Rabu, 10 Desember 2025

“Suami Dizalimi Aparat Polsek Medan Tembung” Diduga Tanpa Bukti, Tanpa Surat, Tanpa Saksi

MakmurNews.com, Medan | Rini Agustin menjerit lantang, menyuarakan penderitaan keluarganya setelah suaminya, Anto, ditangkap dan langsung dimasukkan ke dalam sel oleh oknum aparat Polsek Medan Tembung. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk kriminalisasi sewenang-wenang tanpa bukti, tanpa surat perintah, tanpa saksi yang menurutnya dilakukan hanya berdasarkan tuduhan penuh rekayasa.

Rini menjelaskan bahwa selama hampir tiga tahun terakhir, Anto dikenal oleh sejumlah pedagang emas setempat sebagai petugas jaga malam sekaligus pengelola kebersihan lingkungan. Pekerjaan itu dijalankan berdasarkan kesepakatan bersama, di mana para pedagang memberikan imbalan jasa sebesar Rp 250.000 secara sukarela, tanpa unsur paksaan ataupun pungutan liar. Bahkan, para pedagang telah menandatangani surat pernyataan tertulis yang menegaskan pekerjaan Anto bukan pungli dan tidak pernah dipermasalahkan oleh siapa pun.

Namun suasana berubah drastis ketika Anto tiba-tiba ditangkap dengan tuduhan melakukan pungutan liar. Menurut Rini, penangkapan dilakukan tanpa pemanggilan resmi sebelumnya, tanpa memperlihatkan surat perintah yang sah, serta tanpa penjelasan dasar hukum kepada pihak keluarga. Anto dibawa secara paksa dan langsung dijebloskan ke dalam sel, tanpa diberi kesempatan membela diri ataupun mengetahui secara jelas tuduhan konkret yang diarahkan kepadanya.

Tak lama kemudian, tuduhan terhadap Anto berkembang menjadi lebih berat. Ia diklaim telah mengirim pesan suara berisi ancaman pembunuhan dan pemerkosaan kepada seseorang. Rini menolak keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai “fitnah keji.” Hingga kini, menurutnya, tidak ada satu pun bukti autentik yang pernah ditunjukkan, baik berupa voice note asli, hasil pemeriksaan forensik digital, maupun keterangan saksi yang dapat membuktikan tuduhan tersebut.

Selama berada di tahanan, Rini menuturkan bahwa suaminya mengalami tekanan psikologis agar mengakui tuduhan demi mendapatkan pembebasan. Namun Anto tetap menegaskan dirinya tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan. Rini menilai tekanan itu bukanlah bentuk penegakan hukum yang adil, melainkan pemaksaan pengakuan.

Dampak peristiwa ini tidak hanya dirasakan oleh Anto secara pribadi, tetapi juga menghantam kondisi mental seluruh keluarganya. Anak-anak mereka kini hidup dalam ketakutan, kecemasan, dan trauma. Rini sendiri diliputi kebingungan serta rasa malu, terus mempertanyakan mengapa suaminya harus diperlakukan seperti penjahat besar, padahal tidak satu pun bukti yang dapat membenarkan tuduhan tersebut. Stigma dari lingkungan sekitar makin menambah beban keluarga mereka, yang harus hidup dalam bayang-bayang tuduhan tanpa klarifikasi.

Rini bahkan menduga adanya pihak tertentu yang memiliki kepentingan untuk menguasai lokasi tempat suaminya bekerja, lalu memanfaatkan kedekatan dengan oknum aparat untuk “menyingkirkan” Anto. Tuduhan kemudian diarahkan ke ranah kriminal melalui dugaan rekayasa laporan teror, yang dianggap sebagai pintu masuk untuk menjebloskan suaminya ke jeruji besi secara sewenang-wenang.

Atas seluruh rangkaian tersebut, Rini bersama keluarganya menolak keras tuduhan terhadap Anto dan menilai telah terjadi kriminalisasi yang menyakitkan. Mereka mendesak instansi berwenang, dari level tertinggi, untuk turun tangan mengusut kasus ini secara transparan, objektif, dan profesional, serta memastikan seluruh prosedur hukum ditegakkan seadil-adilnya, bukan dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu.

“Jika hukum benar-benar masih ada, buktikan dengan memeriksa kasus ini secara jujur — siapa yang benar dan siapa yang salah. Jangan biarkan institusi kepolisian dijadikan alat pemuas kepentingan,” tegas Rini dengan penuh harap.

Rini juga memohon agar nama baik suaminya dipulihkan apabila terbukti tidak bersalah, serta meminta keluarganya diberikan perlindungan hukum sebagaimana mestinya. Ia menegaskan akan terus berjuang demi keadilan hingga kebenaran terungkap sepenuhnya.

(Tim)

Share:

Arsip Blog