membawa petugas trauma healing agar ke depan psikologi anak-anak kita bisa terbantu dan tetap stabil," tutup HT Erry Nuradi. (Rel/Red)

Share:

Ramah-Tamah Penuh Keakraban, Antonius Tumanggor Tegaskan Komitmen Kebersamaan Tim Siaga

MakmurNews.com, Medan. -Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai malam ramah-tamah Tim Siaga Sopo ATRestorasi Bersatu bersama Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, yang digelar di Sopo Building, Jalan Karya Mesjid, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (27/12).

Kegiatan diawali dengan makan malam bersama seluruh anggota Tim Siaga, dilanjutkan dengan sambutan dari Antonius Tumanggor.

Dalam kesempatan itu, politisi Partai NasDem ini menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam kepada Tim Siaga yang selama satu tahun penuh telah bekerja tanpa lelah mendukung7 berbagai kegiatan kedewanan, mulai dari sosialisasi peraturan daerah (Sosper), reses, hingga pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk ucapan terima kasih saya kepada seluruh Tim Siaga yang telah berjibaku bersama, berbagi suka dan duka dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kepada warga,” ujar Antonius.

Sebagai wakil rakyat yang telah dua periode dipercaya masyarakat, Antonius mengaku bangga memiliki tim yang solid dan penuh loyalitas.

Ia menilai kekompakan dan rasa kekeluargaan yang terbangun di tubuh Tim Siaga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan setiap agenda kerja.

“Sejak awal saya duduk di DPRD Medan, Tim Siaga selalu hadir. Mulai dari kepemimpinan Ketua Tim pertama, Pak Nelson Nababan, hingga kini dilanjutkan Pak Edison Sibagariang. Kepedulian dan saling memahami inilah yang membuat Tim Siaga tetap solid,” katanya.

Antonius juga menekankan pentingnya silaturahmi sebagai sarana saling mengevaluasi dan memperkuat kebersamaan.

Ia mengungkapkan, pada tahun mendatang agenda kegiatan kedewanan akan semakin padat, seperti Sosper, reses, dan wawasan kebangsaan (Wasbang).

Untuk itu, ia berharap pembagian tugas dalam Tim Siaga dapat dilakukan secara proporsional agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.

 “Harus ada pembagian yang jelas antara tim reses, sosper, dan Wasbang. Ini merupakan tanggung jawab saya sebagai anggota dewan sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada negara,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota Tim Siaga dapat menerima setiap penugasan dengan lapang dada. 

Menurutnya, penunjukan personel dalam setiap kegiatan bersifat mutlak demi kelancaran program.

Dalam kesempatan tersebut, Antonius turut menyampaikan rencana kegiatan outbond bagi Tim Siaga pada Januari 2026 mendatang, usai pelaksanaan open house. 

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di daerah wisata dan difokuskan pada penguatan kerja sama tim serta pemahaman akan tugas dan tanggung jawab.

“Outbond ini untuk membangun pola kerja tim yang solid. Ke depan akan banyak program yang kita jalankan, dan semuanya bertujuan menjaga kekompakan serta nama baik Tim Siaga dan saya pribadi,” ujarnya.

Malam ramah-tamah tersebut semakin semarak dengan berbagai kuis dan kegiatan tukar kado Natal antaranggota Tim Siaga, yang dipandu oleh Jojo selaku MC. 

Canda tawa pun mengalir, menambah kehangatan dan mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh peserta.

Acara ditutup dengan suasana akrab dan penuh warna, mencerminkan soliditas Tim Siaga sebagai mitra kerja dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.(Red/Tim)

Share:

Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Area Hadiri HUT ke-9 Pewarta.co, Persahabatan Lama Tetap Terjaga

MakmurNews.com, MEDAN – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan, menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Pewarta.co yang ke-9 tahun. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh keakraban di Kantor Pewarta.co, Jalan Bromo Lorong Karya, Minggu (28/12/2025).

Kedatangan Rahmadsyah Putra Tarigan yang akrab disapa Joko disambut hangat oleh Ketua Pewarta.co, Chairum Lubis SH. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Joko hadir didampingi istri tercinta serta Srikandi Farida, yang turut memeriahkan suasana perayaan ulang tahun media online Pewarta.co.

Ketua Pewarta.co Chairum Lubis SH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area beserta rombongan. Menurut Chairum, kehadiran sahabat lamanya itu menjadi kebanggaan tersendiri di momen spesial ulang tahun Pewarta.co yang ke-9.

“Terima kasih kepada sahabat saya, Ketua Joko, yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama istri dan Srikandi Farida. Persahabatan kami sudah terjalin sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, dan hingga kini tetap terjaga dengan baik,” ujar Chairum Lubis SH.

Chairum menambahkan, hubungan persahabatan yang terjalin sejak kecil tersebut menjadi bukti bahwa silaturahmi dan kebersamaan harus terus dirawat, terlebih dalam membangun sinergi positif antara organisasi kemasyarakatan dan insan pers.

Sementara itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Area Rahmadsyah Putra Tarigan menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun Pewarta.co yang ke-9. Ia berharap Pewarta.co ke depan semakin maju dan terus berkontribusi positif dalam menyajikan informasi yang berimbang dan terpercaya kepada masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-9 untuk Pewarta.co. Semoga sahabatku Chairum Lubis SH selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelapangan rezeki oleh Tuhan Yang Maha Esa. Saya juga berharap Pewarta.co semakin sukses, profesional, dan terus berkembang menjadi media yang dicintai masyarakat,” ucap Joko.

Menurut Joko, peran media sangat penting dalam menjaga demokrasi, menyuarakan kepentingan publik, serta menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, ia mendukung penuh eksistensi Pewarta.co agar terus konsisten dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

Acara HUT ke-9 Pewarta.co berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar organisasi dan tokoh masyarakat, demi terciptanya sinergi yang harmonis di Kota Medan. (Syahdan/Red)

Share:

DR Ali Yusran Gea: Pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri Tidak Efektif dan Tidak Efisien, Terkesan Menghabiskan Uang Rakyat

MakmurNews.com, Medan. – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perubahan Untuk Indonesia Raya (Purbaya Indonesia) DR. Ali Yusran Gea, SH, MKN, MH, keras mengkritik pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri. Menurutnya, inisiatif ini tidak efektif, tidak efisien, dan justru terkesan dan berpotensi menghambur-hamburkan uang rakyat.

Dalam pernyataan resminya di Medan, Minggu (28/12/2025), DR. AY Gea menekankan bahwa percepatan reformasi Polri seharusnya fokus pada tiga pilar utama: kelembagaan, profesionalisme, dan tata kelola yang independen. "Pembentukan komisi ini terkesan hanya formalitas belaka. Seharusnya, ini menjadi domain dan tugas Komisi III DPR RI yang memiliki legitimasi politik untuk mendorong perubahan dan paradigmatik secara substansial terkait penegakkan hukum yang berkeadilan, berkepastian dan berkemanfaatan ditubuh institusi hukum, baik institusi kepolisian, institusi kejaksaan, institusi Mahkamah Agung dan institusi hukum lainnya," tegasnya.

Ia menambahkan, semestinya ini wewenang Komisi III DPR RI dan patut diduga pembentukan komisi komisi semacam ini rentan menimbulkan pemborosan anggaran negara.  

Jabatan Komisi III DPR RI itu adalah amanat kedaulatan rakyat dan merupakan institusi yang dapat mengubah keadaan hukum saat ini (ius constitutum) dan keadaan hukum yang akan datang (ius constituendum).

Kita berharap Anggota Komisi III DPR RI agar memiliki sikap dan komitmen yang mengambil alih wewenang komisi percepatan reformasi agar tidak ada tumpang tindih kewenangan sebagaimana perintah Undang Undang. (Rl/Red)

Share:

Pewarta.co Rayakan HUT ke-9, Ketua Chairum Lubis Ajak Wartawan Semakin Solid dan Profesional

MakmurNews.com, Medan. – Persatuan Wartawan Polrestabes Medan (Pewarta.co) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 tahun dengan penuh khidmat dan kebersamaan di Kantor Pewarta.co, Jalan Bromo Lorong Karya, Kota Medan, Minggu (28/12/2025).

Perayaan ulang tahun organisasi wartawan yang selama ini aktif melakukan peliputan di wilayah hukum Polrestabes Medan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Kegiatan ini dihadiri seluruh wartawan yang tergabung dalam Pewarta.co, rekan-rekan media, serta para tamu undangan.

Ketua Pewarta.co, Chairum Lubis, SH, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam perayaan HUT ke-9 Pewarta.co. Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang telah berdiri selama sembilan tahun dan tetap eksis hingga saat ini.

“Di usia Pewarta.co yang ke-9 tahun ini, saya berharap kekompakan antar sesama wartawan semakin solid. Semoga kita semua tetap menjaga persatuan, kebersamaan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Chairum Lubis.

Chairum juga menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. 

Menurutnya, wartawan Pewarta.co harus mampu menjadi mitra strategis bagi institusi kepolisian dan masyarakat dengan menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipercaya.

“Pewarta.co harus terus menjadi wadah yang positif bagi wartawan, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan informasi yang mencerdaskan publik,” tambahnya.

Acara peringatan HUT ke-9 Pewarta.co turut dihadiri abangnda Fanji, Ketua PFormapera (Forum Masyarakat Pemantauan Negara) Kabupaten Deli Serdang, rekan-rekan media dari berbagai platform, serta para tamu undangan lainnya. Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan, yang juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Pewarta.co semakin maju dan sukses di masa mendatang.

Momentum ulang tahun ini menjadi refleksi perjalanan Pewarta.co dalam menjalankan peran sebagai organisasi wartawan, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi dalam dunia jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Dengan bertambahnya usia, Pewarta.co diharapkan semakin solid, kuat, dan mampu menjawab tantangan perkembangan media serta dinamika informasi di era digital saat ini. (Syahdan/Red)

Share:

Sabtu, 27 Desember 2025

Yayasan SSB Bobby Lovers GBIE Diresmikan, Mantapkan Kedisiplinan Hadapi Liga, IMO Indonesia Sumut Siap Kerjasama

MakmurNews.com, Deli Serdang. -Terbentuknya Yayasan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bobby Lovers Gerakan Bola Indonesia Emas (GBIE) menjadi langkah awal bagi para pemain segera menyiapkan fisik dan kedisiplinan untuk persiapan menghadapi Liga. Jangan pernah sia-siakan. 

"Terbentuknya yayasan bukan untuk saya. Jangan pernah sia-siakan. Karena ini untuk adek-adek sekalian. Siapkan fisik dan kedisiplinan untuk persiapan ke liga," ungkap Ketua Yayasan SSB Bobby Lovers GBIE, Budi Antoni Sinaga, saat Peresmian Yayasan SSB Bobby Lovers Gerakan Bola Indonesia Emas (GBIE), di Kantor Yayasan SSB, Desa Saentis, Sabtu (27/12/2025). 

Peresmian Yayasan SSB Bobby Lovers GBIE, yang dihadiri Ketua Pembina SSB Bobby Lovers Aspiadi Nasution, Ketua Penasehat SSB Bobby Lovers yang juga Ketua Bobby Lovers Sumut Andi Syahputra, Wakil Ketua DPP Bobby Lovers Ridwan Naibaho, Ketua Gerakan Pemuda Indonesia Emas (GPIE) Batubara Sisam, Ketua IMO Sumut HA Nuar Erde dan Wakil Ketua IMO Sumut Harun Alrasyid, juga dirangkai dengan penyantuan kepada anak yatim. 

Dikatakan Budi, di sekolah sepak bola ini sudah dua 'kubu'. 'Kubu' yang dimaksud adalah pembinaan sepak bola wanita dan pria. Karenanya diharapkan ada dukungan para orangtua. Hal ini, katanya, demi menghindarai keterlibatan anak-anak di genk motor, narkoba dan lain sebagainya. 

Menurutnya, tanpa dukungan para orangtua SSB ini tidak akan berjalan. Untuk itu, demi kemajuan sekolah sepak bola tersebut, diminta peran serta dan dukungan para orang tua. 

"Kita menuntut ada pemuda untuk menciptakan Indonesia Emas. Ini sebagai motivasi untuk kita semua. Dan kami terbuka untuk ditegur sebagai pembinaan," tandas Budi.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat HA Nuar Erde, menyebutkan, SSB yang baru diresmikan menjadi suatu momentum yang baik. Apalagi peresmiannya dimulai dengan tuntunan agama, menyerahkan bingkisan Alquran kepada sejumlah anak yatim. 

Dikatakannya, jika sesuatu kegiatan, agama terlebih dahulu yang dikuatkan, maka tentulah menjadi suatu momentum yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi dilanjutkan dengan penguatan adat, dengan menyematkan ulos, kepada sejumlah pengurus dan tamu undangan. 

"Kami juga sangat mendukung. Ini momentum. Manfaatkan ini sebaik-baiknya. Gerakan Indonesia Emas. Capai dan raih Emas tersebut dengan meningkatkan disiplin," tegas Nuar yang juga Ketua DPW Ikatan Media Online (IMO) Sumut. 

Harapannya, kata Nuar, emas itu akan  datang, datang dan datang. Apa yang diharapkan Yayasan juga menjadi harapan semua. 

"Jadikanlah pemain-pemain sepak bola menjadi bibit-bibit pemain nasional bahkan internasional," tandasnya. 

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan SSB Bobby Lovers GBIE, Aspiadi Nasution, agar saling kolaborasi, saling mengingatkan dan saling menasehati untuk membesarkan SSB Bobby Lovers GBIE. 

"Bantu kami untuk sama-sama membesarkan sesuai visi Gubernur. Kita lupakan perbedaan dan cari persamaannya," pungkasnya. (Rel/Red)

Share:

Terapkan GCG Secara Konsisten, PT PHCM Tegaskan Kepatuhan Regulasi dan Etika Layanan

MakmurNews.com, Medan. -PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM), anak perusahaan PT Pelindo yang bergerak di bidang pengelolaan rumah sakit, klinik, dan layanan kesehatan, terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan penguatan GCG yang digelar pada Rabu (24/12), dengan mengusung tema “GCG sebagai Pondasi Transformasi PT PHCM Menuju Perusahaan yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing".

Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan pakar tata kelola perusahaan, Dr. I Wy. Dirgayasa, M.Hum yang juga dosen dari Universitas Negeri Medan], sebagai narasumber utama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran manajemen dan pemangku kepentingan PT PHCM, di antaranya Aprilla Dwison selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama, Devi Windari (SVP Corporate Secretary), Benny Napitupulu (SVP Keuangan dan Umum), Baihaqi (SVP SPI), Fadhli Ahmad (SVP Operasional), dr. Ausvin Geniusman Komaini (Kepala Rumah Sakit), serta Prof. Dr. I Wy. Dirgayasa, M.Hum sebagai mediator.

Dalam forum ini, dibahas secara komprehensif esensi GCG sebagai sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

GCG tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan kewajiban administratif, tetapi sebagai seperangkat prinsip utama transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran yang harus menjadi roh dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

Dalam penjelasannya, Dr. I Wy. Dirgayasa, M.Hum mengatakan "Penerapan GCG dinilai sangat krusial, khususnya di sektor layanan kesehatan yang menyentuh langsung kepentingan publik. Tata kelola yang baik berfungsi sebagai instrumen mitigasi risiko, pencegahan praktik penyimpangan, serta penguatan efisiensi operasional. Lebih dari itu, GCG menjadi jaminan etika dan profesionalisme perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan yang aman dan terpercaya", ungkapnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Aprilla Dwison selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama PHC Medan mengatakan, manajemen PT Prima Husada Cipta Medan menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk senantiasa patuh terhadap seluruh regulasi dan kebijakan yang berlaku. 

Menurutnua, kepatuhan hukum dipandang sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis secara berintegritas, sekaligus wujud tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

PT PHCM meyakini bahwa penerapan tata kelola yang konsisten dan berkelanjutan akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan. 

Transformasi ini diarahkan untuk terus meningkatkan standar pelayanan di seluruh jaringan rumah sakit dan klinik yang dikelola, sehingga masyarakat dapat merasakan layanan kesehatan yang optimal, aman, dan berkualitas.

Dengan menjadikan GCG sebagai landasan transformasi, PT Prima Husada Cipta Medan berkomitmen memastikan setiap langkah strategis perusahaan selalu berorientasi pada keberlanjutan usaha dan keselamatan pasien. 

"Sinergi antara kepatuhan regulasi dan manajemen yang profesional diharapkan mampu mengantarkan PT PHCM menjadi penyedia layanan kesehatan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional, " pungkas Aprilia Dwison.(Red/Tim)

Share:

Jumat, 26 Desember 2025

Advokat Senior Gelmok Samosir S.H., M.H. Ucapkan Selamat dan Sukses atas Kelulusan Doktor Dr. Ibnu Kholik S.H., M.H. di FH USU

MakmurNews.com, Medan. Advokat senior Gelmok Samosir, S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Abangda Dr. Ibnu Kholik, S.H., M.H. yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan hasil sangat memuaskan dalam Promosi Sidang Terbuka Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), yang digelar pada 17 Desember 2025.

Dalam pernyataannya, Gelmok Samosir mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian akademik yang diraih Dr. Ibnu Kholik. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta komitmen yang kuat dalam mengembangkan keilmuan hukum secara mendalam dan berkelanjutan. 

“Capaian gelar doktor dengan hasil sangat memuaskan ini adalah prestasi luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi para praktisi hukum, akademisi, maupun generasi muda. Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Abangda Dr. Ibnu Kholik atas promosi doktor yang telah dilalui dengan baik dan penuh dedikasi,” ujar Gelmok Samosir, Sabtu 27 Desember 2025.

Lebih lanjut, Gelmok menilai bahwa keberhasilan Dr. Ibnu Kholik tidak hanya membanggakan secara pribadi, tetapi juga membawa nama baik Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sebagai salah satu institusi pendidikan hukum terkemuka di Indonesia. Ia berharap ilmu dan keahlian yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan hukum nasional.

Promosi Sidang Terbuka yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik Dr. Ibnu Kholik. Gelar doktor yang diraih diharapkan dapat memperkuat peran dan kontribusinya, baik di dunia akademik, profesi hukum, maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Menutup pernyataannya, Gelmok Samosir mendoakan agar Dr. Ibnu Kholik senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, serta keberkahan dalam mengemban amanah keilmuan. “Semoga gelar doktor ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Syahdan/Red)

Share:

Komunitas Jaguar Community Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang

MakmurNews.com, Aceh Tamiang. -Komunitas Jaguar Community menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan sosial ini terlaksana berkat sinergi dan dukungan penuh dari rekan-rekan Driver Online For Tamiang yang turut bergabung dalam aksi kemanusiaan.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat yang sangat dibutuhkan oleh para korban banjir bandang. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

Ketua Jaguar Community Andi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas antar sesama. Menurutnya, musibah yang menimpa Aceh Tamiang adalah duka bersama yang harus dihadapi dengan semangat gotong royong.

“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian rekan-rekan Driver Online yang tergabung dalam Jaguar Community. Kami ingin hadir dan berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Andi.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antar komunitas menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Semangat kebersamaan dan kemanusiaan diharapkan terus terjaga, tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari

Sementara itu, Koordinator Bantuan, Ilham Fauzi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah berpartisipasi dan memberikan bantuan, baik dalam bentuk materi maupun tenaga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan atas kepedulian dan partisipasi yang telah diberikan untuk membantu saudara-saudara kita korban banjir bandang di Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkap Ilham.

Melalui kegiatan ini, Jaguar Community bersama Driver Online For Tamiang berharap dapat menumbuhkan semangat empati serta menginspirasi komunitas lainnya untuk terus peduli dan bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan. (Syahdan/Red)

Share:

PAC Pemuda Pancasila Medan Area Bersama Ranting Sukaramai II Gelar Jum’at Berkah, Bagikan Nasi Usai Sholat Jum’at

MakmurNews.com, Medan.— Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Medan Area bersama Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II kembali menunjukkan komitmen nyata dalam kegiatan sosial kemasyarakatan melalui program Jum’at Berkah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan membagikan nasi kepada para jamaah usai menunaikan sholat Jum’at di Masjid Amal Silaturahmi, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, pada Jumat, 26 Desember 2025.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan, yang akrab disapa Joko, menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan program rutin yang digagas PAC Pemuda Pancasila Medan Area bersama jajaran pengurus ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II. Program ini bertujuan untuk memperkuat kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara organisasi kepemudaan dengan masyarakat.

“Jum’at Berkah ini adalah wujud nyata kepedulian Pemuda Pancasila Medan Area kepada masyarakat, khususnya warga Kelurahan Sukaramai II. Kami ingin hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, berbagi dan merasakan kebersamaan,” ujar Joko di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, Pemuda Pancasila tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti berbagi nasi memiliki makna besar dalam menumbuhkan rasa solidaritas dan empati sosial.

Sementara itu, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Sukaramai II, Iskandar Nainggolan, didampingi Sekretaris Hendrik Nugraha Lubis dan Bendahara M. Ridwan, menambahkan bahwa terlaksananya kegiatan Jum’at Berkah tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Area serta partisipasi para donatur yang dengan ikhlas memberikan bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Area, Bang Joko, serta para donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Alhamdulillah, pada Jum’at Berkah hari ini kami dapat berbagi dengan masyarakat yang melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Amal Silaturahmi,” ungkap Iskandar.

Kegiatan Jum’at Berkah ini mendapat sambutan positif dari para jamaah dan masyarakat sekitar. Ke depan, PAC Pemuda Pancasila Medan Area bersama ranting-rantingnya berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa secara berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (Syahdan/Red)

Share:

Kamis, 25 Desember 2025

Pakar Hukum DR AY GEA: Minta Presiden RI, Ketua DPR RI Tolak Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias

MakmurNews.com, Medan. 26 Desember 2025 – Pakar Hukum Tata Negara dan Pakar Hukum Pidana, DR Ali Yusran Gea, SH.,MKn.,MH., atau disapa DR AY GEA tegas menolak rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias. Menurutnya, pemekaran kepulauan provinsi nias ini bertentangan dengan nilai filosofi dan prinsip otonomi daerah yang menekankan pada kemandirian melalui pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki kepulauan Nias untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ekonomi kerakyatan, serta peningkatan pendapatan per-kapita masyarakat.

DR AY GEA menyoroti kegagalan sejumlah kepala daerah di Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias yang tidak menyelenggarakan fungsi fungsi pemerintahan sebagaimana yang terkandung dalam nilai filosofi dan prinsip otonomi.  "Kemandirian baru tercapai jika beberapa kepala daerah mampu memberdayakan SDA dan SDM di Kepulauan Nias. Namun kenyataannya,  beberapa daerah Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias menjadi miskin PAD dan gagal meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat di Kepulauan Nias," tegasnya di Medan hari Jumat (26/12).

Ia menegaskan letak otonomi daerah itu berada di tingkat kabupaten/kota  berdasarkan asas otonomi dan kemandirian serta azas desentralisasi, dan bukan berada di Pemerintahan Provinsi yang memiliki azas dekonsentrasi dalam menjalankan fungsi fungsi pemerintahan. "Pemerintahan Provinsi itu dipimpin oleh Gubernur sebagai kepala daerah sekaligus perpanjangan tangan pemerintah pusat. Pemekaran provinsi justru bertentangan dengan nilai filosofi prinsip otonomi daerah serta membuka ruang melahirkan kekuasaan baru dan berpotensi menumbuhkan praktek korupsi dalam mengelola penggunaan anggaran," ujarnya.

Selain faktor faktor tersebut diatas juga SDA Kepulauan Nias tidak mampu dikelola secara profesional dan akuntabilitas oleh pemerintah Kabupaten/Kota Kepulauan Nias sehingga kurang mendukung tujuan pemekaran provinsi di Kepulauan Nias.  Secara konstitusional pemekaran provinsi kabupaten/Kota diberi ruang oleh hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UUD Tahun 1945, serta UU sektoral lainnya seperti UU No. 5/1974, UU No. 22/1999 (diganti UU No. 32/2004), dan terakhir UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Oleh karenanya kita bersyukur pada Tuhan yang maha kuasa dan berterima kasih pada pemerintah pusat Pulau Nias yang awalnya hanya satu kabupaten dimekarkan menjadi 4 kabupaten dan 1 kota. Semestinya para Bupati/Walikota Kepulauan Nias mewujudkan visi misinya untuk kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias melalui nilai filosofi dan prinsip otonomi daerah, tegasnya.

Harapan DR AY GEA meminta Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI untuk menolak pemekaran Kepulauan Nias. "Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias ini diduga syarat dengan kepentingan segelintir orang dan bukan murni kesejahteraan rakyat di Kepuluan Nias," pungkasnya. (Red)

Share:

IMO Apresiasi Penunjukan Indonesia sebagai Calon Presiden Dewan HAM PBB

MakmurNews.com, Jakarta — Ikatan Media Online (IMO) Indonesia menyampaikan apresiasi setingging-tingginya dan rasa kebanggaan atas ditunjuknya Indonesia sebagai calon Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail menilai penunjukan tersebut merupakan sebuah pengakuan internasional atas kesanggupan dan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia di tingkat global.

Yakub meyakini bahwa kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari diplomasi panjang, peran aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional, serta komitmen berkelanjutan dalam mendorong prinsip keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.

“Sehingga, harus diakui bahwa penunjukan Indonesia sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB merupakan capaian strategis sekaligus kehormatan besar bagi bangsa Indonesia. Hal ini menegaskan posisi penting Indonesia sebagai negara demokratis yang mempunyai reputasi moral dan politik dalam isu-isu hak asasi manusia di tingkat global,” kata Yakub di Jakarta, Kamis (25/12).

Yakub juga mengatakan bahwa peran Indonesia selama ini dalam mengadvokasi isu-isu kemanusiaan, termasuk perdamaian dunia dan perlindungan kelompok rentan, menjadi modal penting dalam kememimpinan Dewan HAM PBB yang lebih inklusif dan berimbang.

Menurutnya, posisi strategis Indonesia ini harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar, bukan semata prestise diplomatik. 

Indonesia, kata dia, dituntut untuk menjadi jembatan dialog antarbangsa, terutama di tengah meningkatnya konflik, pelanggaran HAM, dan polarisasi global.

“Indonesia tentu saja, dalam kesempatan emas ini, diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang moderat, objektif, dan berorientasi pada solusi. Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus tercermin dalam kepemimpinan Dewan HAM PBB, dengan menjunjung tinggi keadilan tanpa standar ganda,” pungkasnya. (rel/red,)

Share:

Rabu, 24 Desember 2025

Program Kerja Sama Tirtanadi–Yokohama Tingkatkan Layanan Air Minum 24 Jam Resmi Ditutup

MakmurNews.com, Medan. -Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara secara resmi menutup rangkaian Program Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Layanan Air Minum 24 Jam bersama Yokohama Waterworks Bureau (YWWB), Jepang. Penutupan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Closing Seminar bertajuk “The Project for Capacity Development of PERUMDA Tirtanadi for 24 Hours Safe Water Supply” yang digelar di Ballroom Grand Inna Hotel Medan, Selasa (23/12).

Acara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, beserta jajaran Direksi. Turut hadir Sekretaris Perusahaan Nurlin, para Kepala Divisi dan Kepala Cabang Perumda Tirtanadi se-Sumatera Utara. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirtanadi serta perwakilan UPTD Air Minum se-Sumatera Utara yang tergabung dalam PD Perpamsi Sumut.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program kerja sama ini, khususnya kepada Yokohama Waterworks Bureau (YWWB), Japan International Cooperation Agency (JICA), serta Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, program ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola, serta sistem teknis pelayanan air minum di lingkungan Perumda Tirtanadi.

“Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi Perumda Tirtanadi dalam upaya mewujudkan layanan air minum yang aman, andal, dan berkelanjutan selama 24 jam. Berbagai pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik yang dibagikan oleh YWWB akan menjadi bekal berharga bagi kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ardian.

Program kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas Perumda Tirtanadi yang difasilitasi oleh JICA bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pelatihan teknis dan manajerial, pendampingan operasional sistem distribusi air, pengendalian kebocoran (non-revenue water), hingga peningkatan standar pelayanan pelanggan guna mendukung penyediaan air minum 24 jam yang aman dan berkualitas.

Perwakilan YWWB dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapan agar hasil dan capaian program dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh Perumda Tirtanadi. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) kerja sama internasional di sektor air minum, khususnya bagi BUMD air minum di Indonesia.

Dengan ditutupnya program ini, Perumda Tirtanadi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pengelolaan layanan air minum. Target utama ke depan adalah meningkatkan cakupan dan kontinuitas layanan air minum 24 jam bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dan sekitarnya, demi mendukung kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Syahdan/Red)

Share:

Menjaga Denyut Penegakan Hukum

Oleh: Yakub F. Ismail

Dalam bangunan negara hukum, eksistensi institusi penegakan hukum seperti Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sangat vital.

Kedua lembaga penegak hukum merupakan dua pilar penting yang menopang upaya penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi. 

Lembaga Adhyaksa dan Merah Putih adalah simbol keadilan yang lahir dari kebutuhan sejarah untuk memastikan hukum tidak sekadar menjadi teks normatif, melainkan hadir sebagai instrumen keadilan yang hidup dan bekerja. 

Kejagung, dengan mandat konstitusional dan kewenangan luas sebagai penuntut umum negara, dan KPK sebagai lembaga ad hoc yang didesain sebagai perisai untuk menghadapi kejahatan luar biasa (extraordinary crime), sama-sama memainkan peran strategis dalam membangun peradaban hukum Indonesia.

Dalam dinamika penegakan hukum di Tanah Air, relasi antara Kejagung dan KPK kerap menjadi sorotan publik karena kontribusi dan dedikasi yang diberikan kepada republik ini yang begitu luar biasa. 

Namun, di balik peran strategis kedua lembaga, tidak jarang muncul persepsi kompetisi, bahkan tarik-menarik kewenangan. 

Padahal, pada hakikatnya, tujuan akhir kedua lembaga ini adalah sama: memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, memulihkan kepercayaan publik, dan menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat.

*KPK Tampil Moncer di Ujung Tahun*

Memasuki penghujung tahun 2025, kinerja KPK kembali mencuri perhatian publik. Serangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah elite dan pejabat publik, termasuk beberapa kepala kejaksaan negeri (Kajari), menjadikan lembaga antirasuah ini sebagai pusat sorotan media dan diskursus publik. 

Bagi sebagian kalangan, geliat operasi penegakan hukum ini dipandang sebagai 'kebangkitan' atau momentum penting KPK setelah sempat dinilai kurang menonjol dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, sejujurnya sorotan tersebut sejatinya wajar dan bahkan memang itulah yang diharapkan dari KPK. 

Sebagai institusi yang dibentuk dengan tujuan utama menangani korupsi secara cepat, tegas, berani, dan berskala besar, ekspektasi publik terhadap KPK memang selalu tinggi. 

Ketika KPK kembali agresif melakukan OTT, publik memandangnya sebagai sinyal bahwa fungsi pencegahan dan penindakan tengah berjalan, terutama dalam membongkar praktik korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum sendiri. 

Dan dalam situasi dan kondisi seperti ini adalah sesuatu yang memang selayaknya demikian. Artinya, justru itu adalah sesuatu yang diharapkan, sehingga jika faktanya berbalik, maka justru itu yang perlu dipertanyakan.

Fakta bahwa sejumlah jaksa ikut terseret justru mempertegas pesan penting: tidak ada institusi yang kebal hukum.

Penting untuk ditegaskan di sini bahwa moncernya peran KPK di pengujung tahun ini harus dipandang sebagai sesuatu yang positif. Namun, ini tidak berarti absennya peran Kejagung.

Sebab, dalam beberapa bulan sebelumnya, justru Kejagung tampil dominan dengan kinerja yang dinilai luar biasa, khususnya dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi besar yang bernilai triliunan rupiah. 

Pada fase ketika KPK belum begitu terlihat geliat penanganan kasus secara masif, Kejagung justru lebih awal mengambil peran sentral dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum melalui serangkaian upaya perampasan aset yang dilakukannya.

Demikian, mendikotomikan peran antara KPK moncer dan Kejagung redup adalah narasi yang tidak saja kontraproduktif tapi menyesatkan.

Beberapa OTT yang belakangan dilakukan KPK, khususnya terhadap oknum Kajari, justru patut dicerna sebagai wujud kerja sama dan koordinasi antarinstitusi. 

Sulit membayangkan OTT terhadap pejabat kejaksaan dapat berjalan efektif tanpa adanya komunikasi, pertukaran data, dan dukungan institusional dari Kejagung sendiri.

Dengan kata lain, langkah KPK tersebut bukan kerja sektoral atau fragmentatif. Hal itu justru mencerminkan sinergi yang makin matang antara lembaga penegak hukum, di mana Kejagung menunjukkan komitmen untuk tidak melindungi oknum, dan KPK menjalankan fungsi kontrol serta penindakan secara profesional. 

Akhirnya, apa yang dapat dimaknai di balik situasi tersebut yakni, dinamika yang terjadi bukanlah persaingan, melainkan pembagian peran dalam satu ekosistem penegakan hukum yang saling menguatkan.

*Refleksi Kinerja Kejagung*

Jika kembali merefleksikan kinerja Kejagung dalam beberapa tahun terakhir, maka lembaga ini telah menunjukkan performa yang semakin signifikan, terutama dalam aspek pemulihan kerugian dan aset negara. 

Berbagai perkara korupsi strategis yang ditangani Kejagung tidak sekadar berorientasi pada pemidanaan pelaku, melainkan juga pada upaya mengembalikan uang negara yang dirampas oleh kejahatan korupsi. 

Pendekatan ini penting, dikarenakan keadilan dalam perkara korupsi tidak selalu berhenti pada vonis, tetapi juga pada pemulihan hak publik.

Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kejagung tampil secara konsisten dalam menjalankan fungsi penegakan hukum dan penjamin keadilan publik.

Jaksa Agung ST Burhanuddin bahkan berulang kali menyampaikan bahwa kejaksaan harus menjadi institusi yang bersih dan punya integritas tinggi.

Pernyataannya yang tegas selalu menjadi pengingat bahwa ia tidak akan segan menghukum bawahannya sendiri jika terbukti melakukan kejahatan atau korupsi. Pernyataan tersebut menjadi pesan simbolik sekaligus praktis bagi seluruh jajaran kejaksaan.

Sikap komit dan tegas yang ditunjukkan ST Burhanuddin bukan sekadar retorika. Dalam praktiknya, penindakan terhadap oknum jaksa yang terlibat kasus korupsi, baik melalui mekanisme internal maupun kerja sama dengan KPK, menunjukkan adanya konsistensi antara ucapan dan tindakan. 

Kejagung dalam hal ini tidak lagi menempatkan diri semata sebagai korban citra ketika aparatnya tersandung kasus korupsi dan bentuk kejahatan lainnya, melainkan sebagai institusi yang siap melakukan koreksi diri demi menjaga marwah penegakan hukum.

Di samping itu, kinerja Kejagung dalam mengungkap kasus-kasus besar dan memulihkan aset negara memperlihatkan peran strategisnya dalam membangun peradaban hukum yang kuat dan berintegritas. 

Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik adalah fondasi utama keadilan yang senantiasa menjadi komitmen ST Burhanduddin selaku pimpinan institusi. 

Akhirnya, dalam konteks ini, Kejagung dan KPK seharusnya terus ditempatkan sebagai pilar utama penegakan hukum yang bersih dan sebagai mitra strategis, bukan sebagai dua kekuatan yang saling menegasikan.


*Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR*

Share:

Solidaritas Kemanusiaan Menyatu di Kuala Simpang, Tiga Organisasi Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

MakmurNews.com, Medan | Solidaritas kemanusiaan kembali diwujudkan secara nyata oleh Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Bantuan Komunikasi (Bankom) Naga Karimata, dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara melalui penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak banjir di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 23 Desember 2025. Aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak berhenti pada empati, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah.

Di tengah suasana menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ketiga organisasi tersebut kembali menyambangi Aceh Tamiang untuk kesekian kalinya. Kehadiran mereka menegaskan komitmen berkelanjutan dalam merawat solidaritas sosial, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam dan mengalami keterbatasan ekonomi.

Rombongan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Bankom Naga Karimata, Anton William Chandra, S.E., B.B.A., M.H., didampingi Ketua Harian Johan Toa. Turut serta Ketua KISS Akiong dan Ketum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis. Sejak pagi hari, rombongan bergerak menuju lokasi terdampak dengan membawa berbagai kebutuhan pokok untuk warga.

Anton William Chandra, saat diwawancarai wartawan  pada Rabu, 24 Desember 2025, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Kuala Simpang. Kepedulian dan kebersamaan adalah kekuatan utama untuk bangkit bersama,” ujarnya, yang diamini oleh Akiong dan Adi Warman Lubis.

Ketiganya menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut tidak akan berhenti sampai di sini. Sinergi lintas organisasi akan terus diperkuat agar kehadiran mereka dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Sementara itu, Ketua Harian Bankom Naga Karimata Johan Toa menjelaskan bahwa bantuan disalurkan secara langsung agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak.

“Kami sengaja turun langsung ke lapangan supaya bantuan ini tidak salah sasaran. Dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung, kami bisa memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.

Ketua KISS Akiong menambahkan bahwa keterlibatan KISS dalam aksi ini merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan tanpa sekat.

“KISS hadir untuk semua. Saat masyarakat tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban moral bagi kami untuk ikut membantu. Sinergi dengan Bankom Naga Karimata dan DPP TKN Kompas Nusantara menunjukkan bahwa kepedulian bisa disatukan lintas organisasi,” katanya.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk bahan pangan dan keperluan rumah tangga, yang diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan warga dalam beberapa waktu ke depan.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat Kuala Simpang. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan dengan hadir langsung di tengah mereka saat kondisi sulit akibat banjir.

Menutup kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara Adi Warman Lubis menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Kami tidak membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Kami satu untuk semua dan semua untuk satu. Selama masyarakat membutuhkan, kami akan tetap hadir dan bergerak bersama,” tegasnya. Jika ingin, saya bisa:

■Tim

Share:

PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Posko Pengamanan Gereja, Jaga Kondusivitas Malam Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

MakmurNews.com, Medan. -Dalam rangka menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif pada perayaan Malam Natal 2025 serta menyambut Tahun Baru 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai melaksanakan kegiatan posko pengamanan di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Rabu 24 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemuda Pancasila dalam menjaga toleransi antar umat beragama serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya bagi saudara-saudara umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah Malam Natal di gereja-gereja.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai, Guntur Syahputra, melalui Sekretaris PAC Budi Irwansyah Nasution, menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh pengurus PAC, jajaran Pimpinan Ranting, hingga Anak Ranting Pemuda Pancasila se-Kecamatan Medan Denai agar turut aktif dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan selama perayaan Natal dan menjelang pergantian tahun.

“Pemuda Pancasila hadir untuk semua golongan. Kami meminta kepada seluruh kader, dari pengurus PAC hingga ranting dan anak ranting, agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah Malam Natal 2025 di gereja-gereja yang ada di Kecamatan Medan Denai,” ujar Budi Irwansyah Nasution.

Ia menegaskan bahwa posko ini tidak hanya sebagai bentuk pengamanan fisik, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan, toleransi, dan semangat kebhinekaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh Pemuda Pancasila.

Kehadiran kader Pemuda Pancasila di sekitar gereja diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa tenang bagi jemaat yang beribadah.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan pengamanan Malam Natal dan Tahun Baru ini dilaksanakan sesuai dengan perintah dan arahan dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan di bawah kepemimpinan Muhammad Rahmaddian, SH, MH. Instruksi tersebut menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung aparat keamanan menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Selama pelaksanaan posko, para kader Pemuda Pancasila Medan Denai bersinergi dengan pihak pengurus gereja serta berkoordinasi dengan aparat setempat guna memastikan kegiatan ibadah berjalan lancar, aman, dan tertib.

Dengan adanya kegiatan ini, PAC Pemuda Pancasila Medan Denai berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan penuh damai, aman, dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat nilai persatuan dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. (Syahdan/Red)

Share:

Rutan Kelas I Medan Rayakan Natal Bersama Warga Binaan, Perkuat Iman dan Kebersamaan

MakmurNews.com, Medan. – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menggelar Perayaan Natal Keluarga Besar Rutan Kelas I Medan bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 orang warga binaan Kristen dengan keluarga, serta jajaran pegawai Rutan Kelas I Medan. Senin (22/12).

Perayaan Natal dipimpin oleh Pendeta (Pdt) Suhery Gultom, M.Kes., dengan Thema Natal tahun ini “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. “Matius 1:21-24, yang menyampaikan pesan rohani tentang makna Natal sebagai momentum untuk memperkuat iman, harapan, serta semangat pembaruan diri. Dalam khotbahnya, Pdt. Suhery Gultom mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan Natal sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh kasih, dan tanggung jawab.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya beserta jajaran turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. “Saya mewakili Segenap Keluarga Besar Rutan Kelas I Medan mengucapkan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026 semoga perayaan ini menjadi momen untuk mempererat kebersamaan kita”. Ujar Andi. 

Perayaan Natal ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan Kelas I Medan dalam memenuhi hak beribadah warga binaan sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan.

Sebagai bentuk kepedulian dan kasih Natal, kegiatan ini ditutup dengan pemberian tali kasih berupa paket sembako kepada 150 keluarga warga binaan pemasyarakatan. Selain itu, Rutan Kelas I Medan juga menyerahkan bantuan sembako kepada 16 gereja yang telah menjalin kerja sama atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rutan Kelas I Medan sepanjang satu tahun terakhir dalam mendukung pembinaan kerohanian warga binaan.

Melalui perayaan Natal ini, diharapkan tercipta suasana damai, harmonis, serta semakin mempererat tali persaudaraan antara petugas, warga binaan, dan seluruh mitra kerja, sejalan dengan semangat pembinaan dan pemasyarakatan yang humanis. (Rl/Fajar)


#pemasyarakatanpastibermanfaat

#pemasyarakatansumut 

#kemenimipas

#ditjenpas #rutankelas1medan 

#pemasyarakatan 

#infoimipas

#rutanmedan

#rutan1medan


RAGUSTA BERSERI

BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH

Share:

Toleransi Umat Beragama di Indonesia Modal Kuat Pembangunan Bangsa

MakmurNews.com, Padangsidimpuan.  -  Indonesia negeri kepulauan yang dihuni lebih dari 280 juta penduduk, beraneka ragam suku, adat istiadat, bahasa dan ragam budaya yang unik, namun tetap akur dan bersahabat, tanpa ada pergesekan terkait berbagai perbedaan yang ada, sebab kesadaran kolektif masyarakat dan bangsa Indonesia, sudah tertanam sejak Republik ini belum berdiri.


Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'I pada pembekalan dan Pembinaan ASN di jajaran Kementerian Agama Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padanglawas dan Padanglawas Utara di Aula STIT Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan, Raby (24/12/2025).


"Indonesia yang multikultural ini harus tetap dijaga dan pelihara, agar ikatan toleransi antar umat beragama, suku, bahasa dan budaya yang berbeda-beda, senantiasa tumbuh subur ditengah masyarakat, sebab, dengan adanya kerukunan dan sikap toleran di antara banyak perbedaan, inilah modal dasar bagi bangsa ini untuk terus melanjutkan pembangunan menuju ke arah cita-cita para pendiri bangsa Indonesia,"terang Romo dalam paparannya.


Menurut Wamenag, ikatan kekeluargaan kebangsaan ini menjadi simbol, bahwa toleransi masyarakat Indonesia sangatlah kuat,tidak mudah di provokasi dengan berbagai sentimen keagamaan ataupun kesukuan yang ada, sebab kesadaran hidup berbangsa dan bernegara sudah ada jauh sebelum Republik Indonesia ini berdiri, dan negara selalu hadir ditengah-tengah umat beragama yang beragam ini.


"Pasal 29 UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama serta beribadah sesuai agama dan kepercayaannya. Penegasan Konstitusional kita jelas bahwa negara menjamin kehidupan keagamaan masing-masing individu anak bangsa, jadi tidak perlu ada perdebatan terkait perbedaan justru perbedaan itulah semakin memperkuat pondasi kebangsaan kita,"jelas tokoh nasional Sumatera Utara ini.


Di bagian lain, di sampaikan Romo Syafii, terkait beredarnya informasi tentang pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar tentang perayaan Natal bersama Kementerian Agama secara Nasional yang mengundang banyak perdebatan, dan protes dari sejumlah Ormas-ormas Islam terkait pernyataan Menteri Agama, ini juga perlu di luruskan agar tidak menjadi polemik dan memicu terjadinya konflik agama.


"Terkait pernyataan dan gagasan Menteri Agama yang menjadikan perayaan Natal Kementerian Agama bersama secara nasional, ini juga perlu di jelaskan, kami di undang MUI dan Mabes Polri untuk menjelaskan maksud yang di sampaikan Menteri Agama, bahwa perayaan Natal bersama di Kementerian Agama hanya di peruntukan bagi umat Kristen Protestan dan Katolik dan bukan perayaan Natal lintas agama, sebab perayaan natal selama ini berjalan sendiri-sendiri, karena itu agar makna natal lebih kuat dan di jiwai bagi umat Kristen Protestan dan Katolik, maka momentum natal inilah mereka di satukan dalam konteksnya perayaannya bukan tata cara ibadahnya,"ujar Wamenag tegas.


Wakil Menteri Agama ini mengingatkan sekaligus berpesan kepada seluruh Aparatur Kementerian Agama Sumatera Utara, agar hadir sebagai garda terdepan menjaga dan mengawal toleransi ini, sehingga tidak memunculkan perdebatan yang akhirnya bangsa ini terpecah belah disebabkan perbedaan yang tidak terkonfirmasi secara benar.


"Kami harapkan informasi ini bisa tersampaikan kepada sleuruh Aparatur Kementerian Agama Sumatera Utara, khususnya perihal pernyataan Menteri Agama tentang perayaan natal bersama di Kementerian Agama secara Nasional, bukan di tujukan bagi seluruh agama, melainkan menyatukan perayaan natal bersama antara umat Kristen Protestan dan Katolik saja,"tegas Wamenag.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM dalam sambutannya menyampaikan ASN jajaran Kementerian Agama Sumatera Utara tetap menjaga nama baik institusi dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Turut hadir pada Acara tersebut Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunte, Tenaga Ahli Kemenag Junisab Akbar, Kakankemenag Padangsidimpuan Erwin Kelana Nasution, Kakankemenag Padanglawas Utara Mara Timbul Daulay, Kakankemenag Padanglawas Kasman , Kakankemenag Tapanuli Selatan Masir Rambe, Kakankemenag Tapanuli Tengah Julsukri M. Limbong dan Kakankemenag Sibolga M. Imron Rosyadi.

Share:

Selasa, 23 Desember 2025

Wamenag : Pendidikan Vokasi di Kementerian Agama Menjawab Kebutuhan Industri

MakmurNews.com, Sipirok. - Pendidikan Vokasi di lingkungan Kementerian Agama sebagai jawaban atas kebutuhan pasar industri, sehingga lulusan Madrasah mampu beradaptasi dengan percepatan perubahan zaman. Berbagai terobosan kebijakan yang mengatur tentang konsep-konsep pendidikan di Madrasah, terus mengalami perubahan baik konsep dan metodologi pendidikan Madrasah sesuai perkembangan zaman.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'I saat memberikan Pembinaan bagi ASN dan PPPK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan di Kota Sipirok, Selasa (23/12/2025).

"Pendidikan vokasi di lingkungan Madrasah harus terus di dorong, sehingga para siswa Madrasah kita mampu beradaptasi dengan percepatan perubahan teknologi. Digitalisasi penting di pahami, karena percepatan berbagai informasi dapat di akses secara cepat, sehingga beragam informasi dan kemajuan teknologi dapat diikuti siswa Madrasah dan mereka mampu mengaplikasikannya," ucap Wakil Menteri Agama

Lebih jauh disampaikan Wakil Menteri Agama bahwa dunia pendidikan berkembang secara cepat dan beragam, bahkan tidak jarang kebutuhan bidang keahlian sangat dibutuhkan bagi dunia industri, terutama bidang komunikasi dan informatika. Untuk itu Madrasah harus mampu menciptakan sumber daya yang cerdas, unggul dan berakhlakul karimah.

"Menjawab kebutuhan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, maka peran pendidikan vokasi perlu diperkuat, tenaga guru dan kependidikan kualitasnya terus ditingkatkan lewat berbagai pelatihan keahlian masing-masing, inilah jawaban atas perubahan zaman," tegasnya.

Menjawab tantangan perubahan itu, Kementerian Agama mendorong guru-guru untuk mengikuti program PPG, termasuk pemberian gaji yang cukup dan menyenangkan.

"Guru sebagai motivator dan penggerak terdepan, haruslah menjadi contoh teladan para siswa, sehingga mampu membangkitkan semangat belajar siswa dengan mengasah kemampuan intelektualitas secara baik dan benar di bawah arahan dan bimbingan guru yang benar,"imbuh Wakil Menteri Agama

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa pendidikan Madrasah di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan kualitas, hampir merata di seluruh Kabupaten dan Kota. Beragam prestasi akademik dan non akademik di raih para siswa baik di tingkat Propinsi, Nasional hingga Internasional.

"Kualitas pendidikan Madrasah kita terus mengalami perubahan dan peningkatan kualitas secara signifikan, berbagai capaian prestasi akademik dan non akademik di raih siswa Madrasah kita, baik di level Propinsi, Nasional hingga Internasional, berdasarkan capaian itu, pendidikan Madrasah menjadi idola bagi orang tua siswa untuk melanjutkan studi anaknya di Madrasah,"ucap Kakanwil.

Hadir dalam pembinaan ASN  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan, diantaranya Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Ja'far Syahbuddin Ritonga, MBA, DBA, Tenaga Agli Menteri Agama Ir. Junisab Akbar, Kakankemenag Taoanuli Selatan Masir Rambe dan Kakankemenag Padanglawas Utara Mara Timbul Daulay. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Senin, 22 Desember 2025

Pansus PAD DPRD Medan Mulai Susun Langkah Kerja, Optimistis Dongkrak Pendapatan Daerah 30 Persen di 2026

MakmurNews.com, Medan. -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan melalui Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai menyusun langkah kerja strategis guna mengoptimalkan penerimaan daerah.

Dengan kesungguhan dan kerja kolektif seluruh anggota Pansus, DPRD Medan optimistis target kenaikan PAD sebesar 30 persen pada Tahun Anggaran 2026 dapat terealisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus PAD DPRD Medan, El Barino Shah, SH, MH, kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Senin (22/12/2025). 

Menurutnya, Pansus dibentuk sebagai bentuk keseriusan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan potensi PAD Kota Medan dapat digali secara maksimal.

“Kita optimistis target mendongkrak PAD sebesar 30 persen akan terealisasi pada 2026. Namun, tentu kami sangat berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah, OPD terkait, pelaku usaha, maupun masyarakat,” ujar El Barino Shah yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan.

El Barino mengungkapkan, salah satu fokus utama Pansus adalah menekan potensi kebocoran PAD yang selama ini masih terjadi di sejumlah sektor. Dugaan kebocoran tersebut, kata dia, antara lain berasal dari sektor pajak reklame, pajak restoran, pajak hiburan malam, serta pajak air bawah tanah. Selain itu, kebocoran juga diduga terjadi pada sektor retribusi daerah.

“Untuk retribusi, kami menyoroti antara lain retribusi Pendirian Bangunan Gedung (PBG), retribusi persampahan, retribusi parkir, dan retribusi-retribusi lainnya yang selama ini belum dikelola secara optimal,” jelasnya.

Jika melihat data realisasi PAD Pemerintah Kota Medan pada Tahun 2024 yang mencapai sekitar Rp2,7 triliun, serta target PAD Tahun 2025 sebesar Rp3,7 triliun, maka target kenaikan PAD pada Tahun 2026 dinilai realistis. Dengan asumsi kenaikan 30 persen dari target 2025, maka PAD Kota Medan pada 2026 diperkirakan bertambah sekitar Rp1,1 triliun.

El Barino menegaskan, sejak awal seluruh anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Pansus PAD telah sepakat untuk bekerja secara maksimal dan profesional. Pansus berkomitmen mencegah kebocoran pendapatan daerah dan memastikan permasalahan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kami bekerja menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD. Pansus akan memanggil OPD terkait, melakukan pendalaman data, serta menyusun rekomendasi konkret demi peningkatan PAD Kota Medan,” tegasnya.

Adapun susunan personalia Pansus PAD DPRD Medan terdiri dari Ketua El Barino Shah, SH, MH, Wakil Ketua Sri Rezeki, serta anggota Agus Setiawan, David Roni, DR Dra Lily, MBA, Zulham Efendy, Datuk Iskandar Muda, Tia Ayu, Andreas Pandapotan Purba, Rommy Van Boy, dr Faisal Arbie, Biomed, Godfried Efendi, Ahmad Afandi, T. Bahrumsyah, dan Janses Simbolon.

Dengan kerja terukur dan sinergi semua pihak, DPRD Medan berharap Pansus PAD dapat menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan daerah demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan. (Syahdan/Red)

Share:

Arsip Blog