Sekitar 600 paket sembako, puluhan bal pakaian layak pakai, serta bantuan air mineral disalurkan kepada warga di enam titik yang telah ditetapkan. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dan solidaritas berbagai pihak yang dihimpun melalui DPP TKN Kompas Nusantara sebagai wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Untuk memastikan pendistribusian berjalan efektif dan tepat sasaran, satu unit mobil pikap digunakan mengangkut sembako dan air mineral, sementara tiga unit mobil lainnya membawa pakaian layak pakai sekaligus relawan pendistribusian. Perjalanan lintas daerah sejak pagi hari tidak menyurutkan semangat rombongan, justru memperlihatkan bahwa kerja kemanusiaan menuntut kehadiran langsung, ketulusan, dan komitmen nyata.
Adi Warman Lubis menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini berangkat dari panggilan nurani untuk tidak menutup mata terhadap kesulitan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan di tengah situasi sosial dan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kami sadar bantuan ini tidak menyelesaikan seluruh persoalan. Namun kepedulian harus diwujudkan dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau pernyataan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masih banyak warga yang membutuhkan sentuhan langsung dan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat sipil, agar nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dan menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Sambutan positif, senyum warga, serta ucapan terima kasih mengiringi setiap titik pendistribusian. Suasana kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong tidak boleh hadir secara musiman, melainkan harus terus dirawat sebagai sikap bersama dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan.
Usai seluruh bantuan diserahkan, rombongan kemanusiaan DPP TKN Kompas Nusantara kembali ke Kota Medan pada hari yang sama. Di tengah berbagai keterbatasan, langkah ini menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama, dan kemanusiaan tidak pernah menunggu kondisi ideal untuk bergerak.
(Tim)






