Dalam pertemuan tersebut, Adi Warman Lubis menyampaikan apresiasi atas sambutan baik Ketua DPRD Kota Medan sekaligus menegaskan komitmen TKN Kompas Nusantara untuk mendukung kebijakan legislatif yang berpihak kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa lembaganya akan berada di garis depan dalam memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah yang pro rakyat. Namun, ia juga memastikan bahwa TKN Kompas Nusantara akan tetap bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang bertentangan dengan aturan dan merugikan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa dukungan tidak akan diberikan apabila terdapat kebijakan yang melanggar hukum atau menyimpang dari kepentingan publik.
Pada kesempatan itu, Adi turut menyoroti persoalan maraknya pembangunan ilegal di Kota Medan yang tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Ia mengingatkan bahwa praktik pembangunan ilegal yang dibiarkan begitu saja dapat menurunkan kualitas tata ruang kota, mengancam keselamatan lingkungan, serta berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah. Ia menegaskan bahwa mafia bangunan tidak boleh dibiarkan memperkaya diri tanpa menaati peraturan daerah maupun peraturan wali kota. Ia menambahkan bahwa TKN Kompas Nusantara siap memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan pihak berwenang untuk menindak tegas pelanggaran tersebut.
Selain pembangunan, Adi Warman Lubis juga menyoroti pelayanan kesehatan di Kota Medan. Ia mengingatkan janji Pemko Medan yang menyatakan bahwa warga pemegang KTP Medan dapat memperoleh layanan kesehatan di seluruh rumah sakit milik pemerintah kota. Namun, ia menilai banyak warga masih menghadapi kesulitan dan birokrasi berbelit ketika hendak mendapatkan layanan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan dengan nyaman, bersih, dan manusiawi karena kualitas pelayanan publik merupakan cerminan nyata kepedulian pemerintah kepada rakyatnya.
Dalam dialog tersebut, Adi juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan. Ia menilai bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak. Ia menyebut guru sebagai pahlawan yang harus dihargai, diperhatikan, dan diperjuangkan kesejahteraannya. Menurutnya, tanpa dukungan penuh terhadap sektor pendidikan, akan sulit menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Adi Warman Lubis menutup pertemuan dengan ajakan untuk memperkuat sinergi antara seluruh elemen bangsa, baik pemerintah pusat maupun daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, media, serta lembaga swadaya masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa perbedaan suku, ras, dan agama tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu, justru menjadi warna indah yang memperkaya Indonesia. Dengan penuh semangat, ia kembali menegaskan bahwa menjaga persatuan adalah harga mati bagi bangsa ini.
(Fajar)






