Hal ini dipertanyakan ketua Forum Jurnalis Pemprovsu (FJP) Sunut Roy Syamsul Gultom didampingi sejumlah aktivis pemerhati kinerja pemerintah Drs Osriel P Limbong MSi.
Menurut Syamsul Gultom, hal ini perlu penekanan terhadap Biro Umum Setdaprovsu yang lebih memprihatinkan, sebab segala fasilitas kinerja ini bermuara di Biro umum, kata Syamsul yang diamini Osriel Limbong.
Dalam hal ini kita sangat menyesalkan dan menyayangkan kinerja pemerintahan pemprovsu dengan melakukan pembiaran seperti ini.
Kinerja ini harus ditumbuhkan kepedulian, sejak pasca banjir sepertinya tidak ada upaya untuk bagaimana listerik di kantor pemerintahan Sunut ini bisa berfungsi.
Lagi pula puka kata Osriel, yang banyak rusak tiang telepon, namun listrik di Pemrovsu tidak berfungsi lantar dimana urgensinya jelas Oariel.
Hal ini yang perlu kita sikapi, pada hal menteri keuangan sendiri Purbaya sudah mengisyaratkan untuk segera menggunakan dana tanggap darurat dalan situasi bencana.
"Masak sebuah kantor yang bermerek pemerintahaan Sumatera Utara bisa lumpuh, terhadap fasilitas", artinya antisipasi tidak ada, upaya penanggulangan minim, sehingga berlarut-larut dalan penanganannya jelas Oariel lagi.
Untuk itu perlu kita ingatkan, karena kantor gubernur pusat pemerintahan di Sumatera Utara, tanpa listrik yang berlarut hingga sampai sepekan ini tidak berfungsi.
Pertanyaan kita, katanya kemana dana penanggulangan dan dana perawatan di Biro Umum Setda Provsu, tanya Osriel lagi. (Rel/Rt)






