Appsindo menilai kehadiran Lokot Nasution bersama Menteri PU Ir. Doddy Anggodo sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap keberlangsungan ekonomi pedagang. Renovasi Pusat Pasar diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas, kenyamanan pengunjung, serta mendorong pendapatan pedagang. Semangat ini sejalan dengan moto Appsindo yang menekankan perlindungan dan pemberdayaan pedagang sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Pusat Pasar Medan merupakan salah satu pusat ekonomi tertua dan utama di kota ini. Pengunjungnya tidak hanya berasal dari Medan dan Sumatera Utara, tetapi juga dari luar provinsi bahkan mancanegara. Dengan posisi strategis tersebut, perbaikan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak agar pengunjung nyaman dan betah berbelanja. Appsindo menegaskan bahwa dukungan renovasi tidak boleh disamakan dengan revitalisasi yang berdampak pada relokasi atau penggusuran pedagang. Pedagang membutuhkan perhatian, fasilitas memadai, dan pemberdayaan, bukan pemindahan dari lokasi usaha yang telah lama dijalani.
Ketua Harian Appsindo Kota Medan sekaligus Ketua Umum TKN Kompas Nusantara, Adi Lubis, menekankan bahwa langkah Lokot Nasution dan Menteri PU Ir. Doddy Anggodo adalah kebijakan yang tepat dan berpihak pada rakyat kecil. Sebagai tokoh pedagang sekaligus kontrol sosial, ia menegaskan bahwa renovasi Pusat Pasar menyangkut nasib ribuan pedagang yang menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.
Adi Lubis juga berharap Wali Kota Medan Bapak Riko Waas memberikan dukungan penuh dan memastikan renovasi berjalan tanpa merugikan pedagang. Pusat Pasar merupakan aset Pemerintah Kota Medan yang dikelola PUD Pasar, sehingga arah kebijakan harus selaras dengan aspirasi pedagang. Wali Kota Medan memiliki hubungan historis dan moral dengan pedagang, termasuk dukungan dari Appsindo selama ini.
Appsindo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mendampingi, dan memperjuangkan hak pedagang. Renovasi Pusat Pasar harus menjadi momentum memperkuat ekonomi rakyat, menjaga keberlangsungan pasar tradisional, dan memastikan Pusat Pasar tetap hidup, ramai, serta menjadi simbol denyut ekonomi Kota Medan yang berpihak pada pedagang. (Rl/Red)
■Fajar Trihatya






